Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua Komisi IV DPRD Badung Dukung Tambahan Hibah Lomba Ogoh-ogoh BCF 2026

Graha Wicaksana Menyebut Sebagai Investasi Budaya Bukan Tambahan Beban

Loading

BALIILU Tayang

:

komisi iv dprd badung
Ketua Komisi IV DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua Komisi IV DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana menyatakan dukungan penuh atas kebijakan Bupati Badung yang memberikan tambahan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh dalam rangkaian Badung Caka Fest (BCF) Tahun 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan seni, adat dan budaya Bali.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan asal Kuta tersebut, tambahan hadiah yang diberikan dalam bentuk hibah tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran daerah.

Sebaliknya, kebijakan itu dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi pelestarian budaya Bali yang juga menjadi daya tarik utama sektor pariwisata.

“Ini investasi, jangan dianggap sebagai beban,” kata Graha Wicaksana saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menilai tambahan apresiasi tersebut akan memberikan motivasi besar bagi generasi muda, khususnya sekaa teruna (ST) dan yowana, untuk terus mengembangkan kreativitas dalam seni ogoh-ogoh serta berbagai ekspresi budaya Bali lainnya.

Graha Wicaksana juga mengingatkan bahwa proses pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan komitmen besar dari para pemuda di tingkat banjar.

Proses pengerjaan bahkan bisa berlangsung selama berbulan-bulan dengan melibatkan banyak tenaga dan biaya. Ketika karya tersebut mendapatkan apresiasi yang layak, lanjutnya, tentu akan menjadi dorongan kuat bagi para pemuda untuk terus berkarya dan menjaga tradisi.

“Kami mendukung langkah Bupati Badung untuk memberikan apresiasi berupa tambahan hadiah berupa hibah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh,” ujarnya.

Terkait penggunaan dana hibah tersebut, Graha Wicaksana menegaskan bahwa mekanismenya telah diatur melalui standar operasional prosedur (SOP).

Graha Wicaksana memastikan pemanfaatan dana hibah akan mengikuti aturan yang berlaku dan berada dalam pengawasan organisasi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Kebudayaan. Ia juga menjelaskan meskipun APBD Badung 2026 telah berjalan, peluang penganggaran tetap terbuka melalui APBD Perubahan apabila program tersebut dinilai penting untuk dilaksanakan.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama, Sekretariat DPRD Badung dan Media Kunjungi DPRD Balikpapan 

“Di APBD Perubahan masih bisa melaksanakan program yang dinilai perlu dilakukan, termasuk pemberian reward kepada pemenang lomba ogoh-ogoh ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Graha Wicaksana meyakini kebijakan tersebut telah dipertimbangkan secara matang oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Dengan pengalaman birokrasi yang dimiliki, Graha Wicaksana optimis tidak akan ada kendala dalam penganggaran program tersebut.

“Sebagai mantan Sekda, Bupati Badung sudah memikirkan matang kebijakan-kebijakan yang dilakukan. Kami pastikan tak ada kendala dalam hal penganggarannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Adi Arnawa berencana memberikan tambahan hadiah di luar hadiah dari panitia kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh dalam rangkaian Badung Caka Fest 2026. Untuk juara pertama akan mendapatkan hibah sebesar Rp 500 juta, juara kedua Rp 450 juta, juara ketiga Rp 400 juta, dan juara keempat Rp 350 juta.

Sementara itu, 17 peserta lainnya yang masuk nominasi juga akan memperoleh hibah masing-masing Rp 200 juta. Secara keseluruhan, tambahan hadiah yang disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp 5,1 miliar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tangani Kasus Kegawatdaruratan, Aplikasi Badung Sehat Disiagakan 24 jam

Published

on

By

Kepala Dinkes Badung Bagus Padma Puspita jelaskan layanan Aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD, MARS., FINASIM. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Arus wisatawan mancanegara yang tinggi ke Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Melalui aplikasi Badung Sehat, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan. Bersamaan dengan itu, pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan (faskes) digalakkan, termasuk menertibkan praktik medis tanpa izin di kawasan akomodasi wisata.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026.

Tingginya arus kunjungan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas, sebagaimana visi pembangunan Kabupaten Badung.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Badung.

“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).

Baca Juga  Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Masukan Fraksi DPRD Badung

Melalui sistem Badung Sehat, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kegawatdaruratan. Sistem tersebut didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis serta petugas ambulans.

Integrasi sistem memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi kejadian sehingga waktu tanggap kegawatdaruratan dapat dipangkas. Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, kini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit.

Selain layanan darurat, Badung Sehat menyediakan sejumlah fitur kesehatan lainnya, seperti telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Bagus Padma mengatakan penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap faskes serta praktik pelayanan kesehatan. Pengawasan Dinkes Badung menyasar klinik yang tidak memiliki izin maupun praktik medis yang dilakukan di luar ketentuan regulasi yang berlaku.

Pengawasan juga menyasar layanan IV drip atau infus vitamin/terapi yang ditawarkan secara terselubung dan tidak dilakukan oleh faskes berizin. Termasuk praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi untuk memberikan layanan medis.

Dinkes Badung mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.

Di sisi lain, Dinkes Badung memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Kabupaten Badung telah mencapai lebih dari 80 persen. Selain itu, rabies center telah berjalan di setiap puskesmas dan RS Daerah.

Baca Juga  DPRD Badung Godok Ranperda Inisiatif Fasilitasi Kekayaan Intelektual

Untuk kawasan wisata dengan potensi interaksi satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, disiapkan prosedur penanganan kasus gigitan satwa. Kasus yang terjadi diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) bila diperlukan.

Surveilans epidemiologi juga diperkuat untuk mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi.

Sementara untuk mencegah gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai Bali Belly, Dinkes Badung melakukan upaya dari hulu hingga hilir. Penanganan tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga keamanan pangan di kawasan pariwisata.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan. Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata untuk memastikan memenuhi persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi.

Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah berizin.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, dan saran terkait pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200. Layanan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp.

Wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Karya Kreatif Indonesia 2026: “Ngajegang lan Ngelestariang” Budaya Bali  

Published

on

By

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti dan Ketua Dekranas Selvi Gibran buka Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC Jakarta
BUKA KKI 2026: Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming membuka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan NTT yang terdampak bencana alam yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta. (Foto: Hms BI Bali)

Jakarta, baliilu.com – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-sama.

Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Turut hadir dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama, Sekretariat DPRD Badung dan Media Kunjungi DPRD Balikpapan 

Dapat disampaikan, perekonomian Bali pada triwulan II 2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,58% (yoy), serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy). Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi Provinsi Bali pada Juni 2026 tetap terkendali sebesar 3,27% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% (yoy). Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian/Lembaga, asosiasi, pelaku usaha, dan UMKM.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali turut mendukung Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara, khususnya melalui pengembangan wastra dan kerajinan. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari bertempat di JICC ini diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Pada KKI 2026, UMKM binaan/mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berpartisipasi melalui berbagai kategori, meliputi 5 UMKM wastra, 2 UMKM jewelry, 1 UMKM aksesoris, 1 desa wisata, serta 5 UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko retail. Selain itu, Fortuna Songket Sidemen turut berpartisipasi dalam Hall of Inspiration (HoI) dengan produk Songket Bali, sementara produk Akasa Coffee, Padma Herbal, dan Rotenbi menjadi bagian dari Bingkisan Nusantara sebagai souvenir KKI.

Secara keseluruhan, sebanyak 45 UMKM binaan/mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berpartisipasi secara online melalui website KKI dan 18 UMKM mengikuti Business Matching dengan sistem hybrid. Dalam KKI 2026 tersebut, perwakilan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali juga berpartisipasi dalam program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia 2026 berupa keikutsertaan barista dan UMKM dari Provinsi Bali dalam Championship Pejuang Kopi Nusantara (CANGKIR) Barista dan Championship Inovasi Wastra Nusantara (CITRA NUSA). Ke depan, partisipasi ini diharapkan semakin memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk UMKM Bali di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Badung Godok Ranperda Inisiatif Fasilitasi Kekayaan Intelektual

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP Posyandu Gianyar Gelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan KKM Desa

Published

on

By

Pelatihan SPA Bayi bagi kader Posyandu Gianyar
PELATIHAN SPA: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi.

Pelatihan tersebut diikuti 160 peserta, terdiri dari 70 KKM Desa, 70 kader bidang kesehatan, serta 10 orang dari TP Posyandu Kecamatan dan TP Posyandu Kabupaten Gianyar.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang saling mendukung. Dari Griya Kamini, Putu Sri Widi Antari menyampaikan materi “Stimulasi Tumbuh Bayi dengan Baby Spa”, yang memberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai stimulasi bayi melalui teknik baby spa yang aman dan sesuai dengan kaidah kesehatan.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar memberikan materi “Pelaksanaan Posyandu dengan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Internalisasi Pemanfaatan Dana Desa”. Materi ini menekankan pemanfaatan Dana Desa secara tepat untuk mendukung pelaksanaan Posyandu dan mencakup enam bidang SPM.

Sementara itu, TP Posyandu Kabupaten Gianyar yang disampaikan oleh Sekretaris II TP Posyandu Gianyar Ni Wayan Sriyani memberikan materi mengenai Posyandu 6 Bidang SPM, sebagai penguatan pemahaman kader terkait transformasi Posyandu dan peran Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, dalam Berbagai yang dibacakan Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pelayanan kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Baca Juga  Teguran Prabowo Soal Sampah, Puspa Negara: Momentum untuk Segera Berbenah

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Melalui pelatihan ini, diharapkan kader memiliki pemahaman dan keterampilan dasar mengenai SPA Bayi yang aman, tepat, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat memberikan pendidikan dan pendampingan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, selaku pengarah Posyandu, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat Posyandu melalui Transformasi Posyandu Era Baru.

“Sebagaimana kita pahami bersama, Posyandu saat ini terus diperkuat melalui Transformasi Posyandu Era Baru. Posyandu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pelayanan masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi sangat penting dalam transformasi tersebut. Di Kabupaten Gianyar saat ini terdapat 4.316 kader yang tersebar di 570 kelompok Posyandu. Kader merupakan unsur yang dekat dengan masyarakat dan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan dan pendampingan sesuai dengan bidang yang dicakupnya.

“Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua, khususnya terkait stimulasi tumbuh kembang bayi melalui teknik SPA Bayi yang benar, aman, dan sesuai dengan kaidah kesehatan,” ujarnya.

I Gede Daging berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berpikir, serta menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh narasumber maupun instruktur. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan didistribusikan kepada masyarakat di desa dan kelurahan masing-masing.

Baca Juga  Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Masukan Fraksi DPRD Badung

“Menjadi kader merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang diberikan harus benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan ketentuan. Khusus dalam edukasi SPA Bayi, aspek keamanan dan kaidah kesehatan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas PMD bersama TP Posyandu akan terus mendorong penguatan peran Posyandu, termasuk melalui peningkatan kapasitas para kader.

“Kami mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan berperan aktif dalam mendukung Transformasi Posyandu di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

I Gede Daging juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader akan dilakukan secara bertahap. Hingga akhir tahun, Dinas PMD menargetkan dapat memberikan pelatihan kepada sekitar 800 kader dari total 4.316 kader Posyandu yang tersebar di 570 kelompok Posyandu di Kabupaten Gianyar.

“Tidak mungkin seluruhnya sekaligus, namun akan dilakukan secara bertahap. Dengan peningkatan kapasitas ini, kita berharap kader semakin siap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai stimulasi tumbuh kembang bayi melalui baby spa, tetapi juga diperkuat pemahamannya mengenai implementasi enam bidang SPM Posyandu serta pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung pelaksanaan Posyandu.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Gianyar berharap peningkatan kapasitas kader dapat semakin memperkuat pelayanan Posyandu di seluruh desa dan kelurahan, sekaligus mendukung terwujudnya transformasi Posyandu yang mampu memberikan pelayanan dasar secara lebih optimal kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca