Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Senin (6/4) di Bali, Positif Bertambah 8 Orang, Sembuh 1 Orang

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melaporkan perkembangan update Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali saat konferensi pers, Senin petang (6/4) di Denpasar, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sampai Senin petang (6/4) bertambah 11 orang atau komulatif PDP menjadi 199 orang. Dari 199 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 184 orang yaitu 141 orang negatif dan 43 orang positif.

Sebanyak 11 orang PDP baru ini terdiri dari 2 orang WNA dan 9 orang WNI. Dari 9 WNI ini terdiri dari 6 orang yang baru datang dari perjalanan luar negeri, 2 orang pulang dari Jakarta dan 1 orang kontak lokal. Sedangkan kasus positif total 43 orang atau bertambah 8 orang hari ini. Terdiri dari 6 orang imported case atau kasus yang dibawa dari luar negeri dari negara terjangkit, dan 2 orang dari transmisi lokal. Artinya terjadi perpindahan penyakit dari orang yang tadinya positif ke orang lain, dimana orang yang positif ini sudah ada di Bali yang kemudian menginfeksi orang lain.

Sementara yang sembuh bertambah 1 orang sehingga per hari ini jumlah yang sembuh sudah mencapai 19 orang.

‘’Yang menjadi catatan penting bagi kita masyarakat Bali sebagai bentuk kewaspadaan, data menunjukkan 8 positif, 2 orang di antaranya transmisi lokal. Artinya dua orang yang positif ini terinfeksi orang lain melalui kontak dekat. Karena berada dalam jarak dekat tidak menerapkan arahan pemerintah yakni tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan menggunakan sabun, tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, akibatnya dua orang saudara kita terinfeksi secara lokal,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Dewa Made Indra.

Baca Juga  Hidupkan Vibrasi Kepahlawanan, Wagub Cok Ace Minta PPM Lakukan Regenerasi

Jika tidak ingin bertambah lagi transmisi lokal, Dewa Indra menegaskan tidak ada pilihan lain mesti bersama-sama disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, berdiam di rumah, kecuali ada kegiatan yang sangat penting.

Sedangkan data imported case yang menunjukkan 6 orang, kata Dewa Indra, ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi Gugus Tugas untuk memperkuat lagi pertahanan pintu masuk ke Bali. Ada sembuh satu orang, maknanya terinfeksi virus corona bisa sembuh dan tidak selalu menimbulkan kematian. Data menunjukkan jumlah yang sembuh dengan meninggal berbeda jauh di Bali. Meninggal cuma dua orang itupun karena punya penyakit lain.

‘’Dengan adanya yang sembuh menguatkan keyakinan kita, kalau disiplin menjaga kesehatan dan arahan pemerintah penyebaran Covid-19 segera akan bisa kita akhiri,’’ ujar Dewa Indra.  

Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Dewa Indra menegaskan Pemerintah Provinsi Bali taat dan mengikuti kebijakan pusat dalam penanggulangan Covid-19  yaitu selaras dengan Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Daerah.

Satgas Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali yang selama ini bertugas, melakukan penyesuaian menjadi Gugus Tugas dimana Ketua adalah Gubernur Bali dan Sekretaris Daerah adalah Pelaksana Harian. Hal ini tertuang di dalam Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 274/01-C/HK/2020  tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Bali. Dalam keanggotaannya, juga terdapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bali seperti Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kajati Bali dan lainnya. Hal ini bertujuan agar Gugus Tugas ini dapat menjalankan tugas dan koordinasi secara lebih komprehensif.

Baca Juga  Wujud Sinergitas Pemkot Denpasar dan TNI, Sekda Rai Iswara Buka TMMD di Desa Kesiman Kertalangu

Gubernur Bali juga membentuk tim khusus penanganan dampak dan pemulihan ekonomi akibat Covid-19 yang diketuai oleh Wakil Gubernur Bali. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 274/01-C/HK/2020 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan Akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Bali. ‘’Artinya Bapak Gubernur di samping fokus memimpin penanganan Covid-19, beliau sudah memikirkan jauh ke depan penanganan dampak dan pemulihan pasca Covid-19 bisa kita hentikan,’’ ujar Dewa Indra. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Perkuat Pembangunan Sekala-Niskala, Pemprov Bali “Ngaturang Pekeling” di Pura Agung Besakih

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin jajaran Pemprov Bali melaksanakan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Karangasem.
NGATURANG PEKELING: Jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8), bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Bali, jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8). Persembahyangan dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir.

Pelaksanaan Ngaturang Pekeling menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan pembangunan Bali secara sekala dan niskala.

Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata, tetapi juga dilandasi nilai-nilai spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Melalui persembahyangan tersebut, Gubernur Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan, serta dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-68 Pemerintah Provinsi Bali sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keharmonisan pembangunan Bali. Kemajuan pembangunan diharapkan tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala.

Dengan landasan tersebut, setiap proses pembangunan diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri, kesucian, serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga  Imported Case 78,15%, Gubernur Koster Instruksikan Pendataan PMI dan Krama Berbasis Desa Adat

Rangkaian persembahyangan dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung dengan khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis.

Melalui momentum HUT ke-68 ini, Pemerintah Provinsi Bali meneguhkan kembali semangat untuk melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala-niskala, sehingga kemajuan yang dicapai tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga kelestarian alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Pujawali” Pura Dalem Sari Kapal

Published

on

By

HADIRI PUJAWALI: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten Badung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8).

Turut hadir mendampingi Bupati, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana beserta prajuru desa, tokoh masyarakat Luh Putu Suryaniti, Kelian Pura Dalem Sari sekaligus Ketua Panitia I Ketut Sukrayan beserta pengempon Pura Dalem Sari.

Bupati I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada masyarakat Banjar Titih dan Desa Kapal yang terus menjaga persatuan serta melestarikan adat, budaya, dan tradisi keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Bupati menilai keberhasilan Badung sebagai daerah dengan pendapatan tinggi tidak terlepas dari sektor pariwisata yang bertumpu pada kekuatan budaya lokal.

“Pariwisata Badung berbasis budaya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kekuatan utama daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga mengungkapkan dukungannya untuk pembangunan yang direncanakan masyarakat Banjar Titih. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat setempat.

“Selain pembangunan fisik, tiyang juga sudah menjalankan program perlindungan sosial dan pendidikan untuk meringankan beban masyarakat kita di Badung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyediakan program kuliah gratis bagi masyarakat Kabupaten Badung yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Di sektor infrastruktur, ia juga sedang memprioritaskan pembangunan konektivitas kawasan pariwisata serta menjajaki peluang kajian pembangunan jalur bawah tanah untuk mendukung mobilitas dan daya saing pariwisata Badung.

Baca Juga  Sosialisasi GTPP Denpasar, Ingatkan Pengelola Pasar Wajib Ukur Suhu Badan Pedagang dan Pengunjung di Pintu Masuk Pasar

“Sekarang saya sedang menyiapkan fasilitas untuk 1.205 orang untuk penguatan SDM kita di Badung, karena ini menjadi prioritas penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya investasi yang masuk ke Badung dan diperkirakan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan dalam beberapa kurun waktu mendatang,” kata Adi Arnawa.

Sementara itu, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung dalam pelaksanaan pujawali di Pura Dalem Sari. Ditegaskan bahwa Pura Dalem Sari yang diempon oleh masyarakat Banjar Titih merupakan simbol kebersamaan dan bakti masyarakat kepada Ida Bhatara.

Sudarsana juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong-royong dalam membangun desa adat serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup Bina Posyandu X, Ibu Putri Koster Ajak Kader Lebih Gercep, Kreatif dan Inovatif

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
TUTUP BINA POSYANDU: Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 yang diikuti peserta dari Kabupaten Buleleng, Rabu (12/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 yang diikuti peserta dari Kabupaten Buleleng, Rabu (12/8). Penutupan yang berlangsung di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman Kertalangu, ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 12 Agustus 2026 tersebut melibatkan 113 pengurus TP Posyandu Buleleng dari jenjang kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

Ibu Putri Koster menyampaikan rasa bangga dan syukur atas rampungnya penyelenggaraan Bina Posyandu gelombang pertama yang difokuskan pada jajaran Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota. Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang transformasi Posyandu yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 dengan menitikberatkan pada penyelenggaraan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ibu Putri Koster mengajak seluruh jajaran Tim Pembina hingga kader Posyandu untuk mengubah pola pikir tentang peran Posyandu.

“Langkah pertama yang kita butuhkan adalah mengubah pola pikir tentang Posyandu. Sejalan dengan transformasi, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Ibu Putri Koster berharap pengurus TP Posyandu yang telah mengikuti pembinaan dapat secara masif menyosialisasikan pengetahuan yang diperoleh kepada para kader. Berbekal pemahaman yang lebih baik, ia mendorong kader Posyandu agar lebih gercep, kreatif, dan inovatif.

Selain itu, para kader diharapkan semakin peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing. Persoalan yang ditemukan selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan aparat desa untuk dicarikan solusi. (gs/bi)

Baca Juga  Di Hadapan Pasar India, Wagub Cok Ace Paparkan Kesiapan Bali Terapkan New Normal

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca