Denpasar, baliilu.com
– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri
Suastini Koster terus mengupayakan berbagai cara agar pelaku Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM) dapat menyesuaikan diri dalam menjalani tatanan kehidupan
era baru di tengah pandemi Covid-19.
Selain telah mendorong penggunaan platform digital dengan
mengadakan webinar baru-baru ini, ia juga menggugah kepedulian para pengusaha
seperti investor pasar modern atau mall-mall yang selama ini bergiat dan
memperoleh keuntungan di Bali, untuk dapat ikut berperan aktif dalam memajukan
UMKM dengan memberi ruang promosi yang lebih luas.
Ny. Putri Koster menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara
pada acara dialog di sebuah stasiun TV di Bali yang mengusung tema ‘’Membangun
Kerja Sama Pemasaran dengan Pasar Modern atau Mall’’, Kamis (6/8-2020).
Pendamping orang nomor satu di Bali itu mengakui, hampir
seluruh sektor usaha, baik yang berskala besar, menengah maupun kecil, kini
tengah menghadapi kesulitan yang sama karena dampak pandemi Covid-19 yang belum
pasti kapan akan berakhir. Hampir seluruh sektor usaha dipastikan mengalami
kendala pemasaran hingga tingkat penjualan yang turun drastis.
“Pandemi ini juga telah mengajak kita untuk jeda
sejenak. Tapi ingat, tak boleh berlama-lama. Sekarang saatnya kita bangkit,
mulai melihat dan berpikir apa yang harus kita lakukan,” ujarnya,
menekankan.
Di tengah situasi prihatin ini, perempuan yang juga dikenal
sebagai penyair kawakan itu mengetuk kepedulian para pengelola pasar modern
atau mall yang selama ini telah banyak menikmati keuntungan usaha di Bali untuk
menunjukkan kepeduliannya dengan merangkul perajin lokal.
“Saya berharap para pengelola mall yang ada di Bali
dapat menyediakan ruang bagi UMKM kita untuk memasarkan produknya, sehingga
para perajin memiliki ruang yang lebih luas dalam melakukan kegiatan
pemasaran,” tuturnya.
Sebagai Ketua Dekranasda Bali, salah satu upaya yang akan
diusahakannya adalah menjajaki asosiasi mall yang ada di Bali untuk turut serta
memberikan ruang pemasaran pada para UMKM di Bali. Menurutnya, Bali merupakan
tujuan daerah pariwisata dunia, untuk itu selain menjadi etalase produk
kerajinan dari berbagai Nusantara, Bali juga harus unggul dengan produk
lokalnya sendiri.
Untuk itu diperlukan suatu kerja sama dan kolaborasi yang
baik antar-asosiasi mall dengan UMKM di Bali. Ny. Putri Koster berjanji akan
menjajaki hal ini, sehingga ke depan mall-mall yang ada di Bali tidak hanya
dipadati brand-brand dari luar, tapi juga dipenuhi dengan produk-produk lokal
Bali.
Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menyebutkan, yang
sesungguhnya dibutuhkan oleh pelaku UMKM bukan semata-mata uang, tapi ruang.
Karena dengan ruang itulah pelaku UMKM akan meraih peluang untuk meningkatkan
kesejahteraan mereka. Ia tak ingin masyarakat dan perajin lokal Bali hanya jadi
penonton di daerah sendiri, karena menurutnya itu sangat tidak adil. Bahkan,
seniman multitalenta itu menyampaikan harapan, suatu saat Bali memiliki sebuah
gedung pameran besar dan megah seperti Jakarta Convention Centre (JCC).
“Kita bisa memiliki Bali Convention Centre. Jangan
bangga pameran di luar, karena bisa jadi kita hanya menjadi objek. Saya ingin
Bali jadi etalase dan jadi tuan di daerah sendiri,” katanya, menandaskan.
Selain itu, terkait dengan adaptasi kebiasaan baru, Ny.
Putri Koster juga selalu mengingatkan agar pelaku UMKM cepat menyesuaikan diri
dan memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk mereka. “Mari
belajar dan masuk market place.
Jangan takut, jika telah terbiasa, ini justru lebih menguntungkan karena produk
yang dipromosikan bisa dilihat publik di seluruh dunia. Ini beda dengan pameran
konvensional yang hanya dilihat oleh para pengunjung yang datang ke ruang
pameran saja,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga minta Direktur Plaza Renon yang
telah tergabung dalam asosiasi mall di Bali, supaya dapat menjembatani untuk
merealisasikan kerja sama antara UMKM Bali dengan mall yang ada di Bali.
Di sisi lain, Ny. Putri Koster kembali mengajak masyarakat
Bali untuk menggunakan produk daerah sendiri. “Kita punya motto, cintai
produk dalam negeri, gunakan produk daerah sendiri,” ujarnya. Melalui
motto itu, ia ingin mengajak masyarakat Bali bangga menggunakan produk hasil
kerajinan lokal. Kalau produk kerajinan Bali dicintai dan digunakan oleh orang
Bali, ia yakin UMKM Bali akan tetap bisa bertahan.
Sementara itu, Direktur Plaza Renon Bayu Adisastra menyambut
baik rencana dari Ny. Putri Koster tersebut. Ia mengakui, sebelum pandemi pihak
mall juga telah mengakomodasi para UMKM yang ada di Bali, tapi belum dilakukan
secara maksimal. Untuk itu, ke depannya ia juga berharap melalui Dekranasda
Provinsi Bali, kerja sama antara UMKM dengan mall dapat ditingkatkan dengan
maksimal, baik dari sisi lamanya waktu pameran, maupun yang lainnya.
Namun dalam kesempatan ini, ia juga berpesan kepada UMKM
yang ada di Bali agar terus meningkatkan kualitas produknya yang sekaligus
menyesuaikan dengan keinginan pasar, sehingga penjualan juga dapat dilakukan
secara maksimal.
“Saya harap kondisi ekonomi di Bali akan cepat pulih,
sehingga upaya untuk meningkatkan produksi dan konsumsi produk lokal dapat kita
realisasikan dengan upaya yang maksimal,” katanya. (gs)