Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Raker BMPS Badung, Ketua Dewan Putu Parwata: Hayati Guideline dari Menteri Pendidikan

BALIILU Tayang

:

de
FOTO BERSAMA: Peserta rapat kerja BMPS yakni Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung Adi Arnawa, Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, Ketua BMPS Badung Wayan Retha, plt Kadispora Made Mandi foto bersama usai raker, Kamis (8/7).

Badung, baliilu.com – Rapat Kerja Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Badung digelar, Kamis (8/7) di Ruang Gosana lantai III Gedung DPRD Kabupaten Badung. Raker BMPS yang membedah berbagai persoalan perguruan swasta tersebut menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., Sekda Kabupaten Badung Adi Arnawa selaku wakil dari Bupati Badung, Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Plt. Kadispora Made Mandi, Ketua BMPS Wayan Retha beserta anggota.

Mengawali raker, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta I Wayan Retha mengungkapkan, saat ini perguruan swasta tidak sekuat perguruan negeri milik pemerintah. Terlebih lagi penyerahan kewenangan dari sekolah menengah atas kepada Provinsi Bali sehingga tidak lagi memperoleh dana pendamping biaya operasional sekolah (BOS). Yang paling krusial yang dihadapi oleh perguruan swasta setiap tahun adalah mengenai proteksi dalam penerimaan siswa baru yang menyebabkan sekolah- sekolah swasta semakin tidak kelihatan eksistensinya.

“Kami yakin dan percaya melalui pertemuan kali ini akan ada saling pengertian untuk memproteksi keberadaan perguruan swasta. Di perguruan swasta ini setiap penerimaan murid baru ada variabel yang tidak bisa kami kontrol karena di luar kewenangan kami, sehingga perolehan siswa di perguruan swasta tentu tidak normal. Semoga tahun ini kita bisa menghilangkan variabel penyebab gangguan penerimaan siswa baru tersebut,” papar Wayan Retha.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menegaskan, supaya pendidikan di Badung bisa baik dan sukses, sekolah memiliki kualitas maka ada sasaran yang harus dicapai. Menteri pendidikan sudah mencanangkan dalam mencapai tujuan pendidikan dengan membangun rakyat Indonesia menjadi pembelajaran seumur hidup yang unggul dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Baca Juga  Raker Pansus Retribusi PBG DPRD Badung, Berharap Biaya yang Ditimbulkan Bisa Lebih Meringankan Beban Masyarakat

“Guideline dari Menteri Pendidikan ini harus dihayati oleh kita yang memiliki sekolah swasta, supaya kita betul- betul menanamkan nilai Pancasila,” tegas Putu Parwata.

Untuk mencapai nilai-nilai tersebut, lanjut Putu Parwata, harus ada kebijakan yang dilakukan yakni bagaimana menerapkan kolaborasi antar-sekolah, di tengah adanya ketimpangan penerimaan siswa antar-sekolah atau lembaga yang ada. Hal ini disebabkan tidak tersentuhnya kebijakan pemerintah oleh swasta.

“Operasional sekolah swasta adalah dari penerimaan SPP tetapi bagaimana kalau tidak ada SPP darimana subsidinya, di sinilah sebetulnya peran pemerintah. Untuk hal ini kami akan buatkan semacam rekomendasi DPRD apakah dalam bentuk peraturan daerah, sehingga untuk membantu sekolah sudah ada payung hukumnya,” katanya.

Selanjutnya, Putu Parwata  berharap sekolah harus mampu meningkatkan sumber daya guru dan kepala sekolah. Di setiap sekolah harus membangun platform pendidikan yang berbasis teknologi, kurikulum nasional yang mengandung satu nilai pendidikan yang kuat atau yang disebut pedagogik, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi yang merata, bagaimana sekolah itu dijadikan satu lingkungan untuk belajar mengisi diri untuk masa depan, memberikan insentif atas kontribusi dan kolaborasi pihak swasta di bidang pendidikan, mendorong kepemilikan industri dan otonomi pendidikan vokasi. Setiap sekolah hendaknya  memiliki kualitas pendidikan yang tinggi dengan akreditasi yang bersifat otonom dan diberikan kemudahan.

Berkenaan dengan itu, Putu Parwata berharap pemerintah agar menyusun bagaimana menyederhanakan mekanisme akreditasi karena inilah grand design dari pendidikan Indonesia yang harus dijabarkan. ‘’Semua itu harus kita jabarkan dalam bentuk peraturan dan kami di DPRD ini membentuk satu kebijakan peraturan daerah untuk mendorong sekolah swasta ini memiliki peran yang maksimal, memberikan pelayanan yang baik di bidang pendidikan dan setiap pendidikan yang ada di Badung ini mampu memberikan kontribusi kepada masyarakatnya bersama-sama dengan pemerintah,’’ ujar Parwata.

Baca Juga  Gandeng Media Online, Sekretariat DPRD Badung Kunjungi DPRD Provinsi DKI Jakarta Akomodir Tugas Legislatif

Pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Badung Adi Arnawa memaparkan, dalam upaya memenuhi hak- hak dasar masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan ada peran serta swasta di sini hadir dalam rangka memberikan pendidikan edukasi kepada masyarakat. Kalau mau bicara keberpihakan pemerintah Kabupaten Badung, sudah jelas sekali Pemerintah Kabupaten  Badung sangat memberikan ruang kepada peran swasta, dimana Pemerintah Badung mendorong melalui APBD memberikan beberapa stimulus kepada swasta dalam rangka untuk menjaga eksistensi daripada perguruan swasta, walaupun secara indeks tidak terlalu maksimal. Tetapi setidaknya peran Pemerintah Kabupaten Badung yang tertuang dalam APBD sudah jelas ada keberpihakan kepada perguruan swasta.

Terkait keinginan perguruan swasta agar ada ruang bagi mereka dalam menjaga eksistensi dari pendidikan di Kabupaten Badung melalui penerimaan siswa, semuanya ini tentu tidak bisa dipaksakan. ‘’Kita sebagai pemerintah tentu memberikan ruang bagi siapa pun yang berkeinginan untuk membangun dunia pendidikan dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun semua itu berpulang lagi kepada kualitas. Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang BMPS segera mulai melakukan evaluasi dalam rangka bagaimana menarik simpati masyarakat agar mau bersekolah di swasta, seperti platform sekolah yang harus jelas, contohnya berbasis teknologi dan berbahasa internasional tanpa harus meninggalkan kearifan lokal kita. (eka)        

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Hadiri Peresmian Gereja GKPB Jemaat Philadelphia Legian

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Badung Sepakati 3 Ranperda Menjadi Perda

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Dirga.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.

Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Hadiri Peresmian Gereja GKPB Jemaat Philadelphia Legian

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca