SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan untuk masyarakat Jembrana, Minggu (26/7-2020) di Kelurahan Baler Agung, Negara, Kabupaten Jembrana.
Jembrana, baliilu.com
– Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri
Suastini Koster menyerahkan bantuan untuk masyarakat Jembrana, Minggu (26/7-2020)
di Kelurahan Baler Agung, Negara, Kabupaten Jembrana. Penyerahan bantuan berupa
578 paket sembako, 100 alat pelindung diri (APD), 30 kotak rapid, blood lancet,
15 kotak alkohol untuk swab ditambah 100 masker N95 itu dihadiri pula Bupati
Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak masyarakat
jangan sampai kendor menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes)
Tatanan Kehidupan Era Baru. “Selalu ingat pakai masker, jaga jarak dan
terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam menjalankan aktivitas,”
ajak Gubernur Koster.
Gubernur Koster mengatakan Pemprov Bali terus bekerja keras
untuk menangani pandemi Covid-19, di sisi lain juga berupaya memulai memulihkan
perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan lain. Hal ini menurutnya sesuai
dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.
GUBERNUR KOSTER: Akan dibangun SMA Negeri di Jembrana.
“Bapak Presiden yang mengundang saya langsung di Istana Bogor, menyampaikan dua hal ini harus dijalankan. Penanganan Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi. Dua-duanya harus dijalankan dengan baik. Protokol kesehatan tetap dijaga namun ekonomi masyarakat harus sudah mulai berjalan. Warung-warung mulai dibuka sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka,” tutur Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.
Dalam upaya pemulihan ekonomi, Bali sendiri kata Gubernur
Koster telah menyiapkan berbagai rencana melalui Tiga Tahapan Penerapan Tata
Kehidupan Era Baru Provinsi Bali. Untuk tahapan pertama telah mulai
diberlakukan pada Kamis, 9 Juli 2020 lalu yang ditandai dengan mulainya
aktivitas pariwisata untuk masyarakat lokal.
Selanjutnya tahapan kedua akan dimulai pada 31 Juli 2020,
dalam waktu dekat ini yang ditandai dengan pembukaan pariwisata domestik.
“Sebelum nantinya kita menuju tahapan ketiga, 11 September mendatang,
untuk pembukaan pariwisata internasional,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga mengapresiasi
penanganan Covid-19 di Kabupaten Jembrana yang menjadi daerah dengan kasus
terendah di Pulau Dewata. “Untuk itu saya sebagai gubernur mendukung
langkah yang dilaksanakan bapak bupati beserta jajaran. Kabupaten Jembrana
paling sedikit kasus positifnya serta angka kesembuhannya tinggi,”
ujarnya.
Pihaknya pula memastikan berbagai pembangunan infrastruktur
di kabupaten paling ujung barat Bali ini akan tetap terlaksana. Di antaranya
pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar akan dilaksanakan sesuai jadwal,
sesuai komitmen Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki
Hadimuljono . “Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono, red) akan meninjau
langsung, dan tak hanya itu, Jembrana akan dibangun sentra kendaraan listrik
berbasis baterai serta panel surya. Ditambah pembangunan SMA negeri,”
katanya.
Di sisi lain, Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI
Perjuangan Bali ini juga mengapresiasi kerja keras masyarakat khususnya Satgas
Gotong-Royong Desa Adat yang bekerja tanpa kenal lelah dalam meminimalisir
penularan Covid-19 di Bali. “Penanganan Covid-19 di Bali mendapatkan pujian
dari pemerintah pusat. Angka kesembuhan pun peringkat kedua secara nasional
setelah Sumbar (Sumatera Barat, red). Saya juga mengajak masyarakat untuk
mengikuti pararem pencegahan
Covid-19 yang telah diterapkan desa
adat, juga jangan henti-hentinya berdoa agar pandemi ini cepat berakhir dan
semuanya bisa bergairah lagi seperti dulu,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Jembrana Putu Artha mengucapkan terima
kasih terhadap perhatian Gubernur Bali yang telah turun langsung ke Gumi
Makepung untuk menyalurkan bantuan kepada warganya. “Semoga protokol
kesehatan dan Tata Kehidupan Era Baru yang dicanangkan bapak Gubernur bisa
berjalan baik, dan Jembrana yang menjadi daerah terendah dalam penyebaran
Covid-19, dan Bali secara keseluruhan bisa terbebas sepenuhnya,” ujarnya.
(*/gs)
PERTEMUAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)
Paris, Francis, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor prioritas.
Sebelumnya dalam pernyataan pers bersama Presiden Macron, Presiden Prabowo menyebutkan sejumlah isu strategis akan menjadi prioritas pembahasan. Termasuk diantaranya terkait pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Presiden Prabowo.
Hubungan Indonesia dan Prancis, menurut Presiden Prabowo, saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Presiden Macron dalam mendorong kemitraan yang makin erat antara kedua negara.
“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis Berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai bahwa Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu global dan kawasan. Menurut Presiden Prabowo, hubungan bilateral yang terus berkembang positif tidak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik, di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” lanjutnya.
Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemajuan bersama di tengah dinamika global yang terus berkembang. (gs/bi)
EDUKASI: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng saat menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para ibu dalam menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5) ini berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para peserta.
Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman mengenai berbagai gejala alergi yang sering muncul pada anak. Gejala tersebut dapat berupa ruam merah dan gatal pada kulit, bersin serta hidung tersumbat, gangguan pencernaan seperti mual dan diare, hingga reaksi berat berupa anafilaksis yang memerlukan penanganan medis darurat.
“Kami harap melalui kegiatan ini, para anggota DWP Kabupaten Buleleng semakin memahami pentingnya edukasi kesehatan keluarga serta mampu menerapkan langkah pencegahan dan penanganan alergi anak secara tepat demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal,” harapnya.
Sementara itu, Narasumber dr. I Gede Kade Dwi Dharma Kayika menjelaskan bahwa alergi pada anak merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya atau disebut alergen. Kondisi ini umumnya dipengaruhi faktor genetik maupun lingkungan sekitar anak.
“Deteksi dini dan mengenali pemicu alergi menjadi langkah penting agar kondisi anak dapat ditangani dengan tepat dan tidak berkembang menjadi lebih serius,” jelas dr. Kade Dwi.
Beberapa jenis alergi yang paling umum terjadi pada anak di antaranya alergi makanan seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan, gandum, hingga makanan laut. Selain itu, terdapat dermatitis atopik atau eksim yang ditandai kulit kering, kemerahan, dan gatal, alergi pernapasan akibat debu atau bulu hewan, serta asma alergi yang dapat menyebabkan sesak napas dan mengi.
Dalam kesempatan itu juga, ia menekankan pentingnya orang tua memahami pola munculnya alergi pada anak dengan mengamati makanan maupun aktivitas yang memicu reaksi alergi. Orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter apabila gejala alergi sering muncul atau sulit dikenali penyebabnya.
“Selain pengobatan menggunakan antihistamin sesuai anjuran dokter, menjaga asupan gizi seimbang juga menjadi perhatian penting, khususnya bagi anak yang memiliki alergi makanan tertentu agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi secara optimal,” tutupnya. (gs/bi)
DITEMUKAN: Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. (Foto: Hms SAR)
Tabanan, baliilu.com – Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. Ketiganya dilaporkan tersesat pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita ketika hendak turun dari Gunung Batukaru.
Tiga pendaki masing masing Mario Luca WNI asal Karangasem (L/17), Taisiya Chernosvitova, WNA asal Rusia (L/18) dan Nazar Krasnoruski WNA asal Rusia (L/18). Ketiganya merupakan pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah internasional di Denpasar.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan yang memimpin jalannya Operasi SAR menerangkan, ketiga pendaki awalnya berangkat pada Kamis pagi, (28/5/2026) sekira pukul 09.00 Wita melalui jalur pendakian Pura Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ketiganya mulai turun sekitar pukul 15.00 Wita namun hingga pukul 20.00 Wita pendaki mengalami disorientasi dan tersesat.
“Kemarin salah satu pendaki sempat menghubungi pihak keluarga dan mengatakan dirinya tersesat. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas,” imbuhnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) mengerahkan tujuh orang personel Pos SAR Buleleng dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lokasi.
“Tadi pukul 09.00 Wita Tim SAR gabungan mulai melaksanakan pendakian dari Posko Desa Karyasari untuk mencari korban, Pukul 11.00 Wita pendaki berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada koordinat (8°20’39.50″S – 115° 5’2.70″E) di ketinggian 1899 Mdpl,” lanjut Donny.
Ia menambahkan, saat ditemukan ketiga pendaki dalam kondisi stabil, semua pendaki kemudian dievakuasi turun menuju posko.
“Pukul 14.05 Wita ketiga pendaki sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju posko Desa Karyasari, ketiganya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” tutup Donny.
Operasi pencarian dan pertolongan turut melibatkan unsur SAR gabungan diantaranya, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, Camat Pupuan, Babinsa Desa Karyasari, Pemandu Lokal dan Masyarakat setempat. (gs/bi)