Forkompimda Bangli terdiri dari Kapolres Bangli, Dandim Bangli, Kajari Bangli, wakil dari Pemerintah Kabupaten Bangli membuka secara resmi spot Toya Harbour, Kamis (31/12-2020) di Toya Devasya Kintamani Bangli.
Kintamani, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang mengguncang sektor pariwisata di Bali, Toya Devasya membuka Toya Harbour, salah satu inovasi terbaru dalam upaya bagaimana memberikan satu layanan kepada para pengunjung untuk bisa memberikan satu kesan, bahwa Toya Devasya betul-betul one stop tourist destination.
Spot Toya Harbour atau Dermaga Toya Devasya ini dibuka secara resmi dengan ditandai pemotongan pita secara bersama-sama oleh Forkompimda Bangli di antaranya Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, SIK, MIK, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, SIP, Kepala Kejaksaan Negeri Bangli Eny Syarifah, SH, MH, wakil dari Pemerintah Kabupaten Bangli, General Manager Toya Devasya DR. Ketut Mardjana, Direktur Utama Toya Devasya Ayu Astiti Saraswati, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Toya Harbour yang juga dihadiri Direktur Shabara Polda Bali Kombes Pol Drs. I Wayan Pinatih, MM, dll., Kamis malam (31/12-2020) di Toya Devasya Water Park, Toya Bungkah Kintamani Bangli.
General Manager Toya Devasya DR. Ketut Mardjana dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang menjadi ikon Toya Devasya adalah kolam air panas, dimana kini telah memiliki 9 pool relatif besar, juga memiliki villa, tenda/ camping, watersport, dimana salah satu fasilitasnya adalah Dermaga Toya Devasya
Kehadiran Toya Harbour, lanjut Ketut Mardjana, ditunjang beberapa fasilitas antara lain Italian foods resto, coffee, coktail, juga ada satu bar dengan daya tampung 150 orang. ‘’Kami harapkan dengan keberadaan Toya Harbour ini kehidupan malam mulai muncul di Toya Devasya dan juga di tengah-tengah kaldera ini,’’ ungkap Ketua BPPBD Bangli ini.
Ia menyebut, kehidupan malam dalam konteks bukan karaoke, bukan night club tetapi orang bisa menikmati makan malam di tempat ini sambil mendengarkan atraksi para DJ atau musik-musik ringan.
‘’Ini kami harapkan ke depan, di tengah-tengah kaldera ini yang tadinya orang menganggap tempat yang barangkali takut untuk dikunjungi karena sepinya, tapi nanti kita harapkan keberadaan Toya Harbour sebagai tempat ngopi bisa bersaing dengan Ubud atau Kuta,’’ ujar Ketua PHRI Bangli ini.
Toya Harbour mempunyai daya tarik luar biasa karena dari lokasi ini bisa melihat-lihat Bukit Abang, Gunung Batur dan perbukitan Kintamani. Toya Hurbour menjadi daerah favorit Toya Devasya dipakai untuk berfoto atau berselfi. Pengunjung menjadikan tempat ini menjadi the most fame location. Tempat ini juga dilengkapi tempat pernikahan, tidak saja untuk prawedding sekaligus resepsi pernikahan.
Pemotongan tumpeng dari wakil Pemerintah Kabupaten Bangli
Dengan kehadiran Toya Harbour ini, kata Mardjana, ke depan tentu diharapkan akan bertumbuh Toya Devasya-Toya Devasya lain yang mana memberikan segudang dampak ke bawah yang mampu memakmurkan masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, SIK, MIK mewakili Forkompimda Bangli mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Toya Devasya atas dibukanya spot baru Toya Harbour. Di tengah kondisi pandemi saat ini Toya Devasya bisa berinovasi dengan luar biasa.
‘’Kami bersama teman-teman mewakili Forkompimda mengucapkan apresiasi kepada Toya Devasya di masa pandemi kita semua seluruh dunia diberikan cobaan, namun Toya Devasya mampu tetap eksis berinovasi demi keberlangsungan kepariwisataan di Bangli menghidupkan ekonomi masyarakat di Bangli khususnya di Kintamani. Sekali lagi kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada Toya Devasya,’’ terang Kapolres.
Penandatanganan prasasti Toya Harbour oleh Forkompimda Bangli
Direktur Utama Toya Devasya Ayu Astiti Saraswati menambahkan tahun 2020 ini sungguh luar biasa. Dimana hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tidak pernah terbayangkan bahwa semua negara akan memiliki kampanye yang sama yaitu diam di rumah. Di saat batas batas negara sudah hampir tidak terlihat, di tahun 2020 batas ini kembali ditegaskan melalui penutupan boerder atau lockdown.
Tentunya pandemi Covid ini menjadi tantangan bagi semua orang. ‘’Tapi kita percaya di balik kegelapan, selalu ada cahaya. Di balik tantangan ada kesempatan untuk kita belajar dan menjadi lebih kuat dan di balik kehilangan akan ada hal-hal baru menanti,’’ ucapnya.
Untuk itulah Toya Devasya tak pernah henti melakukan inovasi seperti menyongsong tahun baru 2021 membuka Toya Harbour atau Dermaga Toya Devasya yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 460/KPTS/M/2019.
Jika hari ini imbuh Ayu Astiti membuka spot baru Toya Harbour, namun dua tahun yang lalu saat menyongsong tahun baru 2018 Toya Devasya juga telah meresmikan Waterboom air panas. Waterboom ini diklaim sebagai waterboom air panas di depan danau satu-satunya di dunia. ”Kami yakini belum ada waterboom air panas di depan danau di dunia selain di Toya Devasya,” Ketut Mardjana mengimbuhkan. (gs)
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.
Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.
Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).
“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.
Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.
Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.
“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.
Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.
“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.
Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.
“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.
Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.
Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB
Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.
“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.
Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.
Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.
Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.
“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)
Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai.
Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.
“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.
Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities.
Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)