Saturday, 13 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polri Ungkap Dugaan Korupsi PJUTS di Kementerian ESDM, Negara Rugi Rp 64 Miliar

BALIILU Tayang

:

korupsi pjuts
Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Wadirtipikor) Bareskrim Polri, Kombes Arief Adiharsa. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi dalam pengadaan dan pelaksanaan proyek Penerang Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) tahun 2020 yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 64 miliar.

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Wadirtipikor) Bareskrim Polri, Kombes Arief Adiharsa, menyatakan bahwa nilai pasti kerugian negara masih dalam proses perhitungan oleh ahli.

“Untuk nilai kontrak wilayah tengah saja sekitar Rp 108 miliar. Dugaan sementara nilai kerugian sekitar Rp 64 miliar, saat ini masih dalam proses perhitungan oleh ahli,” kata Arief, Kamis (4/7/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Arief mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggeledah kantor Ditjen EBTKE Kementerian ESDM di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Namun, ia belum menyebutkan apa saja yang ditemukan dan barang bukti yang disita dalam penggeledahan tersebut.

Arief juga belum merinci detail kasus tersebut. Dia hanya menyatakan bahwa pengusutan kasus ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek PJUTS tahun 2020 di Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

Proyek PJUTS merupakan program pemerintah yang dikelola oleh Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE dan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek nasional ini tersebar di banyak titik di seluruh Indonesia, namun sebaran wilayah-wilayahnya belum disebutkan secara rinci. Pembagian wilayah proyek ini mencakup wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.

“Status kasusnya saat ini sudah penyidikan, khususnya untuk wilayah tengah,” pungkas Arief. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tanggapi Perkara Pidana Koneksitas, DPR Tegaskan UU KPK dan UU KUHAP Tidak Bertentangan dengan UUD 1945
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Hendak Ambil Tempelan Sabu, Bocok Ditangkap Polisi

Published

on

By

Polres Gianyar
DITANGKAP: IWEP alias Bocok (41) asal Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar saat hendak mengambil tempelan narkotika jenis sabu di Jalan Bypass Dharma Giri, Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (11/7/2024). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – IWEP alias Bocok (41) asal Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar saat hendak mengambil tempelan narkotika jenis sabu di Jalan Bypass Dharma Giri, Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (11/7/2024). Pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Gianyar.

Kasi Humas Polres Gianyar Iptu I Nyoman Tantra, Jumat (12/7/2024) mengatakan bahwa kronologis awal ditangkapnya pelaku berawal saat petugas kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar yang dipimpin Kanit Opsnal Narkoba Ipda I Made Suteja pada Kamis (11/7/2024) pukul 19.00 Wita di Jalan Bypass Dharma Giri, Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh berhasil mengamankan seorang pria berinisial IWEP alias Bocok yang diduga sebagai pelaku narkotika.

Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku hendak mengambil tempelan paket sabu dengan patokan alamat Google Maps yang dilihatnya dari perangkat gawainya. Namun belum sempat berhasil mengambil paket sabu, pelaku keburu ditangkap petugas kepolisian.

“Petugas kemudian langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan paket sabu yang dimasukkan dalam plastik bening berbentuk peluru dan ditanam di tanah didekat sebuah tiang telepon. Kepada polisi pelaku mengaku bahwa sabu tersebut dibelinya dari seseorang yang saat ini sudah berstatus DPO seharga 350 ribu rupiah dengan cara ditransfer,” ujarnya.

Setelah membayar sejumlah uang, baru pelaku diberikan alamat Google Maps untuk mengambil paket sabu yang telah dibeli. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sabu seberat 0,21 gram netto.

Kepada polisi, pelaku mengaku bahwa narkotika jenis sabu yang dibelinya akan digunakan sendiri. Bahkan dua hari sebelumnya, pelaku mengaku sempat mengonsumsi sabu di rumahnya. “Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Gianyar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Iptu I Nyoman Tantra.

Baca Juga  Workshop Pelajar Antikorupsi Serangkaian Hakordia Tahun 2022, Wawali Arya Wibawa: Pendidikan Antikorupsi Penting Dilaksanakan Sejak Dini

Sementara itu, hasil profiling yang dilakukan polisi diketahui pelaku Bocok merupakan berstatus residivis dengan kasus yang sama. Ia pernah dihukum pada tahun 2019 dengan vonis 2,6 tahun di Rutan Kelas II B Gianyar.

Pelaku diancam dengan Pasal Pasal 112 ayat (1) Subs pasal 132 ayat (1) UU RI NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 4 hingga 12 tahun penjara. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Viral di Medsos, WNA Tabrak Pengendara di Sanur, Ini Penjelasan Kepolisian

Published

on

By

Polresta Denpasar
DIAMANKAN: Satuan Lantas Polresta Denpasar saat mengamankan WNA asal Inggris yang mengendarai mobil secara ugal-ugalan pada Kamis (11/7/2024) di wilayah Sanur. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Lantas Polresta Denpasar telah mengamankan WNA asal Inggris yang mengendarai mobil secara ugal-ugalan pada Kamis (11/7/2024) di wilayah Sanur. Tepatnya laka lantas terjadi di Depan Embung Sanur, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Kejadian ini sempat viral di media sosial karena direkam oleh warga.

WNA tersebut berinisial TJS (40) saat kejadian sekitar pukul  21.00 Wita datang dari arah Kuta menuju Sanur. Saat di TKP pelaku memutar arah di depan Embung Sanur, kemudian pelaku menabrak 3 korban yaitu dua pengendara sepeda motor dan satu pengendara mobil Avanza.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, pelaku TJS usai menabrak para korban langsung melarikan diri hingga berhasil diamankan warga di depan Kantor Tunas Jaya, Suwung Batan Kendal, Sesetan. Diketahui pelaku yang tinggal di Jalan Batur Sari Sanur Kauh ini saat kejadian mengendarai mobil HRV Nopol DK 1757 ACN.

Korban pertama yang ditabrak pelaku berinisial NRA (17) mengendarai sepeda motor Vario dan mobil Avanza dikendarai AS (25) datang dari arah timur Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur menuju barat. Kemudian memutar arah di median menuju ke timur setibanya di TKP ditabrak oleh mobil Honda HRV yang dikendarai pelaku TJS yang melaju dari arah barat ke timur. Akibatnya korban pengendara Honda Vario menabrak mobil Toyota Avanza. Kemudian mobil Honda HRV melarikan diri dan kemudian dikejar oleh warga. Korban pertama mengalami luka pada dahi, wajah, lutut, dan tangan kiri patah sementara mobil Avanza mengalami kerusakan.

Selanjutnya pelaku mengarah ke Jalan Kutat Lestari Sanur. Korban ke-3 berinisial AW (25) mengendarai spm SYM bersama-sama mobil pelaku dari arah barat menuju ke timur dengan posisi mobil Honda HRV berada di depan, korban hendak mendahului mobil pelaku tetapi karena kurang hati-hati diserempet oleh mobil pelaku hingga sepeda motor korban mengalami kerusakan.

Baca Juga  KPK, Kemendagri, BPKP dan Pemprov Bali Gelar Rakor Pemberantasan Korupsi dan Sosialisasi Program MCP untuk Pemda Se-Bali

“Saat ini pelaku TJS sedang dalam perawatan medis di rumah sakit dan saat diamankan dari pelaku tercium bau alkohol,” jelas Kasi Humas.

Sementara itu para korban saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di RS Bali Mandara dan kejadian laka lantas tersebut sudah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polresta Denpasar. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Dua Kali Curi Burung Beo, Pria Asal Subang Diamankan Unit Resmob Polsek Kuta

Published

on

By

Polsek Kuta
DIAMANKAN: Tersangka pelaku berinisial Rizal FN (27) pencuri burung beo diamankan Polsek Kuta. (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Kuta mengamankan pria asal Subang, Jawa Barat karena telah mencuri dua ekor burung jenis beo milik korban Ketut Sukadana (47) yang tinggal di Jalan Segara Wangi Lingkungan Pengenderan, Kedonganan, Kuta, Badung.

Tersangka pelaku berinisial Rizal FN (27) diamankan tidak jauh dari TKP setelah berhasil membawa burung beo milik pelaku untuk yang kedua kalinya. Menurut Kapolsek Kuta AKP I Ketut Agus Pasek Sudina, S.I.K, M.H. kejadian pada Kamis (4/7/2024) sekira pukul 03.30 Wita, korban mengetahui burung beo yang berada di depan rumah berjumlah dua ekor dan hanya tersisa satu ekor. Setelah diperiksa di sekitar lokasi burung tidak ditemukan keberadaannya.

Kemudian pada Selasa (9/7/24) sekitar pukul 02.00 Wita korban mendengar seperti orang yang melompat dari tembok di depan rumahnya setelah beberapa saat korban kembali mendengar suara burung beo miliknya bersuara “koook” seperti ada orang menangkap. Lalu pelapor pun bangun dari tidurnya dan bergegas memeriksa sekitar kendang. Ternyata, burung beo yang berada di dalam kandang sudah tidak ada, dan sesaat kemudian terdengar suara sepeda motor knalpot brong keluar dari depan rumah pelapor.

Pasek Sudina mengungkapkan, korban berusaha mengejar pelaku dibantu warga sekitar dengan mengantongi ciri-ciri pelaku. Korban juga melaporkan hal tersebut ke Polsek Kuta. Dengan dibantu warga, tim opsnal dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Anggi Wahyu Romadhon, S.Tr.K mendatangi TKP dan melakukan pengecekan CCTV. Selanjutnya tak berselang beberapa lama pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti burung beo yang pelaku curi.

Saat dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya mencuri dua ekor burung beo di TKP dan rencananya burung tersebut akan dipelihara sendiri.

Baca Juga  Workshop Pelajar Antikorupsi Serangkaian Hakordia Tahun 2022, Wawali Arya Wibawa: Pendidikan Antikorupsi Penting Dilaksanakan Sejak Dini

“Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta. Pelaku sudah diamankan di Polsek dan kami imbau kepada warga masyarakat silakan lapor ke hotline 110 bila mengalami atau mengetahui tindakan melawan hukum,” imbuh Kapolsek. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca