Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemprov Bali Raih Peringkat Pertama Pengelolaan JDIH Tingkat Nasional

BALIILU Tayang

:

peghargaan
Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H. Laoly menyerahkan piagam penghargaan peringat I JDIHN Award 2022 untuk Provinsi Bali di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Selasa (18/10). (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali kembali meraih penghargaan dalam upaya memberikan pelayanan berbasis teknologi untuk terciptanya satu data dokumen hukum Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. 

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas kinerja terbaik anggota JDIHN dalam pengelolaan JDIH. Penerima penghargaan untuk tingkat Provinsi diraih Provinsi Bali pada peringkat pertama (I) Nasional untuk Pengelolaan Website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Penghargaan itu diserahkan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H. Laoly pada Pertemuan Nasional Pengelola JDIHN Tahun 2022 sekaligus Penerimaan Penghargaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Award 2022 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Selasa (18/10).

dewa indra
Sekretaris Daerah Provinsi Dewa Made Indra. (Foto: gs)

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Dewa Made Indra, memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara khususnya yang di lingkungan Pemprov Bali, karena telah bekerja keras dalam mewujudkan sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum, dalam memberikan pemahaman kepada pejabat dan staff di lingkungan Pemprov Bali serta masyarakat umum terhadap peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa unsur penilaian pemerintah pusat pada JDIHN dilakukan terkait tata cara pemerintah daerah dalam mengelola organisasi, meningkatkan SDM, koleksi dokumen hukum, teknis pengelolaan dokumentasi hukum, sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi dan komunikasi, pelaporan dan evaluasi berkala sebelum menyampaikan laporan akhir tahun.

Menurut Sekda Dewa Indra penghargaan yang diraih hendaknya dapat menjadi bukti komitmen pengelolaan JDIH Pemerintah Provinsi Bali. Ia berharap ke depan Pemprov Bali tetap termotivasi untuk memperbaiki diri dan menyempurnakan pengelolaan JDIH sehingga menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga  Pemprov Bali dan Pancoran Soccer Field Gelar Event Bola U-20 International Youth Championship 2023

Selanjutnya, dalam acara tersebut yang menduduki peringkat dua dalam Penghargaan JDIHN adalah Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Timur berturut-turut peringkat III-V Nasional untuk Pengelolaan Website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Untuk diketahui, tahun sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali berada pada peringkat terbaik IV untuk tingkat Provinsi setelah peringkat pertama (I) diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, peringkat kedua (II) diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, peringkat ketiga (III) diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan peringkat kelima (V) diraih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh para pengelola JDIH dan sekaligus ucapan terima kasih atas kerja sama, dukungan dan komitmen dalam memajukan JDIH.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh anggota JDIHN untuk memberikan kinerja terbaik dalam pelayanan dokumentasi dan informasi hukum kepada masyarakat.  

“Selamat atas prestasi yang telah dicapai. Semoga dapat menginspirasi anggota JDIHN lainnya untuk meningkatkan pengelolaan JDIHN masing-masing di instansinya,” kata Yasonna. Yasonna berharap, dengan diterbitkannya hasil penilaian kinerja pengelolaan JDIH secara menyeluruh pada semua anggota JDIH pada tahun ini.

“Semua anggota JDIHN dapat melakukan evaluasi internal dan pembenahan dalam pengelolaan JDIH masing-masing,” ujar Yasonna.

Kepada anggota JDIHN yang belum mendapatkan penghargaan, Yasonna berpesan agar hal tersebut tidak melemahkan semangat anggota JDIHN di instansi masing-masing dalam meningkatkan kualitas pengelolaan JDIHN. Sebaliknya, anggota JDIHN lebih terpacu untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan JDIHN. Yasonna mengungkapkan, BPHN akan merilis hasil penilaian kinerja JDIHN di tahun 2022 yang juga bisa dijadikan bahan evaluasi internal dalam rangka pembenahan pengelolaan JDIHN di tahun mendatang. 

Baca Juga  DPRD Bali Sampaikan Catatan Rekomendasi LKPJ 2021 ke Pemprov Bali

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2012 yang mengamanatkan agar JDIHN dapat menjamin terciptanya pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang terpadu dan terintegrasi di berbagai instansi pemerintah maupun instansi lainnya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian Hukum dan HAM RI melalui BPHN memberikan Anugerah JDIHN atau JDIHN Awards bagi anggota JDIHN sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas kinerja dalam mengelola JDIHN. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

PKK Badung Dorong Peran Generasi Muda Dalam Kartini Sustainability Forum 2026

Published

on

By

Kartini Sustainability Forum
HADIRI KSF 2026: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya”, forum ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta melestarikan kearifan lokal Bali.

Hadir mendampingi Asisten Administrasi Umum, Kadis Sosial, Kepala DLHK, Kepala Kesbangpol Badung, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Prokompim, Plt. Camat Abiansemal, serta Perbekel Bongkasa Pertiwi.

Rangkaian acara diawali dengan aksi pelestarian alam berupa penebaran bibit ikan ke aliran sungai, pelepasan burung, hingga penanaman pohon kelapa gading bersama. Selain aksi lingkungan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas isu lingkungan dan peran perempuan. Acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat produksi kerajinan perak di Desa Bongkasa Pertiwi.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi inisiatif FAD Abiansemal dalam mengangkat isu yang relevan dengan tantangan zaman. “Semangat Kartini yang kita peringati dan teladani hingga hari ini adalah semangat pembangunan, keberanian, kemajuan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Tema Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya yang diusung dalam forum ini sangat tepat, karena ketiga hal ini saling berkaitan erat dan menjadi pondasi utama kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. “Anak-anak dan remaja adalah penerus tonggak pembangunan. Melalui wadah seperti ini, kalian tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga warisan alam dan budaya Bali yang indah ini. Pemberdayaan perempuan pun menjadi hal penting, karena perempuan memiliki peran sentral di keluarga, dalam mendidik anak, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita,” tegas Rasniathi

Baca Juga  DPRD Bali Sampaikan Catatan Rekomendasi LKPJ 2021 ke Pemprov Bali

Pihaknya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan sekadar acara seremonial. “PKK Kabupaten Badung akan terus mendukung dan bersinergi penuh dengan Forum Anak Daerah, karena visi kita sama: mewujudkan masyarakat, keluarga, dan generasi muda yang tangguh, berbudaya, serta peduli pada kelestarian alam,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Women Ecopreneurs Market Day: Ruang Bertumbuh Baru bagi Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Akar Rumput

Published

on

By

WEA
Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day ecopddpada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. Acara ini adalah bagian dari Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam membangun produk yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Sejak 2025, para pelaku bisnis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengikuti pendampingan Women Ecopreneurs Lab menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat. Kemudian mendapatkan feedback dan masukan dari para pengunjung maupun calon customer,” ujar Aziza, Founder Kriya Kite.

Dengan menggunakan WEA Eco-entrepreneurship Toolkit, mereka mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta mengevaluasi praktik bisnis lestari mereka. Progres bisnis ini terukur dengan Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan secara langsung dari para pembeli. Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli, jejaring, serta peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau oleh perempuan akar rumput,” ucap Melisa, WEA Indonesia.

Rangkaian Acara Women Ecopreneurs Market Day

Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang untuk membawa proses tersebut lebih dekat dengan publik. Acara ini menghadirkan: 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali; Sesi presentasi bisnis oleh 5 pengusaha Perempuan; Lokakarya interaktif, berupa pewarnaan tekstil alami dan menganyam limbah gedebog pisang; Sesi berjejaring bersama para pengusaha dan komunitas; dan Pertunjukan live music.

Beragam bisnis yang hadir mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berbeda-beda, mulai dari produk upcycle berbahan limbah, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan komunitas perempuan. Melalui Market Day, para pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs 12. (gs/bi)

Baca Juga  Pemprov Bali dan Pancoran Soccer Field Gelar Event Bola U-20 International Youth Championship 2023

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Baca Juga  DPRD Bali Sampaikan Catatan Rekomendasi LKPJ 2021 ke Pemprov Bali

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca