Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Buka Lomba Layangan Virtual Libatkan 380 Rareangon

BALIILU Tayang

:

de
LOMBA LAYANGAN: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka lomba layangan virtual season 2.0 celepuk vs kupu-kupu di Beach Club Restaurant Puri Santrian Sanur, Minggu (12/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka lomba layangan virtual season 2.0 celepuk vs kupu-kupu di Beach Club Restaurant Puri Santrian Sanur, Minggu (12/7-2020). Lomba layangan diikuti 380 peserta yang tak hanya berasal dari daerah Bali, tapi juga melibatkan peserta dari Lombok dan Sulawesi.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace mengapresiasi ide kreatif penggagas lomba layang-layang virtual yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain mengakomodir aspirasi dan penyaluran hobi para rareangon (sebutan bagi pemain layang-layang), menurutnya kegiatan ini menjadi momentum yang baik bagi dunia pariwisata untuk mulai bangkit dari keterpurukan.

Guru besar ISI Denpasar ini berharap, event semacam ini dijadikan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa Bali telah siap memasuki tatanan kehidupan era baru dengan menerapkan protokol kesehatan pada berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ia berharap, ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan di objek wisata dan sarana akomodasi terus diunggah di media sosial sehingga dunia luar tahu bahwa Bali sangat konsen terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Mari kita tunjukkan pada dunia luar bahwa Bali dengan pesona keindahan alamnya siap menerima wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar penglingsir Puri Ubud ini. Lebih dari itu, kegiatan yang melibatkan peserta dari luar daerah ini diharapkan menjadi media untuk membangun jejaring antar-destinasi.

Masih dalam sambutannya, penggemar mobil antik ini menginformasikan bahwa Pemprov Bali secara resmi telah mencanangkan mulai diberlakukannya tatanan kehidupan era baru yang produktif dan aman Covid-19. Skema tatanan kehidupan era baru ini dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada tanggal 9 Juli 2020 untuk aktivitas lokal, lanjut pada 31 Juli 2020 untuk wisatawan domestik dan pada 11 September 2020, Bali akan dibuka bagi wisatawan manca negara. “Khusus untuk aktivitas lokal, seringkali asumsi kita hanya pada kegiatan ekonomi seperti pasar dan UMKM, padahal aktivitas lokal yang dimaksud dalam skema ini juga termasuk sektor pariwisata dengan sasaran masyarakat lokal Bali,” terangnya.

Baca Juga  Ciptakan Tertib Administrasi Kependudukan, Kelurahan Kesiman Gelar Pendataan Penduduk Non-Permanen

Menurut Cok Ace, potensi wisatawan lokal sejatinya tak kalah dengan wisatatawan nusantara yang datang dari luar daerah Bali dan manca negara. “Baru-baru ini, kawasan wisata Kintamani dipadati masyarakat lokal yang sudah sangat ingin berwisata,” sebutnya. Selama ini, tambah Cok Ace, potensi wisatawan lokal cenderung terabaikan dan pelaku pariwisata cenderung lebih fokus pada wisatawan nusantara dan manca negara. “Sambil menunggu kedatangan wisatawan nusantara dan manca negara, potensi wisatawan lokal harus menjadi perhatian untuk kita garap di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya berakhir. Istilahnya deglobalisasi, dari kita dan untuk kita,” urainya.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga diutarakan oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang menyampaikan sambutan secara daring. Ia salut dengan kreativitas yang ditunjukkan penggagas lomba layangan virtual ini. Menurutnya, penyelenggaraan lomba layang-layang ini menjadi media bagi para rareangon untuk mengembangkan kreasi. “Meskipun kita masih harus berjuang melawan pandemi, kreativitas tak boleh mati,” pungkasnya.

Kadek Suprapta Meranggi selaku penggagas acara menyampaikan, lomba layang-layang virtual ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para rareangon. Pria yang lebih dikenal dengan nama Deck Sotto ini menginformasikan ini merupakan kali kedua pelaksanaan lomba layang-layang virtual tahun ini. Lomba season 1.0 yang mengusung tema Rareangon vs Covid-19 dilaksanakan 31 Mei 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 155.

Sukses digelar pada sesi pertama, pihaknya menerima banyak permintaan agar kegiatan serupa digelar kembali. Memenuhi permintaan tersebut, ia memutuskan untuk menggelar lomba season 2 dengan tema Celepuk vs Kupu-Kupu yang diikuti 380 peserta. Sebagai penggemar layang-layang, Deck Sotto mengaku harus memutar otak agar tradisi ini tidak punah dan tetap bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang mensyaratkan pemberlakuan protokol kesehatan.

Baca Juga  Update Covid-19 (20/7) di Bali, Pasien Covid-19 Meninggal kembali Bertambah 4 Orang

“Pada situasi normal, seyogyanya lomba dilaksanakan di lapangan dengan banyak orang. Di tengah situasi pandemi, hal itu tak memungkinkan untuk dilaksanakan. Akhirnya saya menggagas lomba secara virtual,” urainya. Menurutnya, lomba ini bukan semata media penyaluran hobi bagi para rareangon. Lebih dari itu, ajang ini membawa dampak positif bagi sektor perekonomian yang saat ini berada pada titik nadir. “Teman-teman pekerja yang dirumahkan banyak mendapat job sebagai pembuat layang-layang, ini tentunya sangat menggembirakan,” ucapnya sembari menyebut lomba layang-layang virtual yang digelar di Bali ini adalah yang pertama dan satu-satunya di dunia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Sidartha menyampaikan apresiasi dan mengaku bangga menjadi bagian dari kegiatan ini.

Pembukaan lomba layang-layang virtual ditandai dengan penaikan layang-layang secara simbolis oleh Wagub Cok Ace yang diikuti sejumlah tamu undangan. Acara pembukaan juga dimeriahkan fashion show bertema layang-layang yang digelar di tepi pantai. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa “Ngaturang Bhakti” Serangkaian “Pujawali” di Pura Swagina Taman Sari

Published

on

By

arya wibawa
BAKTI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jyesta, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyestha, Jumat (1/5). Diiringi suara gambelan, kidung, hingga topeng wali, rangkaian pujawali berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini. Dimana, pujawali merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa berharap, seluruh masyarakat guyub dan rukun dalam melaksanakan yadnya. Hal ini sesuai dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara. Sehingga, seluruh elemen masyarakat hendaknya menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Ketua Pangempon Pura Swagina Taman Sari, I Nengah Narsa mengatakan, pelaksanaan piodalan ini rutin dilaksanakan setiap tahun yang jatuh pada Purnama Jiyestha. Dimana, setelah puncak pujawali, Ida Bhatara akan nyejer hingga penyineban yang akan dilaksanakan pada Senin (4/5) mendatang.

Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian pujawali ini turut dilaksanakan juga Lomba Penjor, Lomba Ngelawar, dan Lomba Gebogan yang diikuti oleh tujuh banjar pengempon yakni Br. Kreneng, Br. Kreneng Kaja, Br. Mertanadi, Br. Kertha Bhuwana, Br. Kertha Bhuwana Kaja, Br. Merta Rauh, dan Br. Merta Rauh Kaja.

Baca Juga  IDI Denpasar: Percepat Penanganan Covid-19, Lakukan Tes Lebih Masif dan Terus-menerus

“Tentu kami berharap dengan pelaksanaan Pujawali ini kedepannya dapat meningkatkan Srada Bhakti serta mempererat tali persaudaraan antar-umat terlebih Pura Swagina Taman Sari ini merupakan milik masyarakat, sehingga tak hanya dari pengempon, melainkan kantor maupun sekolah-sekolah yang berada di sekitar  wilayah Pura Swagina Taman Sari diharapkan bisa ikut serta dalam setiap rangkaian upacaranya,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Dukung Pelestarian Adat, Wabup Bagus Alit Sucipta Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Puri Punggul

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri “Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih” di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara (Karya) Padudusan Alit, Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, hingga Mupuk Pedagingan di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4).

Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta disambut hangat oleh Penglingsir Puri Punggul, Puri Taman, Puri Gerana, dan Puri Selat. Turut mendampingi, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gst Ngr Wedastra, Tokoh Masyarakat I Wayan Muntra, serta krama pengempon.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Wabup menyerahkan bantuan Dana Aci sebesar Rp 150 juta. Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 10 juta dan I Wayan Muntra sebesar Rp 5 juta.

Dalam sembrama wecana-nya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa angayu bagia dapat hadir dan bersembahyang bersama masyarakat (ngrastiti bhakti) guna mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi semua.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama pengempon atas semangat gotong-royong yang luar biasa. Dengan ketulusan dan kebersamaan dalam ngayah, kami meyakini Ida Bhatara akan memberikan anugerah kesehatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Lanang Oka mengungkapkan bahwa puncak upacara ini merupakan tindak lanjut setelah rampungnya renovasi pelinggih yang sebelumnya dibantu oleh hibah Pemkab Badung senilai Rp 2 miliar.

“Kami mewakili 375 KK pengempon mengucapkan terima kasih mendalam atas kehadiran Bapak Wakil Bupati serta dukungan dana yang diberikan. Upacara ini terlaksana berkat swadaya murni masyarakat sebesar Rp 250 ribu per KK, punia pasemetonan, serta bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pedagang Pindang Komang Suidat, 125 Besek Pindang Ludes Sekejap di Pasar Pangan Murah

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Penyineban IBTK 2026 di Pura Agung Besakih Resmi Ditutup, Gubernur Bali Turut “Ngayah Megambel”

Published

on

By

ibtk 2026
PENYINEBAN: Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com  — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.

Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi penyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.

Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026.

“Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/7) di Bali, Pasien Sembuh terus Meningkat Tercatat 97 Orang

Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp 8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp 6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp 2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh. (gs/bi)

Baca Juga  Ciptakan Pariwisata Denpasar Aman Covid-19, Disparda Terapkan Sertifikasi Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca