Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, Sekda Rai Iswara Pantau Kesiapan Sejumlah Instansi Vertikal di Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
SEKDA DENPASAR AAN RAI ISWARA, Memantau kesiapan ke sejumlah OPD serta instansi vertikal di Kota Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Guna memutus mata rantai  penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Masyarakat Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) serta keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 01.07/MENKES/328/2020 tentang panduan pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi Covid-19, serta Surat Edaran Walikota  Denpasar No. 443/044/Gugus Tugas Covid 19 Kota Denpasar Tentang Strategi Persiapan Menuju Masyarakat Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid 19 di Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melakukan pemantauan di seluruh OPD dan sejumlah instansi vertikal di Denpasar.

Pemantauan ini dipimpin Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Asisten I, I Made Toya, Kepala BKPSDM Wayan Sudiana, Kabag Humas Pemkot Denpasar, I Dewa Gede Rai, dan Plt. Kabag Hukum Komang Lestari, Rabu (1/7-2020).

Pemantauan kesiapan ke sejumlah OPD serta instansi vertikal di Kota Denpasar kali ini dimulai dari Kantor Camat Denpasar Barat, dilanjutkan ke Kantor Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar serta dilanjutkan ke Kantor PT. Pertamina (Persero) Cabang Denpasar.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN Rai Iswara kembali menekankan pelaksanaan pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari surat Keputusan Presiden dan Menteri Kesehatan yang juga amanat dari  Surat Edaran Walikota  Denpasar No. 443/044/Gugus Tugas Covid 19 Kota Denpasar Tentang Strategi Persiapan Menuju Masyarakat Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Denpasar.  Edaran ini sebagai upaya kesiapan dalam pencegahan penyebaran virus Corona  di lingkungan kantor pemerintah, BUMN/D, instansi vertikal dan perusahaan swasta  wajib membentuk satgas pencegahan Covid-19 di masing masing instansi dan penerapan protokol kesehatan di perkantoran.

Baca Juga  Update Covid-19 Minggu (10/5) Positif Nambah 5 Sembuh 7, Dewa Indra: Semakin Disiplin Transmisi Lokal Bisa Dihentikan

“Pemkot Denpasar secara keberlanjutan mengunjungi kantor- kantor OPD serta instansi vertikal  guna menyamakan persepsi serta membangun koordinasi dan sinergi antara instansi di Kota Denpasar mengenai penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (phsycal distancing) sehingga diharapkan tidak hanya OPD Pemkot Denpasar saja, tapi juga instansi vertikal lainnya yang menerapkan protokol kesehtan dalam budaya kerja sehari- hari menuju kebiasaan hidup baru. Secara umum semua instansi sudah menerapkan protokol kesehatan,” tegas Rai Iswara.

Sementara Marketing Directorate PT. Pertamina (Persero) Cabang Denpasar, Deny Sukendar Setiady mengapresiasi kedatangan Pemerintah Kota Denpasar di dalam pengecekan kesiapan penerapan protocol kesehatan ke sejumlah instansi.

“Hal ini tentu berkesinambungan dengan apa yang telah diterapkan di instansi kami, dengan kedatangan ini tentunya kami semakin mematangkan prosedur dan penerapan protocol kesehatan di kantor kami,” ujarnya.

Lebih lanjut Deny Sukendar mengatakan pihaknya siap mendukung Pemerintah Kota Denpasar di dalam memotong rantai penularan Covid 19 di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya.

“Kami siap bersinergi untuk memotong rantai penyebaran Covid -19 demi memberi rasa nyaman kepada masyarakat,” ujarnya. (*/eka)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pangdam IX/Udayana Resmi Buka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira

Hadirkan Hiburan, UMKM, dan Semangat Persatuan

Loading

Published

on

By

Nobar Bola Gembira
BUKA FESTIVAL RAKYAT: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meninjau stan kuliner usai membuka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung), Jalan Udayana, Denpasar, Bali, Rabu (15/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto secara resmi membuka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung), Jalan Udayana, Denpasar, Bali, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026 tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang edukatif, produktif, sekaligus menghibur.

Festival Rakyat Nobar Bola Gembira merupakan program inisiasi Markas Besar TNI yang diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Kodam IX/Udayana, LPP TVRI, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali. Selain menghadirkan nonton bareng pertandingan sepak bola, festival ini juga diramaikan dengan bazar UMKM, donor darah, pelayanan cek kesehatan gratis, permainan interaktif, playground anak, pameran alutsista TNI, hiburan musik, pertunjukan bondres, penampilan band lokal Bali, kompetisi E-Sport, senam Zumba, hingga yoga.

Ketua Kadin Provinsi Bali, I Made Ariandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kodam IX/Udayana yang telah melibatkan Kadin dalam penyelenggaraan Festival Rakyat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kadin Bali telah memfasilitasi keikutsertaan sekitar 100 pelaku UMKM untuk berpartisipasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperluas promosi produk-produk lokal Bali.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Rakyat Nobar Bola Gembira tidak hanya mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan sektor UMKM.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Rakyat Nobar Bola Gembira, serta mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Meminta PKK Jadi Motor Penggerak Implementasi Peraturan Gubernur

Pangdam menegaskan bahwa Festival Rakyat menjadi sarana yang sangat strategis untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga sekaligus berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa.

“Festival ini bukan sekadar menghadirkan hiburan melalui nonton bareng sepak bola, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui kehadiran UMKM binaan Kadin Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Di sisi lain, berbagai pertunjukan seni budaya yang ditampilkan merupakan bentuk komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal di tengah semangat persatuan,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menitipkan pesan kebangsaan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong-royong, serta menjadikan nilai-nilai sportivitas sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana akan terus memperkuat sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

“Kodam IX/Udayana akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Mari kita nikmati euforia pertandingan ini dengan penuh kegembiraan, tetap menjaga keamanan, menghindari segala bentuk provokasi, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Pembukaan Festival Rakyat Nobar Bola Gembira turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bali, Walikota Denpasar, serta jajaran pejabat Kodam IX/Udayana, di antaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, serta para Komandan/Kabalakdam IX/Udayana.

Melalui Festival Rakyat Nobar Bola Gembira, Kodam IX/Udayana tidak hanya menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM, melestarikan budaya lokal, serta memperkokoh semangat persatuan dan kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin maju. (gs/bi)

Baca Juga  Polsek Borong dan AMM Bersinergi bagi Beras dan Masker di Tengah Pandemi Covid

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Indonesia Solar Summit 2026: Kepastian Kebijakan dan Proyek Layak Pembiayaan Jadi Kunci Percepatan Investasi Energi Surya

Published

on

By

indonesia solar summit
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pengembangan energi surya menjadi semakin penting di tengah krisis energi fosil dan gejolak geopolitik. Kondisi tersebut memberikan dua pelajaran penting bagi Indonesia. Pertama, ketergantungan terhadap impor energi fosil dapat mengancam keamanan dan ketahanan energi nasional. Kedua, ketahanan energi yang lebih kuat dapat dibangun dengan memanfaatkan sumber energi bersih yang tersedia di dalam negeri. Hal ini menjadi pesan utama dalam gelaran hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 pada Rabu (15/7) yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali, dan Dewan Energi Nasional (DEN).

Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kemenko Perekonomian, Sunandar, menyampaikan bahwa Indonesia perlu mempercepat dan memperluas pengembangan energi surya agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Upaya tersebut tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan pembangkit, tetapi juga perlu memperhatikan seluruh proses pengembangannya.

“Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat. Koordinasi antarpihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan pendekatan yang tepat bagi pemerintah. Melalui koordinasi yang baik, ambisi pengembangan energi surya dapat diterjemahkan menjadi pelaksanaan yang lebih terarah,” tegas Sunandar.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menjelaskan investor tidak hanya berinvestasi berdasarkan besarnya potensi. Investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko yang dapat dikelola, proyek yang layak dibiayai, serta tingkat pengembalian yang wajar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tantangan utama Indonesia bukan lagi membuktikan besarnya potensi energi surya, melainkan mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.

Baca Juga  Update Covid-19 Senin (20/4), Positif Nambah 5 Sembuh 4, Dewa Indra: Sumber Utama di Bali Imported Case

“Investasi pembangkit energi surya perlu berjalan bersama dengan pembangunan transmisi, interkoneksi, digitalisasi jaringan, dan sistem penyimpanan energi. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan,” papar Fabby.

IESR menilai terdapat tiga aspek penting yang perlu diperkuat untuk mendorong implementasi energi surya di Indonesia. Pertama, kepastian kebijakan dan target besar yang diterjemahkan dalam ketersediaan pipeline proyek yang jelas. Kepastian ini memberikan sinyal ada investor bahwa iklim investasi di Indonesia stabil, mereka juga perlu mengetahui kapan proyek akan dilaksanakan, lokasi proyek, serta kapasitas yang akan dibangun setiap tahun. Informasi tersebut dibutuhkan agar investor dapat menyiapkan modal, rantai pasok, dan tenaga kerja sejak awal.

Kedua, identifikasi proyek yang bankable dan ketersediaan instrumen pembiayaan yang menarik dan meringankan seperti concessional loan dan blended finance. Ketiga, proses pengadaan yang efisien, termasuk kejelasan kontrak dengan pembagian risiko yang adil hingga teknis jual beli listrik seperti mekanisme curtailment.

Dalam gelaran hari kedua ISS 2026, IESR juga memaparkan hasil kajian bertajuk The Technological and Economic Potential of Developing Floating Solar Power Plants in the Indonesian Archipelago, yang menggarisbawahi pembangkit listrik tenaga surya terapung atau floating solar photovoltaic (FPV) dapat menjadi salah satu solusi penting untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di Indonesia. Teknologi ini membuka peluang pengembangan PLTS di waduk, danau, serta kawasan perairan dekat pantai, sehingga dapat mengurangi kebutuhan lahan darat yang sering menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan PLTS skala besar.

Berdasarkan pemodelan IESR, Indonesia memiliki potensi PLTS terapung yang layak secara finansial sebesar 77,8 GW di 179 lokasi. Potensi ini terdiri dari 42,5 GW PLTS terapung inland di 143 lokasi dan 35,3 GW PLTS terapung nearshore di 36 lokasi. Perhitungan keekonomian ini menggunakan indikator equity internal rate of return (EIRR) yang dibandingkan dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC), serta mengacu pada asumsi harga listrik berdasarkan Perpres 112/2022.

Baca Juga  Jadi Narasumber di Radio, Ny. Putri Koster: Pakai Masker Terbukti Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19

“Pengembangan PLTS terapung penting untuk mendukung target besar Indonesia dalam mempercepat energi surya, termasuk program PLTS 100 GW. Jika dirancang dengan baik, PLTS terapung dapat menjadi bagian dari solusi untuk menyediakan listrik bersih bagi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sistem kelistrikan daerah, hingga pengganti pembangkit fosil yang memasuki masa pensiun,” ujar Fabby.

Untuk itu, IESR mendorong integrasi lokasi potensial PLTS terapung dengan dokumen perencanaan energi, tata ruang darat, dan tata ruang laut. Untuk PLTS terapung di waduk atau danau, aspek izin pemanfaatan sumber daya air perlu disederhanakan. Sementara untuk PLTS terapung nearshore, proses perizinan ruang laut dan navigasi laut perlu dibuat lebih jelas agar tidak menghambat investasi.

IESR juga mendorong penggunaan mekanisme reverse auction atau lelang terbalik yang kompetitif berbasis harga untuk mempercepat pengembangan PLTS terapung. Mekanisme ini bersyarat, di mana pemerintah terlebih dahulu menyiapkan kajian kelayakan awal sehingga pengembang dapat berkompetisi pada aspek harga, teknologi, dan kemampuan implementasi. Mekanisme ini dapat membantu menghasilkan tarif yang lebih kompetitif dan mempercepat proyek-proyek yang sudah siap dikembangkan.

IESR telah menyelenggarakan Indonesia Solar Summit (ISS) setiap tahun sejak 2022. Edisi kelima ISS pada 2026 terselenggara atas kerja sama IESR dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Energi Nasional serta Pemerintah Provinsi Bali, dan didukung oleh Climate Group RE100, iForte Energy, dan Greenvolt Power Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Kunjungan Wagub Sulut, Wagub Giri Prasta Dorong Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Berkualitas

Published

on

By

giri prasta
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (15/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (15/7).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengalaman Bali dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan, mulai dari penataan destinasi, penguatan kelembagaan, hingga regulasi pendukung. Menurutnya, keberhasilan Bali dalam mengembangkan sektor pariwisata menjadi referensi penting bagi Sulawesi Utara yang saat ini tengah mengakselerasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

“Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali. Kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin Kabupaten Badung berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan. Pengalaman tersebut tentu menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mendukung pengembangan KEK Likupang melalui pembangunan Politeknik Pariwisata sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Selain itu, Sulawesi Utara terus mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok dan Korea Selatan, yang didukung penerbangan langsung dari Manado ke sejumlah kota di Tiongkok.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap kerja sama dengan Bali dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan kawasan wisata, pelestarian tradisi sebagai daya tarik wisata, hingga penguatan regulasi kepariwisataan.

“Kami masih membutuhkan banyak masukan dari Bali, baik terkait pengembangan tradisi yang menjadi daya tarik wisata maupun penguatan regulasi karena Bali telah memiliki pengalaman yang sangat baik,” katanya.

Baca Juga  Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pasar Galiran Klungkung akan Dilengkapi Pos Terpadu

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut baik inisiatif kerja sama antardaerah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarprovinsi menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bali dan Sulawesi Utara bisa menjalin kerja sama yang apik. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan teknis maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui Dinas Pariwisata dan badan pengelola. Jika memang ada skema kerja sama yang baik, saya berharap dapat segera disepakati,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata saat ini harus bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata. Menurutnya, penataan kawasan menjadi faktor penting dalam membangun destinasi yang berdaya saing, melalui pembagian zona inti, zona penyangga yang mendukung aktivitas wisata, serta pengelola kawasan yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas.

Selain penataan kawasan, Giri Prasta menilai desa wisata merupakan salah satu kekuatan yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman baru yang autentik, sehingga desa wisata dapat menjadi pusat aktivitas dengan dukungan atraksi budaya, alam, serta fasilitas penunjang yang memadai.

“Kalau ingin meningkatkan kualitas pariwisata, sebaiknya mengembangkan desa wisata. Contohnya Desa Kutuh di Kabupaten Badung yang mengelola Pantai Pandawa. Dahulu desa itu termasuk desa miskin, tetapi kini menjadi salah satu desa yang paling maju karena mampu mengelola potensi wisatanya dengan baik,” ujarnya.

Menurut Giri Prasta, keberhasilan Desa Kutuh tidak terlepas dari solidnya koordinasi seluruh komponen masyarakat dalam mengelola potensi desa secara profesional.

“Kuncinya adalah koordinasi yang baik di antara empat banjar yang ada di Desa Kutuh. Dengan kebersamaan, potensi wisata bisa dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” jelas mantan Bupati Badung dua periode.

Baca Juga  Jelang Hari Suci Nyepi, Pecalang Kecamatan Blahbatuh Ikuti Supervisi Penguatan Keamanan

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi Sulawesi Utara dalam mengembangkan kawasan wisata, termasuk Likupang, melalui penguatan desa wisata berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta juga menyinggung perubahan regulasi nasional melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 yang memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata, termasuk sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), sebagai salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca