Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Ajak Orangtua Belajar Teknologi demi Menuntun Anak-anak

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Orangtua dari zaman ke zaman selalu dituntut untuk terus mendidik anak mereka sesuai dengan perkembangan terkini. Begitu juga di era informasi 4.0 yang serba mengandalkan teknologi ini, maka orangtua juga dituntut untuk selalu mempelajari teknologi agar mampu mengimbangi dan menuntun anak-anak mereka.

Demikian disampaikan Ny. Putri Koster dalam acara webminar yang diselenggarakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Minggu (12/7-2020) di Denpasar.

Dalam acara yang menghadirkan pembicara Prof. IBG Yudha Triguna, MS, seorang dosen dan Guru Besar Universitas Hindu Indonesia (Unhi) tersebut, pendamping orang nomor satu di Bali itu juga mengatakan saat ini anak-anak telah mengenal gadget saat masih dalam kandungan.

“Bayangkan saat kandungan orangtua sudah mengenalkan gadget dengan mendengarkan musik, baru lahir juga sudah kenal gadget dan beranjak besar dengan gadget,” jelasnya kepada para peserta seminar.

Sehingga menurutnya anak-anak pada masa ini sangat gampang mempelajari teknologi. Untuk mengimbangi hal itu serta mengontrol, tentu orangtua juga harus mempelajari teknologi dengan cermat.

Berikutnya, ia mengatakan selain begitu pentingnya teknologi, namun para orangtua juga tidak boleh melupakan disiplin dan etika sebagai pondasi yang kuat karakter anak. “Karena bagaimana pun pentingnya teknologi, jika si anak tidak bisa bijaksana menggunakannya, maka akan berbahaya. Etika itulah akar dari kehidupan anak-anak kita, dan sebagai orangtua kita harus merawat akar tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster juga mengharapkan agar para orangtua menjadikan anak-anak sebagai teman, dan mengkomunikasikan segala hal dengan komunikasi dua arah secara logis.

“Ini bukan saatnya kita mengajarkan anak-anak dengan ancaman atau tahayul-tahayul, mereka sudah pintar, dan menurut perkembangan zaman segala hal harus ada penjelasan logisnya,” terangnya.

Baca Juga  Dukung Pencegahan Covid-19 di Denpasar, Ace Hardware Sumbang APD, Thermo Gun dan Hand Sanitizer

Akan tetapi, meskipun saat ini perkembangan teknologi begitu pesat, namun tidak boleh melupakan akar budaya sebagai orang Bali. Dia menjabarkan hal tersebut bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti istilah khas masyarakat Bali.

“Kita bisa sebut ninik, biyang, pekak dan lain-lain. Tidak perlu mengadopsi istilah luar,” sebutnya.

Bahkan hal tersebut telah menjadi konsen Gubernur Koster dalam melestarikan adat dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor  79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.

Ny. Putri Koster juga mengajak para orangtua milenial untuk selalu mengajarkan kepercayaan diri dalam artian positif kepada anak-anaknya. “Jangan sampai ada kata-kata yang menghilangkan kepercayaan diri anak-anak, seperti kamu bodoh atau kamu tidak bisa. Terus kembangkan bakat dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya mengingatkan.

Karena ia meyakini, jika sudah ada kepercayaan diri dari keluarga, maka anak-anak akan mempunyai kepercayaan diri dalam pergaulan dan mengaplikasikan nilai-nilai agama lebih baik lagi.

Sementara Prof. IBG Yudha Triguna, MS sepakat dengan Ny. Putri Koster bahwa dalam mendidik anak di era milenial ini memang perlu pendekatan secara logis serta komunikasi dua arah.

Di samping itu ia juga menekankan orangtua milenial harus mengajarkan anak-anaknya untuk berpikir kritis serta bisa mencari solusi akan setiap permasalahan yang dihadapi. “Anak-anak sekarang harus diajarkan untuk selalu berpikir kritis dan menangkap peluang yang ada di sekitarnya,” imbuhnya.

Dalam hal mengajar di rumah, pada era ini menurutnya orangtua sudah harus meninggalkan sistem lama. Orangtua harus mampu menciptakan kondisi yang dinamis dan strategis dalam mengkomunikasikan segala hal dengan anak-anak. “Jangan selalu posisikan orangtua di atas dalam mengajar anak anak. Sejatinya kita bisa sejajar dan mempelajari suatu hal bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Sosialisasi Pilwali, Rai Iswara Ajak Masyarakat Sukseskan Tahapan Pilkada 2020

Orangtua juga diharapkan bisa mengajarkan untuk menata keperluan anak sejak dini serta pupuk sikap pemimpin. Karena kelak kedua hal tersebut akan diperlukan dalam lingkungannya. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Penghargaan Tertib Administrasi Akta Kematian di Abiansemal

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan piagam penghargaan kepada ahli waris di Banjar Belawan, Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal.
SERAHKAN PIAGAM: Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan Piagam Penghargaan Tertib Administrasi Pengurusan Akta Kematian dan Kartu Keluarga (KK) kepada ahli waris I Made Subagia di Banjar Belawan, Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Senin (27/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan Piagam Penghargaan Tertib Administrasi Pengurusan Akta Kematian dan Kartu Keluarga (KK) kepada ahli waris I Made Subagia, putra dari almarhum (alm) Ni Wayan Rempi, beralamat di Banjar Belawan, Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Senin (27/7).

Turut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil I Made Sudita, Perbekel Abiansemal Dauh Yeh Cani I Made Budiana, Bendesa Adat Abiansemal IB. Mas Arimbawa, Kelian Dinas Br Belawan, Kelian Adat Banjar Belawan, beserta masyarakat setempat.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan Pemerintah Kabupaten Badung hadir, menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan reward Tertib Administrasi Pelaporan Kematian sebesar Rp 10 juta kepada ahli waris I Made Subagia di Banjar Belawan, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum, seraya mendoakan agar mendapat tempat terbaik disisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Kehadiran kami bersama jajaran Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat merupakan bentuk empati, simpati, sekaligus kepedulian untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, baik pada masa duka maupun saat melaksanakan rangkaian upacara Pitra Yadnya,” ujar Wabup.

Ia menjelaskan, bantuan sebesar Rp10 juta tersebut merupakan komitmen berkelanjutan dari kepemimpinan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Program yang sebelumnya dikenal sebagai Santunan Kematian kini telah disesuaikan regulasinya menjadi Reward Tertib Administrasi Pelaporan Kematian melalui penyesuaian pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Nominal bantuan langsung ditransfer melalui rekening ahli waris.

Baca Juga  Denut Miliki ‘’Paksi Mas Denut’’, Berikan Fasilitasi Masyarakat Akses Pelayanan Online

Sementara itu, Perbekel Desa Dauh Yeh Cani, I Made Budiana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Wakil Bupati Badung beserta jajaran Pemkab Badung yang telah memberikan perhatian langsung kepada warganya. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati dan rombongan. Bantuan serta dokumen akta kematian ini tentu sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan untuk membantu kelancaran prosesi upakara dan upacara adat yang sedang berjalan,” ujar I Made Budiana.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa program penyerahan santunan dan akta kematian ini merupakan bentuk sinergi yang harmonis antara pemerintah dinas dan desa adat. Program terintegrasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat agar mendapatkan hak-hak administrasi kependudukan serta bantuan finansial secara cepat saat tertimpa musibah.

Dalam kesempatan yang sama, Perbekel Dauh Yeh Cani atas nama pemerintah desa dan masyarakat juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/7) di Bali, Pasien Sembuh terus Meningkat Tercatat 97 Orang

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  Sebelas Ekspresi Budaya Tradisional Komunal di Badung Terima Sertifikat

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca