Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pesan Koster di Hari Koperasi Ke-73, Beri Harapan Besar buat Pelaku Koperasi dan UMKM Bali

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

BARU satu tahun sepuluh bulan menjabat sebagai Gubernur Bali, atau tepatnya dilantik 5 September 2018 lalu, Gubernur Bali Wayan Koster telah melakukan banyak perubahan terhadap tanah Bali. Di awal-awal tahun pertama dan kedua, Gubernur Koster fokus mewujudkan visi Bali era baru yakni menjaga keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali. Dimensi yang paling fundamental buat Bali, yang menjadi ekosistem kehidupan masyarakat yang ada di Bali.

‘’Tahun ketiga saya akan focus ke masalah ekonomi termasuk koperasi dan UMKM. Saya serius betul ingin cepat membangun Bali yang fundamental, kalau biasa-biasa bukan saya orangnya, sorry ya,’’ ujar Gubernur Koster di depan pelaku koperasi dan UMKM saat memberikan sambutan peringatan Hari Koperasi ke-73 dan UMKM Nasional ke-5 Tahun 2020 di Provinsi Bali bertajuk ‘Tatanan Kehidupan Era Baru Kebangkitan Koperasi sebagai Rumah Besar Pemberdayaan UMKM’ yang diselenggarakan di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/7-2020).

Untuk menuju Bali era baru seperti yang diidamkannya, Gubernur Koster mewujudkannya dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana. Artinya, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, niskala dan sekala sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno.

Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan dengan menyelenggarakan pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

‘’Kalau ini didalami kaya sekali muatannya. Maka di dalam mewujudkan visi ini telah dirumuskan 22 misi, yang salah satunya adalah membangun kekuatan perekonomian rakyat Bali berbasis kerakyatan, berbasis kerajinan, berbasis kearifan lokal yang berpihak kepada sumber daya lokal Bali,’’ ujar mantan anggota DPRRI tiga periode ini.

Gubernur Koster menandaskan visi ini diwujudkan untuk menuju Bali era baru. Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru masyarakat yang diisi dengan suatu spirit baru, suatu nilai-nilai baru, suatu gerakan baru yang berpihak kepada sumber daya lokal, kearifan lokal, bergerak maju ke depan dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dengan modernisasi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dalam berbagai aspek.

Gubernur Koster yang juga menjabat ketua DPD PDIP Bali ini mengatakan pembangunan Bali era baru mencakup tiga dimensi utama. Pertama, menjaga keseimbangan alam, manusia dan kebudayaan Bali yang disebut dengan genuine-nya Bali, originalnya Bali. Kedua, memenuhi kehidupan kebutuhan dasar  krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya harapan dan aspirasinya. Dimensi yang ketiga adalah menyiapkan manajemen resiko dalam menghadapi tantangan dan permasalahan yang akan muncul, baik yang berdampak positif maupun negatif di masa yang akan datang, baik dalam era berskala lokal, nasional maupun global. Inilah yang kemudian dijabarkan dalam lima program prioritas.

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Sapa Kader PKK Se-Bali, Senin 25 Januari

Prioritas pertama bidang pangan, sandang dan papan. Kedua kesehatan dan pendidikan, ketiga adalah jaminan sosial dan ketenagakerjaan, keempat bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, dan prioritas kelima adalah pariwisata.

‘’Kemudian juga infrastruktur pendukung untuk lima bidang prioritas tersebut, termasuk infrastruktur darat, laut, udara secara terintegrasi dan terkoneksi di seluruh Bali. Ini gambaran besarnya pak. Bali yang akan saya jalankan dalam lima tahun kepemimpinan saya,’’ ujar Gubernur Koster di depan pelaku koperasi dan UMKM.

Oleh karena itu, sejak dilantik sebagai gubernur 5 September 2018, terpilih dengan memperoleh suara 57,68 persen, buat Koster bukan soal dipilih dan tidak, bahwa koperasi adalah satu dimensi yang menjadi perhatian seriusnya dalam kaitan dengan perekonomian di Bali yang berbasis pada ekonomi kerakyatan.

Di awal-awal tahun pertama dan kedua, Gubernur Koster memang fokus pada dimensi pertama yakni menjaga keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali. Karena ini yang paling fundamental, paling strategis, yang paling prinsip di Bali. Ini modal kita yang sekaligus menjadi ekosistem kehidupan masyarakat yang ada di Bali.

Langkah pertama yang dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan Pergub No. 79 Tahun 2018 tentang penggunaan busana adat Bali. Apa yang mau dibangun dari pergub ini adalah membangun kecintaan, kebanggaan, memperkuat harga diri, dengan identitas budayanya, salah satunya adalah busana adat Bali. Busana adat Bali adalah simbol identitas bagi budaya yang harus dikenakan kepada krama Bali.

’Astungkara, pergub ini dimana hari Kamis harus berbusana adat Bali, hari Purnama Tilem harus berbusana adat Bali, hari jadi Pemprov Bali kabupaten/kota harus berbusana adat Bali, dan tambah lagi saya perluas dengan surat edaran setiap event nasional dan internasional yang dilaksanakan di Bali minimum panitia penyelenggaranya harus berbusana adat Bali atau busana nusantara,’’ ujar orang nomor satu di Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Baca Juga  Gubernur Koster Terima 5.000 Paket Bantuan dari PT Pelindo III

Ternyata respons terhadap pergub ini bagus. Sekarang orang senang berbusana adat Bali. Pergub yang tujuannya mengangkat identitas Bali dengan busana adat Balinya ternyata menimbulkan dampak ekonomi kerakyatan buat masyarakat. Perajin busana adat Bali sekarang tumbuh di mana-mana, di Klungkung, Karangasem, Jembrana, Denpasar, Gianyar , Buleleng, di Bangli. Pedagang dan toko-toko busana adat Bali tumbuh semarak.

Kreasinya berkembang dan fasionnya pun berkembang. Selain membangkitkan kecintaan pada budaya, ekonominya juga tumbuh. Ekonomi yang berbasis kerakyatan lagi. Di sini IKM, UMKM, koperasi masuk semua, di antaranya prioritas masalah sandang. Gubernur juga telah menunjukkan keberpihakannya terhadap UMKM, salah satunya dengan menggratiskan stan UMKM di ajang Pesta Kesenian Bali yang total biasanya mendapat pemasukan 1,5 milyar ke APBD.

Buat Gubernur Koster, PKB bukan tempat mencari uang, tetapi tempat untuk menolong orang. Untuk meningkatkan pendapatan daerah ia punya strategi. 1 tahun menjabat dapat 700 milyar belum lagi mendapatkan akses anggaran dari kementerian di Jakarta karena pergaulannya yang bagus. Semua pembangunan infrastruktur jalan beratus-ratus milyar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

de
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Koster menyerahkan badan hukum koperasi kepada tiga koperasi dan penghargaan koperasi berkinerja dengan baik kepada 15 koperasi se-Bali, Selasa (14/7).

Gubernur memaparkan beberapa pembangunan infrastruktur dalam dua tahun ini sedang berjalan dan akan terus berjalan untuk mewujudkan Bali era baru. Di antaranya shortcut 7, 8, 9, 10, pelabuhan segitiga Sanur-Nusa Penida- Nusa Lembongan, penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, tol Jembrana Denpasar, kereta api Bandara Ngurah Rai-Kubutambahan Buleleng, Pelabuhan Benoa.

Untuk pembangunan pelabuhan segitiga Sanur-Nusa Penida – Lembongan rencana ground breaking dilakukan 3 Agustus ini dengan anggaran tahun 2020-2021 Rp 450 milyar dan selesai 2021.

Sedangkan untuk shortcut tahun ini akan ditender lagi titik 7, 8 dan lanjut titik 9 dan 10 paling lambat 2022 selesai. ‘’Kalau saya berencana penuh perhitungan. Sing dadi satua-satua den kalau saya ngomong pasti akan saya wujudkan. Uling pidan shortcut itu menjadi visi setiap pilkada, kuale sing ada taen mejalan. Setelah Gubernur Wayan Koster mare nyidaang mejalan,’’ ujarnya.

Pembangunan infrastruktur ini sekaligus memberikan harapan pada pelaku koperasi. Gubernur lanjut segera membangun tol Gilimanuk-Denpasar dimana akhir tahun ini pembebasan lahan. Maret 2021 rencananya ground breaking 1 ruas dari Pekutatan ke Tabanan sepanjang 40 km. Tahap berikut dari Gilimanuk ke Pekutatan. ‘’Jalur tolnya sudah presentasi. Kalau ini ada swasta yang bangun. Pak Menteri PU dukung penuh,’’ tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Peresmian 121 Posyankumhamdes di Bali oleh Kemenkumham RI

Terus, kereta api dari Bandara Ngurah Rai ­- Sunset Road, ke Mengwi Tani, Singapadu, Ubud, Tegalalang, kemudian Catur, Kubutambahan Buleleng. ‘’Saya rancang dulu itu, akan dibangun BUMN bekerja sama dengan swasta sudah mulai dibuat disain jalurnya,’’ tambahnya.

Begitu juga Pelabuhan  Benoa dikembangkan bersama Menteri BUMN dimana disain total berganti harus persetujuan gubernur. Nanti ada tempat UMKM, ada tempat untuk koperasi majang di sana. ‘’Tempatnya itu saya upayakan tanpa biaya sewa,’’ ujarnya.

Yang berikut adalah pembangunan Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Tahun ini berjalan sudah tender manajemen konstruksi, bulan September tender fisik/konstruksinya. Di kawasan Besakih akan ada parkir besar 4 lantai ke bawah di Manik Mas, kemudian akan ditata bencingah-nya yang saat ini terkesan romon, toiletnya banyak. ‘’Sekarang sudah dibuat disain, sudah keren, keren, keren…keren banget,’’ ujar Koster sambil mengancungkan jempol.

Parkir saja menghabiskan dana Rp 500 milyar dari Menteri PU,  pembebasan tanah tahun ini selesai menghabiskan dana Rp 103 milyar dari Pemprov Bali. Untuk penataan bencingah baik penataan kios, warung dan pembebasan tanah senilai 61 milyar akan dibayar di perubahan ini. Anggaran pembangunannya sekitar 250 milyar dari APBD Bali 2021. Jadi pembangunan di Besakih akan selesai akhir 2021.

‘’Len nyanan pak (beda nanti pak, red), akan ada koperasi, ada kios-kios tertata rapi, indah dengan tamannya supaya betul-betul agung dan suci wilayah itu dengan parahyangannya. Itu yang sedang saya pikirkan. 500 milyar fisiknya di parkir, 250 milyar di bencingah sama margi agung, pembebasan lahan 103 milyar dan 61 milyar, jumlahnya hampir 1 triliun,‘’ ungkapnya sembari mengatakan akan jadi wahana untuk fasilitasi UMKM dan koperasi.

Gubernur menandaskan dalam dua tahun ini, ia sedang konsentrasi menata regulasi perda dan pergub untuk pembangunan Bali lima tahun dan astungkara 10 tahun. Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dua tahun ini, perda dan pergubnya sekarang sudah selesai 15 perda, 12 sudah diberlakukan dan 3 lagi masih proses. Perda Kelautan, Perda Perindustrian dan Perda Rencana Umum Energi Daerah. ‘’Saya target akhir Agustus harus selesai,’’ ucapnya.

Sedangkan dari 24 pergub, 23 sudah selesai dan 1 lagi belum karena mendadak dibikin gara-gara PMI yang banyak bekerja di luar negeri totalnya 22 ribu. Pergub ini tentang sistem perlindungan pekerja migran Indonesia krama Bali supaya mereka nyaman mendapat perlindungan.  Para PMI akan dikonek dalam satu sistem digital sehingga mudah berkomunikasi.

‘’Dua tahun ini akan saya tuntaskan. Inilah satu regulasi totalnya 35 akan dipakai menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif untuk ke depan baik alam, budaya dan manusianya mencakup lima bidang prioritas termasuk koperasi.

Keberpihakan Gubernur Koster terhadap sumber daya lokal Bali bahwa koperasi-UMKM ini harus dibangun dari hulu sampai ke hilir. Pelakunya mesti orang-orang lokal Bali. Karena itu, koperasi ini harus berbasis pada potensi lokal Bali. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pangdam IX/Udayana Resmi Buka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira

Hadirkan Hiburan, UMKM, dan Semangat Persatuan

Loading

Published

on

By

Nobar Bola Gembira
BUKA FESTIVAL RAKYAT: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meninjau stan kuliner usai membuka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung), Jalan Udayana, Denpasar, Bali, Rabu (15/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto secara resmi membuka Festival Rakyat Nobar Bola Gembira di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung), Jalan Udayana, Denpasar, Bali, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026 tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang edukatif, produktif, sekaligus menghibur.

Festival Rakyat Nobar Bola Gembira merupakan program inisiasi Markas Besar TNI yang diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Kodam IX/Udayana, LPP TVRI, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali. Selain menghadirkan nonton bareng pertandingan sepak bola, festival ini juga diramaikan dengan bazar UMKM, donor darah, pelayanan cek kesehatan gratis, permainan interaktif, playground anak, pameran alutsista TNI, hiburan musik, pertunjukan bondres, penampilan band lokal Bali, kompetisi E-Sport, senam Zumba, hingga yoga.

Ketua Kadin Provinsi Bali, I Made Ariandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kodam IX/Udayana yang telah melibatkan Kadin dalam penyelenggaraan Festival Rakyat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kadin Bali telah memfasilitasi keikutsertaan sekitar 100 pelaku UMKM untuk berpartisipasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperluas promosi produk-produk lokal Bali.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Rakyat Nobar Bola Gembira tidak hanya mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan sektor UMKM.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Rakyat Nobar Bola Gembira, serta mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Baca Juga  Ny. Selly Mantra: Aktifkan Peran Bunda PAUD Mendidik Anak di Masa Pandemi Covid

Pangdam menegaskan bahwa Festival Rakyat menjadi sarana yang sangat strategis untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga sekaligus berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa.

“Festival ini bukan sekadar menghadirkan hiburan melalui nonton bareng sepak bola, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui kehadiran UMKM binaan Kadin Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Di sisi lain, berbagai pertunjukan seni budaya yang ditampilkan merupakan bentuk komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal di tengah semangat persatuan,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menitipkan pesan kebangsaan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong-royong, serta menjadikan nilai-nilai sportivitas sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana akan terus memperkuat sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

“Kodam IX/Udayana akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Mari kita nikmati euforia pertandingan ini dengan penuh kegembiraan, tetap menjaga keamanan, menghindari segala bentuk provokasi, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Pembukaan Festival Rakyat Nobar Bola Gembira turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bali, Walikota Denpasar, serta jajaran pejabat Kodam IX/Udayana, di antaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, serta para Komandan/Kabalakdam IX/Udayana.

Melalui Festival Rakyat Nobar Bola Gembira, Kodam IX/Udayana tidak hanya menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM, melestarikan budaya lokal, serta memperkokoh semangat persatuan dan kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin maju. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Jangan Jejali Anak dengan Apa yang Kita Inginkan, tapi Berikan Apa yang Mereka Butuhkan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Indonesia Solar Summit 2026: Kepastian Kebijakan dan Proyek Layak Pembiayaan Jadi Kunci Percepatan Investasi Energi Surya

Published

on

By

indonesia solar summit
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pengembangan energi surya menjadi semakin penting di tengah krisis energi fosil dan gejolak geopolitik. Kondisi tersebut memberikan dua pelajaran penting bagi Indonesia. Pertama, ketergantungan terhadap impor energi fosil dapat mengancam keamanan dan ketahanan energi nasional. Kedua, ketahanan energi yang lebih kuat dapat dibangun dengan memanfaatkan sumber energi bersih yang tersedia di dalam negeri. Hal ini menjadi pesan utama dalam gelaran hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 pada Rabu (15/7) yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali, dan Dewan Energi Nasional (DEN).

Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kemenko Perekonomian, Sunandar, menyampaikan bahwa Indonesia perlu mempercepat dan memperluas pengembangan energi surya agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Upaya tersebut tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan pembangkit, tetapi juga perlu memperhatikan seluruh proses pengembangannya.

“Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat. Koordinasi antarpihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan pendekatan yang tepat bagi pemerintah. Melalui koordinasi yang baik, ambisi pengembangan energi surya dapat diterjemahkan menjadi pelaksanaan yang lebih terarah,” tegas Sunandar.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menjelaskan investor tidak hanya berinvestasi berdasarkan besarnya potensi. Investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko yang dapat dikelola, proyek yang layak dibiayai, serta tingkat pengembalian yang wajar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tantangan utama Indonesia bukan lagi membuktikan besarnya potensi energi surya, melainkan mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.

Baca Juga  Update Covid-19 (9/7) di Bali, Jumlah Pasien Sembuh makin Meningkat, Hari Ini Bertambah 92 Orang

“Investasi pembangkit energi surya perlu berjalan bersama dengan pembangunan transmisi, interkoneksi, digitalisasi jaringan, dan sistem penyimpanan energi. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan,” papar Fabby.

IESR menilai terdapat tiga aspek penting yang perlu diperkuat untuk mendorong implementasi energi surya di Indonesia. Pertama, kepastian kebijakan dan target besar yang diterjemahkan dalam ketersediaan pipeline proyek yang jelas. Kepastian ini memberikan sinyal ada investor bahwa iklim investasi di Indonesia stabil, mereka juga perlu mengetahui kapan proyek akan dilaksanakan, lokasi proyek, serta kapasitas yang akan dibangun setiap tahun. Informasi tersebut dibutuhkan agar investor dapat menyiapkan modal, rantai pasok, dan tenaga kerja sejak awal.

Kedua, identifikasi proyek yang bankable dan ketersediaan instrumen pembiayaan yang menarik dan meringankan seperti concessional loan dan blended finance. Ketiga, proses pengadaan yang efisien, termasuk kejelasan kontrak dengan pembagian risiko yang adil hingga teknis jual beli listrik seperti mekanisme curtailment.

Dalam gelaran hari kedua ISS 2026, IESR juga memaparkan hasil kajian bertajuk The Technological and Economic Potential of Developing Floating Solar Power Plants in the Indonesian Archipelago, yang menggarisbawahi pembangkit listrik tenaga surya terapung atau floating solar photovoltaic (FPV) dapat menjadi salah satu solusi penting untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di Indonesia. Teknologi ini membuka peluang pengembangan PLTS di waduk, danau, serta kawasan perairan dekat pantai, sehingga dapat mengurangi kebutuhan lahan darat yang sering menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan PLTS skala besar.

Berdasarkan pemodelan IESR, Indonesia memiliki potensi PLTS terapung yang layak secara finansial sebesar 77,8 GW di 179 lokasi. Potensi ini terdiri dari 42,5 GW PLTS terapung inland di 143 lokasi dan 35,3 GW PLTS terapung nearshore di 36 lokasi. Perhitungan keekonomian ini menggunakan indikator equity internal rate of return (EIRR) yang dibandingkan dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC), serta mengacu pada asumsi harga listrik berdasarkan Perpres 112/2022.

Baca Juga  Ny. Selly Mantra: Aktifkan Peran Bunda PAUD Mendidik Anak di Masa Pandemi Covid

“Pengembangan PLTS terapung penting untuk mendukung target besar Indonesia dalam mempercepat energi surya, termasuk program PLTS 100 GW. Jika dirancang dengan baik, PLTS terapung dapat menjadi bagian dari solusi untuk menyediakan listrik bersih bagi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sistem kelistrikan daerah, hingga pengganti pembangkit fosil yang memasuki masa pensiun,” ujar Fabby.

Untuk itu, IESR mendorong integrasi lokasi potensial PLTS terapung dengan dokumen perencanaan energi, tata ruang darat, dan tata ruang laut. Untuk PLTS terapung di waduk atau danau, aspek izin pemanfaatan sumber daya air perlu disederhanakan. Sementara untuk PLTS terapung nearshore, proses perizinan ruang laut dan navigasi laut perlu dibuat lebih jelas agar tidak menghambat investasi.

IESR juga mendorong penggunaan mekanisme reverse auction atau lelang terbalik yang kompetitif berbasis harga untuk mempercepat pengembangan PLTS terapung. Mekanisme ini bersyarat, di mana pemerintah terlebih dahulu menyiapkan kajian kelayakan awal sehingga pengembang dapat berkompetisi pada aspek harga, teknologi, dan kemampuan implementasi. Mekanisme ini dapat membantu menghasilkan tarif yang lebih kompetitif dan mempercepat proyek-proyek yang sudah siap dikembangkan.

IESR telah menyelenggarakan Indonesia Solar Summit (ISS) setiap tahun sejak 2022. Edisi kelima ISS pada 2026 terselenggara atas kerja sama IESR dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Energi Nasional serta Pemerintah Provinsi Bali, dan didukung oleh Climate Group RE100, iForte Energy, dan Greenvolt Power Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Kunjungan Wagub Sulut, Wagub Giri Prasta Dorong Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Berkualitas

Published

on

By

giri prasta
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (15/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (15/7).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengalaman Bali dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan, mulai dari penataan destinasi, penguatan kelembagaan, hingga regulasi pendukung. Menurutnya, keberhasilan Bali dalam mengembangkan sektor pariwisata menjadi referensi penting bagi Sulawesi Utara yang saat ini tengah mengakselerasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

“Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali. Kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin Kabupaten Badung berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan. Pengalaman tersebut tentu menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mendukung pengembangan KEK Likupang melalui pembangunan Politeknik Pariwisata sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Selain itu, Sulawesi Utara terus mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok dan Korea Selatan, yang didukung penerbangan langsung dari Manado ke sejumlah kota di Tiongkok.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap kerja sama dengan Bali dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan kawasan wisata, pelestarian tradisi sebagai daya tarik wisata, hingga penguatan regulasi kepariwisataan.

“Kami masih membutuhkan banyak masukan dari Bali, baik terkait pengembangan tradisi yang menjadi daya tarik wisata maupun penguatan regulasi karena Bali telah memiliki pengalaman yang sangat baik,” katanya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Sapa Kader PKK Se-Bali, Senin 25 Januari

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut baik inisiatif kerja sama antardaerah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarprovinsi menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bali dan Sulawesi Utara bisa menjalin kerja sama yang apik. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan teknis maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui Dinas Pariwisata dan badan pengelola. Jika memang ada skema kerja sama yang baik, saya berharap dapat segera disepakati,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata saat ini harus bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata. Menurutnya, penataan kawasan menjadi faktor penting dalam membangun destinasi yang berdaya saing, melalui pembagian zona inti, zona penyangga yang mendukung aktivitas wisata, serta pengelola kawasan yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas.

Selain penataan kawasan, Giri Prasta menilai desa wisata merupakan salah satu kekuatan yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman baru yang autentik, sehingga desa wisata dapat menjadi pusat aktivitas dengan dukungan atraksi budaya, alam, serta fasilitas penunjang yang memadai.

“Kalau ingin meningkatkan kualitas pariwisata, sebaiknya mengembangkan desa wisata. Contohnya Desa Kutuh di Kabupaten Badung yang mengelola Pantai Pandawa. Dahulu desa itu termasuk desa miskin, tetapi kini menjadi salah satu desa yang paling maju karena mampu mengelola potensi wisatanya dengan baik,” ujarnya.

Menurut Giri Prasta, keberhasilan Desa Kutuh tidak terlepas dari solidnya koordinasi seluruh komponen masyarakat dalam mengelola potensi desa secara profesional.

“Kuncinya adalah koordinasi yang baik di antara empat banjar yang ada di Desa Kutuh. Dengan kebersamaan, potensi wisata bisa dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” jelas mantan Bupati Badung dua periode.

Baca Juga  Gubernur Koster Komit Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi Sulawesi Utara dalam mengembangkan kawasan wisata, termasuk Likupang, melalui penguatan desa wisata berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta juga menyinggung perubahan regulasi nasional melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 yang memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata, termasuk sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), sebagai salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca