Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Plt. Bupati Ketut Suiasa Hadiri Upacara ‘’Atma Wedana Kinembulan’’ Desa Adat Baha

BALIILU Tayang

:

atma wedana desa baha
SERAHKAN BKK: Plt. Bupati Ketut Suiasa menyerahkan dana BKK saat menghadiri upacara Atma Wedana Kinembulan, Desa Adat Baha, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Baha, Selasa (12/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Atma Wedana Kinembulan, Desa Adat Baha, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (12/11) di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Baha. Turut hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Badung I Made Yudana, Perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana serta unsur Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Baha I Wayan Rusih, Ketua Panitia Karya I Made Suwerna, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Acara Atma Wedana Massal Desa Adat Baha dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan dari Griya Pasraman Manuaba Desa Darmasaba.

Sebagai bentuk dukungan dalam pelaksanaan upacara ini Pemerintah Kabupaten Badung membantu dana sebesar Rp 400 juta dan secara pribadi memberikan punia sebesar Rp 5 juta.

Dalam sembrama wacana-nya, Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan pentingnya pelaksanaan upacara ini bagi masyarakat Desa Adat Baha. “Serangkaian dengan pelaksanaan upacara Atma Wedana dan juga masyarakat yang ikut metatah/potong gigi, dan lainnya yang dilaksanakan oleh Desa Adat Baha, karena kegiatan ini sangatlah penting dan sangat mulia, karena apa yang dilakukan adalah bagian dari kewajiban kehidupan masyarakat, terutama bagi keluarga yang telah kehilangan anggota keluarganya yang telah kembali ke Sang Paran Dumadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Plt. Bupati menambahkan bahwa upacara ini bertujuan untuk memuliakan leluhur yang telah meninggal dunia, dengan memberikan mereka tempat yang suci dan kembali ke asalnya. “Kami atas nama Pemkab Badung sangat senang dan bangga bisa hadir di sini untuk ikut mendoakan agar yadnya yang dilaksanakan berjalan dengan lancar labda karya serta yang diupacarai mendapat tempat yang semestinya agar para leluhur yang dihaturkan yadnya ini menjadi roh suci, serta ia juga berharap agar seluruh prosesi yadnya berjalan dengan lancar, penuh kekompakan, dan membawa kesempurnaan bagi semua yang terlibat. Kami juga mendoakan agar mereka yang melaksanakan yadnya selalu diberikan kemudahan, kesuksesan, dan selalu rukun dalam melaksanakan upacara ini,” tambahnya.

Baca Juga  Plt. Bupati Badung Suiasa Lepas Tim Kejurnas Remaja IPSI Bali

Sementara itu Perwakilan Manggala Karya I Made Derik Jaya, mengungkapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Plt. Bupati bersama undangan lainnya dimana masyarakat Desa Adat Baha melaksanakan upacara Atma Wedana Kinembulan dan upacara ini rutin dilaksanakan 3 tahun sekali, karena ini sudah tercantum dalam pararem yang ada di Desa Adat Baha.

“Kegiatan bersama ini kita laksanakan dengan tujuan masyarakat yang mengikuti upacara ini agar tidak terlalu berat memikirkan masalah biaya, dan acara ini terlaksana juga berkat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Untuk upacara kali ini diikuti dengan jumlah sawa 73, Mesangih/Potong Gigi 45 orang, Mepetik 35 orang, Menek Kelih/Nutug Kelih 35, dan Warak Kruron, Ngelangkir 33. Pelaksanaan upacara dimulai dari tanggal 3-13 November,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Suiasa Serahkan Seragam kepada Kelian Banjar Adat Se-Kabupaten Badung

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Badung ‘’Ngupasaksi Karya Atma Wedana’’ di Puri Agung Banyuning Bongkasa

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana "Ngupasaksi Karya Atma Wedana lan Mepandes" Pura Pasek Sumertha

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca