Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sejak 22 Maret 9.647 PMI Pulang, Dewa Indra: Ke Depan Masih Ada yang akan Datang

BALIILU Tayang

:

de
SEKDA BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Bali Dewa Made Indra melalui konferensi pers, Jumat (17/4-2020) di kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon, Denpasar memaparkan sejak 22 Maret hingga Kamis (16/4-2020) sudah sebanyak 9.647 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang pulang, termasuk  yang datang dari Pelabuhan Benoa Kamis (16/4) sebanyak 117 orang yang setelah di-rapid test semuanya negatif.

Namun sesuai informasi yang didapatkan dari Kementerian Luar Negeri, kata Dewa Indra, masih ada PMI yang akan pulang dalam waktu ke depan ini. ‘’Kami masih mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri tentang kepulangan beberapa sahabat-sahabat kita baik melalui Bandara Ngurah Rai maupun melalui Pelabuhan Benoa,’’ ujar Dewa Indra.

Untuk Pelabuhan Benoa, lanjut Dewa Indra, mendapat informasi ada 4 kapal yang merapat. Kamis (16/4), kemudian Jumat (17/4) sebanyak 51 orang, 17 di antaranya dari Bali. Sabtu (18/4) besok akan merapat 1 unit kapal, dan kemudian lusa akan merapat lagi 1 unit kapal. ‘’Untuk sementara dari Pelabuhan Benoa itu dulu, kita tunggu lagi arahan dari Pemerintah Pusat. Mengenai lagi berapa PMI yang akan pulang, ini bagian yang sangat sulit kami identifikasi, termasuk Kementerian Luar Negeri juga tidak bisa mendapatkan data yang pasti,’’ imbuh Dewa Indra.

Mengapa, ungkap Dewa Indra, karena para PMI ini mereka berangkat dengan melamar langsung pada agen-agen yang mengirim mereka ke kapal pesiar. Jadi pemerintah tidak memiliki data yang pasti. ‘’Ini menjadi pelajaran bagi kita ke depan harus diatur mekanisme agar agen-agen yang memiliki tenaga kerja ke kapal pesiar agar melaporkan berapa, siapa, darimana yang dikirim tersebut. Sehingga kita punya data. Ini pelajaran penting yang harus kita ambil,’’ ujarnya.

Baca Juga  Klarifikasi Reopening, ‘’New Normal - New Happening’’ di Toya Devasya Hot Spring Waterpark

Terkait transmisi lokal,  Dewa Indra menegaskan ada yang terjangkit dari PMI yang sedang dirawat, dari orang yang pernah terjangkit di daerah lain, dan juga ada yang terjangkit dari warga negara asing. Yang terpapar dari daerah terjangkit misalnya di Jembrana ada seorang pegawai negeri yang melaksanakan tugas ke Jakarta, mereka tidak tahu terinfeksi, lalu pulang kemudian istrinya terinfeksi.

Kemudian ada lagi PNS Pemprov Bali yang tugas ke luar daerah tidak tahu dirinya terinfeksi lalu pulang kemudian anaknya satu orang terinfeksi. Tapi ada juga yang di rumah sakit. Kita sudah tahu ada 2 orang tenaga medis yang terinfeksi karena menangani pasien Covid-19.

Dewa Indra menyampaikan sampai hari ini penyebaran Covid-19 baik di Bali, di Indonesia maupun di dunia masih terus berlanjut. Belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Salah satu sumber resiko yang berpotensi menimbulkan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Bali adalah sahabat kita yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Oleh karena itu maka strategi yang terus dilakukan adalah menguatkan terus-menerus proses screening, proses pemeriksaan di pintu masuk strategis kita adalah Bandara Ngurah Rai baik di kedatangan internasional maupun di kedatangan domestik.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali ini baik dari unsur pemerintah daerah, unsur TNI, Polri, dari unsur pemerintah pusat yakni KKP, otoritas Bandara Ngurah Rai dengan segenap unsur yang ada di bandara, bersama-sama bersinergi melakukan upaya-upaya pemeriksaan yang semakin ketat.  ‘’Kita evaluasi terus-menerus apa pun yang kita temukan hari ini sebagai kelemahan maka kita evaluasi untuk kita sempurnakan lagi,’’ ujar Dewa Indra.

Tujuannya adalah untuk memastikan agar semua orang yang datang dari luar negeri, baik itu warga negara asing yang sekarang ini sudah mulai sangat menurun jumlahnya, maupun saudara-saudara kita atau sahabat-sahabat kita yang pernah bekerja di luar negeri, harus dipastikan sebelum pulang ke kampung halamannya mereka negatif Covid-19.

Baca Juga  Pemulihan Pasca-Corona, Wagub Cok Ace Setuju Keberhasilan Bali Tangani Covid-19 Diangkat sebagai Salah Satu Promosi Pariwisata

Oleh karena itu, penyempurnaan pemeriksaan terus dilakukan. Dalam 4 hari mulai Kamis (16/4), hari ini, besok dan lusa, atas amanah dari Gugus Tugas Nasional kita juga menerima PMI yang pulang di Pelabuhan Benoa. Ini adalah amanah yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Nasional agar Provinsi Bali memfasilitasi kepulangan para pekerja migran kita di Pelabuhan Benoa.

Untuk itu, upaya screening juga akan dilakukan di Pelabuhan Benoa. Seluruh PMI yang berada di kapal pesiar yang akan berlabuh di Pelabuhan Benoa, dilakukan rapid test dengan baik untuk mengetahui atau mengidentifikasi yang mana positif, yang mana negatif. Sesuai dengan kesepakatan bupati/walikota se-Bali yang positif menjadi tanggung jawab provinsi, yang negatif dikembalikan ke  kab/kota di bawah pengawasan pemerintah kab/kota.

Untuk PMI yang tidak berasal dari Bali maka sudah berbagi tugas, pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Nasional bersama kepala BP3TKI dengan agen kapal pesiar untuk memfasilitasi kepulangan PMI ini secepat mungkin.

Kita terus mengupayakan PMI yang berasal dari luar Bali tiba di Benoa untuk mengikuti proses pemeriksaan tes yang ketat, dan kemudian difasilitasi untuk segera pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Jika pada hari itu mereka mendapatkan tiket pesawat ke kampung halamannya maka hari itu diberangkatkan, jika belum ada penerbangan paling lambat besoknya terkirim. Jadi tidak akan ada PMI asal daerah lain yang lama-lama di Bali, tidak akan ada dan ini sudah menjadi komitmen antara Gubernur Bali dengan Gugus Tugas Nasional.

‘’Oleh karena itu, tentu kami mengharapkan pemahaman dan juga dukungan semua pihak. Perbedaan-perbedaan pendapat adalah hal yang biasa, tetapi ketika pemerintah sudah mengambil keputusan maka sebagai aparat pemerintah kita harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bank Indonesia Serahkan Bantuan Sembako

Terkait jumlah kasus positif masih memperlihatkan angka pertambahan dari hari ke hari, baik yang disumbangkan dari PMI yang pulang dari berbagai negara, maupun karena transmisi lokal, atau karena datang dari daerah terjangkit maka semua masyarakat Bali harus tetap waspada.

Waspada untuk melindungi diri kita, waspada untuk melindungi anggota keluarga kita, untuk melindungi masyarakat kita. Karena itu kami tidak akan pernah bosan untuk menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Bali, untuk selalu menggunakan masker terutama sekali ketika berkomunikasi dengan orang lain, tetap harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir, kemudian disiplin menjaga jarak fisik dalam berkomunikasi, dalam berinteraksi dengan orang lain serta sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah.

Ini penting sekali karena ini adalah cara-cara yang mudah, cara-cara yang mudah dipahami, cara-cara yang tidak membutuhkan biaya mahal, cara-cara yang tidak menimbulkan resiko yang tinggi, tetapi kalau dilakukan dengan penuh disiplin maka akan efektif untuk meredam penyebaran Covid-19.

Terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD), Dewa Indra menegaskan persediaan rapid test, masker bedah maupun masker N95 semuanya masih dalam keadaan cukup untuk satu minggu kedepan. ‘’Bukan berarti setelah satu minggu kita akan kehabisan, tidak. Karena kita juga selalu menambah ketersediaan APD, rapid test dan lain-lain yang kita butuhkan untuk memastikan bahwa proses penanganan kawan-kawan kita yang positif tetap berjalan dengan baik dan aman,’’ pungkas Dewa Indra. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hingga Hari Ketujuh Pencarian Masih Nihil, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Gede Adimas

Published

on

By

Pencarian Gede Adimas Dihentikan Setelah Tujuh Hari
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026).

“Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok kelompok nelayan yang berada di pesisir utara pantai Gerokgak,” terang Dony Indrawan selaku Koordinator Pos SAR Buleleng saat menghentikan kegiatan operasi SAR.

Ia menambahkan, sejak hari pertama pencarian seluruh lokasi yang dicurigai sudah dilakukan pencarian. Namun hingga hari ini target yang kita cari masih belum ditemukan.

“Tadi SRU laut sudah melaksanakan pencarian dengan luas area mencapai 40 NM², sedangkan penyisiran darat sejauh 5 km,” katanya.

Dony memaparkan bahwa sejak hari pertama operasi SAR di gelar, Tim SAR Gabungan sudah melaksanakan pencarian secara maksimal.

Kendati Operasi SAR sudah dihentikan, Dony menegaskan Kantor Pencarian dan Pertolongan mamastikan operasi SAR dan evakuasi dapat dibuka kembali jika sewaktu – waktu terdapat tanda – tanda baru yang mengarah ditemukannya korban.

Di sisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya memberikan apresiasi kepada suluruh unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian terhadap Gede Adimas. “Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan, semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.

Operasi pencarian dan pertolongan ini terut melibatkan, Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Pol Airud Polda Bali, Pol Air Polres Buleleng , Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, Bhabinkamtibmas Desa Gerokgak, Babinsa Desa Gerokgak, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Aparat Kecamatan Gerokgak, Aparat Desa Gerokgak, PT. Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, Keluarga Korban dan Masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Pemulihan Pasca-Corona, Wagub Cok Ace Setuju Keberhasilan Bali Tangani Covid-19 Diangkat sebagai Salah Satu Promosi Pariwisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Published

on

By

Program Bedah Rumah Bali Capai 1.410 Unit Terealisasi
RAKOR: Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan program perumahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati/walikota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.

Menurutnya, program bantuan perumahan di Bali terus mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 31 unit, sementara pada 2026 targetnya mencapai 4.184 unit.

Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Namun, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang terealisasi baru mencapai 1.410 unit.

Karena itu, diperlukan langkah percepatan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun. Salah satunya berupa satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni, dengan tipe 36 sebanyak 60 unit.

Sementara dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target tahun 2026 sebanyak 1.114 unit.

Ada pula program Kredit Program Perumahan (KPP). Bali mencatat realisasi yang sangat tinggi, mencapai 99,9 persen, dengan nilai penyaluran sekitar Rp 1,003 triliun.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dorong Inovasi Pengembangan Potensi Desa Hadapi Era New Normal

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi pelaksanaan KUR Perumahan di Bali. Ia menyebut Bali menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR Perumahan yang tinggi. Bahkan, BPD Bali berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.

Menurut Maruarar, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Bali. Salah satu keunggulannya, suku bunga KUR Perumahan ditetapkan 5 persen sejak awal hingga lunas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya.

Koster menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas program perumahan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, khususnya kelompok masyarakat kurang mampu. “Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program bedah rumah. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Bali.

Kredit Program Perumahan (KPP) sendiri merupakan pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memiliki maupun melakukan renovasi rumah.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Made Aryati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung, Siapkan Infrastruktur Penukaran Baterai

Published

on

By

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung
PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN: Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. berjabat tangan dengan General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dalam rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik di Kabupaten Klungkung, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, PLN, mitra industri, serta lembaga teknologi dari Indonesia dan Korea Selatan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Foto: Hms PLN UID Bali)

Klungkung, baliilu.com – Pengembangan kendaraan listrik di Kabupaten Klungkung memasuki tahap uji coba melalui pembangunan infrastruktur sistem penukaran baterai (Battery Swap System).

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH) berkolaborasi mendukung pengembangan infrastruktur tersebut di lima lokasi di Kabupaten Klungkung.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan produk, layanan, dan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik kecil di wilayah kerja PLN UID Bali, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026).

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, PLN mendukung kebutuhan kelistrikan dan penyambungan daya untuk menunjang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai.

“Melalui ruang lingkup kerja sama ini, PLN UID Bali berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik, khususnya dalam hal kebutuhan listrik dan penyambungan daya yang diperlukan. Infrastruktur ini nantinya akan menopang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai (Battery Swap System) di lima lokasi strategis di Kabupaten Klungkung,” ujar Ajrun.

Dukungan kelistrikan di lapangan nantinya dilaksanakan oleh PLN UP3 Bali Timur melalui ULP Klungkung. PLN memberikan pelayanan kelistrikan sesuai kebutuhan daya dan ketentuan yang berlaku, sementara INAKO, KEMA, dan KATECH menyiapkan perizinan serta kebutuhan penyambungan daya.

Proyek percontohan direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dengan pengoperasian lima kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus. Pengembangan selanjutnya direncanakan diperluas pada 2027 dengan lebih dari 30 kendaraan listrik di Bali.

Kendaraan tersebut mencakup kendaraan listrik roda tiga untuk berbagai kebutuhan, seperti pengangkutan sampah, kendaraan pendingin, dan pengangkutan barang. Selain itu, dikembangkan kendaraan pertanian listrik roda tiga dan roda empat berukuran kecil untuk kebutuhan pengangkutan dan penyemprotan.

Baca Juga  Aksi Sosial Satgas Covid-19 MGPSSR Bali di Bangli, Jro Pasek Wayan Diar: Dimana pun Lakukan Edukasi dan Sosialisasi Covid-19

Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Nusa Penida sebagai green island pada 2030.

“Jika menjadi green island, Nusa Penida akan menjadi destinasi wisata yang lebih berkelas. Dan ini terus kami siapkan secara bertahap hingga nanti bisa tercapai sepenuhnya pada 2030,” ujar Satria.

Menurut Satria, pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Kerja sama ini juga mencakup pengujian kesesuaian dan kualitas sistem penukaran baterai di lapangan serta pemanfaatan data penggunaan dan pemantauannya. Para pihak dapat menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah dan lembaga Korea Selatan, antara lain Deputy Director Ministry of SMEs and Startups Sangmin Jeon, Principal Researcher Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT) Johngill Kim, Deputy General Manager Korea SMEs and Startups Agency (KOSME) Jongtak Jeong, Executive Director KEMA Jiyong Song, dan Director of Jeonnam Division KATECH Changhyun Jeong.

Dari Indonesia, hadir Bupati Klungkung I Made Satria, S.H., Chairman AISMOLI Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si., Vice Rector Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., serta CEO PT INAKO Kreta Udhaya Suchang Oh.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi di Klungkung. Dukungan teknologi, infrastruktur kelistrikan, dan kolaborasi lintas negara diharapkan dapat mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata dan ekonomi hijau di Bali.

Melalui kerja sama ini, PLN UID Bali bersama para pihak akan melanjutkan koordinasi, pengujian, dan pengembangan sistem penukaran baterai sesuai ruang lingkup yang telah disepakati. Implementasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bertahap menuju ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas di Klungkung dan Bali. (eka/bi)

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gencar Lakukan Sosialisasi Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca