Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penyumbang Devisa Terbesar, Komisi V Desak Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis Bali

BALIILU Tayang

:

pembangunan bali
RAKER: Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026) di gedung DPR RI. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jakarta, baliilu.com – Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026), menegaskan posisi strategis Bali sebagai tulang punggung pariwisata nasional yang harus dijaga melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

Gubernur Bali Wayan Koster, dalam paparannya menyampaikan bahwa jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara wisatawan domestik dan mancanegara mencapai sekitar 16,3 juta orang.

Menurut Koster, dengan kurs Rp 16.500 per dolar AS, belanja wisatawan asing di Bali mencapai sekitar Rp 176 triliun. Angka tersebut menyumbang lebih dari separuh total devisa pariwisata nasional.

“Ekonomi Bali sangat bergantung pada pariwisata, kontribusinya sekitar 66 persen terhadap PDRB. Karena itu infrastruktur dasar harus dipercepat agar Bali tidak mengalami penurunan kualitas,” tegasnya.

Ia memaparkan sejumlah persoalan mendesak, mulai dari abrasi pantai, kemacetan, krisis air bersih, persoalan sampah, hingga keterbatasan infrastruktur jalan dan pelabuhan. Koster mengusulkan percepatan pembangunan underpass Jimbaran, jalan nasional Pesanggaran–Canggu, jalan wisata Klungkung–Karangasem, jalan lingkar Bali Utara, hingga pembangunan pelabuhan logistik di Karangasem dan Klungkung.

Menurutnya, lonjakan kendaraan dari Jawa ke Bali saat musim libur dan hari raya kerap menyebabkan kemacetan parah akibat keterbatasan kapasitas pelabuhan penyeberangan.

“Kami ingin ada alternatif penyeberangan dari Ketapang langsung ke wilayah Bali utara atau timur agar kepadatan tidak hanya menumpuk di satu titik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa Bali adalah aset nasional yang tidak boleh diabaikan.

“Dari sekitar Rp 176 triliun perputaran ekonomi wisatawan mancanegara, lebih dari setengahnya berasal dari Bali. Kalau Bali ini tidak kita urus dengan baik, angka itu bisa menyusut drastis. Karena kelalaian kita, bukan tidak mungkin kita kehilangan potensi besar tersebut,” kata Lasarus.

Baca Juga  Follow Up Kesepakatan DPR RI dan Pemerintah, Gubernur Koster Temui Tiga Menteri, Pastikan Infrastruktur Bali Segera Dibangun

Ia menilai kebutuhan anggaran untuk menjaga Bali tetap kompetitif sebenarnya relatif kecil dibandingkan kontribusi yang diberikan.

“Untuk pengamanan pantai saja, Bali hanya butuh sekitar Rp 3–4 triliun. Tidak cerdas kalau kita membiarkan potensi sebesar itu hilang hanya karena lalai mengurusnya,” tegasnya.

Lasarus juga menyoroti persoalan aksesibilitas penerbangan domestik yang dinilai masih menyulitkan wisatawan.

“Sekarang ke Bali terasa sulit, terutama untuk wisatawan domestik. Mencari tiket pesawat ke Bali itu susah, pergi susah, pulang juga susah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam memastikan Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakatnya dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Digelar Setiap 5 Tahun, Desa Adat Mengwitani Gelar Rangkaian Karya Yadnya Massal

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah saat menghadiri Karya Yadnya Massal Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9).
SERAHKAN DANAH HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah saat menghadiri Karya Yadnya Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menggelar rangkaian Karya Yadnya Massal, Selasa (1/9). Kegiatan keagamaan berskala besar yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Dalem Brerong, Desa Adat Mengwitani ini meliputi Karya Sawa, Atma Wedana, Mapetik, Menek Kelih, Metatah, hingga Sanan Empeg. Karya massal tersebut menjadi momentum penting bagi krama setempat untuk mengukuhkan nilai gotong-royong sekaligus melestarikan tradisi adat dan agama di tengah modernisasi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi ngias sangga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemerintah dalam ruang adat ini menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk selalu hadir meringankan beban ekonomi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban yadnya, yang juga menjadi pilar utama pelestarian seni, adat, dan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ini merupakan bukti nyata bakti krama Desa Adat Mengwitani kepada para leluhur. “Semoga dengan pelaksanaan karya ini, leluhur kita yang sudah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa/Ida Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa berharap semangat kebersamaan ini dapat terus dijaga oleh masyarakat demi kedamaian wilayah. “Astungkara dengan karya ini juga meningkatkan semangat persatuan dan gotong-royong antar-krama serta memberikan keselamatan dan kerahayuan untuk Desa Adat Mengwitani. Semoga pelaksanaan karya ini berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengwitani I Putu Wendra menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Agustus lalu dan puncaknya akan berlangsung pada 3 September 2026. Berdasarkan awig-awig (aturan adat) di Desa Mengwitani, karya massal ini digelar secara berkala setiap 5 tahun sekali, atau dalam siklus besar 30 tahun sekali. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang kuat antara krama desa dan pemerintah daerah dalam menyukseskan upacara suci ini.

Baca Juga  Gelar Gathering, Pemkot Denpasar Bangun Sinergitas dan Komunikasi dengan Pelaku Pariwisata

Putu Wendra merinci, Karya Sawa dan Atma Wedana kali ini diawali dengan upacara Pengabenan sebanyak 2 sawa, Penglungahan 59, dan Penyekahan 102 sawa. Sedangkan untuk Manusia Yadnya diikuti oleh 57 peserta Mesangih (metatah), 15 peserta Menek Kelih, 76 peserta Mepetik, dan 2 peserta prosesi Sanan Empeg. “Perlu saya jelaskan, prosesi Sanan Empeg itu diperuntukkan kepada seseorang yang ditinggal meninggal oleh kakak dan adik,” jelasnya.

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Badung, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana beserta unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung IB. Gede Widnyana, MDA Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwitani I Nyoman Suardana beserta jajaran perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Tim BPK RI Bali, Pemkab Badung Jalani Pemeriksaan Kepatuhan Semester II 2026

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menerima Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dalam Entry Meeting Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026 di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (2/9).
ENTRY MEETING: Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menerima Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dalam rangka “Entry Meeting” Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (2/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung resmi menerima kedatangan Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali dalam rangka Entry Meeting Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026, Rabu (2/9). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung ini menandai dimulainya rangkaian audit kepatuhan dan efektivitas terhadap sejumlah program prioritas daerah.

Kehadiran rombongan BPK RI Bali dipimpin oleh Kepala Bidang Pemeriksaan Bali I, Ikhsan Aprian, yang hadir mewakili Kepala BPK Perwakilan Bali. Kedatangan tim auditor ini diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang didampingi oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta serta Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB. Surya Suamba.

Kabid Pemeriksaan Bali I BPK Bali, Ikhsan Aprian, memaparkan bahwa terdapat tiga agenda pemeriksaan pendahuluan yang akan dilaksanakan di lingkungan Pemkab Badung. Proses audit ini dijadwalkan berlangsung selama 35 hari kalender, terhitung mulai tanggal 31 Agustus hingga 4 Oktober 2026.

Agenda pertama meliputi pemeriksaan kepatuhan penyelenggaraan penataan ruang dalam mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta prioritas nasional lainnya tahun 2024 sampai semester I tahun 2026. Agenda kedua difokuskan pada efektivitas penyelenggaraan kepariwisataan oleh pemerintah daerah di kawasan strategis pariwisata nasional dan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sampai semester I tahun 2026.

“Dan yang ketiga, efektivitas peran Pemerintah Kabupaten Badung dan pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam mendukung penyediaan layanan air minum tahun 2025 sampai dengan semester I tahun 2026,” jelas Ikhsan Aprian.

Bupati I Wayan Adi Arnawa menyambut baik dimulainya proses audit ini sebagai langkah krusial untuk melakukan check and balance terhadap kebijakan program yang telah dijalankan. Ia menegaskan pentingnya evaluasi eksternal demi menyempurnakan performa tiga sektor utama yang menjadi objek pemeriksaan tersebut.

Baca Juga  Program Gubernur Bali "In Line" dengan Presiden Prabowo, Koster: Sejalan Asta Cita, Harmoni antara Budaya dan Alam

“Tentu harapan kita nanti ada satu hasil yang mana bisa dijadikan sebagai satu pedoman buat kami di Pemkab Badung untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik khususnya dalam tiga hal tadi itu. Saya meminta kepada seluruh OPD di Pemkab Badung untuk kooperatif serta mendukung penuh kelancaran tugas BPK selama proses pemeriksaan berlangsung,” tegas Adi Arnawa.

Pada kesempatan tersebut, BPK RI Perwakilan Bali turut menyerahkan Surat Tugas pemeriksaan secara resmi kepada Pemkab Badung yang diterima langsung oleh Bupati. Pertemuan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung serta jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasca Kebakaran Jalan Nakula, Pemkot Denpasar Perkuat Penanganan Korban

Pastikan Kesehatan dan Bantuan Dasar Terpenuhi

Loading

Published

on

By

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar melakukan pemadaman api di lokasi pasca kebakaran Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Rabu (2/9/2026).
KEBAKARAN: Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar saat melakukan pemadaman api di lokasi pasca kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Rabu (2/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan perhatian dan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod. Selain memastikan proses pemadaman berjalan maksimal, Pemkot Denpasar melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bergerak memberikan layanan kesehatan, bantuan logistik, makanan, hingga pendampingan psikososial bagi para korban.

Penanganan warga terdampak dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta OPD terkait lainnya. Pemeriksaan kesehatan juga diberikan secara berkala, khususnya bagi warga yang terdampak paparan asap selama kejadian kebakaran.

Dinas Sosial Kota Denpasar juga terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap keberadaan warga terdampak, termasuk mereka yang memilih mengungsi sementara di rumah kerabat. Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan tetap dapat disalurkan dan tidak ada warga terdampak yang luput dari perhatian pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi,” ujar Laxmy.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan asesmen sekaligus pemutakhiran data untuk mengetahui jumlah warga terdampak yang berasal dari dalam maupun luar Bali. Asesmen tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan penanganan lanjutan bagi para korban.

“Dari hasil asesmen nantinya, untuk warga yang tidak memiliki penunjukan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal,” jelasnya.

Sementara itu, Sudiatmika menambahkan, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak. Pada Selasa (1/9), bantuan awal berupa matras dan kebutuhan dasar telah diberikan kepada warga yang mengungsi.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harap Kunjungan Media Tiongkok Bisa Pulihkan Pariwisata Bali Pascapandemi Covid-19

Selain bantuan dari masyarakat berupa sembako dan pakaian layak pakai, Dinas Sosial juga mendistribusikan family kit untuk kebutuhan balita, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya, termasuk alas tidur dan selimut.

Pendampingan terhadap warga juga terus dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban yang masih berada di tempat pengungsian. Pemkot Denpasar memastikan proses penanganan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikososial masyarakat yang terdampak.

Di sisi lain, proses pemadaman kebakaran di Jalan Nakula hingga Rabu (2/9) siang masih berlangsung. Untuk mempercepat penanganan titik api yang berada di bawah tumpukan puing dan sampah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mendatangkan tiga unit ekskavator untuk melakukan penggarukan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan ekskavator diperlukan agar titik api yang berada di bawah tumpukan material dapat dijangkau.

“Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot,” katanya.

Menurut Tirana, teknik tersebut juga pernah diterapkan dalam penanganan kebakaran di TPA Suwung dan dinilai lebih efektif untuk memastikan titik api di bawah tumpukan material dapat benar-benar padam.

Ia memperkirakan apabila proses penggarukan berjalan sesuai rencana, api dapat benar-benar padam pada Kamis (3/9) pagi. Saat ini titik api disebut telah berkurang dan sebagian besar yang terlihat hanya berupa asap.

Armada Damkar Kota Denpasar yang masih dilibatkan dalam penanganan mencapai sembilan unit, sementara dari sebelumnya sebanyak 12 unit. Selain itu, tiga unit armada Damkar Kabupaten Badung turut diperbantukan.

Pemkot Denpasar memastikan penanganan pascakebakaran akan terus dilakukan secara bertahap, mulai dari memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendataan, hingga pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Musda Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di Nusa Dua

Dengan sinergi lintas OPD dan dukungan masyarakat, Pemkot Denpasar berkomitmen memastikan warga terdampak mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan hingga proses pemulihan berjalan dengan baik. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca