Connect with us

NEWS

Sekda Adi Arnawa Sosialisasikan E-Surat, Ubah Mindset dari Konvensional menuju Digitalisasi

BALIILU Tayang

:

de
Sekda Adi Arnawa saat memberikan sosialisasi Aplikasi E-Surat kepada OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung di Puspem Badung, Selasa (5/1).

Badung, baliilu.com – Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) sesuai dengan Perpres No. 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Pada intinya bagaimana proses terjadinya pergeseran pola pikir dari konvensional menuju digitalisasi.

Salah satunya E-Surat yang merupakan kerjasama antar-PD dimana Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai pembangun sistem, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) mengarahkan sistem sesuai dengan aturan Sistem Informasi Kearsipan Daerah (SIKD), sedangkan Bagian Organisasi menitikberatkan pada ketatanaskahan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan sosialisasi Aplikasi E-Surat kepada OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung bertempat di Ruang Kerta Gosana Puspem Badung, Selasa (5/1).

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa mengatakan E-Surat merupakan aplikasi pengelolaan surat menyurat secara digital/elektronik yang bisa berjalan pada platform IOS maupun Android, untuk mempercepat penyampaian informasi surat dan disposisi kepada pihak yang dituju.

Dengan diterapkannya E-Surat di Kabupaten Badung, Sekda Adi Arnawa mengharapkan ada efisiensi waktu dan penggunaan kertas (paperless) karena semua administrasi sudah by digital, dari konsep surat kemudian alur yang melewati jenjang struktural sebagai penanggung jawab sekaligus korektor/ persetujuan sampai surat tersebut ditandatangani secara elektronik oleh pimpinan. Di samping itu, aplikasi E-Surat akan menjadikan OPD bekerja lebih cepat dan mudah terutama dalam hal administrasi perkantoran, dimana pemerintah dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi di bidang informasi. Kemajuan Teknologi Informasi memungkinkan sebuah piranti aplikasi layanan masyarakat bisa berjalan secara digital tanpa menggunakan kertas dan sejenisnya, bahkan aplikasi E-Surat dapat diakses dengan mudah secara mobile (bergerak) melalui smartphone maupun tablet pc yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Baca Juga  TMMD Ke-109 Ditutup, Walikota Rai Mantra Terima Hasil Pekerjaan Fisik TNI Manunggal Membangun Desa di Denpasar

Pengembangan aplikasi E-Surat ini meliputi pengiriman (surat keluar) dan penerimaan (surat masuk) secara elektronik melalui jaringan internet baik intern maupun antar-OPD secara cepat, tepat dan akurat. “Aplikasi E-Surat juga sudah bersifat mobile dimana saja user sudah bisa melakukan administrasi persuratan. Saat ini sedang dilakukan uji coba untuk membiasakan para user/pejabat menggunakan E-Surat tersebut. Memang tidak mudah mengubah mindset dari konvensional ke digital, namun seiring tuntutan pelayanan selalu prima dan dengan terjadinya musibah virus Corona E-Surat ini menjadi pilihan wajib yang harus diterapkan,’’ ujar Adi Arnawa.

Dikatakan, E-Surat tidak berdiri sendiri melainkan menjadi satu kesatuan dengan penandatangan elektronik, penomoran elektronik dan arsip digital. Sebagai langkah awal penerapan E-Surat Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kominfo, Diskerpus dan Bagian Organisasi sudah melatih para operator di masing-masing OPD untuk dapat menggunakan E-Surat dan TTE serta mensosialisasikan di OPD-nya masing-masing.

Sekda Adi Arnawa juga menyampaikan untuk saat ini Dinas Kominfo berusaha membangun sistem aplikasi E-Surat, yang diharapkan bisa diaplikasikan pada Februari 2021 dalam melakukan pengiriman dan penerimaan surat yang memberikan informasi tentang proses alur surat sehingga dapat meningkatkan efisiensi di segala aspek termasuk efisiensi tenaga, biaya, dan penghematan kertas.

“Program paperless (pelayanan surat menyurat secara digital tanpa kertas) yang dicanangkan pemerintah benar-benar agar bisa diterapkan terutama di instansi pemerintah, sehingga mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap bahwa semua urusan yang terkait dengan administrasi maupun birokrasi memakan waktu yang lama. Namun dengan aplikasi E-Surat ini semua jadi mudah dan mampu menjawab semua permasalahan yang ada,” jelasnya. (bt)

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Rakor Nyepi dan Isra Mi’raj di Polresta Denpasar

Published

on

By

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri rapat koordinasi (rakor) pengamanan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dan peringatan Isra Mi’raj yang dilaksanakan Polresta Denpasar, Jumat (5/3/2021)


Denpasar, baliilu.com – Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri rapat koordinasi (rakor) pengamanan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dan peringatan Isra Mi’raj yang dilaksanakan Polresta Denpasar, Jumat (5/3/2021) di kantor setempat.

Rakor yang dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan dihadiri Dandim 1611 Badung Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, OPD terkait Pemkot Denpasar, dan para tokoh agama. Wali Kota Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polresta Denpasar dan Dandim 1611 Badung melakukan antisipasi keamanan bersama dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi dan pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj. Hal ini juga tidak terlepas dari pengejawantahan spirit membangun kebersamaan dalam menyama braya yakni Vasudhaiva Kutumbakam.

Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi bersama desa adat se-Kota Denpasar yang akan segera melakukan pembahasan bersama.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan langkah koordinasi dan komunikasi bersama desa adat untuk membahas rangkaian Hari Suci Nyepi dari upacara pemelastian hingga ngembak geni,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa surat edaran dari MDA Provinsi Bali dan PHDI telah diterima dengan pelaksanaan upacara pemelastian di Denpasar akan dilaksanakan secara ngubeng. Artinya dalam pelaksanaan ini dapat memperkecil keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan rangkaian upacara. Di samping itu pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi dan Isra Mi’raj dapat berjalan lancar dan aman serta masyarakat dapat tetap produktif, sehat, dan mencegah bersama penyebaran Covid-19 dengan disiplin pada prokes.

Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara juga menyampaikan pelaksanaan vaksinasi di Kota Denpasar telah berjalan dengan target sasaran mencapai 125.300 ribu masyarakat terdiri dari lansia dan pelayan publik, di 40 faskes atau posko pelayanan vaksinasi.

Baca Juga  Update Covid-19 Kota Denpasar, Minggu (29/11) Ini Kasus Sembuh Bertambah 7 Orang

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan rangkaian Hari Suci Nyepi dan Isra Mi’raj dalam situasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro hendaknya harus sejalan dengan upaya dan langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam mencegah munculnya klaster baru. Hal ini wajib berpedoman pada prokes penerapan hidup sehat yakni 6 M prokes. Yakni memakai masker dengan benar, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat, dan istirahat cukup, serta menjauhi kerumunan.

“Pengamanan terencana melibatkan instansi terkait dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan kedua hari raya dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mengajak masyarakat untuk mendukung keamanan Hari Suci Nyepi dan Isra Mi’raj dalam situasi PPKM mikro sehingga dapat berjalan dengan hikmad serta meningkatkan rasa toleransi beragama dalam wilayah hukum Polresta Denpasar,” ujarnya (pur/eka)

Lanjutkan Membaca

NEWS

Terjaring Langgar Prokes, Tim Yustisi Denpasar Rapid Test Antigen 15 Orang

Published

on

By

Pelanggar dirapid antigen

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menekan penularan Covid -19, Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan rapid test kepada 15 orang pelanggar protokol kesehatan, yang terjaring pada saat penertiban protokol kesehatan di Pertigaan Jalan Pulau Belitung, Jalan Pulau Bungin Kelurahan Pedungan Denpasar Selatan, Jumat (5/3).

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, hasil rapid test antigen yang dilakukan semuanya hasilnya negatif. Menurut Sayoga penertiban yang dilakukan hari ini terjaring sebanyak 29 pelanggar. Dari jumlah tersebut 18 didenda di tempat karena tidak menggunakan masker dan 11 orang diberikan pembinaan karena menggunakan masker tidak pada tempatnya.

Dari 29 orang terjaring hanya melakukan rapid test antigen kepada 15 orang. “Untuk sisanya telah membawa surat hasil swab, sehingga kami hanya melakukan rapid test antigen sebanyak 15 orang saja,” ungkap Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, dalam penertiban itu pihaknya juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan pelaksanaan pemantuan protokol kesehatan (PPKM) mikro kecil kepada masyarakat. Salah salah satunya dengan mensosilisasikan protokol kesehatan 6 M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan.

Tidak hanya itu pihaknya juga mensosialisasikan kepada pelaku usaha agar menyediakan sarana protokol kesehatan di tempat usahanya. Dengan berbagai langkah yang dilakukan ini pandemi Covid-19 ini dapat terkendali. (ayu/eka)

Baca Juga  Update Covid-19 Kota Denpasar, Minggu (29/11) Ini Kasus Sembuh Bertambah 7 Orang
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jumat (5/3) Ini di Bali, Pasien Sembuh Bertambah 252 Orang, Meninggal 6 Orang

Published

on

By

de

Denpasar, baliilu.com – Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali pada Jumat (5/3) ini telah terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 214 orang (176 orang melalui transmisi lokal dan 38 PPDN). Sedangkan pasien sembuh mengalami kenaikan sebanyak 252 orang, dan terjadi kasus meninggal dunia akibat Covid dalam sehari sebanyak 6 orang.

Dengan demikian, jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut. Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 35.379 orang, pasien sembuh 32.373 orang (91,5%), dan meninggal dunia 970 orang (2,74%). Kasus aktif per hari ini menjadi 2.036 orang (5,75%).

Satgas Covid menyampaikan SE Nomor 05 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai tanggal 23 Februari s/d 08 Maret 2021. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Untuk itu, Satgas Covid mengharapkan agar masyarakat selalu disiplin melaksanakan 6M. Yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan. Juga diimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (gs)

Baca Juga  TMMD Ke-109 Ditutup, Walikota Rai Mantra Terima Hasil Pekerjaan Fisik TNI Manunggal Membangun Desa di Denpasar
Lanjutkan Membaca