Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Masuk Zone Kuning, PKM Desa Dangri Kangin Peringatkan 10 Orang Warga tanpa Masker

BALIILU Tayang

:

de
PKM, Hari kedua PKM di satu pos pantau terpadu Desa Dangin Puri Kangin (Dangri Kangin).

Denpasar, baliilu.com – Percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar melalui partisipasi dan kepedulian masyarakat terus dilakukan. Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar telah berlangsung di 20 desa/kelurahan yang ada, sedangkan 20 desa lainnya masih tahap verifikasi. Pada pelaksanaan PKM hari kedua, Rabu (10/6-2020) di Desa Dangin Puri Kangin (Dangri Kangin) di satu pos pantau terpadu yang berada di ruas Jalan Suli Denpasar, lingkungan Banjar Kertha Bhuwana petugas memperingatkan masyarakat yang keluar rumah tanpa masker.

Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, I Wayan Sulatra mengatakan pelaksanaan PKM hari kedua berjalan aman dan lancar dengan pemantauan tim satgas mendapati 10 orang masyarakat tanpa masker, 3 orang membawa masker tapi tidak dipakai, dan pengecekan suhu tubuh.

‘’Pelaksanaan PKM di desa kami tidak terlepas dari kewaspadaan bersama dalam memutus penularan Covid-19 khususnya kewaspadaan yang terjadi karena kasus transmisi local,’’ ujarnya. Pelaksanaan PKM Desa Dangin Puri Kangin bekerjasama dengan Desa Adat Pagan yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 9 sampai tanggal 22 Juni mendatang. Kegiatan ini melibatkan peran serta kelihan adat di tujuh banjar yang ada, Babinsa, Babinkantibmas, Dinas Perhubungan, Satpol PP,  pecalang dan linmas.

Lebih lanjut Sulatra menjelaskan Desa Dangin Puri Kangin saat ini masuk pada zona kuning Covid-19, serta kewaspadaan tetap dilakukan lewat penerapan PKM. Di samping itu juga pihaknya melaksanakan sinergitas bersama satgas Covid-19 yang berada di tujuh banjar melaksanakan patroli rutin di wilayah desa. Patroli ini memantau penduduk non-permanen yang berada di tempat kos serta mensosialisasikan untuk selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi Penegakan Disiplin Prokes

Bagi masyarakat yang akan melintasi Desa Dangin Puri Kangin akan dilakukan cek kesehatan dan pemantauan bagi masyarakat tanpa masker. Jika masyarakat kedapatan tidak menggunakan masker diingatkan serta diberikan masker gratis.

Upaya pencegahan telah dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat permanen maupun non-permanen untuk bersama-sama memutus mata rantai Covid -19. Selalu menggunakan masker, berperilaku hidup bersih, tidak diperkenankan mengadakan acara melibatkan banyak orang, tetap menjaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Untuk para pedagang selama PKM pihaknya juga memberikan imbauan untuk mengikuti protokol kesehatan yakni dengan menyediakan tempat cuci tangan dan menyediakan sanitaizer terutama di toko mini market maupun swalayan yang ada di Desa Dangin Puri Kangin. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan per wilayah di Desa Dangin Puri Kangin. Bahkan pihaknya juga memberikan disinfektan ke masing-masing banjar secara gratis dengan tujuan masyarakat bisa secara mandiri melakukan penyemprotan di rumahnya masing-masing. (*/eka)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Published

on

By

Festival Imlek Tabanan
MASAK NASI GORENG: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memperagakan memasak nasi goreng usai membuka Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan pada Senin (9/3/2026). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan dipadati ribuan warga yang tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana untuk merayakan Parade serta Pentas Seni Budaya Nusantara pada Senin (9/3/2026). Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan festival menampilkan budaya warga Tionghoa yang dipadukan dengan berbagai kesenian dari lintas etnis, suku, agama, sehingga menghadirkan nuansa selaras, harmonis serta penuh kebersamaan.

Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangannya Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade, yang ditandai dengan pemukulan tambur. Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada, menghadirkan atraksi budaya yang memukau mulai dari pembawa spanduk, bendera Merah Putih, drumband, iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari FKUB Tabanan.

Berbagai komunitas budaya dan kesenian seperti Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, serta beragam cosplay menambah semarak perjalanan parade menuju lokasi utama acara di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana. Di sana, berbagai penampilan seni juga tampil, diantaranya Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hingga hiburan bondres dan penampilan band Yan Srikandi.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam petunjukan harmoni ini, yakni Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, hingga tokoh masyarakat setempat

Baca Juga  Dirumahkan, Wiraguna Buka Kuliner Nasi Sela Bakar Berbasis Daring IG pondok.nyahnyah

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman. “Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wabup Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan, melakukan demo masak, yakni memasak nasi goreng. Selanjutnya, nasi goreng tersebut dibagikan kepada warga yang hadir di lokasi.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak ingin harmoni hanya menjadi piagam atau slogan. Kami memberi ruang, waktu, dan kesempatan bagi saudara-saudara kita, termasuk warga Tionghoa yang telah lama menetap di Bali, untuk menampilkan seni dan budayanya. Sejak dahulu akulturasi budaya dan agama sudah hidup berdampingan,” tegasnya.

Melalui cara sederhana memasak nasi goreng, Bupati Sanjaya menggambarkan toleransi antarumat beragama. Aksi tersebut dimaknai sebagai pesan, bahwa keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan. Keberagaman dapat menyatu menjadi kekuatan, seperti nasi, sayuran, telor dan bumbu ketika dipadukan dan diolah dengan baik, maka akan menghasilkan cita rasa yang lezat.

“Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telor dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik,” ujarnya.

Sanjaya juga menambahkan, kini tugas pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. “Dimana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

Baca Juga  Gubernur Koster: Jadi Destinasi Wisata Dunia, Bali Harus Miliki Pengelolaan Kebencanaan yang Baik

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan, Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan.

“Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ajaknya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tak Hanya Panggung Kreativitas Ogoh-ogoh, Badung Caka Fest Putar Ekonomi Hingga Rp 1,49 Miliar

Published

on

By

Badung Caka Fest
BADUNG CAKA FEST 2026: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadir di Badung Caka Fest Tahun 2026, Puspem Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dalam sambutannya di Badung Caka Fest Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Badung Caka Fest kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik di Badung, tetapi juga sebagai upaya membuka sumber-sumber ekonomi baru melalui event-event daerah. Dengan melibatkan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi, kami ingin memastikan setiap kegiatan yang digelar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut terbukti dengan lonjakan transaksi UMKM turut mewarnai pelaksanaan Badung Caka Fest yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Selama empat hari penyelenggaraan kegiatan yang menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik se-Kabupaten Badung tersebut, perputaran ekonomi masyarakat berhasil menembus angka Rp 1.494.883.240.

Pada hari pertama yang bertepatan dengan proses loading atau kedatangan ogoh-ogoh, transaksi UMKM sudah mencapai Rp 253.740.000. Memasuki hari kedua yang merupakan hari pertama pementasan ogoh-ogoh, angka transaksi kembali meningkat hingga Rp 338.211.240.

Antusiasme masyarakat yang terus berdatangan mendorong transaksi pada hari ketiga meningkat signifikan hingga Rp 441.537.000. Sementara pada hari keempat, transaksi kembali bergerak positif dengan capaian Rp 461.395.000.

Secara keseluruhan, total transaksi selama rangkaian kegiatan Badung Caka Fest tercatat mencapai Rp 1.494.883.240. Capaian ini menunjukkan kuatnya potensi ekonomi kreatif yang dapat tumbuh dari penyelenggaraan event budaya di Kabupaten Badung.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Badung juga melibatkan UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung yang telah melalui proses kurasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badung. Para pelaku UMKM tersebut secara bergantian dilibatkan dalam berbagai event di Badung sehingga memiliki kesempatan yang merata untuk memasarkan produk mereka. Menariknya, seluruh pelaku UMKM yang terlibat tidak dipungut biaya apapun.

Baca Juga  Dirumahkan, Wiraguna Buka Kuliner Nasi Sela Bakar Berbasis Daring IG pondok.nyahnyah

Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para seniman ogoh-ogoh, komunitas, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dan menyukseskan pelaksanaan Badung Caka Fest.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi masyarakat seperti ini akan terus kami dorong agar event-event di Kabupaten Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Pasar Murah di Sading, Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Published

on

By

Pasar Murah di sading
MENINJAU PASAR MURAH: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta meninjau stand UMKM usai membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Wabup Bagus Alit Sucipta menjelaskan bahwa setiap menjelang hari besar keagamaan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok cenderung meningkat yang berimbas pada kenaikan harga.

“Pemerintah berkewajiban mengambil langkah preventif. Melalui pasar murah ini, kami memberikan jaminan stabilitas harga di pasaran. Barang yang dijual di sini harus benar-benar di bawah harga pasar sehingga meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank BPD Bali, PDAM Tirta Mangutama, dan Bank Indonesia yang memberikan subsidi pada komoditas tertentu. Kegiatan ini turut melibatkan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pelaku usaha lokal.

“Kami berikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank BPD Bali, PDAM Tirta Mangutama dan Bank Indonesia yang telah bersedia berkolaborasi dalam penyediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi yang dijual dalam pasar murah ini,” ucap Wabup.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung, I Made Wirya Santosa, menyebutkan bahwa momen Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan tahun ini menjadi tantangan tersendiri dalam ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting).

“Pasar murah ini adalah bagian dari rangkaian pengendalian inflasi di Kabupaten Badung. Kami berharap langkah ini efektif mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya,” jelasnya.

Baca Juga  Dirumahkan, Wiraguna Buka Kuliner Nasi Sela Bakar Berbasis Daring IG pondok.nyahnyah

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Direksi BUMD, serta tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca