Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kunjungan Lapangan, DPRD Badung Tertibkan Administrasi Perijinan dan Infrastruktur di Canggu

BALIILU Tayang

:

kunjungan lapangan dprd badung
KUNJUNGAN LAPANGAN: DPRD Badung pada Selasa, 14 Januari 2025 saat melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Subak Uma, Desa Canggu Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Selasa, 14 Januari 2025 melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Subak Uma, Desa Canggu dan Pura Batur, Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Kegiatan Kunjungan Kerja Lapangan ini melibatkan Komisi I, Komisi II dan Komisi III DPRD Badung didampingi sejumlah Kepala Dinas terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan juga Camat Kuta Utara serta Perbekel Desa Canggu.

Ketua Komisi II Kabupaten Badung I Made Sada menyampaikan, bahwa Kunjungan Kerja Lapangan ini terkait laporan warga yang menyebutkan ada pembangunan villa yang disinyalir merusak irigasi, pembanguann hotel yang tidak konfirmasi ke desa adat dan desa dinas kemudian ada bangunan klinik di samping Pura Batur yang tidak mengindahkan estetika dan kesucian pura yang ada. Kunjungan lapangan dilakukan juga dalam rangka tertib administrasi perijinan dan infrastruktur pembangunan dalam berusaha di Pemerintahan Kabupaten Badung.

Melalui Kunjungan Lapangan ini, Made Sada berharap menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola administrasi perijinan dan pembangunan infrastruktur dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di Kawasan Canggu.

“Kunjungan ini sebagai bagian upaya kami untuk memastikan bahwa semua aspek pembangunan berjalan dengan seimbang, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan,” kata Made Sada.

Mengenai laporan warga, Made Sada menyebutkan setelah turun ke lapangan memang benar ditemukan irigasi yang tertutup. “Wajiblah bagi investor atau penanam modal untuk memperhatikan hal-hal yang ada di wilayah itu, saat akan membangun,” terangnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa ‘’Groundbreaking’’ Pembangunan Gedung DPRD Badung

Apalagi, irigasi merupakan hal yang sangat vital bagi petani. Terlebih lagi tanaman cabe yang ditutupi saluran irigasinya, yang sangat jelas membuat aktivitas bertani menjadi terganggu. Meski dilihat sudah ada pembersihan, tapi hal tersebut belum maksimal.

“Nah, perlu kita minta juga dari aparatur yang ada di desa untuk bisa mengawasi, setidaknya bangunan mereka harus mundur 1 meter dari saluran irigasi karena kedepannya biar tidak semakin kecil. Jadi, jika ada air hujan, nanti air tidak tersumbat yang bisa menyebabkan banjir,” kata Made Sada.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Badung I Made Bima Nata juga membenarkan adanya gangguan saluran irigasi dari subak, saat dilakukan peninjauan ke lapangan.

“Hari ini, sudah kita tinjau dan benar itu adanya, lalu, kedua terkait tentang masalah pembangunan mungkin legalitas atau izin belum seutuhnya memenuhi syarat,” kata Bima Nata.

Namun, Bima Nata sangat menyayangkan hal-hal yang paling kecil dan paling mendasar bagi para investor belum melakukan ijin koordinasi dengan pihak desa setempat terkait investasi dana di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Badung.

“Itu mereka belum melakukan izin koordinasi kepada instansi desa. Untuk itu, kami sebagai anggota Dewan akan terus menindaklanjuti hal tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara yang menambahkan bahwa mungkin pemahaman yang sedikit keliru dimana mereka menganggap dengan mengurus semua online dari OSS dianggap sudah bisa mengakomodir status selesai semuanya. Namun dalam konteks koordinasi tetap harus mendapatkan legalitas dari Pemerintah Kabupaten Badung karena mereka membangun di wilayah Badung.

’’Begitu juga kewajiban dasarnya adalah koordinasi dengan kami di Bali ada tetua adat, ada bendesa adat. Di pemerintahan dinas ada kepala desa, yang juga punya di wilayah ini. Tetap mereka harus melakukan konteks koordinasi. Karena konsep hidup kami di Bali Tri Hita Karana itu wajib dilaksanakan ketika investor datang ke Bali. Kami sangat welcome, kami sangat senang investor datang ke Bali bahkan di Kabupaten Badung. Tapi harapan kami juga mematuhi dari segala aspek-aspek peraturan yang ada, begitu juga peraturan-peraturan yang kami sepakati melalui perarem-perarem atau awig-awig di desa adat masing-masing, itu wajib dilaksanakan,‘‘ ujarnya.

KKL

DPRD Badung saat meninjau pembangunan klinik yang berdekatan dengan Pura Batur Canggu. Tampak Ketua Komisi II Made Sada, Ketua Komisi I Bima Nata, Wakil Ketua Komisi I Lanang Umbara, anggota Suryananda, Putu Sika Adi Putra, Made Ponda Wirawan. (Foto: gs)

Ketika meninjau pembangunan klinik di Jalan Pantai Batu Bolong, Dewan juga bakal menutup pembangunan klinik yang dekat dengan Pura Batur Canggu, karena belum ada kesepakatan antara pengempon Pura dengan owner klinik tersebut.

Baca Juga  Matangkan Isi Ranperda, Pansus PBG DPRD Badung Gelar Raker Dengar Pendapat dengan OPD dan Tenaga Ahli

“Penutupan ini dilakukan sampai mereka memenuhi semua persyaratan perijinan kita di Pemerintah Kabupaten Badung dan melakukan kesepakatan dengan masyarakat setempat, utamanya pengempon Pura Batur yang ada disini,” kata Lanang Umbara.

Jika dipandang hal itu melanggar estetika dan batas kesucian pura, seharusnya ditutup. Namun, kalau pengempon Pura sudah memberikan ijin, terutama pengempon Pura Batur dan masyarakat setempat sudah memberikan izin, maka pembangunan dapat dilanjutkan lagi.

“Nah itu kan kembali lagi kepada para pengempon Pura disini. Yang jelas apa yang menjadi kewenangan kita di Pemerintahan Kabupaten Badung tetap akan kita tegakkan, sesuai dengan perda dan peraturan perundangan yang ada,” paparnya.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan kesepakatan bersama, agar semua proses ini ditutup dan dihentikan, dengan diperintahkan Satpol PP untuk memasang garis Pol PP line.

“Sebenarnya kami merancang sidak ini sudah dari jauh hari sebelum berita itu turun, paham juga, berita itu bias. Kami dibilang jalan-jalan ke luar negeri. Itu tidak ada, kami fokus melaksanakan tugas-tugas kami sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan di dalam Sidang Paripurna internal di DPRD Kabupaten Badung, itu wajib kami laksanakan,” kata Lanang Umbara.

Mengenai jangka waktu penutupan tersebut, Lanang Umbara menjelaskan hingga mereka melengkapi semua dokumen yang diperlukan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Mungkin akan dilakukan evaluasi atas perubahan bentuk bangunan, dengan memberikan jarak sekitar 1 meter, untuk saluran irigasi, sehingga ketika adanya bangunan tidak mengganggu sumber irigasi disini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gelar Stakeholder Gathering 2026, BPRKanti Luncurkan Logo Baru dan Buku “Lawar Leadership”

Published

on

By

bpr
PENANDATANGANAN: Penandatanganan Komitmen Corporate Culture Transformation BPRKanti dalam rangkaian acara Stakeholder Gathering Tahunan BPR Kanti 2026 yang digelar di Hongkong Garden, Senin 1 Juni 2026. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Menandai babak baru perjalanan perusahaan, PT BPR Sukawati Pancakanti atau BPRKanti meluncurkan logo baru, transformasi budaya perusahaan menuju Community Bank, serta meluncurkan buku Lawar Leadership dalam rangkaian acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2026 yang digelar di Hongkong Garden, Senin, 1 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, akademisi, tokoh masyarakat, pemimpin desa adat, nasabah, mitra kerja, media, hingga jajaran manajemen dan karyawan BPRKanti.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, SE., ME., mengungkapkan bahwa momentum ini menjadi salah satu tonggak penting bagi BPR Kanti dalam memperkuat identitas perusahaan sekaligus menegaskan arah transformasi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penguatan nilai budaya, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengatakan, rangkaian Stakeholder Gathering Tahunan menjadi wadah silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan BPRKanti. “Transformasi yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan lembaga keuangan yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, namun juga mampu memberikan dampak sosial yang bermakna bagi komunitas dan masyarakat luas,” ujarnya.

Arya Amitaba menegaskan bahwa perkembangan sebuah institusi tidak cukup hanya diukur dari pencapaian angka dan pertumbuhan aset semata. Namun, masa depan lembaga keuangan harus dibangun dengan tetap menjaga budaya, mempertahankan nilai-nilai luhur, serta mengedepankan sisi kemanusiaan dalam setiap proses transformasi yang dilakukan.

Ia menyampaikan bahwa BPR Kanti percaya institusi yang mampu bertahan dalam jangka panjang bukanlah yang terbesar, melainkan yang mampu menjaga nilai, memuliakan manusia, dan tetap setia pada dharma pengabdian yang diemban. Melalui kegiatan Stakeholder Gathering, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada para nasabah dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan selama bertahun-tahun. “Yang mana, perjalanan BPR Kanti hingga saat ini tidak dibangun oleh individu semata, tetapi merupakan hasil dari dukungan masyarakat, loyalitas nasabah, serta kolaborasi berbagai pihak yang terus memberikan kepercayaan kepada Perusahaan,” ucapnya.

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Badung Terima Kunja Komisi I DPRD Kota Pasuruan

Dalam kesempatan itu, BPRKanti juga menggelar pengundian Tabungan Arisanku sebagai bentuk penghargaan kepada nasabah yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada perusahaan. Tak hanya itu, BPRKanti turut memperkenalkan produk terbaru yakni Tabungan Arisanku Generasi Baru yang dirancang untuk mendorong budaya menabung sekaligus memberikan berbagai manfaat tambahan kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, nasabah berkesempatan memperoleh berbagai hadiah utama yang telah disiapkan, antara lain: 1 unit Mitsubishi Destinator, 1 unit BYD M6 MD, 1 unit Toyota Avanza Hybrid, 5 unit Honda Scoopy.

Hadiah Undian Tabungan Arisanku BPRKanti. (Foto: gs)

“Tujuan utama program tersebut bukan sekadar pemberian hadiah, melainkan mendorong tumbuhnya budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam merencanakan masa depan finansial secara lebih baik. Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah peluncuran logo baru BPRKanti,” ungkapnya.

Arya Amitaba menjelaskan bahwa perubahan identitas visual tersebut bukan sekadar penyegaran tampilan, tetapi juga representasi dari nilai dan semangat baru yang diusung perusahaan.

“Logo baru BPRKanti menggambarkan dua energi yang bergerak menuju satu titik harmoni. Filosofi tersebut mencerminkan keseimbangan antara profesionalisme dan kemanusiaan, keberanian dan kebijaksanaan, modernitas dan akar budaya, serta pertumbuhan usaha dan ketulusan pelayanan,” kata Amitaba.

Logo tersebut juga melambangkan semangat bekerja, melayani, membantu masyarakat, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh nasabah. Ia menilai bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari besarnya kekuasaan, melainkan dari ketulusan dalam memberikan pelayanan dan pengabdian. Sedangkan warna biru pada logo baru melambangkan kepercayaan, integritas, keteduhan, serta keteguhan moral.

“Warna tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen perusahaan untuk tetap menjaga kejujuran, stabilitas, dan kepercayaan masyarakat lintas generasi,” harapnya.

Sementara itu, warna orange menggambarkan semangat pembaruan, energi positif, keberanian menghadapi perubahan, dan semangat pengabdian yang terus menyala. “Perpaduan kedua warna tersebut mencerminkan keseimbangan antara ketegasan dan kasih, disiplin dan kemanusiaan, serta kecerdasan dan hati nurani,” terangnya.

Baca Juga  Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Terima KUA-PPAS Perubahan 2025 dan KUA-PPAS Induk 2026

Seiring dengan peluncuran identitas perusahaan, BPR Kanti juga memperkenalkan visi dan misi baru. Visi perusahaannya yakni: Menjadi mitra finansial terpercaya, berlandaskan prinsip kehati-hatian, dan berkelanjutan dalam menghadirkan solusi bermakna dan nilai tambah nyata bagi nasabah.

Peluncuran logo baru sekaligus menjadi penanda transformasi budaya perusahaan menuju konsep Community Bank. Transformasi ini menempatkan BPR Kanti tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan komunitas. Perubahan tersebut dibangun di atas nilai budaya perusahaan yang dirangkum dalam akronim KANTI, yaitu: Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah,Transparansi, Inovasi.

Selain itu, budaya kerja perusahaan juga diperkuat melalui prinsip DKKB yang terdiri dari: Disiplin, Komunikasi, Kerja Sama dan Kolaborasi, Belajar Berkelanjutan. “Nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan perusahaan, melainkan fondasi yang menjadi pedoman seluruh insan BPR Kanti dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Tabanan Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Published

on

By

hari lahir pancasila
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tersebut berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6).

Upacara dihadiri oleh Ida Cokorda Anglurah Tabanan, perwakilan Rindam X/Udayana, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten Setda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, serta peserta upacara lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Menurut amanat yang dibacakan, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Wabup Dirga menyampaikan bahwa sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia juga menekankan bahwa Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Lebih lanjut disampaikan, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca Juga  Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Masukan Fraksi DPRD Badung

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian petikan amanat yang dibacakan.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujar Dirga saat membacakan amanat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada para anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 beserta pelatih dan tim kesehatan. Wabup Dirga menyampaikan bahwa sertifikat yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bukti autentik dari komitmen, kedisiplinan, dedikasi, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama masa bakti. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pengingat akan tanggung jawab moral yang mereka emban sebagai generasi penerus bangsa.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga melepas putra-putri terbaik daerah yang akan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026. Dalam amanatnya, Dirga memberikan motivasi kepada para peserta agar berjuang dengan penuh semangat dan membawa nama baik Tabanan di tingkat yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada 42 orang PNS yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Baca Juga  Terima Audiensi Perbekel Se-Kecamatan Petang, Putu Parwata: Pemerintah Punya Tanggung Jawab Sejahterakan Masyarakat

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang mengangkat tema “Kawya Atma Kerthi – Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”. Tema tersebut mengandung makna bahwa semangat perjuangan Bung Karno harus terus hidup dalam jiwa, karya, dan pengabdian seluruh masyarakat kepada bangsa dan negara. Semangat gotong royong, nasionalisme, persatuan, serta keberanian membangun Indonesia, khususnya Tabanan, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Pembukaan resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ditandai dengan pelepasan balon ke udara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila 2026

Published

on

By

hari lahir pancasila
PIMPIN APEL: Wabup Bagus Alit Sucipta saat memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), K.H. Yudian Wahyudi, dalam pidato yang dibacakan Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan, peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum merefleksikan dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tema tahun ini menegaskan nilai luhur Pancasila penting untuk menjaga persatuan bangsa dan menjadi landasan mewujudkan perdamaian dunia.

“Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan zaman yang terus berubah, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang beragam namun tetap bersatu. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, Indonesia menunjukkan bahwa keragaman dapat menjadi kekuatan jika dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Karena itu, Pancasila harus terus menjadi pedoman moral dan arah bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ujarnya.

Seusai acara, Wabup Bagus Alit Sucipta menyatakan bahwa Pemkab Badung memaknai Pancasila dengan mengimplementasikan Sila Kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Wujud nyatanya berupa optimalisasi pelayanan publik dan pemberian bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Badung.

“Itu salah satu adalah pemberian Bantuan merata untuk seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Dari agama Hindu, agama Islam, dan seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Itu salah satu bentuk kami mengimplementasikan Pancasila sebagai ideologi bangsa di Indonesia. bagaimana Pancasila menjadi bintang pemersatu atau bintang penuntun daripada generasi muda. Mari kita benar-benar dari sila satu sampai sila kelima, kita benar-benar bisa implementasikan dan tidak lanjuti, khususnya di generasi muda yang ada di Kabupaten Badung,” katanya.

Baca Juga  Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Terima KUA-PPAS Perubahan 2025 dan KUA-PPAS Induk 2026

Apel ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti beserta para Wakil Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Kepala Instansi Vertikal, Direktur Perumda, Ketua TP. PKK Badung beserta jajaran organisasi kewanitaan, TNI/Polri, dan para ASN di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca