Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Nagisa Bali Group Luncurkan Produk NBM Hand Sanitizer

BALIILU Tayang

:

de
NBM HAND SANITIZER, Produk Nagisa Bali.

Kuta, baliilu.com – Setelah melakukan aksi sosial kemanusiaan mendistribusikan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, Nagisa Bali Group kembali mensosialisasikan alat pelindung diri berupa tata kelola manajemen sanitasi yang mumpuni yakni penggunaan hand sanitizer yang harus memenuhi kualifikasi standar kesehatan.

“Kami mensosialisasikan produk NBM Hand Sanitizer yang memiliki kadar alkohol 70 persen berbahan herbal aloevera (lidah buaya) dan moisturizer yang lembut untuk menjaga kelembaban kulit,” kata Lina Simitzu, Founder CEO Nagisa Bali Group, Rabu (10/6-2020).

Produk NBM Hand Sanitizer yang memiliki akun Instagram @nbmstorebali ini selama ini sudah disosialisasikan pada saat kegiatan sosial ‘charity’ maupun pelaksanaan kemitraan lingkungan sekitar (CSR) di area terdekat beberapa properti yang dimiliki Nagisa Bali Group yang berkantor di Jalan Nakula Timur No. 5P Seminyak Kuta Bali.

‘’Kami sengaja meluncurkan produk-produk yang berkualitas demi menjaga kesehatan konsumen, saat ini sudah banyak permintaan yang berasal dari promosi Instagram dan medsos lainnya,” terangnya.

Pihaknya juga memberikan solusi produk NBM Disinfectant yang mengandung bahan Aktif Hidrogen Peroksida, sudah teruji dengan cepat dan efektif dalam membunuh bakteri (Salmonella,E-coli,Turboculosis), virus (Coronavirus, Rotavirus, Rhinovirus, Influenza, RSY) dan jamur (Mold, Athlete’s Food, Fungus).

“Yang terpenting adalah menggunakan sanitasi produk hand sanitizer yang memenuhi standar kesehatan dan selalu berhati-hati dalam memilih dan memakainya, jangan hanya asal menggunakan produk yang tidak memenuhi syarat,” terang Lina. (*/rina)

Baca Juga  Pernyataan Resmi Pemprov Bali, Wagub Cok Ace Lakukan Langkah Antisipasi Meluasnya Virus Corona

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Minta Pelaku UMKM segera Lakukan Transformasi Digital

Published

on

By

dede
Wagub Cok Ace menghadiri kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Tahun 2020 yang diselanggarakan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Rumah Sanur Creative Hub, Kamis (26/11-2020).

Denpasar, baliilu.com – Agar bisa segera bangkit dari keterpurukan akibat terdampak pandemi Covid-19, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) segera melakukan transformasi digital. Hal tersebut diutarakannya saat menghadiri kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Tahun 2020 yang diselanggarakan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Rumah Sanur Creative Hub, Kamis (26/11-2020).

Lebih jauh Cok Ace mengurai, Indonesia tak terkecuali Bali saat ini dihadapkan pada persoalan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19. Bahkan, Daerah Bali mengalami tekanan ekonomi paling berat jika dibanding provinsi lain. “Pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 12,28% pada triwulan tiga tahun ini,” ujar Cok Ace. Ia menyebut, beratnya tekanan terhadap ekonomi Bali disebabkan besarnya ketergantungan pada sektor pariwisata. Mengacu hasil survei BPS Provinsi Bali, ia merinci ada tiga sektor yang mengalami dampak paling parah yaitu akomodasi makan dan minum sebesar 92,47 %, sektor jasa sebesar 90,90%, sektor transportasi dan perdagangan sebesar 90,34%.

Hasil survei itu memberi gambaran beratnya tantangan yang harus dihadapi sektor perekonomian Bali akibat pandemi Covid-19. Guru Besar ISI Denpasar ini berujar, situasi ini memerlukan daya juang dan kerja keras agar masa-masa sulit ini bisa segera terlewati. Daya juang dan kerja keras itu juga harus dimiliki oleh pelaku UMKM agar mampu bertahan, bangkit dari keterpurukan dan mengembangkan usaha di tengah pandemi. “Salah satu caranya adalah dengan melakukan transpormasi digital melalui pemanfaatan platfom digital,” ucapnya.

Penglingsir Puri Ubud ini menambahkan, teknologi digital saat ini merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan pemasaran produk UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital, proses pemasaran bisa dilakukan lebih cepat dan luas. Oleh sebab itu “UMKM go Digital” merupakan kebutuhan mendesak untuk saat ini. Karena dengan ‘UMKM go Digital’, pelaku UMKM diharapkan bisa memenangkan persaingan baik di tingkat lokal maupun global.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Harapkan Pramuka jadi Garda Terdepan Tanggulangi Covid-19

Selain memanfaatkan platform digital, Wagub Cok Ace menyarankan pelaku UMKM berkorporatisasi dengan menggabungkan diri dalam wadah koperasi untuk meningkatkan sumber daya dan kemampuan demi memenangkan persaingan. Lebih dari itu, koperasi yang dibentuk oleh para pelaku UMKM hendaknya mempunyai divisi marketing sebagai transformasi untuk sarana meningkatkan penjualan di masa pandemi.

Untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM, Cok Ace menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah melakukan sinergi dengan berbagai stake holder seperti Perguruan Tinggi, Perbankan, pengusaha, koperasi  dan pihak lainnya. Bahkan, di Bali saat ini sudah ada Market Place Bali Mall yang dikhususkan untuk penjualan produk lokal Bali produksi UMKM lokal. “Kami juga dorong pelaku UMKM lokal bekerja sama dengan platfom digital nasional dalam mengembangkan usahanya,” tandasnya. Sejalan dengan itu, ia memandang kegiatan ICCF sangat relevan dan dapat mendukung kebijakan yang dilaksanakan Pemprov Bali. Ia berharap dengan penyelenggaraan ICCF di Bali, pelaku UMKM di Bali termotivasi untuk bisa naik kelas. Pelaku UMKM Bali diminta memanfaatkan momen ini untuk memperoleh informasi dan peluang bagi pengembangan usahanya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Teten Masduki dalam paparan yang disampaikan secara online sependapat dengan apa yang diutarakan Wagub Cok Ace. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam membangkitkan kembali sektor UMKM di tengah pandemi. Menurutnya, transfromasi digital merupakan sebuah keharusan bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tata kehidupan era baru.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, UMKM adalah salah satu penopang ekonomi yang jumlahnya saat ini tercatat tak kurang dari  482 ribu. “83 persen PDRB kita disumbang oleh UMKM,” jelasnya. Di tengah pandemi Covid-19, Trisno menyebut hampir seluruh UMKM  mengalami penurunan tingkat penjualan, khususnya yang belum memanfaatkan platform digital dan pemasarannya masih lokal. “Agar bisa segera bangkit, saatnya UMKM melakukan transformasi digital,” ucapnya. Sebagai bentuk dukungan atas upaya transformasi digital, BI meluncurkan sistem pembayaran online QRIS yang saat ini telah diikuti oleh 158.552 merchant. Bahkan menurutnya, dari segi jumlah kepesertaan merchant, Bali masuk dalam 10 besar nasional. (gs)

Baca Juga  Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Dewa Indra: Disiplin Pakai Masker

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Rai Mantra Sambut Kunjungan Mendag RI di Pasar Badung, Apresiasi Sekolah Pasar dan Digitalisasi Pasar Rakyat

Published

on

By

bt
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima dan mendampingi Kunjungan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto di Pasar Badung, Kamis (26/11).

Denpasar, baliilu.com – Pasar Badung sebagai pasar rakyat terbesar di Bali mendapat kunjungan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto pada Kamis (26/11). Kehadiran Mendag di pasar yang revitalisasinya diresmikan Presiden RI, Joko Widodo ini disambut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Pelataran Pasar Badung.

Tampak hadir Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Suhanto, Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta undangan lainnya dengan tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Agus Suparmanto berkesempatan menyerahkan Bantuan Alat Penunjang Kesehatan kepada Pedagang Pasar Badung, memantau stabilitas harga pokok dengan berkeliling pasar, mengecek timbangan tera ulang serta meninjau Sekolah Pasar bagi pedagang pasar.

Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto saat diwawancarai menjelaskan bahwa kunjungan ke Pasar Badung ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Hal ini merupakan serangkaian kesiapsiagaan dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru.

“Saya ingin melihat kondisi pasar sendiri kemudian juga pedagang-pedagang disini bagaimana kesiapannya dan selain kesiapan juga saya ingin melihat harga-harga menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dari hasil pemantauan secara umum harga bahan pokok di Pasar Badung masih stabil. Selain itu, stok kebutuhan bahan pokok juga aman.

“Saya telah melihat pagi ini harga bahan pokok stabil, baik itu gula, bawang putih, bawang bombai, ayam, dan beras. Ini semuanya dalam kondisi baik, utamanya dalam menyambut Natal dan Tahun Baru serta stok bahan pangan cukup,” ujarnya.

Mendag juga turut mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Pasar dan digitalisasi pasar rakyat untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Sehingga keberadaan pasar dapat mendukung terciptanya stabilitas ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga  Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Dewa Indra: Disiplin Pakai Masker

“Sekolah pasar dan digitalisasi pasar memang sangat baik untuk mendukung kemajuan pasar tradisional sehingga mampu berdaya saing, hal ini menjadi inovasi positif untuk mendukung kemajuan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

“Dan yang paling penting disini adalah semua pedagang dan pengelola pasar ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan ini saya sangat senang, sehingga para konsumen dalam kondisi nyaman, sehingga semuanya ini berbelanja dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa program Sekolah Pasar merupakan program unggulan sesuai dengan komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung peningkatan daya saing pasar tradisional. Hal ini juga menjadi wahana dalam memberikan pemahaman serta strategi dalam mendukung kemasan, upaya promosi serta menjaga kepercayaan pembeli.

Dikatakan Rai Mantra program Sekolah Pasar ini juga didukung dengan digitalisasi pasar. Dimana, di era yang serba bergerak dengan teknologi saat ini keberadaan pasar rakyat tidak boleh tertinggal. Hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk dapat bertransformasi ke arah yang lebih efektif dan produktif. Hal inilah yang menjadi landasan serta dasar dalam menciptakan digitalisasi pasar rakyat dan pasar tradisional.

Rai Mantra menambahkan bahwa digitalisasi pasar rakyat ini dikemas dengan menerapkan pembayaran sistem elektronik menggunakan QRIS, bekerjasama dengan Go Jek, serta inovasi lainnya yang memberikan kemudahan berbelanja dan mendukung penuh penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Jadi terimakasih atas kunjungan Pak Menteri Perdagangan di Pasar Badung, semoga Sekolah Pasar dan digitalisasi pasar ini dapat memberikan inspirasi bagi daerah lainnya dan tentunya dengan berbagai inovasi saat ini diharapkan dapat meningkatkan harkat dan derajat pedagang yang bermuara pada kesejahteraan dan perputaran perekonomian daerah,” harapnya. (eka)

Baca Juga  Tiga Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar (13/9), Pasien Sembuh Bertambah 21 Orang

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Pemkot Denpasar Gelar Virtual Plan Action Sister City dengan Mossel Bay Afrika Selatan

Published

on

By

bt
Rapat Pembahasan Virtual Sales Mission Denpasar dengan Mossel Bay, Kamis (26/11).

Denpasar, baliilu.com – Setelah secara resmi dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City bersama Mossel Bay, Afrika Selatan pada 27 November 2019 silam, kini Pemkot Denpasar melalui Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar yang difasilitasi oleh Direktorat Afrika, Kementerian Luar Negeri RI melaksanakan rapat Virtual Plan Action Sister City antara Kota Denpasar dengan Kota Mossel Bay pada Kamis (26/11).

Pelaksanaan rapat virtual plan of action Sister City Denpasar ini dihadiri oleh Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati bersama Pelaku Usaha dan UMKM di Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar,  I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat konsolidasi ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan kerjasama yang telah tertuang dalam MoU. Dimana, ruang lingkup kerja sama Sister City Denpasar dengan Mossel Bay meliputi promosi budaya pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif dan kapasitas sumber daya manusia.

“Pelaksanaan rapat kali ini secara khusus mengenai ruang lingkup pengembangan ekonomi kreatif yakni peluang ekspor UMKM Kota Denpasar ke Mossel Bay dan atau tidak menutup kemungkinan peluang ekspor ke wilayah lain di Afrika Selatan,” jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelaksanaan rapat tersebut bertujuan memberikan informasi teknis berkaitan dengan pelaksanaan Sister City. Sehingga kerjasama kedua kota ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bersama.

Laxmy mengatakan bahwa kedua kota yang difasilitasi oleh ITPC di Johannesburg, Afrika Selatan dan Kedutaan Besar RI serta KJRI Cape Town siap berbagi informasi guna mendukung penguatan UMKM Kota Denpasar serta untuk promosi dan pemasaran produk kreatif Denpasar.

“Dengan adanya kerjasama Sister City ini UMKM Denpasar dapat menitipkan produknya di KJRI Cape Town sesuai dengan demand (permintaan) pasar Mossel Bay, Cape Town, Afrika Selatan. Semoga dengan pelaksanaan kerjasama Sister City ini diharapkan dapat mendukung kemajuan kedua kota,” pungkasnya. (eka)

Baca Juga  Pemulihan Pasca-Corona, Wagub Cok Ace Setuju Keberhasilan Bali Tangani Covid-19 Diangkat sebagai Salah Satu Promosi Pariwisata

Lanjutkan Membaca