Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Badung Hadiri Final Lomba Ogoh-ogoh Mini dan Lomba Tapel Ogoh-ogoh

BALIILU Tayang

:

Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Final Lomba Ogoh-ogoh Mini dan Lomba Tapel Ogoh-ogoh di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Sabtu (2/4). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung secara konsisten berupaya mewujudkan visi untuk menjadi destinasi wisata nomor satu yang menyajikan sekaligus melestarikan ragam seni dan budaya Bali. Salah satunya dengan diadakannya Festival Ogoh-ogoh 2022 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Sabtu (2/4).

Dalam Festival Ogoh-ogoh Mini dan Tapel Ogoh-ogoh ini, Pemkab Badung bekerja sama dengan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park dan Karang Taruna Kecamatan Kuta Selatan. 3 (tiga) maestro di dalam dunia ogoh-ogoh dihadirkan untuk menjadi juri seperti Marmar Herayukti sebagai pelopor ogoh-ogoh ramah lingkungan, Gusman Surya sebagai ahli anatomi ogoh-ogoh dan Kedux Garage sebagai ahli ogoh-ogoh mekanik.

Rangkaian Festival Ogoh-ogoh Mini dimulai dari babak penyisihan pada tanggal 1 Februari 2022 lalu, sampai acara finalnya yang dilaksanakan pada 2 April 2022 dan memperebutkan hadiah dengan nilai Rp 35 juta. Festival kali ini diikuti seluruh peserta dari Karang Taruna seluruh Bali. Turut hadir Marcom & Event Division Head GWK Andre Prawiradisastra, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Kuta Selatan I Wayan Muliana, Perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan dan undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Sekda Badung Wayan Adi Arnawa turut menyerahkan dana motivasi Rp 15 juta kepada Karang Taruna Kuta Selatan.
 
Sekda Adi Arnawa mengatakan pihaknya mewakili Bupati Badung sangat memberikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan ini karena ini adalah salah satu langkah yang dilakukan oleh generasi muda dalam rangka tetap menjaga sekaligus mengembangkan seni dan budaya yang ada di Bali terutama di Badung. Salah satu yang membuat pariwisata Bali ini terkenal salah satunya seni dan budayanya, artinya orang tahu di Bali ini ada berbagai macam seni kreativitas yang sekaligus menjadi budaya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Pimpin Rapat Pembahasan Proyek PLTHS di Badung
Sekda Adi Arnawa menyerahkan hadiah kepada pemenang. (Foto: Ist)

Oleh karena itu maka kegiatan hari ini adalah bukti nyata bentuk komitmen generasi muda untuk menjaga seni dan budaya di Bali dan Pemkab Badung akan selalu mendukung penuh kegiatan seperti ini untuk tetap berlanjut di tahun- tahun berikutnya.

“Pemerintah Kabupaten Badung berani menggelontorkan uang kepada seluruh Yowana yang ada di Kabupaten Badung sekitar Rp 10 juta, jadi jangan dianggap apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung itu hanya menghambur-hamburkan uang. Tetapi dapat mendorong Yowana kita untuk berkreativitas untuk melestarikan dan menjaga seni dan budaya kita,” ujarnya. 

Pihaknya juga mengatakan tidak hanya menjaga seni dan budaya, teman-teman generasi muda bantu untuk menyosialisasikan bagaimana dalam setiap kegiatan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan, mudah-mudahan dengan perkembangan waktu ini kita bisa kembali normal lagi.

“Kami juga berharap bahwa untuk ogoh-ogoh mini dan tapel ini bisa nantinya digunakan sebagai salah satu cinderamata kepada negara-negara G20. Kita juga akan coba mengomunikasikan dengan para menteri, mudah-mudahan bapak Presiden bisa berkenan nanti,” imbuhnya.
 
Sementara Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Kuta Selatan I Wayan Muliana mengatakan festival ini memberikan tempat kepada generasi muda untuk melestarikan adat karena tidak memungkiri sebuah karya seni dan budaya Bali adalah salah satu penopang dari pada pariwisata Bali.

Menurutnya sangat diperlukan untuk melestarikan dan menjaga budaya ini sehingga keberlanjutan daripada seniman-seniman muda ada dan tetap dapat melanjutkan seni adat yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Kali ini karang taruna Kecamatan Kuta Selatan bekerja sama dengan GWK Bali dan Pemda Badung melaksanakan kegiatan lomba Ogoh-ogoh Mini dan Tapel Ogoh-ogoh, kesempatan kali ini adapun peserta yang mengikuti lomba ogoh-ogoh mini berjumlah 67 peserta dan 7 peserta yang mengikuti lomba tapel ogoh-ogoh, dimana keseluruhan peserta terdiri dari seniman muda yang ada di Bali.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Anniversary Jangkar Tua SC Bali

Semoga di sini tempat atau wadah teman-teman semua generasi muda untuk belajar tetap meningkatkan kreativitasnya, baik di ogoh-ogoh mini maupun nanti di ogoh-ogoh yang lebih besar yang akan diselenggarakan di tahun 2023.

“Kami berharap Bapak Sekda Badung dapat memfasilitasi generasi muda dalam menyalurkan minat dan bakat seniman ogoh-ogoh mini dan dapat diberikan ruang karya-karya seni anak muda untuk dapat dimuseumkan sehingga menjadi salah satu tempat tujuan destinasi wisata,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Program Nasional, Pastikan Tata Kelola yang Bersih dan Bebas Korupsi

Published

on

By

pengawasan program nasional
KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah tegaskan komitmen memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional guna memastikan seluruh kebijakan dapat berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” tegas Menteri Pras.

Lebih lanjut Menteri Pras menuturkan bahwa penguatan pengawasan ini berlaku untuk seluruh program pemerintah yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga. Oleh karenanya, pemerintah melalui sejumlah badan pengawasan akan terus mendorong fungsi pengawasan untuk menjalankan tugas secara optimal.

“Sesungguhnya kan seluruh program pasti harus dilakukan pengawasan ya, seperti BPKP ini kan adalah audit internal keuangan pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga ya secara rutin ada pengawasan terhadap seluruh proses di kementerian dan lembaga masing-masing,” jelasnya.

Selain pengawasan institusional, Menteri Pras mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden secara rutin menerima laporan perkembangan program dari seluruh kementerian dan lembaga guna memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Jadi beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, memang rutin seluruh program, seluruh kementerian dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Pimpin Rapat Pembahasan Proyek PLTHS di Badung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas  

Published

on

By

korupsi imipas
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto; dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai kasus korupsi di jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) telah merusak wajah Indonesia di dunia internasional. Ia pun meminta agar lembaga yang mengurus keimigrasian diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Menurut Andreas, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat kembali mengingatkan publik bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik masih menjadi tantangan serius.

“Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara,” kata Andreas Hugo Pareira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT di kantor Imigrasi Jakarta Barat beberapa hari lalu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin tinggal di Indonesia, dalam hal ini adalah Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) maupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Kasus ini turut menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim di mana KPK telah menahan 8 orang. KPK menjerat Silmy dkk dengan pasal pemerasan dan gratifikasi.

Terkait kasus tersebut, Andreas menyatakan dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa.

“Tentunya kami di DPR sama seperti publik yang berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas,” ujar Legislator dari Dapil NTT itu.

Di luar aspek penegakan hukum pada kasus ini, Andreas pun menilai terdapat pertanyaan yang lebih besar.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Pujawali di Pura Luhur Uluwatu

“Bagaimana praktik semacam ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?” ungkap Andreas.

“Maka kita harus memastikan agar kasus ini tidak berhenti sebagai peristiwa hukum semata, melainkan menjadi momentum evaluasi sistemik terhadap tata kelola keimigrasian nasional,” imbuhnya.

Andreas mengingatkan, pelayanan keimigrasian merupakan salah satu sektor strategis yang berhubungan langsung dengan investor, tenaga kerja asing, wisatawan, hingga ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

“Jika pengurusan izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui praktik suap, maka muncul risiko besar berupa masuknya individu yang tidak memenuhi persyaratan atau bahkan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban,” ucap Andreas.

Di sisi lain, Andreas berpandangan keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya operasi tangkap tangan, tetapi dari kemampuan negara mencegah praktik serupa terjadi kembali.

“Imigrasi sebagai pintu gerbang masuk dan keluar orang asing harus diisi oleh SDM yang mempunyai kapasitas dan kompetensi di bidang keimigrasian baik di level pimpinan maupun pelaksana,” ucapnya.

“Serta yang lebih penting lagi adalah individu yang berintegritas dan dedikasi tinggi dalam hal pelayanan publik baik dalam maupun luar negeri,” lanjut Andreas.

Andreas berharap, Pemerintah mengambil banyak pelajaran dari kasus suap di Imipas ini. Khususnya dalam hal pemilihan pejabat dan pelaksana di jajaran Imipas.

“Karena sebagai pintu gerbang, imigrasi juga adalah ‘wajah’ Indonesia, baik ke publik domestik mapun di dunia internasional,” tegas Andreas.

Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan keimigrasian tersebut menambahkan, praktik korupsi dalam layanan imigrasi menciptakan ketidakadilan. Andreas menyebut, kondisi seperti itu berpotensi merusak kepercayaan yang selama ini terus diupayakan Negara.

“Warga negara asing yang mengikuti prosedur resmi akan dirugikan karena harus bersaing dengan pihak yang memperoleh kemudahan melalui jalur ilegal,” terangnya.

Baca Juga  Hadiri ''Karya Melaspas'' di Pura Dalem Batur, Sekda Adi Arnawa Ikut Sembahyang Bersama

Andreas juga menyinggung Indonesia yang tengah berupaya menarik investasi global, meningkatkan sektor pariwisata, dan memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur dan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Namun, upaya tersebut dapat terhambat jika praktik korupsi dalam perizinan masih ditemukan di lapangan,” sebut Andreas.

“Kasus ini harus menjadi alarm penting bahwa reformasi birokrasi di sektor keimigrasian belum sepenuhnya selesai,” sambungnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal belum cukup efektif dalam mendeteksi dugaan penyimpangan sebelum aparat penegak hukum turun tangan.

“Kami akan meminta penjelasan mengenai sistem audit, pengawasan elektronik, dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang selama ini berjalan,” sebut Andreas.

“Apakah ada tanda-tanda penyimpangan yang sebenarnya sudah terdeteksi tetapi tidak ditindaklanjuti? Karena salah satu akar masalah korupsi pelayanan publik adalah interaksi langsung yang berlebihan antara pemohon dan petugas,” tambahnya.

Menurut Andreas, semakin banyak proses yang dilakukan secara digital dan terdokumentasi otomatis, maka semakin kecil ruang negosiasi ilegal. Untuk itu, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan KITAS, KITAP, hingga pengawasan terhadap agen atau pihak ketiga yang mengurus dokumen keimigrasian.

“Banyak kasus perizinan melibatkan broker atau pihak ketiga yang menjadi penghubung antara pemohon dan pejabat. Harus ada penataan terhadap praktik jasa pengurusan izin agar tidak menjadi celah munculnya suap,” papar Andreas.

Andreas menekankan pentingnya pembenahan kelembagaan imigrasi. Ia mendorong agar Kementerian Imipas segera menyusun peta risiko korupsi pada seluruh layanan strategis.

“Setiap titik layanan yang memiliki potensi transaksi ilegal harus diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi dan akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Andreas menyebut perlu ada evaluasi berkala terhadap pejabat yang menduduki posisi strategis, terutama pada unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan WNA.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Lepas Kontingen Badung untuk PORJAR Bali 2024

“Rotasi jabatan, audit integritas, serta penguatan budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan. Pendekatan ini penting agar kasus serupa tidak terus berulang setiap beberapa tahun dengan pola yang hampir sama,” urai Andreas.

Di tengah berbagai tantangan global, Andreas menyebut Indonesia membutuhkan birokrasi yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya.

“Karena itu, OTT KPK di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem, bukan hanya sekadar menghukum oknum,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kementerian Imigrasi Lakukan Pungli, Yanuar Arif: Terus Terang, Ini Memalukan!  

Published

on

By

pungli imigrasi
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo, menyoroti kasus yang tengah menjadi perhatian publik terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran birokrasi untuk memperkuat integritas dan menutup celah terjadinya penyimpangan.

Yanuar mengaku prihatin atas munculnya kasus yang melibatkan pejabat publik tersebut. Ia menilai kejadian itu mencederai harapan masyarakat terhadap aparatur negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani dan membela kepentingan rakyat.

“Terus terang ini berita yang sangat mengecewakan ya, di mana harapan kita semua pejabat publik bisa menjaga integritas, bisa menjaga kemurnian perjuangan membela rakyat, tentu ini sangat mencederai,” ujar Yanuar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian Imipas di DPR RI, Yanuar menegaskan bahwa kasus tersebut harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal.

Menurutnya, masih adanya dugaan pungli menunjukkan bahwa terdapat celah dalam sistem birokrasi yang memungkinkan terjadinya praktik-praktik menyimpang.

“Ini harus jadi pelajaran penting terutama bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa ternyata masih ada ruang-ruang gelap, adanya pungli di dalam sebuah proses perizinan dan seterusnya. Ini tentu harus menjadi pelajaran penting,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Yanuar menekankan bahwa penguatan integritas dan independensi aparatur harus menjadi prioritas utama dalam upaya reformasi birokrasi. Ia berharap seluruh jajaran kementerian dapat melakukan pembenahan secara serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Seluruh jajarannya harus menjadikan integritas dan independensi itu sesuatu yang sangat dibutuhkan sekarang. Jadi harapan saya ini menjadi pelajaran penting dan jangan terulang lagi. Kita hilangkan ruang-ruang gelap dalam birokrasi yang ini akan menimbulkan potensi terjadinya kecurangan, terjadinya korupsi, pungli,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-19 Baladika Bali

Lebih lanjut, Yanuar berharap proses penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Mudah-mudahan ini bisa diungkap secara terbuka dan menyeluruh. Itu harapan kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca