Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Forum Digital Kemenkominfo RI

Bali Memiliki Sejarah dan Budaya yang Kuat tentang Wastra

Loading

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster sebagai narasumber pada Forum Digital Kemenkominfo RI “Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra”, di Sheraton Bali Kuta Resort-Badung, Wraspati Paing Medangsia (Kamis, 30/6/2022).

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya benda dan juga tidak benda. Budaya benda yang tertuang ke atas sebuah objek tentu saja dijadikan karya berkualitas yang hingga saat ini wajib dilestarikan oleh generasi di daerahnya masing-masing. Karya unik, karya berkualitas dan bernilai tinggi sebagian besar dituangkan di atas kain dan menjadi karya seni yang berfilosofi sesuai daerah asalnya, yang kemudian karya ini kita kenal sebagai wastra.

Wastra sebagai warisan nenek moyang hadir sebagai bagian dari perkembangan budaya masyarakat. Keragaman Wastra Indonesia sangatlah kaya baik itu dari pilihan warna, motif, filosofi bahkan proses pembuatannya.

Wastra Indonesia adalah kain tradisional yang sarat akan budaya nusantara dimana masing-masing memiliki ciri khas yang dapat dibedakan dari simbol, warna, ukuran hingga material yang digunakan sesuai dengan daerah asalnya.

“Dan Bali adalah salah satu daerah dengan etnis tradisi yang memiliki sejarah dan budaya yang kuat tentang wastranya. Sebagai bentuk peningkatan budaya di Bali, wastra harus didorong melalui perajin dan UMKM sehingga mampu memiliki nilai yang tinggi secara nasional ataupun internasional di tengah perubahan teknologi yang pesat. Untuk melestarikan keberadaan wastra dari kepungan teknologi, masyarakat Bali wajib untuk turut serta menjaga dan melestarikan budaya yang dirangkai menjadi wastra ini. Untuk menjaga pelestarian wastra di Bali, saya selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali bertugas memberikan edukasi sekaligus pengawasan terhadap perkembangan dan pelestarian budaya di Bali, contohnya saya mengajak seluruh perajin UMKM di Bali untuk mulai menenun dengan bahan yang berkualitas, motif khas dari daerahnya sehingga nantinya akan menentukan harga jualnya,” jelas Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Berharap Semangat RA Kartini Pacu Perempuan untuk Berkarya Ikut Membangun Bangsa
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster sebagai narasumber pada Forum Digital Kemenkominfo RI “Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra”. (Foto: Ist)

Ditambahkannya, wastra atau yang biasa kita kenal dengan kain tenun tradisional, baik itu songket, kain endek, kain gringsing dan endek rangrang yang dikerjakan oleh perajin lokal harus juga digunakan oleh warga yang ada di sekitar pembuat kain tenun tersebut. Karena prinsip ekonominya adalah diciptakan oleh warga lokal, dijual oleh warga lokal (sekitar) dan digunakan juga oleh warga setempat. Dari sanalah akan tumbuh perputaran ekonomi kecil, yang kemudian nantinya tentu akan mengalami perkembangan ketika kain tenun yang digunakan secara internal tersebut juga dapat menarik mata luar untuk membelinya, sehingga perputaran ekonomi akan semakin meluas dan melebar,” imbuh Ny. Putri Koster.

Untuk melestarikan kebudayaan daerah, kita harus menjaga budaya dan seni yang kita miliki. Jangan sampai kita membunuh diri sendiri dengan cara menggunakan produk buatan luar dan kemudian kita jual di daerah kelahiran kita. Ini secara perlahan akan mematikan perajin adat produsen secara perlahan, dan menyebabkan perekonomian secara pelan juga akan padam dan tidak mampu bertumbuh dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster mengungkapkan bahwa perajin kain tradisional Bali baik kain endek, kain gringsing, maupun kain songket omzet penjualannya meningkat di masa pandemi ini. Hal itu tidak terlepas dari upaya Dekranasda Provinsi Bali bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, memberikan ruang para perajin ini menampilkan karyanya dalam Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Bali di Denpasar.

Menurut Ny. Putri Koster, dia melakukan langkah yang paling kecil melalui Pameran IKM Bali Bangkit. “Jadi ini diberi ruang oleh Bapak Gubernur Bali Wayan Koster, di situ kami juga memberi ruang kepada perajin untuk berpameran. Di sini kami saling mendukung,” ujarnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Apresiasi Festival Nusantara di GWK

Dan Ny. Putri Koster mengaku terharu, karena sebelum pandemi para perajin sulit memasarkan produk mereka, tapi saat pandemi dan diberi ruang berpameran, omzet para perajin tembus miliaran. Di tahun 2021, lanjut dia, perajin di masa sepi itu omzetnya hampir Rp 20 miliar selama setahun.

Untuk membantu bertumbuh dan berkembangnya UMKM/IKM di Bali, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bekerja sama dengan perbankan dan perajin serta pengusaha untuk melibatkan mereka dalam E-Marketplace (balimall.id) untuk memasarkan produk kerajinan mereka secara online, dan bisa dibuka oleh seluruh masyarakat dunia. Sehingga pemesanan kain atau produk kerajinan lokal Bali dapat dilakukan dengan online.

“Penguasaan teknologi itu penting bagi kita semua, agar transaksi jual beli tidak hanya membutuhkan waktu untuk bertatap muka langsung melainkan dapat dilakukan secara online juga. Selain lebih praktis, pemesanan online juga memudahkan pembeli dan penjual dalam menjaga kesehatan. Kita belajar dari virus Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, agar kita tetap menjaga jarak namun juga mampu menjaga keseimbangan ekonomi daerah kita masing-masing,” kata Ny. Putri Koster.

Ketua Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Maria Anna Plate juga mengatakan perekonomian masyarakat harus terus di-support oleh Dewan Kerajinan Nasional dan membutuhkan kurasi yang tepat untuk dapat menembus internasional. “Masyarakat perlu diperkenalkan secara luas untuk dapat memahami proses produksi yang tidak sederhana, namun sarat dengan nilai filosofi yang tinggi, sehingga pemulihan ekonomi nasional dapat dilakukan secara menyeluruh oleh komponen bangsa Indonesia. Dan berharap melalui kegiatan Digitalk ini dapat memberi motivasi untuk kreativitas yang lebih tinggi dan meningkatkan kecintaan pada budaya bangsa.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Seminar “Peranan Generasi Muda Dalam Pembangunan Budaya Bali”

Sebagai Keynote Speaker Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, Usman Kansong dengan menghadirkan  lima narasumber, yakni Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Perempuan Indonesia Maju Lana T. Koentjoro, Pemilik Batik Trusmi Sally Giovanny, dan SME Sales Channel Blibli.com Angger Alfi Zakki.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo, Septriana Tangkary, mengatakan bahwa populasi di Indonesia penggunaan internet di Indonesia sebanyak 277,7 juta. Dari jumlah itu, pengguna ponsel sebanyak 370,1 juta, pengguna internet dan pengguna media sosial 191,4 juta. “Ini potensi yang sangat besar dimiliki bangsa Indonesia dalam memberikan layanan secara online,” ujarnya.

Usman Kansong menegaskan, Kementerian Komunikasi dan Informatika selalu mendukung setiap langkah dan program kerja Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranas sebagai ex officio sudah menjadi tugas Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyosialisasikan dan mempublikasikan dalam hal preservasi produk kerajinan budaya nasional termasuk kain wastra atau wastra tenun.

Dikatakannya lagi bahwa kain tradisional wastra memiliki keragaman yang kaya baik dari segi warna motif material maupun filosofi, sehingga proses pembuatannya legacy budaya ini diwariskan secara turun-temurun di beberapa daerah di Indonesia yang kental untuk tradisinya termasuk salah satunya di Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Fraksi Golkar DPRD Badung Dukung Postur Perubahan APBD 2026 Menuju Pembangunan Pariwisata Berkualitas

Published

on

By

Pandangan Umum Fraksi Golkar DPRD Badung soal APBD 2026
PU FRAKSI: I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi Partai Golkar DPRD Badung mendukung langkah-langkah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam postur Perubahan APBD Badung Tahun Anggaran 2026 yang bermuara menyelesaikan persoalan-persoalan menuju pembangunan pariwisata berkualitas.

“Kami, Fraksi Partai Golkar dapat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, setelah mendapatkan penyelarasan dari Pemerintah Provinsi Bali,” ujar I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.

Pada kesempatan itu, Fraksi Partai Golkar juga memberikan usul, saran dan masukan terhadap Pencapaian Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di antaranya dalam konteks optimalisasi pendapatan/pencapaian target pendapatan, Fraksi berharap pada OPD Penghasil agar berupaya capaian kinerjanya mendekati realisasi target tersebut. Proyeksi pencapaian target tersebut agar berbasis data, yang dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap realisasi PAD sampai dengan bulan berjalan dan mengkorelasikan dengan target dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Kemudian memperkuat pengawasan terhadap Potensi Pajak Sektor Pariwisata, mengingat struktur ekonomi Badung sangat kuat ditopang aktivitas pariwisata, perlu memberikan perhatian khusus pada kepatuhan pelaku usaha,” ujarnya.

Selanjutnya, meminimalisir terjadinya Piutang dan Tunggakan Pajak, melalui penyusunan peta piutang pajak berdasarkan umur piutang, nilai, jenis pajak, dan tingkat kemungkinan penagihannya.

“Upaya peningkatan penerimaan pendapatan, tentu ditopang oleh kompetensi sumber daya yang relevan. Dalam konteks ini, kami mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pola penempatan pegawai pada OPD penghasil, perlu dihubungkan dengan indikator kinerja yang terukur,” tegasnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Apresiasi Festival Nusantara di GWK

Dikatakan, setiap bidang atau unit kerja dapat diberikan target yang relevan dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak, perluasan dan pemuktahiran basis data, penurunan piutang, efektivitas penagihan, pengurangan tax gap, peningkatan kualitas pelayanan, serta kontribusi terhadap pencapaian target PAD. Dengan demikian, evaluasi SDM tidak hanya bersifat administratif, tetapi terkait langsung dengan kinerja pendapatan.

Dari perspektif Belanja Daerah, kata Gusti Ngurah Shaskara, dimana tersedia sumber dana yang memadai, diharapkan para OPD Pengguna Anggaran agar melakukan akselerasi serapan anggaran supaya terjadi eksekusi anggaran sesuai dengan target waktu yang ditentukan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026

Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Utsawa Dharma Gita XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali
HADIRI UDG BALI 2026: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026).

UDG Bali XXXIII Tahun 2026 berlangsung selama enam hari, 11–16 September 2026, dengan mengusung tema Dharmagita Atmanam Dharma. Pelaksanaan UDG menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sastra, bahasa, dan budaya Bali sekaligus membangun karakter serta sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul.

Pada UDG XXXIII tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori yang dipertandingkan. Kesebelas bidang tersebut meliputi membaca Sloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, Nyanyian Keagamaan Hindu, Gaguritan, Dharmawacana Bahasa Bali, Dharmawacana Bahasa Inggris, Menghafal Sloka, Dharmawiwada, dan Dharmacarita.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan salah satu wahana strategis untuk membangun SDM Bali yang unggul, sejalan dengan arah pembangunan Bali dalam kerangka Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Menurut Gubernur Koster, salah satu pijakan penting dalam pembangunan Bali ke depan adalah mewujudkan SDM Bali yang unggul. Pemikiran tersebut, kata dia, lahir dari hasil membaca berbagai dokumen penelitian serta buku-buku yang mengulas perjalanan peradaban Bali sejak zaman Bali Kuno.

“Kenapa saya mengangkat SDM Bali unggul? Karena saya membaca berbagai dokumen hasil riset dan buku-buku tentang peradaban Bali, mulai dari Bali Kuno hingga perkembangan Bali sampai sekarang,” ujar Gubernur Koster.

Ia menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga bersumber dari khazanah sastra dan peradaban Bali masa lampau. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter masyarakat Bali yang unggul.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Keynote Speaker Seminar Perempuan Antikorupsi

Karakter tersebut tercermin dalam sikap jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, dan berpegang pada satya, serta lebih mengutamakan kewajiban daripada menuntut hak.

“Orang Bali itu jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, berpegang pada satya, dan lebih mendahulukan kewajiban daripada hak,” tegasnya.

Namun, Gubernur Koster mengakui bahwa perkembangan zaman telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat Bali. Perubahan tersebut menghadirkan kemajuan, tetapi di sisi lain juga membawa tantangan terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi karakter masyarakat Bali.

Ia menyinggung mulai munculnya berbagai persoalan sosial seperti perilaku tidak jujur, korupsi, serta tindakan yang tidak mencerminkan nilai kesantunan dan karakter masyarakat Bali.

Meski demikian, Gubernur Koster menekankan bahwa perilaku tersebut bukanlah gambaran mayoritas masyarakat Bali. “Memang ada penurunan dari kesunatian orang Bali. Mulai ada korupsi, ada yang nakal, ada yang jahat. Tetapi yang begitu tidak banyak. Yang masih banyak adalah orang-orang yang baik,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali integritas orang Bali, sehingga nilai-nilai luhur yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, penguatan karakter dan integritas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keberadaan bahasa Bali, aksara Bali, dan sastra Bali. Ketiganya merupakan bagian penting dari ekosistem kehidupan masyarakat Bali yang mengandung nilai, pengetahuan, sekaligus menjadi identitas kebudayaan Bali.

“Bahasa Bali dan aksara Bali itu adalah ekosistem kehidupan orang Bali,” kata Gubernur Koster.

Melalui Utsawa Dharma Gita XXXIII, ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sastra, bahasa, dan budaya Bali tidak hanya dilestarikan dalam bentuk kegiatan seremonial dan perlombaan, tetapi juga dapat terus hidup, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ucapkan Selamat Tahun Baru 2023

Pelaksanaan UDG Bali XXXIII Tahun 2026 sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat Bali untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang sastra dan seni keagamaan Hindu, memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan aksara Bali, serta menumbuhkan SDM Bali yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kuat.

Dengan mengusung semangat Dharmagita Atmanam Dharma, UDG XXXIII diharapkan semakin memperkuat keberadaan dharmagita sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali sekaligus menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keberlanjutan peradaban Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung: Rancangan Perubahan APBD 2026 Hendaknya Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Published

on

By

Juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan I Made Yudana menyampaikan Pandangan Umum Fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Badung
PU FRAKSI: I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung mengapresiasi langkah Pemkab Badung dalam melakukan penyesuaian anggaran pada Rancangan Perubahan APBD 2026 guna memastikan program dan kegiatan prioritas daerah tetap dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perubahan APBD hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka-angka anggaran, tetapi harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujar I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.

I Made Yudana menyampaikan untuk mengakomodasi berbagai perkembangan yang terjadi selama tahun anggaran berjalan dan penyesuaian terhadap target pendapatan dan belanja daerah sebagai bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efesiensi belanja dalam melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja daerah, sehingga penyusunan Perubahan APBD 2026 sangat diperlukan dan Rancangan Perubahan APBD 2026 menjadi sebagai berikut.

Pendapatan Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 10.504.798.752.047,00 meningkat Rp. 170.116.378.416,00 atau setara dengan 1,65 % dari APBD induk 2026 sebesar Rp. 10.334.682.373.631,00. Belanja Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 13.089.787.587.855,00 meningkat sebesar Rp. 1.562.626.576.308,00 atau setara dengan 13,56 % dari APBD Induk 2026 sebesar Rp. 11.527.161.011.547,00.

Penerimaan Pembiayaan terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya dirancang Rp. 1.192.890.352.904,00. Pinjaman Daerah Rp. 1.971.193.721.000,00. Pengeluaran Pembiayaan yang terdiri dari penyertaan modal kepada PT BPD Bali Rp. 300.000.000.000,00. Pembayaran utang daerah Rp. 279.095.238.096,00.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Apresiasi Festival Nusantara di GWK

“Dari pemaparan itu kami sepakat menerima untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut terhadap rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fraksi PDI-Perjuangan juga memberikan beberapa masukan di antaranya agar menertibkan gubuk kumuh dan liar yang mana dapat merusak citra daerah pariwisata. Apabila di suatu desa/kelurahan masih terdapat gubuk kumuh dan liar agar Bupati Badung menegur aparatur bawahannya, bila dipandang perlu tukin (tunjangan kinerja)-nya dipotong sebagaimana mestinya.

Mengingat musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi rawan kebakaran, Fraksi PDI-Perjuangan mengusulkan untuk menerbitkan aturan yang melarang penggunaan ilalang atau sejenisnya sebagai atap bangunan yang mudah terbakar oleh sinar matahari dan apabila masih ditemukan penggunaan ilalang agar ijin-ijinnya di-stop karena sudah terbukti akhir-akhir ini telah terjadi kebakaran, contoh: kebakaran lahan, cafe/restaurant gado-gado di wilayah Seminyak Kuta.

Fraksi juga menegaskan demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan agar dilakukan peningkatan pengaspalan, penataan trotoar dan drainase sepanjang jalan Darmawangsa dari Kampial menuju Ungasan Kuta Selatan. Serta untuk mengurai kemacetan di jalan raya Mengwitani, Kapal sampai Sempidi, Fraksi mengusulkan agar jalan dari Desa Kapal menuju Cica Abianbase Mengwi terkait penganggarannya supaya ditindaklanjuti. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca