Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Masker untuk Semua, Ketua Harian Gugus Tugas Dewa Indra: Masker seperti Filosofi Tat Twam Asi, Saling Melindungi

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Bali Dewa Made Indra menyampaikan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat ‘’Masker untuk Semua”, seluruh masyarakat Bali diminta menggunakan masker kain setiap bepergian keluar rumah,  dengan tujuan untuk mencegah penyebaran dan melindungi diri sendiri dari Covid-19.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin petang (6/4-2020) di Denpasar ini, Dewa Indra mengharapkan semua pihak untuk dapat berdonasi masker dalam rangka penguatan pencegahan Covid-19.  Untuk itu, Pemprov malalui Disperindag Provinsi Bali telah melakukan penjajakan dengan 50 perusahaan garmen yang ada di Bali untuk memproduksi masker kain, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam memperoleh masker kain. ‘’Kami juga mengimbau masyarakat agar dengan menggunakan masker kain memperhatikan kebersihannya, maksimal setiap 4 jam sekali, masker tersebut harus sudah dicuci dengan sabun atau deterjen,’’ ujar Dewa Indra seraya menegaskan masker yang digunakan oleh tenaga medis adalah masker N95 dan masker bedah.

Masker ini sangat penting, kata Dewa Indra, karena masker memiliki dua fungsi. Bagi yang sakit dengan menggunakan masker virusnya tidak menular. Bagi orang yang sehat menggunakan masker menghindarkan dirinya terinfeksi Covid-19. ‘’Masker ini seperti filosogi agama kita Tat Twam Asi. Masker menjaga supaya saya tidak menyakiti anda, dan supaya anda bisa melindungi saya. Jadi sama-sama saling melindungi,’’ ujar Dewa Indra.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali Dewa Indra tak henti-hentinya mengimbau kepada warga anak buah kapal (ABK) yang baru pulang dari luar negeri adalah pahlawan devisa dan dari luar daerah untuk melaksanakan karantina mandiri/isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari dengan menerapkan protokol  isolasi diri sendiri dengan penuh disiplin dan tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat. Dengan melaksanakan hal ini merupakan wujud dari pahlawan kemanusiaan.  

Baca Juga  Wagub Cok Ace Berkunjung ke Monkey Forest Ubud: Wisatawan masih Merasa Nyaman Liburan di Bali

Selain itu, satgas yang ada di masing-masing desa memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengawasi para anak buah kapal atau para migran Indonesia serta para santri yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. Selain satgas, para petugas kesehatan baik puskesmas maupun puskesmas pembantu juga harus mengawasi dan memberikan edukasi terhadap masyarakat desa yang belum paham terhadap keberadaan dan penularan maupun pencegahan dari virus ini.

Dewa Indra menegaskan terkait pekerja migran Indonesia (PMI) atau anak buah kapal (ABK) yang di-rapid test merupakan prosedur yang ditambahkan oleh Provinsi Bali. Sedangkan SOP secara nasional tidak ada memberlakukan rapid test kepada PMI di bandara karena mereka sudah memiliki health sertificate dari negara asalnya, dan hanya perlu dicek suhu badannya. ‘’Namun untuk memastikan lebih jauh, maka Pemprov Bali menerapkan rapid test di bandara. Jika hasil rapid test yang menunjukkan potensi positif maka akan dikarantina sedangkan yang menunjukkan negatif akan dipersilakan pulang dengan catatan karantina mandiri minimal 14 hari. Sedangkan bagi PMI yang berstatus negatif dan bisa pulang tersebut, maka pada hari ke-8 mereka harus kembali melakukan rapid test pada petugas kesehatan di masing-masing kabupaten/kota. Jika pada hari ke-8 hasilnya positif maka akan dikarantina  oleh pemerintah dan dilakukan tes PCR.

Terkait ketersediaan rapid test, Dewa Indra menjelaskan periode pertama mendapat bantuan dari pusat 4.800 rapid test, Pemda Bali dengan segala upaya juga sudah menganggarkan membeli 4.000 rapid test tahap pertama tapi yang datang baru 400 rapid test. Terakhir pemerintah pusat kembali memberikan 8.400 rapid test yang digunakan sampai hari ini. Persediaannya di provinsi sudah semakin berkurang tetapi di kabupaten/kota masih cukup tersedia.

Baca Juga  Kelurahan Sesetan Gencar Sosialisasikan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, 7 September mulai Berlaku

‘’Mudah-mudahan besok datang lagi rapid test , karena kami mengarahkan lagi bukan dari pusat tetapi Bapak Gubernur berkomunikasi langsung dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk membantu membelikan rapid test dan sudah mendapatkan 20 ribu rapid test. Jadi Bpk Gubernur bekerja keras untuk terus memperkuat upaya pencegahan, beliau berkomuniaksi langsung dengan Duta Besar kita di Singapura untuk membelikan rapid test dan ventilator. Rapid test sudah mendapat laporan tiba di Jakarta sebanyak 20 ribu, tetapi masih proses bea cukai, mudah-mudahan kalau sudah clear besok bisa datang ke Bali. Di luar rapid test, Pemprov Bali juga mengadakan ventilator. Sudah mendapatkan, namun  untuk membawanya pulang tidak mudah karena penerbangan sangat terbatas.

Upaya mengantisipasi proyeksi kasus penyebaran virus corona yang semakin meningkat, Gugus Tugas Pemprov Bali sudah memikirkan perkembangan tingkat resiko yang akan dihadapi dan menyiapkan strategi untuk meresponsnya. Bukan hanya menyediakan hotel untuk tenaga medis jika terjadi keadaan buruk, juga tempat karantina yang lebih banyak lagi. Juga rumah sakit khusus, lab tambahan untuk uji swab kedua di Lab RS Unud.  

Menanggapi perbedaan data antara kabupaten/kota dan provinsi, Dewa Indra menjelaskan data provinsi bersumber dari data kabupaten/kota. Jika terkait positif atau sembuh maka kita harus cek ke pusat sehingga data harus sinkron dengan pusat. Untuk itu Bapak Gubernur telah bersurat kepada kabupaten/kota, untuk kasus positif hanya diumumkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali.

Dewa Indra mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meyakini bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), segenap unsur TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya sedang bekerjasama, sedang bergotong royong melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. (*/gs)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Kelola Sampah Mulai dari Lingkup Rumah Tangga

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

RDP Pansus TRAP DPRD Bali Tak Dihadiri BTID

Picu Tanda Tanya Besar Soal Tukar Guling Lahan Mangrove 

Loading

Published

on

By

BTID
RDP: Pansus TRAP DPRD Bali menyerahkan dokumen kepada pihak Kejati Bali di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, saat gelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) pada Senin, 4 Mei 2026. (Foto: gs)

Denpasar, baliuilu.com – PT Bali Turtle Island Development (BTID) tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ketidakhadiran BTID tak sekadar memicu polemik politik, tetapi juga memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan kawasan pesisir Serangan.

Padahal, sejatinya menjadi forum penting untuk membahas isu strategis terkait tukar guling lahan mangrove. Agenda ini dinilai krusial karena menyangkut keberlanjutan ekosistem, tata ruang wilayah, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Hal tersebut mengemuka, saat RDP Pansus TRAP DPRD Bali di ruang rapat gabungan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Senin, 4 Mei 2026.

Namun, absennya pihak pengembang justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai momentum klarifikasi yang seharusnya dimanfaatkan untuk membuka informasi justru terlewatkan.

Alasan yang disampaikan BTID terkait agenda kunjungan Komisi VII DPR RI turut menuai sorotan publik. Pasalnya, jadwal kunjungan tersebut diketahui berlangsung pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, sehingga tidak beririsan langsung dengan agenda RDP yang digelar pagi hari.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha menegaskan bahwa forum RDP merupakan ruang resmi yang harus dihormati semua pihak, terlebih dalam isu yang sensitif seperti pengelolaan mangrove.

“Ketidakhadiran BTID dalam rapat resmi DPRD Bali ini sangat kami sesalkan. Kami melihat ini sebagai sikap yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai proses yang sedang berjalan,” tegas Made Supartha.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam meredam polemik yang berkembang di masyarakat. Terlebih, isu mangrove di kawasan Serangan kini menjadi perhatian luas karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan Bali.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan langsung dan terbuka. Ketika mereka tidak hadir, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar,” lanjut Made Supartha.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Giatkan Patroli Wilayah, Kempeskan Ban Motor Beri Efek Jera Pemain Skateboard

Terkait ketidakhadiran dalam RDP, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zefri Alfaruqy menyatakan pihaknya menghargai undangan dari DPRD Bali terkait dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan hari ini.

Namun, ia mengaku belum dapat memenuhi undangan tersebut dikarenakan pada saat yang bersamaan pihaknya tengah mempersiapkan kunjungan kerja resmi dari Komisi VII DPR RI yang sudah direncanakan dari beberapa minggu yang lalu. “Kami telah menyampaikan permohonan kepada DPRD Bali untuk penjadwalan ulang RDP tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, DPRD Bali melalui Pansus TRAP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini. Langkah lanjutan bahkan disiapkan, apabila BTID tetap tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam menjawab berbagai kekhawatiran publik.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kasus ini menjadi ujian penting bagi komitmen semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi V DPR Dukung Turunkan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen Demi Kesejahteraan Ojol

Published

on

By

potongan aplikator
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Rencana penurunan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan tersebut dinilai membuka ruang pendapatan yang lebih layak bagi mitra pengemudi yang selama ini menanggung beban potongan platform cukup besar.

Menanggapi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana penyesuaian skema potongan aplikator tersebut. Menurutnya, kebijakan itu akan memberi manfaat langsung bagi para pengemudi ojol karena porsi pendapatan yang diterima mitra dapat menjadi lebih besar dan proporsional.

“Komisi V DPR RI mengapresiasi instruksi Presiden terkait rencana penurunan potongan aplikator. Kebijakan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi driver ojol dan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi, maka seluruh perusahaan aplikator wajib menjalankannya secara konsisten. Ia menilai kebijakan itu tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus diikuti dengan komitmen pelaksanaan yang jelas agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi di lapangan.

Menurut Ridwan, keputusan pemerintah menata ulang skema potongan aplikator menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja sektor informal digital yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi berbasis aplikasi. Oleh karena itu, ia menilai pelaksanaan aturan harus disertai pengawasan agar tidak menimbulkan ketimpangan baru antara aplikator dan mitra pengemudi.

“Kalau aturan ini sudah ditetapkan, maka harus dijalankan oleh aplikator. Pemerintah tentu sudah mempertimbangkan kepentingan semua pihak, baik aplikator maupun pengemudi, sehingga implementasinya harus berjalan adil dan konsisten,” tegas Politisi asal Dapil Sulawesi Tenggara itu.

Baca Juga  Cegah Transmisi Lokal, Desa Dangin Puri Kelod Lakukan Pendataan Duktang secara Ketat

Ridwan pun menambahkan, Komisi V DPR mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor transportasi digital, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mitra pengemudi. Pihaknya juga berencana memanggil mitra terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif dan berpihak pada pengemudi.

Selain mendorong penyesuaian potongan aplikator, Ridwan menilai pemerintah juga perlu memperkuat skema perlindungan sosial bagi para pekerja gig economy, termasuk pengemudi ojol. Baginya, pekerja sektor digital perlu mendapatkan jaminan perlindungan dasar seperti asuransi kerja dan akses terhadap layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

“Komisi V mendukung pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada pekerja gig, termasuk akses asuransi dan jaminan kesehatan. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem ekonomi digital yang juga harus mendapat perlindungan negara,” jelasnya.

Menutup pernyataan, ia mengingatkan supaya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja tidak berhenti pada sektor transportasi digital semata melainkan juga diperluas ke sektor produktif lain. Satu di antaranya nelayan dan petani yang sama-sama membutuhkan keberpihakan negara dalam memperkuat kesejahteraan dan perlindungan sosial mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Buka Turnamen Ceki Gempa Banjar Pande, Abiansemal

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
TURNAMEN CEKI: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, pada Minggu (03/05/2026) di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, yang ditandai dengan pemukulan gong, pada Minggu (03/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal.

Pada kesempatan ini, sebagai bentuk dukungan dan motivasi Pemkab Badung melalui Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan secara simbolis sebasar Rp. 30 juta diikuti oleh anggota DPRD Badung Dapil Abiansemal Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 5 juta.

Wabup Bagus Alit Sucipta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GEMPA yang telah melaksanakan kegiatan ini yang mana memiliki tujuan yang sangat positif. Disampaikan lebih lanjut, melalui kegiatan ini diharapkan persatuan dan kebersamaan antar-Pemuda dan Pemudi bisa terjaga.

“Sebagai salah satu cabang olah raga rekreasi, permainan ceki dianggap sebagai permainan tradisional yang bertujuan untuk melestarikan budaya. Saya sangat mengapresiasi semangat persatuan dan kebersamaan anak-anak muda di Banjar Pande ini. Jika sudah bersatu dan bersama, astungkara pasti pemerintah selalu hadir untuk masyakat,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Ketua STT. Taruna karya, Banjar Pande Kadek Irvan Sasmika mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah mendukung kegiatan ini. Disampaikan lebih lanjut kegiatan ini bertujuan untuk penggalian dana untuk menunjang kegiatan kepemudaan di Banjar Pande.

“Saya ucapakan terima kasih kepada Pemkab. Badung dalam hal ini Bapak Wakil Bupati yang selalu mensupport kegiatan kami. Sebagai pemuda kami harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta beserta unsur tripika kecamatan, dan Perbekel Desa Abiansemal Ida Bagus Bisma Wikrama beserta Kelian Dinas dan Kelian Adat se-Desa Abiansemal. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Berkunjung ke Monkey Forest Ubud: Wisatawan masih Merasa Nyaman Liburan di Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca