Friday, 14 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polda Bali Ungkap Kasus Tindak Pidana Penipuan Online

BALIILU Tayang

:

penipuan toko hp di bali
KONFERENSI PERS: Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers pada Selasa (11/6). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan Laporan Polisi Model B Nomor: LP/B/419/V/2024/SPKT/POLDA BALI, tanggal 31 Mei 2024, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Bali melaksanakan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penipuan online.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali melaksanakan penangkapan pada Jumat, 31 Mei 2024, telah diamankan seorang tersangka di Uma Residence, Pemogan dan selanjutnya pada Sabtu, 8 Juni 2024 diamankan kembali 3 (tiga) orang yang diduga melakukan tindak pidana penipuan online secara bersama-sama di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Laoji, Desa Bulo Wattang, Kecamatan Pancariang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

“Setelah dilakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka, selanjutnya Direskrimsus Polda Bali melaksanakan penyidikan dan mendapatkan keterangan dari para tersangka mengenai modus yang dilakukannya,” ujar Kombes Jansen saat menggelar Konferensi Pers, Selasa (11/6/2024) di Polda Bali.

Kombes Jansen lanjut mengungkapkan, modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka yaitu dengan cara membuat akun Instagram palsu yang menyerupai akun Instagram milik toko aslinya kemudian membuat postingan penjualan serta promo-promo dengan harga yang murah dan membuat rekening dengan nama yang menyerupai nama toko handphone, sehingga calon korban merasa tertarik dan melakukan pembelian melalui akun palsu yang dibuat oleh tersangka. “Adapun akun palsu yang dibuat merupakan akun media sosial Instagram beberapa toko handphone yang ada di Bali maupun luar Bali,” ujarnya.

Jansen mengungkapkan, modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka yaitu dengan cara membuat akun Instagram palsu yang menyerupai akun Instagram milik toko aslinya, kemudian membuat postingan penjualan serta promo-promo dengan harga yang murah dan membuat rekening dengan nama yang menyerupai nama toko handphone, sehingga calon korban merasa tertarik dan melakukan pembelian melalui akun palsu yang dibuat oleh tersangka.

Baca Juga  Gelar "Blue Light Patrol" Bersama Personil Dit Samapta Polda Bali, Polsek Densel Amankan 7 Unit Sepeda Motor 

Dijelaskan, kejadian bermula pada tanggal 19 April 2024 di Alfamart Dalung Permai yang beralamat di Jalan Dalung Permai, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Pelapor a.n. Ida Bagus Gede Adi Wirawan melihat postingan video reels dari akun Instagram @taraphone store yang mempromosikan penjualan handphone merk IPhone dengan harga murah. Yang membuat pelapor merasa tertarik dan melakukan transaksi pembelian handphone IPhone 12 Pro Max secara transfer ke rekening yang diberikan oleh akun Instagram tersebut.

Setelah melakukan transaksi, barang yang dibeli oleh pelapor tidak pernah diterima. Sehingga pelapor mendatangi Toko Taraphone secara langsung yang beralamat di Dalung untuk melakukan konfirmasi, dan berdasarkan keterangan salah satu karyawan Toko Taraphone bahwa akun Instagram @taraphone store tersebut bukan merupakan akun resmi milik Toko Taraphone.

Kemudian dilakukan penyelidikan, dengan melakukan profiling terhadap rekening BNI yang ditransfer korban atas nama PT BERKAH BERSAMA TARASHOP. Kemudian pada Jumat, tanggal 31 Mei 2024 telah diamankan seorang tersangka di Uma Residence, Pemogan. Berdasarkan keterangan tersangka, tersangka diminta oleh seseorang dengan inisial P untuk membuat rekening BNI atas nama PT BERKAH BERSAMA TARASHOP dengan tujuan untuk digunakan melakukan penipuan melalui media sosial, dan tersangka sudah beberapa kali membuatkan rekening untuk seseorang dengan inisial P.

Dari hasil membantu membuatkan rekening, kata Jansen, tersangka memperoleh keuntungan berupa uang yang dibayar setiap minggu sebesar Rp 1.000.000 dengan catatan nomor rekening yang diberikan masih aktif.

Setelah itu berdasarkan keterangan dari tersangka, Direskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap seseorang dengan inisial P yang diketahui berada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa seseorang dengan inisial P merupakan bos dari kelompok penipuan online yang berada di Sidrap. Kemudian diketahui bahwa salah satu kelompok anak buah dari seseorang dengan inisial P berada di sebuah rumah yang berada di Kecamatan Pancariang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Baca Juga  Polres Karangasem Amankan Pemuda Pamer Senpi di Medsos

Setelah berhasil ditangkap dan dilakukan interogasi, diketahui bahwa bukti-bukti dari dugaan tindak pidana penipuan online tersebut disimpan di sebuah rumah kayu yang terletak di Perkebunan Desa Sererang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Jansen menegaskan, adapun barang bukti yang berhasil disita dari para tersangka yaitu 23 (dua puluh tiga) buku tabungan dari berbagai bank, 14 kartu NPWP dengan berbagai nama, 10 KTP dengan berbagai nama, 2 SIM, 39 kartu ATM, 2 Buah token BNI, 18 HP dan uang tunai sebesar 25.000.000 (dua puluh lima juta) rupiah.

“Adapun pasal yang dipersangkakan terhadap para pelaku yaitu Pasal 28 ayat 1 Jo. Pasal 45A ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Trsansaksi Elektronik, Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP tentang mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan,” pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Bareskrim Musnahkan Barang Bukti Narkoba Clandestine Lab Bali

Published

on

By

barang bukti lab narkoba di bali
PEMUSNAHAN BARANG BUKTI: Dittipidnarkoba Bareskrim Polri saat menggelar pemusnahan barang bukti (BB) kasus narkoba clandestine lab di vila kawasan Canggu pada Kamis (13/6). (Foto: humas.polri.go.id)

Semarang, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggelar pemusnahan barang bukti (BB) kasus narkoba clandestine lab di vila kawasan Canggu, Badung, Bali. Pemusnahan dilakukan di Gudang PT Wastek, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/6).

Dalam pemusnahan yang dipimpin Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ini, turut disaksikan pihak Kejaksaan, Kuasa Hukum, Puslabfor Polda Jateng, Kapolsek Ngalian, perwakilan PT Wastek, dan para tersangka. Selain itu juga diawasi oleh Provos Mabes Polri.

Pemusnahan BB diawali dengan pengecekan oleh personel Labfor Polda Jateng. Selanjutnya barang bukti tsb dimasukkan ke dalam inseminator PT Wastek.

BB yang dimusnahkan yakni bahan kimia cair dengan berat kotor 1459,31 Kg, 437 gram mefedrone, dan 9.799 gram ganja.

Setelah semua BB dimasukkan ke dalam inseminator yang disaksikan oleh semua pihak, selanjutnya para pihak menandatangani BA pemusnahan

Usai pemusmahan, tersangka kembali ke Jakarta dengan menggunakan mobil khusus tahanan yang dijaga ketat oleh Provos Mabes Polri dan personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Selain itu dikawal oleh 2 mobil pengawalan PJR Polda Metro Jaya.

Diketahui, Polri sebelumnya berhasil menangkap 4 tersangka dalam pengungkapan kasus ini. 2 merupakan tersangka WN Ukraina, 1 tersangka WN Rusia, dan satu orang WNI.

Dua tersangka merupakan saudara kembar WN Ukraina bernama Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV). Sementara satu WN Rusia, yakni Konstantin Krutz atau KK, merupakan jaringan dari 2 tersangka WN Ukraina. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Fungsi Pembinaan, Propam Polres Gianyar Berikan Materi Etika Kepolisian di Polsek Blahbatuh
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri Sudah Ketahui Lokasi Persembunyian Fredy Pratama di Thailand

Published

on

By

persembunyian fredy pratama
Buronan kasus narkoba, Fredy Pratama. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, bekerja sama dengan polisi Thailand, intensif melakukan pencarian terhadap buronan kasus narkoba, Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan gambaran mengenai lokasi persembunyian Fredy.

“Sekarang kita sudah mendapat gambaran dengan tim yang ada di sana dari Thailand sudah betul-betul bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap Fredy Pratama,” ujar Mukti saat dikonfirmasi pada Rabu (12/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Mukti memberikan apresiasi kepada pemerintah Thailand, termasuk imigrasi dan kepolisian, yang telah bekerja sama erat dengan tim Polri dalam upaya menangkap Fredy.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap tindakan dari pemerintah Thailand baik imigrasi dan kepolisian yang sudah bersama-sama dengan tim kita untuk menangkap Fredy Pratama,” tambahnya.

Meskipun telah bergabung dengan polisi Thailand, Mukti menjelaskan bahwa timnya masih dalam tahap pemantauan terhadap keberadaan Fredy Pratama.

“Tim masih di sana melakukan pemantauan bergabung dengan kepolisian Thailand,” ucapnya.

Mukti juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengabarkan perkembangan perburuan Fredy Pratama secara berkala.

“Kita akan mengupdate terus setiap hari, mereka melakukan pencarian sekarang sudah mulai ada tindak serius di sana,” imbuhnya.

Fredy Pratama saat ini sedang diburu dan telah masuk dalam daftar red notice. Ia diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi di Indonesia dan Malaysia dari Thailand. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Premanisme, Polsek Densel Intensif Gelar Patroli Skala Besar
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri dan Kepolisian Thailand Intensifkan Perburuan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Published

on

By

fredy pratama
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa (11/6). (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Kepolisian Thailand (Royal Thai Police), terus memburu gembong narkoba Fredy Pratama. Bareskrim menjamin bahwa Fredy akan terus dikejar hingga berhasil ditangkap.

“Sekarang kita sudah mendapat gambaran dengan tim di sana. Dari Thailand sudah betul-betul bergerak, Kepolisian Thailand bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap Fredy Pratama,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, kepada wartawan, Selasa (11/6/2024), dikutip dari laman humas.polri.go.id.

Mukti menjelaskan bahwa timnya terus melakukan pemantauan di Thailand bersama kepolisian setempat. Dia menegaskan bahwa Polri serius dalam memburu Fredy, yang telah menjadi buronan sejak 2014.

“Kita kan meng-update terus (lokasi persembunyian Fredy) setiap hari, mereka melakukan pencarian sekarang sudah mulai ada (tindak) yang serius di sana,” ujarnya.

Selain itu, Mukti juga mengungkapkan bahwa istri Fredy Pratama, yang merupakan warga Thailand, akan dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penanganan kasus TPPU ini ditangani oleh kepolisian Thailand.

“Untuk TPPU saya bilang istri di TPPU kan di sana,” tambahnya.

Sebagai informasi, Fredy Pratama telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburu keberadaannya. Operasi ini akan berakhir setelah Fredy dan jaringannya berhasil ditangkap.

Dalam upaya penangkapan Fredy, Polri bekerja sama dengan Kepolisian Thailand dan Drugs Enforcement Administration (DEA) Amerika. Sejauh ini, sebanyak 58 anak buah Fredy Pratama telah ditangkap dalam kasus dugaan tindak pidana narkoba serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Fredy diduga mengendalikan peredaran gelap narkoba jenis sabu dan ekstasi di Indonesia dan Malaysia. (gs/bi)

Baca Juga  Jaga Keasrian dan Kebersihan Wajah Kota, Satpol PP Denpasar Tertibkan Materi Promosi Usang

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca