Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

PPHRI Berkomitmen Persatukan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia

BALIILU Tayang

:

de
RAPAT: Foto bersama usai Rapat kepengurusan PPHRI diselenggarakan di Sekretariat PPHRI di Hotel Grand Kanaya yang berada di Jalan Darussalam No. 12 Sei Sekambing D Medan Petisahpada Jumat (2/7/2021)

Medan, baliilu.com – Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) berkomitmen mempersatukan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia. Hal ini disampaikan Rizky Djamaludin, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI), saat menghadiri rapat antarpengurus dalam rangka koordinasi dan konsolidasi sehubungan dengan penerbitan dan pengesahan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM perihal kekuatan hukum organisasi PPHRI yang lahir di Kota Medan, Sumatera Utara.

‘’PPHRI masih solid, diam bukan berarti tak bekerja atau tidak melakukan sesuatu. Tidak ada permasalahan luar biasa terjadi. Dampak pandemi Covid-19 memang sangat berpengaruh, tetapi PPHRI tetap berkomitmen mempertemukan dan mempersatukan para pengusaha hotel dan restoran di Indonesia dalam satu wadah yang lebih segar yang nantinya diharapkan beranggotakan orang-orang luar biasa kreatif dan bermartabat,’’ jelas Rizky.

Rapat kepengurusan PPHRI diselenggarakan di Sekretariat PPHRI di Hotel Grand Kanaya yang berada di Jalan Darussalam No. 12 Sei Sekambing D Medan Petisahpada Jumat (2/7/2021). Rapat dihadiri sejumlah pengurus dengan sejumlah program serta pemikiran dan ide-ide cemerlang dan kreatif untuk kemajuan PPHRI di masa mendatang. PPHRI membuka jalinan kerja sama seluas-luasnya untuk semua lintas sektor, tak hanya perhotelan dan pariwisata tetapi juga pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Sebagai organisasi kepariwisataan nasional yang baru terbentuk, PPHRI menyadari sepenuhnya bahwa seperti tidak mudah mewujudkan visi dan misi PPHRI dengan AD/ART yang diperbarui berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0000872.AH.01.08.Tahun 2021. Sebab, dibutuhkan waktu, tetapi setidaknya publik menjadi tahu bahwa PPHRI ada dan dapat menjadi wadah baru bagi seluruh pengusaha hotel dan restoran Indonesia dengan latar belakang berbeda-beda yang secara sadar menginginkan suatu perubahan yang tak didominasi tanpa harus merasa bersaing.

‘’PPHRI bukan pesaing bagi siapa pun atau organisasi mana pun, tetapi mitra buat siapa pun dan merangkul siapa pun dan siap menjadi wadah inspirasi dan aspirasi bagi pengusaha hotel dan restoran apa pun atau yang mewakilinya, karena keberadaan PPHRI di tanah air sudah sah sesuai keputusan dari Kemenkumham Republik Indonesia,’’ terang M Ahmad Syafii Nasution, pengusaha dan salah seorang pendiri PPHRI yang juga berprofesi seorang pengacara.

PPHRI akan bertindak ekstra untuk membuat penyegaran dan perubahan serta tampil berbeda dengan bergiat dan bekerja bersama pemerintah pusat dan daerah serta organisasi pariwisata dan umum lainnya yang telah lebih dulu lahir dalam berkontribusi untuk kemajuan pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan yang bermartabat di era digital. ‘’Saat ini sudah ada beberapa provinsi yang menyatakan diri akan bergabung bersama PPHRI dan selanjutnya PPHRI membuka bursa penetapan calon DPD/DPC di setiap daerah di seluruh Indonesia dan dapat menghubungi saya dan tim atau ke kantor Sekretariat PPHRI yang sah di Hotel Grand Kanaya,’’ kata Riswan Surbakti, Waketum Bidang Organisasi dan Keanggotaan, dalam penjelasannya yang juga pendiri PPHRI.

‘’Dalam pengaplikasian program-program pemerintah pusat dan juga nantinya bersama organisasi masyarakat umum lainnya, PPHRI akan mengedepankan rasa percaya, keramahtamahan dan hospitality. PPHRI akan bergerak dan bekerja cepat untuk mewujudkan program-program dan pemikiran serta ide jangka pendek dan panjang berkaitan dengan hasil rapat pengurus PPHRI,’’ tambah Ja’far Gultom yang juga pendiri PPHRI mewakili H. Debi Masri, Sekretaris Umum, yang berhalangan hadir.

Acara rapat pengurus berlangsung hangat dan ditutup dengan santap malam bersama seluruh peserta rapat. Seperti telah diketahui publik, di Sumatera Utara telah terbentuk sebuah organisasi pariwisata Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) masa bakti 2021-2026 pada Kamis (25/2/2021), bertempat di Hotel Le Polonia and Convention Medan dengan memilih Rizky Djamaluddin dari Hotel Grand Kanaya Medan sebagai Ketua Umum, H Debi Masri dari Hotel Madani Medan sebagai Sekretaris Umum dan Corry Aruan sebagai Bendahara Umum dari Hotel Grand Antares Medan dan sejumlah pengurus bidang.

Info lanjut mengenai pendaftaran dan tentang PPHRI dapat menghubungi Riswan Surbakti dan Martin Siagian dengan alamat sekretariat Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam No. 12 Sei Sekambing D Medan Petisah, telepon: +62 61 4149301 atau WA/Chat: +62 813-7568-2899 atau +62 817-6611-660. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca