Denpasar, baliilu.com – Hujan yang melanda Kota Denpasar pada Jumat (1/4) malam mendapat atensi cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar melalui Tim Biru Prokasih di beberapa titik. Hal ini dilaksanakan dengan membersihkan sumbatan sampah pada saluran air yang mengakibatkan genangan.
Adapun giat menyasar beberapa titik, mulai dari saluran air di Jalan A. Yani, saluran air Jalan Kaliasem, saluran air Jalan Tantular Renon, saluran air di kawasan Pemogan, saluran air di Jalan Hang Tuah, Jalan A Yani Utara dan kawasan Jalan Tulad Bilok, Denpasar.
“Semua titik kita pantau, baik dari pengataman lapangan dan aduan atau informasi dari perbekel/lurah ataupun masyarakat. Jika terdapat sumbatan sampah kita atensi langsung, ini untuk mengantisipasi genangan,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, AA Ngurah Bagus Airawata saat dikonfirmasi, Sabtu (2/4).
Lebih lanjut dikatakan, sebagai upaya pencegahan, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR terus menggencarkan pembersihan sungai, jaring sampah dan saluran air. Hal ini lantaran akhir tahun dan awal tahun identik dengan musim penghujan. Karena itu, pembersihan dilaksanakan sebagai upaya antisipasi dalam mencegah meluapnya air sungai atau saluran air akibat adanya sedimentasi, sampah atau benda lainya di sungai.
“Pembersihan ini lebih kepada upaya untuk mengembalikan fungsi sungai yang sebenarnya. Hal ini dilaksanakan secara rutin, sehingga saat debit air meningkat tidak meluap atau sampai menimbulkan genangan di titik tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan dari hasil kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap hari ini ditemukan permasalahan klasik. Masih ditemukan sampah memenuhi sungai dan salter penjaring sampah. Kondisi inilah yang biasanya menimbulkan banjir atau luapan air saat musim penghujan akibat tersumbatnya saluran air.
“Hingga saat ini sampah masih menjadi kendala, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai yang menjadi saluran air,” jelasnya.
Pun demikian, Airawata mengatakan secara umum kondisi sungai dan saluran air di Kota Denpasar sudah baik. Namun, tingginya intensitas hujan dan bertambahnya volume air dengan cepat membuat terjadi genangan di beberapa titik, tetapi pascahujan reda akan segera kembali normal.
“Kita ketahui Denpasar merupakan daerah hilir, selain sedimentasi, pasang surut air laut juga mempengaruhi aliran air menuju muara,” paparnya.
Agung Airawata mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan sungai dan saluran air lainnya. Hal ini mengingat sudah memasuki musim hujan. Selain itu pula, Bali khususnya Kota Denpasar yang bertumpu pada sektor pariwisata juga wajib menjaga kebersihan lingkungan.
“Selain menyebabkan air meluap akibat berkurangnya daya tampung sungai, sampah juga akan bergerak menuju muara, ini akan mengotori pantai, jadi masyarakat dimohon untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sungai atau saluran air,” harapnya. (eka/ags)