Sunday, 21 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sanggar Wredi Kumara Jaya Duta Kabupaten Badung di PKB XLVI

BALIILU Tayang

:

duta pkb badung
HADIRI GLADI BERSIH: Sekda Badung l Wayan Adi Arnawa menghadiri gladi bersih peserta parade gong kebyar wanita dari Sanggar Wredi Kumara Jaya Banjar Pekandelan, Legian Tengah, Desa Adat Legian sebagai duta Kabupaten Badung di ajang PKB di Wantilan Pura  Dalem Desa Adat Legian Kuta Badung, Jumat (15/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung l Wayan Adi Arnawa menghadiri gladi bersih sekaligus pelepasan peserta parade gong kebyar wanita dari Sanggar Wredi Kumara Jaya Banjar Pekandelan, Legian Tengah, Desa Adat Legian yang mewakili Kabupaten Badung di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Legian Kuta Badung, Jumat (14/6).

Pesta Kesenian Bali merupakan parade atau festival kesenian tahunan yang dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian, dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali.

Kegiatan PKB XLVI tahun ini akan berlangsung dari tanggal 15 Juni-13 Juli 2024 mendatang di Art Center Desa Sumerta Kelod Denpasar. Pada pesta kesenian tersebut terdapat 10 jenis kegiatan yang akan  digelar yakni kegiatan Kriya Loka, Wimbakara, Widyatula, Rekasadana, Kandarupa, Utsawa, Peed Aya, Adhi Suwaka Nugraha, Jantra Tradisi Bali dan Bali World Cultural Celebration dengan menggunakan 12 lokasi.

Dalam sambutannya Sekda  Adi Arnawa mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dengan pertunjukan Gong Kebyar dari Penabuh Wanita Sanggar Wredi Kumara Jaya, serangkaian gladi bersih persiapan mewakili Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-46. “Saya mengapresiasi penampilan adik-adik pada gladi bersih malam ini sudah menampilkan menabuh nyaris sempurna, dan saya berharap di pesta kesenian agar mempertahankan performa yang optimal  sehingga bisa tampil maksimal sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Sekda Adi Arnawa juga berpesan kepada para peserta penabuh pentingnya menjaga kondisi dan mempersiapkan diri dengan baik. “Saya minta dengan sangat kepada adik-adik yang akan tampil di pesta kesenian nanti agar menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dari sekarang karena bagaimanapun bagusnya penampilan malam ini tanpa didukung dengan kondisi yang sehat tentu nanti akan berdampak pada konsentrasi yang tidak fokus sehingga tidak bisa tampil maksimal, maka dari itu tolong tunjukkan semangat yang optimal dan buktikan adik-adik layak menjadi duta Kabupaten Badung,” imbuh Sekda Adi Arnawa seraya menyerahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp. 20 juta untuk Sekaa Gong wanita dan Rp. 20 juta untuk Gong Kebyar.

Baca Juga  Berlangsung Meriah, Pembukaan PKB XLVI Kabupaten Tabanan

Sementara itu Kelian Pekandelan Legian Tengah A.A. Putu Gede Sutamba melaporkan bahwa tanggal 19 Juni, gong kebyar wanita akan mebarung dengan Sanggar Seni Hari Dwipa Gambelan Group, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Duta Kabupaten Tabanan dan Sanggar Seni Jagratara, Br. Tegal Lenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Duta Kabupaten Buleleng.

“Penabuh gong kebyar wanita ini, hasil dari pembinaan Sanggar Wredi Kumara Jaya, dimana Sanggar Wredi Kumara Jaya ini mulai terbentuk pada tanggal 16 Juli tahun 2018. Kami sempat latihan 1,5 tahun setelah itu ada pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kami tidak bisa melanjutkan aktivitas seperti biasanya selama 2 tahun. Dan untuk para peserta penabuh yang mewakili Kabupaten Badung ini 80% dari binaan Sanggar Wredi Kumara Jaya. Kami bekerjasama dengan Puskesmas Kuta II melakukan cek kesehatan dan memberikan vitamin kepada para peserta, dan terima kasih kepada Pemkab Badung yang sudah mendanai kegiatan persiapan di ajang PKB ke-46 sebesar Rp. 850 juta,” ungkapnya.

Turut hadir anggota DPRD Badung AA Ngurah Sudiarsa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sudarwitha , Camat Kuta D. Ngurah Bayudhewa, Lurah Legian Putu Eka Martini, Ketua Listibiya Kecamatan Kuta, Ketua LPM Legian beserta undang lainnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wabup Suiasa Serahkan Fisik Bangunan Bantuan Pascabencana

Published

on

By

pasca
SERAHKAN BANTUAN: Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan pada Minggu (21/7).

Bantuan tersebut diserahkan di empat titik. Titik pertama adalah di Pura Muaya, Lingkungan Pesalakan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Di sini, bantuan berupa perbaikan pelinggih tajuk dan pepelik diserahkan dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih.

Titik kedua adalah di kediaman I Nyoman Nuada di Lingkungan Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Bantuan yang diberikan di sini berupa dana sebesar Rp 210 juta untuk perbaikan rumah. Titik ketiga adalah di kediaman I Ketut Sueta di Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Bantuan yang diserahkan berupa dana sebesar Rp 52 juta lebih untuk perbaikan rumah. Titik terakhir adalah di Pura Dalem, Desa Adat Kutuh. Bantuan yang diserahkan di sini adalah untuk perbaikan Balai Gong dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih. Total dana bantuan ini bersumber dari dana BPBD dan diharapkan dapat membantu pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Wabup Ketut Suiasa menegaskan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Badung dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya untuk memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka.

“Bantuan bangunan fisik untuk masyarakat yang terkena bencana alam adalah salah satu konsepsi yang kita kembangkan. Kita ingin memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka,” ujar Suiasa setelah menyerahkan bantuan.

Di Bali, lanjut Suiasa, banyak masyarakat yang terkena dampak bencana alam. Pihaknya telah menyesuaikan regulasi dan aturan untuk memungkinkan pemberian bantuan bagi setiap bangunan fisik yang rusak, baik itu milik perseorangan, komunitas, maupun lembaga. Bantuan ini diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga  Sekaa Gong Legendaris Kerthi Budaya Guncang PKB Ke-46

“Tentu besaran bantuan ini akan disesuaikan dengan hitungan nilai fisik yang telah kita hitung bersama Tim Teknis Jitupasna pada BPBD. Hal inilah yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan dan menyusun anggaran,” jelasnya.

Wabup Suiasa juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya untuk meringankan segala beban masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa bencana. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana agar mereka tidak terbebani terlalu banyak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana alam dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama bencana alam.

“Kita di Badung akan terus secara konsisten melakukan upaya ini secara berkesinambungan. Orang yang sehat saja kita ringankan bebannya, apalagi masyarakat yang terkena bencana, tentu dua kali lipat perhatian yang harus kita berikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kalaksa BPBD Wayan Darma beserta jajaran,  Camat Kuta Ngurah Bayudhewa, Sekcam Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran, Jro Mangku Pura Muaya, Bendesa Adat Kutuh beserta Prajuru adat, Nyoman Nuada dan Ketut Sueta. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Suiasa Apresiasi Konsistensi Yowana Jimbaran Gelar Lomba Layang-layang Menega Kite Festival III

Published

on

By

lomba
BUKA LOMBA: Wabup Ketut Suiasa membuka Lomba Layang-layang Menega Kite Festival di Lapangan Cengiling, Minggu (21/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wabup Ketut Suiasa menghadiri sekaligus membuka Lomba Layang-layang Menega Kite Festival di lapangan Cengiling, Minggu (21/7). Acara yang dilaksanakan oleh Sekaa Teruna Panca Sentana Putra Br. Menega Desa Adat Jimbaran ini mengambil tema Akasha Martakah yang diikuti oleh 400 peserta dari seluruh Bali.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah, Wabup Suiasa juga menyerahkan secara simbolis bantuan sebesar Rp 30 juta yang diterima oleh Ketua Panitia. Turut hadir Sekcam Kuta Selatan Wayan Sujaka, DPRD terpilih Made Sudira, Lurah Jimbaran Wayan Kardiyasa, Kaling Jimbaran, Bendesa Adat Jimbaran, Kelian Adat Menega beserta peserta lomba.

Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi dan bahagianya karena konsistensi yang dilakukan para yowana dalam menyelenggarakan acara tersebut. Hal itu tentu sangat luar biasa, karena orang yang konsisten dalam melakukan kegiatan artinya memiliki prinsip. “Walaupun kita memiliki suatu ide atau gagasan yang terbaik dan luhur tetapi tidak dilaksanakan secara kontinuitas dan prinsipnya tidak ada nilai ideologisnya sejatinya itu namanya tidak konsisten. Tapi ini anak-anak (Sekaa Teruna) sangat luar biasa itulah modal dasar kita membangun dan salah satu kelemahan kita adalah tidak adanya konsistensi,” ucapnya.

Melalui kegiatan lomba layang-layang tersebut Wabup Suiasa mengajak para sekaa teruna untuk selalu menjaga komunitas, komunikasi, koordinasi dan juga terbiasa menyatukan persepsi dan pikiran melaksanakan satu konsesi dan langkah dalam mencapai sesuatu kedepannya. Dari layangan banyak filosofi kehidupan yang dapat diambil dan bukan hanya menjalankan hobi.

“Pertama filosofi dari gerakan layangan atau egolannya yang bagus merupakan simbolik bahwa hidup itu harus dinamis serta penuh irama. Kedua, main layangan mengajarkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, tidak bisa maju sendiri, perlu ada kerja sama sesuai tugas kita masing-masing. Ketiga, dalam hidup kita perlu dan butuh tumpuan, jadi banyak filosofi yang dalam kita ambil bermain layangan,” paparnya. (gs/bi)

Baca Juga  Disaksikan Pj. Gubernur Mahendra Jaya, Pergelaran Drama Gong Lawas Pukau Penonton PKB Ke-46

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Terulang Insiden, Pemprov Bali Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

Published

on

By

dw indra
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengingatkan kembali adanya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-Layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya. Hal ini disampaikannya di Denpasar, Jumat (19/7) sore menyusul adanya informasi helikopter jatuh yang diduga disebabkan terjerat tali layang-layang.

Dewa Made Indra mengatakan dalam Perda No. 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari Bandar Udara. Selanjutnya dalam ayat 2 disebutkan Dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. Di ayat 3 menyebutkan Dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 10 mil laut atau 18 kilometer sampai dengan 30 mil laut atau 54 kilometer dengan ketinggian melebihi 300 meter atau 1.000 kaki.

Sekda Dewa Indra mengajak masyarakat Bali untuk mematuhi dan mengikuti peraturan ini demi kepentingan masyarakat. Ia  menambahkan pelaksanaan peraturan ini harus dilihat dengan bijaksana sebagai langkah menjaga keamanan penerbangan dan ruang udara di Bali. “Apalagi mengingat Bali sebagai daerah pariwisata, penting bagi kita sebagai masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali,” tambahnya.

Menurutnya jika ini dilanggar justru akan merugikan semua pihak baik yang menaikkan layangan maupun seluruh masyarakat Bali. “Yang menaikkan bisa kena hukuman pidana, apalagi kalau terjadi insiden bisa merugikan semua pihak,” ujarnya lagi.

Adapun sanksi pidana sesuai Pasal 8 (1) disebutkan Barang siapa yang melanggar ketentuan dalam Pasal 2 dan 6 Peraturan Daerah ini, diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah). (gs/bi)

Baca Juga  Bawakan Garapan "Taruna Goak", Balaganjur Bala Goak Panji Pukau Ribuan Penonton PKB

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca