Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Perda 5/2020, Gubernur Koster Bentuk Portal Satu Pintu untuk Integrasikan Seluruh Pemangku Kepentingan Pariwisata

BALIILU Tayang

:

de
TERBITKAN PERDA 5/2020: Gubernur Koster mensosialisasikan Perda No. 5/2020 didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokoda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekda Bali Dewa Made Indra di Puri Ubud, Sabtu (8/8-2020).

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka mempertegas dan memperkuat komitmen penyelenggaraan kepariwisataan  berbasis budaya Bali yang berorientasi pada kualitas, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali. Dimana penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya Bali perlu ditata secara komprehensif sesuai dengan visi pembangunan daerah  Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali. Pada acara Sosialisasi Perda No. 5/2020 ini Gubernur Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokoda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekda Bali Dewa Made Indra di Puri Ubud, Sabtu (8/8-2020).

Gubernur Bali Wayan Koster lanjut memaparkan tujuan diterbitkannya Perda ini, selain berorientasi pada kualitas, kepariwisataan Bali juga berorientasi pada keberlanjutan dan daya saing, sehingga diperlukan standar penyelenggaraan kepariwisataan dengan memperhatikan filosofi Tri Hita Karana yang bersumber dari nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sad Kerthi

Standar  tersebut meliputi: ramah  lingkungan; keberlanjutan; keseimbangan; keberpihakan pada sumber daya lokal;  kemandirian; kerakyatan; kebersamaan; partisipatif;  transparansi; akuntabel; dan manfaat; yang diselenggarakan dalam  satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini mengatakan peningkatan kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali, meliputi:  kualitas destinasi  pariwisata;  kualitas industri  pariwisata;  kualitas pemasaran pariwisata; dan  kualitas kelembagaan  pariwisata, yang  dilakukan melalui pemenuhan standar produk, pelayanan, sarana prasarana, keamanan, keselamatan dan kesehatan serta pemanfaatan perkembangan kemajuan teknologi digital.

Adapun ruang lingkup meliputi:  destinasi  pariwisata;  industri  pariwisata; pemasaran  pariwisata;  kelembagaan pariwisata;  penyelenggaraan kepariwisataan budaya  Bali;  penyelenggaraan pariwisata digital budaya  Bali;  pencegahan, penanganan bencana atau keadaan darurat, dan pemulihan kepariwisataan budaya Bali pasca bencana atau keadaan darurat;  pembinaan dan pengawasan; peran aktif masyarakat; penghargaan; dan pendanaan.

Baca Juga  Pasek Bali Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Kediri di Bali

Komponen destinasi pariwisata meliputi:  DTW;  desa  wisata;  aksesibilitas;  dan sarana, prasarana umum, dan fasilitas pariwisata.  DTW dan desa wisata  meliputi: alam;  budaya;  spiritual;  dan  buatan.  Aksesibilitas meliputi:  sarana transportasi angkutan jalan, sungai, danau, penyeberangan,  dan  angkutan  laut;  prasarana transportasi angkutan jalan, sungai,  danau,  penyeberangan, dan angkutan laut;  dan  sistem transportasi angkutan jalan, sungai, danau, penyeberangan,  dan angkutan laut.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini menekankan hal baru dan sangat penting  yang diatur dalam Perda ini adalah penyelenggaraan pariwisata digital budaya Bali, meliputi:  inspirasi  pariwisata; kedatangan wisatawan;  destinasi dan kegiatan  pariwisata;  perlakuan  wisatawan pasca kunjungan; Portal Satu Pintu Pariwisata Bali; dan  dokumentasi  digital kepariwisataan budaya Bali.

‘’Kami membentuk Portal Satu Pintu Pariwisata Bali untuk mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan pariwisata yang terdiri dari usaha jasa pariwisata, pemerintah, dan masyarakat,’’ terang Gubernur Koster. 

Portal Satu Pintu Pariwisata Bali meliputi: reservasi hotel/penginapan;  tiket elektronik (e-ticketing) destinasi wisata;  transportasi  online; pasar digital (marketplace) pariwisata Bali;  integrasi pembayaran non-tunai (cashless); dan  bidang lain sesuai dengan perkembangan industri pariwisata Bali. Ketentuan mengenai Portal Satu Pintu Pariwisata Bali diatur dalam Peraturan Gubernur.

Setiap usaha jasa pariwisata di Bali wajib mendaftarkan diri pada Portal Satu Pintu Pariwisata Bali yang menjual produk/layanannya kepada pihak lain secara  online dan offline.  Selanjutnya, setiap usaha jasa pariwisata yang melakukan transaksi penjualan produk dan/atau pertukaran informasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha jasa lainnya wajib melalui Portal Satu Pintu Pariwisata Bali. 

Demikian halnya, setiap usaha jasa  lainnya  dapat menjual produk jasa pariwisata Bali dengan melakukan kerjasama kemitraan dengan Portal Satu Pintu Pariwisata Bali. 

Baca Juga  Tingkat Sembuh Capai 69,29%, Wagub Cok Ace: Siapkan Diri Bangun Kembali Pariwisata Bali

Ditegaskan, Portal Satu Pintu Pariwisata Bali tidak boleh melakukan penjualan secara langsung kepada wisatawan.  Kemitraan dibangun seluas-seluasnya dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata Bali baik perorangan maupun badan usaha  secara terbuka dan transparan.  Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran dan kemitraan diatur dalam Peraturan Gubernur.

Kedatangan wisatawan,  meliputi:  keanggotaan elektronik (e-membership) Pariwisata Digital Bali;  teknologi digital untuk pemandu kedatangan wisatawan; teknologi digital untuk Sistem Keamanan Terpadu Wisatawan;  layanan digital reservasi  hotel;  layanan digital transportasi  online dan desa adat;  pasar digital (marketplace) pariwisata Bali; dan  teknologi atau layanan digital lainnya untuk kedatangan wisatawan.

Destinasi dan kegiatan wisata meliputi:  tiket elektronik (e-ticketing)  destinasi dan pertunjukkan wisata;  teknologi digital untuk pemandu dan eksplorasi destinasi wisata;  presentasi layar sentuh untuk situs dan kegiatan sakral;  layanan ekosistem tertutup  pariwisata berbasis non-tunai (cashless) terintegerasi dengan sistem pajak hotel dan restoran;  testimoni objek wisata berbasis penghargaan; dan teknologi digital lainnya untuk destinasi dan aktivitas wisata. 

Perlakuan wisatawan pasca perjalanan, dengan manajemen hubungan pelanggan terintegrasi, meliputi:  indeks kepuasan wisatawan;  program loyalitas wisatawan; dan  sistem penghargaan wisatawan.

Gubernur Koster menetapkan kebijakan pencegahan, penanganan bencana atau keadaan darurat, dan pemulihan kepariwisataan budaya Bali dari akibat bencana atau keadaan darurat. Kebijakan mencakup program, aksi, dan protokol pencegahan, penanganan, dan pemulihan dari akibat kebencanaan.

Masyarakat dapat berperan aktif dalam pelaksanaan Peraturan Daerah  ini.  Peran aktif masyarakat dapat dilakukan secara perorangan dan  terorganisasi.

Selain itu, Gubernur Koster memberikan penghargaan kepada perseorangan, organisasi pariwisata, serta badan  usaha yang berprestasi luar biasa atau berjasa besar dalam meningkatkan pembangunan, kepeloporan, dan pengabdian di bidang kepariwisataan budaya Bali. (gs)

Baca Juga  Gubernur Bali Keluarkan Surat Edaran 7194 /2020, Seluruh Siswa Belajar di Rumah 14 Hari

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Pidato Koster di Program Pelatihan Regional Singapore-IEA, Wujudkan Bali Mandiri Energi dengan Energi Baru dan Terbarukan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  KWT Puspasari Klungkung: Pasar Gotong-Royong Menyemangati Petani

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tingkat Sembuh Capai 69,29%, Wagub Cok Ace: Siapkan Diri Bangun Kembali Pariwisata Bali
Lanjutkan Membaca