Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prodi Magister Akuntansi FEB Unud Gelar Pertemuan Mahasiswa Zona Merah

BALIILU Tayang

:

de
Pertemuan mahasiswa zona merah Prodi Magister Akuntansi dilaksanakan secara online pada Kamis, 24 Maret 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pertemuan mahasiswa zona merah. Kegiatan ini dalam rangka evaluasi kemajuan studi mahasiswa angkatan 23, 24, dan 25 (tahun 2018, 2019) yang sudah memasuki zona merah. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Maret 2022 secara online melalui Webex.

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi Magister Akuntansi  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., Ak., M.Si., Ph.D., CA., CMA. Dalam sambutannya Koordinator Program menyampaikan tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mengingatkan kembali mahasiswa zona merah agar segera berproses supaya bisa mendapatkan SKL paling lambat 31 Juli 2022. Selain itu pertemuan ini juga sebagai wadah  silaturahmi dan diskusi terkait kendala dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa zona merah serta alternatif solusinya.

Mahasiswa yang hadir sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa untuk segera berproses dan menyelesaikan studi sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas769-Pertemuan-Mahasiswa-Zona-Merah-Dalam-Rangka-Evaluasi-Kemajuan-Studi-Mahasiswa-Magister-Akuntansi-Maksi-Angkatan-23-24-dan-25.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  FEB Unud Perkuat Jejak Internasional, Dosen dan Mahasiswa Berperan dalam Konferensi Global
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ratusan Peserta dari 10 Negara Hadiri Rakernas ASBF 2026, Gubernur Koster Harap Dongkrak UMKM Bali

Published

on

By

rakernas ASBF
GALA DINNER: Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Gala Dinner Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Prama Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (23/4) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dipilihnya Bali sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Denpasar, Bali. Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung forum yang memperkuat UMKM, ekonomi lokal, dan pariwisata berkualitas.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster pada acara Gala Dinner Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Prama Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (23/4) malam.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada ASBF atas penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional ASBF Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Provinsi Bali, tentunya hal ini kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM di Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Rakernas ASBF dan Conference dengan menghadirkan hampir 150an peserta dari 10 negara ini dikatakan Koster berimbas dengan meningkatnya hunian hotel dan perekonomian masyarakat Bali.

“Tadi Saya tanya kepada pihak Hotel, ternyata hunian mencapai 85%. Tentu ini sangat bagus, berdampak positif bagi pariwisata Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan jika Bali wilayahnya kecil, hanya 5.590 meter persegi dengan jumlah penduduknya hanya 4.4 juta orang. Koster juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk asli Bali kian menurun setiap tahunnya.  Hal ini dikatakan Gubernur Koster akibat dari program KB 2 anak yang digencarkan pemerintah pusat.

“Pertumbuhan penduduk asli Bali saat ini menurun, ini karena dulu Kita bangga akan pencapaian prestasi KB 2 anak. Namun dibalik itu, nama anak ketiga dan keempat yakni Nyoman dan Ketut semakin sedikit. Padahal Kita di Bali harus melestarikan itu, untuk menjaga budaya Kita,” terang Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Baca Juga  FEB Unud Gelar Yuber IV 2023 di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program insentif untuk anak ketiga dan keempat (khususnya yang diberi nama Nyoman/Komang dan Ketut) sebagai respons terhadap menurunnya laju pertumbuhan penduduk asli Bali dan kekhawatiran hilangnya tradisi penamaan tersebut. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan demografi lokal yang pertumbuhannya melambat, dengan fokus pelestarian budaya.

“Pariwisata Bali itu berakar pada budaya. Untuk itu Kita harus merawat budaya, menjaga budaya itu dengan baik. Karena budaya menjadi penggerak berbagai aspek di Bali. Ini yang membuat Bali menjadi destinasi wisata dunia hingga saat ini. Bali beda dari daerah lain karena budayanya, untuk itu budaya Bali harus benar-benar Kita jaga dengan baik,” jelasnya.

Koster menambahkan, Bali saat ini masih bergantung dari sektor pariwisata. Sepanjang pariwisata dijaga dengan baik maka ekonomi masyarakat Bali akan berjalan dengan baik juga. Karena itu, penguatan UMKM menjadi penting sebagai penopang ekonomi alternatif sekaligus penguat rantai pasok pariwisata itu sendiri

“Pertumbuhan ekonomi Bali saat ini sebesar 5,82 persen. Tingkat kemiskinan 3,42 persen. Tingkat pengangguran 1,45 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Indonesia. Angka harapan hidup di Bali 75,44 tahun, dan Indeks pembangunan manusia mencapai 79,5. Ini yang harus dijaga dengan baik di Bali agar perkembangnan di Bali tetap kondusif. Kedepan bisa dikelola dengan semakin baik dan Kita harus kerja keras,” imbuhnya.

Untuk itu, perekonomian Bali dikatakan Koster tengah ditata dengan konsep transformasi ekonomi Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, berfokus pada pembangunan hijau, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal untuk menciptakan Bali era baru yang berdikari.

“Kami mendorong transformasi ekonomi melalui ekonomi kerthi bali dengan 6 sektor yakni Sektor Pertanian, Sektor Kelautan dan Perikanan , Sektor Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Bali. Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), UMKM, dan Koperasi. Sektor Pariwisata serta Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital,” terangnya.

Baca Juga  Usung Pengembangan Literasi Investasi Level Desa, Agus Erik dan Tim Raih Juara I Nasional Lomba MCMC 2023

Untuk itu, melalui Rakernas ASBF, Koster berharap akan lahir berbagai gagasan, kerja sama konkret, dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pasar internasional serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan sukses serta selalu ingat Bali agar bisa kembali lagi ke Bali. Jangan lupa nanti bisa juga berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, disana Kita pamerkan produk UMKM asli Bali,” tutupnya.

Sementara itu, Presiden ASBF Indonesia, Peng Suyoto menyampaikan bahwa Rakernas menjadi momentum penting konsolidasi organisasi, memperkuat arah program kerja, dan menyelaraskan strategi pengembangan UMKM di tingkat nasional hingga global. Melalui forum ini, ASBF menegaskan komitmen untuk membangun ekosistem bisnis kecil yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

ASBF dijelaskan Suyoto merupakan Platform kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha tidak hanya nasional tetapi juga Asia. Acara ini fokus pada penguatan ekosistem UMKM melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi global untuk memperluas akses pasar serta embangun kemitraan berkelanjutan (sustainable partnerships).

Acara ini juga dihadiri President ASBF, Mosaddak Ahmed Chowdhury Chairman ASBF, Hermawan Kartajaya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh. (*)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Tutup Dikmaba Infanteri Gelombang I TA 2026, 137 Prajurit Resmi Dilantik

Published

on

By

Dikmaba Infanteri
LANTIK: Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Jalan Piere Tendean No. 1, Tabanan, Jumat (24/4). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Kodam IX/Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak prajurit profesional melalui pelantikan 137 Bintara Infanteri guna memperkuat kesiapan operasional satuan. Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Jalan Piere Tendean No. 1, Tabanan, Jumat (24/4).

Upacara ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan intensif yang telah dijalani para prajurit siswa, sekaligus menjadi titik awal pengabdian mereka sebagai Bintara TNI Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa momen pelantikan merupakan tonggak penting dan bersejarah bagi para prajurit, karena telah berhasil melewati proses pendidikan yang sarat dengan disiplin, dedikasi, dan pengorbanan.

“Saya ucapkan selamat kepada 137 Bintara lulusan Dikmaba Infanteri yang hari ini resmi dilantik dengan pangkat Sersan Dua. Keberhasilan ini adalah bukti kesiapan awal untuk mengemban tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian nyata. Para lulusan telah dibekali kemampuan fisik, mental, dan intelektual guna menjadi prajurit infanteri yang profesional, tangguh, dan berkarakter dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan, yakni Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas serta seluruh prajurit senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi dengan menghindari segala bentuk pelanggaran. Selain itu, Pangdam menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan lingkungan strategis, termasuk ancaman nonkonvensional seperti perang siber, serta mengimbau para prajurit untuk bijak dalam penggunaan media sosial.

Baca Juga  Usung Pengembangan Literasi Investasi Level Desa, Agus Erik dan Tim Raih Juara I Nasional Lomba MCMC 2023

Selama masa pendidikan yang berlangsung selama dua bulan, lembaga menerapkan penilaian Tri Pola Dasar Pendidikan. Tiga prajurit berhasil meraih prestasi terbaik, yakni Serda Venryanto Tanii A.Md.Pi sebagai peraih nilai tertinggi Tri Pola Dasar sekaligus aspek sikap dan perilaku, Serda Khoirul Ali Sarif pada bidang pengetahuan dan keterampilan, serta Serda Aldy Banamtuan pada bidang jasmani militer.

Sebagai bagian dari rangkaian upacara, para lulusan juga menampilkan demonstrasi kemampuan berupa beladiri militer dan aksi Separko, yang memadukan teknik tempur tangan kosong, penggunaan senjata tajam, serta koreografi teatrikal yang mencerminkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit infanteri.

Upacara penutupan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam IX/Udayana, antara lain Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan setta Ketua dan Wakil serta pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan ini mencerminkan komitmen Kodam IX/Udayana dalam mencetak prajurit yang tidak hanya unggul secara kemampuan teknis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.

“Lulusan Dikmaba ini diharapkan mampu menjadi representasi prajurit TNI AD yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Mereka tidak hanya dituntut siap secara fisik dan taktis, tetapi juga memiliki kedewasaan dalam bersikap, termasuk dalam menyikapi dinamika informasi di ruang publik,” tegas Kapendam. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sebanyak 20 Gepeng Ditertibkan Satpol PP Denpasar di Sejumlah “Traffic Light”

Published

on

By

Satpol PP Denpasar
PENERTIBAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar saat menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) di wilayah Kota Denpasar Kamis (23/4) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) di wilayah Kota Denpasar Kamis (23/4) malam. Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, petugas berhasil mengamankan sebanyak 20 orang gepeng dengan berbagai kategori.

Yudie Asmara menjelaskan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Keberadaan gepeng di persimpangan jalan tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi mereka sendiri maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, para gepeng yang terjaring akan didata dan selanjutnya diberikan pembinaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini sebagai bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam menangani permasalahan sosial.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban kota. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang di jalan, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan keamanan.

“Seluruh layanan dan tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA pada Satpol PP Kota Denpasar dan tidak dipungut biaya. Kami juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Satpol PP tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Dikatakannya, apabila terdapat oknum yang mengatasnamakan Satpol PP dan meminta sesuatu, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui WA Bot GARBASITA di nomor 081337338326 dengan menyertakan bukti yang otentik.

Baca Juga  Prodi Sarjana Ekonomi FEB Unud Gelar Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan

“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Denpasar dapat terus terjaga sebagai kota yang aman, tertib, dan humanis,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca