TERIMA: Gubernur Koster saat menerima Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) dari Menkumham Yasonna Laoly, Minggu, 16 Januari 2022 di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar. (Foto: gs)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terima kasih kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna Laoly yang tidak hanya mengeluarkan sertifikat pengakuan terhadap kain tenun endek Bali tetapi juga memakai endek Bali.
Hal itu disampaikan Gubernur saat penyerahan Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) yang dihadiri langsung Menkumham Yasonna Laoly, Minggu, 16 Januari 2022 di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar. Turut hadir Wakil Gubernur Bali Cok Oka Sukawati, para Dirjen Kemenkumham, Kakanwil Kemenkumham Bali, Sekda Bali Dewa Made Indra, jajaran Pemprov Bali, dan para penerima sertifikat dan surat pencatatan kekayaan intelektual.
Gubernur Koster dalam sambutannya lanjut menyampaikan berkat pengakuan dari bapak Menteri dan keluarnya Surat Edaran Gubernur Bali No. 4 Tahun 2020 tentang Penggunaan Busana Kain Tenun Endek atau kain tradisional Bali, sekarang kain endek Bali berkembang cepat sekali, baik motif yang sangat variatif, sangat kaya, ada dari Buleleng, Jembrana, Klungkung, Gianyar, Karangasem, Denpasar, dan semua wilayah yang ada di Bali.
‘’Sekarang, berkat penggunaan endek Bali begitu cepat, tadinya perajin rumahan sudah mati bertahun-tahun kini hidup lagi, tukang jahit yang tadinya kurang laku sekarang laku karena banyak yang mesen jahitan baju endek. Pedagangnya juga makin banyak berkembang, dan pegiat ini adalah pelakunya usaha mikro kecil dan menengah, bukan industri besar,’’ terang Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.
Penggunaan endek Bali begitu cepat berkembang seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali terutama dimotori oleh Ketua Deskranasda bersama Kadisperindag melalui kegiatan aktif fashion dan pameran IKM Bali Bangkit, hingga jajaran kabupaten/kota juga masyarakat semakin banyak menggunakan endek.
‘’Nah ternyata endek Bali dengan hanya pengakuan dari bapak Menteri dan saya mengeluarkan surat edaran, ekonomi rakyatnya berkembang di bawah. Apalagi digunakan oleh Christian Dior tahun 2021. Jadi makin ngetop dia. Jadi endek ini sekarang menjadi sumber perekonomian masyarakat Bali. Masyarakat di bawah sampai ke menengah ke atas, luar biasa dampaknya,’’ paparnya.
Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan dalam tiga tahun sejak menjadi gubernur 2019 telah mengurusi kekayaan intelektual yang sekarang sudah dikeluarkan 149 buah dengan katagori adalah kepemilikan komunal yaitu ekspresi budaya nasional sebanyak 19, indikasi geografis 6, kategori kepemilikan personal pada hak cipta 105, hak paten 2, dan hak merek 17.
‘’Mengapa saya acarakan seperti ini, adalah untuk memotivasi sekaligus menyosialisasikan dan mengedukasi seluruh komponen masyarakat karena di Bali ini banyak sekali pegiat yang inovatif, kreatif dalam bidang pangan, sandang, dan juga industri kerajinan rakyat berbasis budaya,’’ ujar mantan anggota DPRRI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Gubernur Koster dan Menkumham sama-sama mengatakan Hak Kekayaan Intelektual memiliki nilai ekonomis. (Foto: gs)
Lebih dalam disampaikan, masyarakat belum tahu bagaimana pentingnya sertifikat dan pencatatan kekayaan intelektual ini untuk melindungi karyanya. Dan lebih dari itu selain melindungi karyanya, kalau karyanya ini dimanfaatkan oleh orang lain akan mendapatkan nilai ekonomi. Jadi tidak hanya kalau dia berjualan dapat uang tetapi kalau orang lain memanfaatkan karyanya akan dapat kompensasi.
Gubernur mengatakan perlu diingat bahwa ibu Mega luar biasa perhatiannya terhadap kekayaan intelektual ini, sehingga kita diajak berdiskusi di Bali Beach tahun 2019 yang lalu untuk mendorong kekayaan intelektual di Bali ini sebagai perlindungan kepada masyarakat yang memiliki produk-produk kerajinan rakyat baik pangan maupun sandang serta industri lainnya supaya dibuatkan kekayaan intelektualnya.
‘’Secara khusus saya menyampaikan terima kasih kepada bapak Menteri karena sudah memberikan sertifikat kepada saya karena menulis buku Ekonomi Kerthi Bali yang saya susun materinya itu sejak tahun 2016, yang saya tuangkan menjadi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,’’ ujar Gubernur seraya mengatakan sekarang bapak Ketua Bappenas telah menjadikan Ekonomi Kerti Bali sebagai peta jalan transformasi ekonomi Bali yang diluncurkan secara resmi oleh bapak Presiden pada 3 Desember 2021.
Oleh karena itu, Gubernur menegaskan betapa pentingnya hak kekayaan intelektual ini, maka kalau punya karya segera daftarkan, gratis tidak bayar kalau bayar yang akan mengganti itu adalah Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Prosesnya sangat mudah, cepat, karena itu saya mengimbau masyarakat Bali siapa pun juga apakah ada karya milik seseorang milik kelompok itu bisa diwakilkan mewakili pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi sehingga dengan demikian karya tersebut tidak akan dimanfaatkan secara tidak sehat oleh pihak lain dan kemudian dia mendapat manfaat ekonomi. Supaya apa yang menjadi karya-karya baik ini betul-betul memberi manfaat bagi keluarganya bagi masyarakat Bali itu sendiri,’’ ujar Gubernur.
Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan sebagai pribadi dan Menteri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada gubernur dan jajarannya yang telah mendorong para perajin, pemilik usaha, juga kepala daerah untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya baik itu merek, hak cipta. Karena seperti kata gubernur, ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Juga yang telah membangkitkan ekonomi rakyat di tengah pandemi Covid-19. Maka sejak awal perlu kesadaran hukum untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual kita.
Oleh karena itu, Yasonna menyampaikan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, kantor wilayah pelaku industri serta usaha kecil harus terus berperan aktif dan bersinergi guna mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah yang salah satunya memanfaatkan sistem kekayaan intelektual.
Salah satu riset tentang kekayan intelektual, bahwa pendaftaraan kekayaan intelektual di satu negara berbanding positif dengan kemajuan ekonominya, semakin banyak kekayaan intelektual maka negara itu semakin maju.
Kondisi Bali termasuk sangat memanfaatkan pendaftaran kekayaan intelektual salah satu membangkitkan ekonomi rakyat. Dengan masuknya 2.250 permohonan pada 2020, dan meningkat menjadi 4.256 tahun 2021 hal ini terjadinya sinergitas dan tingginya kreativitas serta inovasi Provinsi Bali dalam masa pandemi Covid-19.
Dikatakan, Kementerian Hukum dan HAM pada 6 Januari 2021 telah meluncurkan Persetujuan Otomatis Pencataan Hak Cipta (POPHC). POPHC merupakan inovasi revolusioner DJKI dengan melakukan penyelarasan bisnis proses pencatatan hak cipta terkait prinsip deklaratif sehingga mempersingkat waktu penyelesaian dari hitungan menit ke menit. Pemerintah mencanangkan pada tahun 2022 sebagai tahun hak cipta nasional dengan tema ‘’Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta dalam Mendukung Percepatan Ekonomi Nasional serta Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahaun, Seni dan Sastra’’. (gs/bi)
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)
Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.
“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreigndirectinvestment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada InternationalFinanceCenter itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.
Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.
“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.
Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.
“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).
Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.
“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.
Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.
Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.
Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.
Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)
Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.
“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.
Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)