Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Selasa (21/4) Positif Bertambah 10 Orang Imported Case 82,67%, Dewa Indra: Komposisi Tentukan Strategi Penanganan

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Sampai Selasa petang (21/4) kasus positif Covid-19 di Bali didominasi 82,67 persen dari imported case dan daerah terjangkit. Komposisi ini menentukan strategi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Gugus Tugas Covid-19.

‘’Karena sumber resiko di Bali adalah imported case, maka strategi yang diutamakan adalah melakukan screening dan pemeriksaan yang sangat ketat, baik di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa dan Gilimanuk. Tak ada orang yang masuk atau bisa masuk ke tengah masyarakat kalau dia positif Covid-19,’’ terang Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Provinsi Bali Dewa Made Indra saat video conference, Selasa petang (21/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon, Denpasar.

Oleh karena itu, kata Dewa Indra yang juga Sekda Bali, proses pemeriksaan dilakukan seketat mungkin. Baik melalui serangkaian pemeriksaan seperti suhu tubuh dan rapid test. Agar setiap orang diketahui segera, positif, reaktif terhadap Covid-19 atau tidak.

Dewa Indra lanjut menginformasikan perkembangan update Covid-19 sampai Selasa petang dimana ada pertambahan kasus positif sebanyak 10 orang dari warga negara Indonesia. 10 orang ini terdiri dari 7 orang punya riwayat perjalanan ke luar negeri (PMI), transmisi local 2 orang dan dari daerah terjangkit 1 orang. Jumlah akumulatif positif sampai sore ini sebanyak 150 orang. Untuk yang sembuh belum mendapat laporan, dengan kata lain masih tetap 42 orang, yang meninggal masih tetap 3 orang.

Selanjutnya pasien yang masih dalam perawatan baik di rumah sakit dan karantina sebanyak 105 orang. Dari jumlah akumulatif positif 150 orang terdiri dari 8 orang WNA dan 142 WNI. Sedangkan 142 orang WNI menurut sumber dimana terinfeksi, dari imported case sebanyak 99 orang, dari daerah terjangkit 17 orang, dan transmisi lokal 26 orang.

Baca Juga  Jumat Curhat, Polsek Blahbatuh Pantau Aktivitas Pasar Tradisional

Sementara itu, jika dipersentasekan antara yang terjangkit melalui transmisi lokal dan imported case sebagai berikut. Positif transmisi lokal sebanyak 26 orang sama dengan 17,33% dari akumulatif positif sebanyak 150 orang. Positif dari imported case (baik dari luar negeri dan daerah terjangkit) sebanyak 124 orang sama dengan 82,67%.

 Artinya, kata Dewa Indra, dari 150 orang terkonfirmasi ini yang terjadi melalui transmisi lokal 17,33% dan imported case 82,67%. Angka ini penting untuk bisa memahami strategi apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali. Karena strategi yang diterapkan tidak harus persis sama dengan daerah lain. Pendekatannya sangat tergantung pada sumber resikonya.

Kalau di ibukota Jakarta kasus positif banyak terjadi karena transmisi local, maka strategi penanganan penyebaran Covid-19 melalui pembatasan aktivitas penduduk, untuk membatasi ruang gerak warga masyarakat.

Namun sumber resiko di Bali adalah imported case, tegas Dewa Indra, maka strategi yang diutamakan adalah melakukan screening dan pemeriksaan yang sangat ketat, baik di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa dan Gilimanuk. ‘’Tak ada orang yang masuk atau bisa masuk ke tengah masyarakat kalau dia positif Covid-19,’’ ujar Dewa Indra.

Oleh karena itu, proses pemeriksaan dilakukan sangat ketat. Baik melalui serangkaian pemeriksaan suhu tubuh dan rapid test. Pemeriksaan yang seketat mungkin ini agar setiap orang bisa segera diketahui apakah positif, reaktif terhadap Covid-19 atau tidak.

Jika setelah melalui rapid test dinyatakan positif maka diambil oleh Pemprov Bali untuk dirawat di RS PTN Unud, RSUP Sanglah atau karantina Pemprov Bali agar benar-benar tidak masuk ke tengah-tengah masyarakat. Jika hasilnya negatif maka akan dikarantina pemerintah kabupaten/kota selama 14 hari.  

Meskipun yang positif terkonfirmasi melalui transmisi lokal 17,33% bukan berarti Tim Gugus Tugas mengabaikan cara pencegahan melalui transmisi lokal. Pada prioritas, angka 17,33 persen ini tentu juga angka yang penting. ‘’Kita berharap angka ini tidak naik. Strategi untuk mengendalikan agar transmisi lokal tidak bertambah lagi tentu berbeda dengan strategi untuk menghadapi imported case,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Dari Webinar, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung

Untuk mencegah transmisi local naik, Dewa Indra menyatakan kita harus disiplin betul untuk menerapkan, semua warga Bali menggunakan masker terutama di luar rumah, berinteraksi dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, harus berusaha terus menjaga jarak aman dengan orang lain, kita semua berupaya menghindari tempat ramai, berinteraksi dengan banyak orang. Karena kita tidak pernah tahu apakah yang diajak berinteraksi positif atau tidak, mengingat banyak orang yang positif tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk atau sesak napas dll.

‘’Oleh karena itu, untuk mengendalikan kasus transmisi lokal tidak berkembang terus, saya tidak pernah berhenti untuk mengajak masyarakat disiplin dalam menjalankan upaya-upaya pencegahan. Karena kunci utama untuk mencegah penyebaan Covid-19 melalui transmisi lokal adalah menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, keramaian. Jika itu bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat Bali maka kasus transmisi lokal tidak akan bertambah,’’ ujar Dewa Indra optimis.

Sedangkan kasus imported case agak sulit dikendalikan. Mengapa, karena masih banyak warga masyarakat Bali yang merupakan PMI sedang pulang ke Bali. Karena mereka menghadapi persoalan di perusahaan tempat bekerja di luar negeri. ‘’Jadi tidak mungkin kita mengambil kebijakan menghambat atau mencegah, atau mengerem imported case ini dengan kita mengambil kebijakan tidak mempersilakan pulang, itu tidak mungkin kita lakukan karena PMI yang pulang ini adalah warga masyarakat kita sendiri,’’ ungkap Dewa Indra.

Yang terpenting adalah meskipun terus pulang, terus berdatangan, Tim Gugus Tugas memastikan melakukan screening, pemeriksaan yang sangat ketat di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk Bali. Meski kasus ini bertambah angkanya, mereka tidak kita lepas di tengah masyarakat, sehingga mereka tidak menginfeksi orang lain di masyarakat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Hybrid Drive Concert, Terapkan Prokes sangat Ketat

‘’Mudah-mudahan melalui upaya kita bersama maka Covid-19 ini dapat kita kendalikan bersama di Bali dan penyebarannya bisa kita tekan sampai pada titik yang rendah sehingga kehidupan masyarakat bisa pulih kembali dan aktivitas perekonomian bergerak, berputar lagi dan kehidupan masyarakat menjadi normal. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Published

on

By

Festival Imlek Tabanan
MASAK NASI GORENG: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memperagakan memasak nasi goreng usai membuka Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan pada Senin (9/3/2026). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan dipadati ribuan warga yang tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana untuk merayakan Parade serta Pentas Seni Budaya Nusantara pada Senin (9/3/2026). Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan festival menampilkan budaya warga Tionghoa yang dipadukan dengan berbagai kesenian dari lintas etnis, suku, agama, sehingga menghadirkan nuansa selaras, harmonis serta penuh kebersamaan.

Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangannya Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade, yang ditandai dengan pemukulan tambur. Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada, menghadirkan atraksi budaya yang memukau mulai dari pembawa spanduk, bendera Merah Putih, drumband, iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari FKUB Tabanan.

Berbagai komunitas budaya dan kesenian seperti Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, serta beragam cosplay menambah semarak perjalanan parade menuju lokasi utama acara di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana. Di sana, berbagai penampilan seni juga tampil, diantaranya Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hingga hiburan bondres dan penampilan band Yan Srikandi.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam petunjukan harmoni ini, yakni Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, hingga tokoh masyarakat setempat

Baca Juga  Update Covid-19 (13/8) di Bali, Pasien Positif dalam Perawatan masih 453 Orang

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman. “Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wabup Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan, melakukan demo masak, yakni memasak nasi goreng. Selanjutnya, nasi goreng tersebut dibagikan kepada warga yang hadir di lokasi.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak ingin harmoni hanya menjadi piagam atau slogan. Kami memberi ruang, waktu, dan kesempatan bagi saudara-saudara kita, termasuk warga Tionghoa yang telah lama menetap di Bali, untuk menampilkan seni dan budayanya. Sejak dahulu akulturasi budaya dan agama sudah hidup berdampingan,” tegasnya.

Melalui cara sederhana memasak nasi goreng, Bupati Sanjaya menggambarkan toleransi antarumat beragama. Aksi tersebut dimaknai sebagai pesan, bahwa keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan. Keberagaman dapat menyatu menjadi kekuatan, seperti nasi, sayuran, telor dan bumbu ketika dipadukan dan diolah dengan baik, maka akan menghasilkan cita rasa yang lezat.

“Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telor dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik,” ujarnya.

Sanjaya juga menambahkan, kini tugas pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. “Dimana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

Baca Juga  Tangani Dampak Covid-19, Gubernur Koster Selain Andalkan APBD, Jalin Kerjasama BUMN

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan, Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan.

“Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ajaknya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tak Hanya Panggung Kreativitas Ogoh-ogoh, Badung Caka Fest Putar Ekonomi Hingga Rp 1,49 Miliar

Published

on

By

Badung Caka Fest
BADUNG CAKA FEST 2026: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadir di Badung Caka Fest Tahun 2026, Puspem Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dalam sambutannya di Badung Caka Fest Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Badung Caka Fest kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik di Badung, tetapi juga sebagai upaya membuka sumber-sumber ekonomi baru melalui event-event daerah. Dengan melibatkan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi, kami ingin memastikan setiap kegiatan yang digelar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut terbukti dengan lonjakan transaksi UMKM turut mewarnai pelaksanaan Badung Caka Fest yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Selama empat hari penyelenggaraan kegiatan yang menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik se-Kabupaten Badung tersebut, perputaran ekonomi masyarakat berhasil menembus angka Rp 1.494.883.240.

Pada hari pertama yang bertepatan dengan proses loading atau kedatangan ogoh-ogoh, transaksi UMKM sudah mencapai Rp 253.740.000. Memasuki hari kedua yang merupakan hari pertama pementasan ogoh-ogoh, angka transaksi kembali meningkat hingga Rp 338.211.240.

Antusiasme masyarakat yang terus berdatangan mendorong transaksi pada hari ketiga meningkat signifikan hingga Rp 441.537.000. Sementara pada hari keempat, transaksi kembali bergerak positif dengan capaian Rp 461.395.000.

Secara keseluruhan, total transaksi selama rangkaian kegiatan Badung Caka Fest tercatat mencapai Rp 1.494.883.240. Capaian ini menunjukkan kuatnya potensi ekonomi kreatif yang dapat tumbuh dari penyelenggaraan event budaya di Kabupaten Badung.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Badung juga melibatkan UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung yang telah melalui proses kurasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badung. Para pelaku UMKM tersebut secara bergantian dilibatkan dalam berbagai event di Badung sehingga memiliki kesempatan yang merata untuk memasarkan produk mereka. Menariknya, seluruh pelaku UMKM yang terlibat tidak dipungut biaya apapun.

Baca Juga  Dari Webinar, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung

Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para seniman ogoh-ogoh, komunitas, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dan menyukseskan pelaksanaan Badung Caka Fest.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi masyarakat seperti ini akan terus kami dorong agar event-event di Kabupaten Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Pasar Murah di Sading, Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Published

on

By

Pasar Murah di sading
MENINJAU PASAR MURAH: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta meninjau stand UMKM usai membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Wabup Bagus Alit Sucipta menjelaskan bahwa setiap menjelang hari besar keagamaan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok cenderung meningkat yang berimbas pada kenaikan harga.

“Pemerintah berkewajiban mengambil langkah preventif. Melalui pasar murah ini, kami memberikan jaminan stabilitas harga di pasaran. Barang yang dijual di sini harus benar-benar di bawah harga pasar sehingga meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank BPD Bali, PDAM Tirta Mangutama, dan Bank Indonesia yang memberikan subsidi pada komoditas tertentu. Kegiatan ini turut melibatkan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pelaku usaha lokal.

“Kami berikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank BPD Bali, PDAM Tirta Mangutama dan Bank Indonesia yang telah bersedia berkolaborasi dalam penyediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi yang dijual dalam pasar murah ini,” ucap Wabup.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung, I Made Wirya Santosa, menyebutkan bahwa momen Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan tahun ini menjadi tantangan tersendiri dalam ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting).

“Pasar murah ini adalah bagian dari rangkaian pengendalian inflasi di Kabupaten Badung. Kami berharap langkah ini efektif mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya,” jelasnya.

Baca Juga  Tangani Dampak Covid-19, Gubernur Koster Selain Andalkan APBD, Jalin Kerjasama BUMN

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Direksi BUMD, serta tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca