Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Ketua BPPD Bangli DR. I Ketut Mardjana: Majukan Kepariwisataan Bangli Harus Bergandengan Tangan

BALIILU Tayang

:

de
DR. I KETUT MARDJANA: Dilantik sebagai ketua BPPD Bangli oleh Bupati Bangli

Bangli, baliilu.com – Ketua BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Bangli DR. I Ketut Mardjana mengatakan bahwa untuk memajukan Bangli khususnya di bidang kepariwisataan, BPPD tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus selalu bergandengan tangan antara regulator pariwisata, pelaku pariwisata, lembaga pariwisata, asosiasi pariwisata dll.

‘’Di Bangli ada Badan Pengelola Geopark Batur, Dinas Pariwisata, Pokdarwis, Desa Wisata, pegiat-pegiat pariwisata ini harus menjadi satu kesatuan yang didukung oleh pemerintah daerah. Kalau pemerintah tidak memberikan dukungan penuh maka tidak akan bisa berjalan sesuai yang diharapkan.  Karena itu harus bergandengan tangan saling dukung-mendukung baik antara pelaku pariwisata, regulator pariwisata, lembaga pariwisata, asosiasi pariwisata untuk mensukseskan pariwisata itu,’’ ujar DR. I Ketut Mardjana usai dilantik sebagai Ketua BPPD Bangli oleh Bupati Bangli Made Gianyar,SH, M Hum., Selasa (11/2/2020) di Bunutin Bangli.

Adapun kepengurusan BPPD Bangli selengkapnya yakni sebagai Ketua DR. I Ketut Mardjana didampingi I Wayan Sukarma, I Gusti Ayu Kade Purnamawati, SE, Made Herry Erika Sedana, I Putu Puspayana, A Md.Kom., S Pd., M Pd., I Gede Novara Krishna, ST, Tessar Wijaya, S Kom., I Made Sarjana, SP, M Sc. dan Drs. Nyoman Muliawan, MA

Mardjana menegaskan ada dua kekuatan penting dalam memajukan Bangli khususnya di bidang kepariwisataan. Pertama adalah kekuatan pengelolaan objek wisata, yang termasuk kemampuan SDM, pengelolaan objek wisata dan pembinaan kelembagaan yang mengelola pariwisata, seperti pokdarwis dan desa wisata. Kekuatan yang kedua adalah kemampuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan potensi, objek dan destinasi wisata Bangli yang saat ini jumlahnya cukup banyak. Ada 43 objek wisata di Bangli.

Dikatakan Mardjana, dalam rangka menjalankan kelompok kekuatan pertama ini telah dibentuk Badan Pengelola Pariwisata Geopark Batur. Namun badan ini hanya bertanggung jawab untuk menangani masalah pariwisata di kawasan Geopark Batur saja. Menurutnya, memperhatikan daerah Bangli lainnya yang juga mempunyai potensi wisata yang tidak kalah menarik dengan Geopark Batur seperti di daerah Tembuku yang banyak tumbuh objek destinasi baru, di Penglipuran, di daerah barat, yang total terdapat 43 objek wisata di Bangli, maka kiranya jangkauan kerja dan tanggung jawab Badan Pengelola Pariwisata ini diperluas untuk pengembangan pariwisata Bangli secara keseluruhan, yang tentu namanya disesuaikan menjadi Badan Pengelola Pariwisata Bangli. Dengan satu badan yang mengurusi bagaimana masalah produksi,  pembinaan SDM, pembinaan objek wisata, pengelolanya, maka kerja BPPB akan lebih efektif.

Baca Juga  Update Covid-19 Sabtu (4/4) di Bali, Pasien Positif 32 Orang, Sembuh 18 Orang

Kekuatan yang kedua yakni terkait kemampuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan potensi, objek dan destinasi wisata Bangli, menurut mantan Dirut PT Pos Indonesia ini, dengan sosialisasi yang luas maka segala potensi, objek dan destinasi wisata Bangli akan diketahui oleh dunia. Oleh karena itu dengan terbentuknya BPPD Bangli, dengan tugas dan tanggung jawab untuk mempromosikan Pariwisata Daerah Bangli akan menjadi sangat relevan dan signifikan.

de
KETUT MARDJANA: Kita harus bergandengan tangan majukan kepariwisataan Bangli

Mardjana berharap kedua kekuatan yang berbentuk Badan ini hendaknya selalu berjalan hand-to-hand dan saling menopang di bawah kendali, arahan dan dukungan penuh Pemkab Bangli. BPPD Bangli dan Badan Pengelola Pariwisata Bangli bersama Pemerintah Kabupaten Bangli, khususnya Dinas Pariwisata Bangli diharapkan dapat berkolaborasi secara baik dengan pegiat pariwisata, hotel dan restoran, pemandu wisata, desa wisata dan pokdarwis sehingga menciptakan suatu langkah bersama dalam membangun dan membangkitkan pariwisata di wilayah Kabupaten Bangli.
“Tanpa dukungan Pemkab Bangli, keberadaan BPPD Bangli tidak berarti apa-apa,” jelas jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Monash Melbourne, Australia ini.

Ditambahkan DR. Mardjana, keberadaan objek wisata yang dimiliki selayaknya dikelola secara baik dan tepat agar mampu menarik lebih banyak wisatawan baik mancanegara maupun domestik. “Daya tarik wisata yang dikelola dengan baik merupakan titik awal untuk mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak, yang mana pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Bangli,” ujar GM Toya Devasya Natural Hot Spring ini.

Daya tarik wisata yang dibangun dengan baik tambahnya, tidak akan efektif dan memberikan hasil maksimal bila tidak diperkenalkan secara luas ke masyarakat mancanegara maupun domestik. Untuk itu harus dibarengi dengan upaya sosialisasi secara luas, baik secara off-line atau konvensional maupun secara digital dalam bentuk promosi dan pemasaran yang masif dan terstruktur.

Baca Juga  Kunker ke Bali, Rombongan Kementerian PPN/Bappenas Terima Paparan Khasiat Arak Bali Manjur Obati Covid-19

Peran promosi dan pemasaran yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan destinasi wisata yang dipunyai Bangli. Dalam konteks ini, dan dalam era industri 4.0 yakni suatu era dimana penggabungan antara teknologi otomasi dan teknologi cyber berjalan begitu cepatnya, maka digital marketing sudah menjadi keharusan. Sekiranya BPPD yang baru terbentuk ini mempunyai cukup dana maka program digital marketing akan menjadi program pertama dan utama dalam mempromosikan Bangli. “Kita harus mampu memperkenalkan produk dan destinasi wisata Bangli kepada dunia. Dan Digital Marketing akan mampu menembus dunia tanpa harus memperhatikan sekat teritorial negara,” jelas sosok pekerja keras yang tidak suka duduk di belakang meja ini. (*/balu1)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Dari Forum Diskusi Publik Kota Layak Anak, Pemerintah Wajib Berikan Perlindungan Anak

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 Sabtu (4/4) di Bali, Pasien Positif 32 Orang, Sembuh 18 Orang

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dishub Kota Denpasar Temukan Sopir Travel Reaktif Covid-19
Lanjutkan Membaca