Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rektor Unud Sambut 186 Mahasiswa Program PMM Angkatan 3 dari 99 Perguruan Tinggi di Indonesia

BALIILU Tayang

:

rektor unud
PMM: Rektor Unud menerima kedatangan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 3 (Inbound) Tahun 2023 bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Senin (4/9/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Rektor Universitas Udayana (Unud) menerima kedatangan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 3 (Inbound) Tahun 2023 bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Senin (4/9/2023).

Turut hadir dalam acara penyambutan yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, para pimpinan Fakultas, Kepala Biro, USDI, Koordinator Perguruan Tinggi Pengirim, Ketua Satgas PPKS Unud, Ketua Unit MBKM Unud, Dosen Modul Nusantara dan undangan lainnya baik secara daring maupun luring.

Program PMM tahun 2023 mengambil tema “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya”. PMM merupakan program mobilitas mahasiswa dengan pembiayaan dari LPDP selama satu semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi di Indonesia sekaligus merasakan langsung memperkuat persatuan dalam keberagaman.

sardiana
Ketua Unit MBKM Unud Dr. I Ketut Sardiana. (Foto: ist)

Ketua Unit MBKM Unud Dr. I Ketut Sardiana menyampaikan bahwa Unud pada tahun 2023 ini merupakan salah satu perguruan tinggi penerima sekaligus pengirim. Jumlah mahasiswa Inbound di Unud mencapai 186 orang yang berasal dari 99 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Selain kedatangan peserta, Unud juga mengirim sebanyak 79 peserta ke 34 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Peserta PMM 3 mengikuti perkuliahan di Unud mulai 1 September hingga akhir Desember 2023 dan selama di Unud akan dibimbing oleh 8 orang Dosen Modul Nusantara serta didampingi oleh 8 orang Lisson Officer dari mahasiswa dan seorang PIC PPKS. Mahasiswa PMM mengambil 20 SKD dalam 1 semester, dengan rincian 16 SKS untuk perkuliahan di kelas regular dan 4 SKS perkuliahan modul nusantara. Unud menyediakan sebanyak 132 mata kuliah khas Unud yang dapat dipilih oleh mahasiswa PMM3.

PMM angkatan 3
Mahasiswa peserta program PMM Angkatan 3 tahun 2023 di Unud. (Foto: ist)

“Tahun ini jumlah pelamar di Unud mencapai 4.616 orang dari 270 Perguruan Tinggi dan yang lolos hanya 186 dari 99 Perguruan Tinggi setelah mengikuti proses seleksi yang sangat ketat,” ujar Ketua Unit MBKM.

Baca Juga  Ikatan Alumni Universitas Udayana Rayakan HUT Ke-48 Secara Sederhana

Pihaknya berharap peserta PMM dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan mengikuti kegiatan dengan baik hingga tuntas sesuai ketentuan yang telah diatur dalam pedoman PMM3.

unud
Kepala Program PMM dan Kampus Mengajar 2023 Asri Aldila Putri, S.Sos.,M.Si. (Foto: ist)

Kepala Program PMM dan Kampus Mengajar 2023 Asri Aldila Putri, S.Sos.,M.Si yang bergabung secara daring menyampaikan ucapan selamat kepada mahasiswa PMM 3 Inbound di Universitas Udayana. Pihaknya berpesan kepada mahasiswa PMM 3 untuk selalu menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tinggal saat ini dan menjaga selalu nama baik Universitas Udayana dan perguruan tinggi asal serta menjaga kesehatan dan bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai terjadi agar segera melaporkan kepada dosen modul nusantara dan koordinator Perguruan Tinggi serta Tim PMM yang selalu terbuka untuk berdiskusi. Pihaknya menitipkan mahasiswa dari seluruh nusantara untuk belajar di Unud kepada pengelola PPM Unud dan semoga banyak hal yang nantinya diperoleh mahasiswa dari keikutsertaan di PMM angkatan 3 ini.

rektor unud
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. (foto: ist)

Sementara Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya memperkenalkan sekilas mengenai profil Universitas Udayana kepada mahasiswa PMM Inbound. Rektor berharap peserta PMM 3 di Unud dapat membawa pengalaman satu semester di Unud ini dan menceritakan kebaikan-kebaikan dan kemajemukan yang ada ke seluruh pelosok dan menjadi duta Unud. Sehingga dapat saling memahami berdasarkan cerita unik yang terjadi dan mempererat hubungan serta menumbuhkan semangat bela negara. Pihaknya menyambut baik program PMM yang luar biasa ini karena akan terjadi saling komunikasi antaruniversitas dan mengetahui kemajemukan yang ada.

rektor unud
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara bersama mahasiswa program PMM angkatan 3 tahun 2023 berfoto selfi. (Foto: ist)

Melalui kesempatan tersebut Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah menginisiasi program PMM ini dan juga atas kesempatan Unud sebagai Perguruan Tinggi penerima, serta unit-unit yang terkait sebagai pelaksana program PMM 3 ini. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/headline5898-Rektor-Universitas-Udayana-Sambut-186-Mahasiswa-Program-PMM-Angkatan-3-dari-99-Perguruan-Tinggi-di-Indonesia.html (gs/bi)

Baca Juga  Universitas Udayana Kembali Perpanjang Kerja Sama dengan Pemkab Lembata NTT

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Program Kejati Bali, Sekda Dewa Indra Dorong Penuntasan Dokumen Kependudukan Anak Telantar

Published

on

By

Sekda Bali Dewa Indra menerima cinderamata saat menghadiri penandatanganan PKS pemberian dokumen kependudukan anak telantar di Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7).
PENANDATANGANAN PKS: Sekda Bali Dewa Indra menerima cinderamata saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar di Auditorium ST. Burhanuddin, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mewakili Gubernur Bali, menyatakan dukungan terhadap program Kejaksaan Tinggi Bali dalam pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak telantar. Ia mendorong agar seluruh anak telantar di Bali dapat segera memiliki dokumen kependudukan sebagai dasar untuk memperoleh berbagai pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Sekda Dewa Indra saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar di Auditorium ST. Burhanuddin, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7).

Mengawali sambutannya, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali beserta jajaran yang telah menginisiasi program pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak telantar. Ia berharap penandatanganan PKS antara Kejati Bali dan lembaga terkait di tingkat provinsi dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah serupa di kabupaten/kota se-Bali.

“Penandatanganan PKS jangan hanya dimaknai sebagai proses administrasi. Ini adalah bentuk komitmen dan kesepakatan kita untuk menghadirkan negara bagi anak telantar yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Sekda Dewa Indra menegaskan bahwa kepemilikan dokumen kependudukan merupakan hal yang sangat vital. Menurutnya, karena berbagai faktor sosial dan ekonomi, masih terdapat anak telantar di Bali yang menghadapi kendala dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Kondisi tersebut perlu segera ditangani karena dokumen kependudukan menjadi salah satu dasar bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pelayanan publik. Tanpa dokumen yang memadai, anak-anak berpotensi mengalami kesulitan dalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, keuangan, serta layanan lainnya.

Untuk itu, Sekda Dewa Indra mengajak seluruh pihak terkait mendukung program Kejati Bali dan memperkuat koordinasi agar pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak telantar dapat dituntaskan.

“Kita berharap dalam waktu dekat seluruh anak telantar memiliki dokumen kependudukan yang mereka butuhkan,” katanya.

Baca Juga  Wisuda Ke-150, Universitas Udayana Lepas 1.427 Wisudawan

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono menyampaikan terima kasih atas komitmen berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak telantar. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius karena kepemilikan identitas dan dokumen kependudukan berkaitan erat dengan pemenuhan hak anak sebagai warga negara.

Ia menegaskan bahwa UUD 1945 mengamanatkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar

“Di sinilah kita hadir atas nama negara dalam bentuk kolaborasi dan kerja sama,” ucapnya.

Kajati Bali juga mengingatkan bahwa persoalan administrasi kependudukan tidak semata-mata berkaitan dengan pencatatan identitas. Ketiadaan dokumen kependudukan dapat menghambat akses anak terhadap berbagai layanan dan berpotensi memperbesar kerentanan sosial pada masa mendatang.

“Karena tanpa mengantongi dokumen kependudukan, hak anak-anak itu sebagai warga negara tidak akan terpenuhi,” ujarnya.

Setiawan Budi Cahyono mengajak seluruh pihak bergerak bersama sesuai dengan kewenangan masing-masing untuk memastikan anak telantar memperoleh dokumen kependudukan yang menjadi hak mereka. Ia berharap kolaborasi yang dibangun di Bali dapat menjadi percontohan dalam pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak telantar.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono menandatangani PKS tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali Anak Agung Sagung Mas Dwipayani; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata; Ketua Pengadilan Tinggi Bali; serta Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali.

Melalui kerja sama tersebut, para pihak diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai kewenangan masing-masing sehingga anak telantar yang menghadapi kendala administrasi kependudukan dapat memperoleh dokumen yang dibutuhkan dan mengakses pelayanan publik secara lebih mudah. (gs/bi)

Baca Juga  Terobosan Inovatif, Rektor Unud Dukung LKMM-TD FKP Unud

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Hadiri Upacara “Melaspas” Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan punia saat menghadiri Upacara Melaspas Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih, Bongkasa, Kamis (30/7).
SERAHKAN PUNIA: Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta serahkan punia saat menghadiri Upacara “Melaspas” Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih, Banjar Kambang, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (30/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam rangkaian Upacara Melaspas Pralingga/Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih, Banjar Kambang, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (30/7). Upacara suci tersebut dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Bongkasa.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan karya suci tersebut, Ny. Yunita Alit Sucipta mepunia sebesar Rp 5 juta diterima Penyarikan Pura Wayan Gasek.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yunita Alit Sucipta menyampaikan bahwa kehadirannya sebagai upasaksi sekaligus wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih.

“Kami merasa bersyukur dapat tangkil dan mengikuti rangkaian upacara suci ini sebagai cihna bhakti kepada Sesuhunan yang berstana di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih. Semoga melalui pelaksanaan karya suci ini kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, kerahayuan, serta keharmonisan lahir dan batin. Kami juga berharap jagat Badung selalu berada dalam keadaan tentram, kerta raharja, gemah ripah loh jinawi, serta masyarakat senantiasa hidup paras paros, segilik seguluk salunglung sabayantaka,” ujarnya.

Sementara itu, Penyarikan Pura, Wayan Gasek, menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan ikut mendoakan pelaksanaan karya di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih berjalan labda karya. Ia juga melaporkan rangkaian upacara yang telah dilaksanakan, di antaranya Upacara Melaspas, Melasti, serta sejumlah prosesi lainnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa puncak karya akan dilaksanakan pada 1 Agustus mendatang. Pelaksanaan karya ini merupakan wujud sradha bhakti krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan harapan seluruh krama senantiasa dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan keseimbangan alam semesta.

Baca Juga  FT Unud Lepas 217 Calon Wisudawan pada Yudisium Ke-146

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa, para tokoh masyarakat, serta pengempon Pura Dalem Merta Ening Manik Galih. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Uleman Karya” di Pura Kayu Gede Kastuba, Kerobokan Kaja

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Pura Kayu Gede Kastuba, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).
HADIRI ULEMAN KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi fondasi utama pariwisata di Kabupaten Badung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Wayan Adi Arnawa menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan adat dan keagamaan bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata pemerintah untuk mendampingi masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan leluhur secara turun-temurun.

“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi karma. PAD Badung yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan berbagai program bantuan untuk meringankan beban warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan,” ucap Bupati.

Bupati menegaskan, keberlanjutan pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Apabila nilai-nilai budaya mengalami kemunduran, sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat juga akan terdampak.

“Jika adat dan budaya tidak kita jaga bersama, pariwisata akan terganggu dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PAD kita kembalikan penuh untuk meringankan beban krama,” kata Bupati Badung.

Selain bantuan untuk kegiatan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung juga menjalankan sejumlah program sosial bagi masyarakat. Program tersebut antara lain bantuan tunai Rp 2 juta per kepala keluarga menjelang Hari Raya Galungan, insentif Rp 3 juta bagi warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas di setiap ulang tahunnya, serta bantuan Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan warga yang menderita sakit menahun (bedridden). Di sektor pembangunan, Pemkab Badung juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Kunjungan ke Ukraina Wujud Kepedulian Indonesia untuk Ukraina

“Fokus saya untuk pembangunan saat ini diarahkan pada penguraian kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Kuta Utara yang menjadi salah satu titik padat aktivitas pariwisata. Dumogi bantuan yang diberikan bermanfaat memberikan kesejahteraan bagi kita semua sehingga karya berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia AA Putu Mayun menyebutkan mewakili krama dan pengempon Pura Kayu Gede Kastuba menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.

“Atas nama pribadi dan mewakili krama pengempon Pura, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Badung, kepada Bapak Bupati Badung atas bantuan yang diberikan kepada kami, dimana sangat membantu penyelenggaraan karya utama yang membutuhkan pembiayaan besar, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan Kaja beserta pengurus dan krama pengempon Pura. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca