Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Sinergi Digitalisasi, Dukung Pengendalian Inflasi Buleleng

BALIILU Tayang

:

bi bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho bersama Pejabat Bupati Buleleng Lihadnyana saat melakukan pembayaran dengan QRIS di DTW Plaza Kuliner Pantai Penimbangan Buleleng. (Foto: gs)

Buleleng, baliilu.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Pasar Murah bertempat di Plaza Kuliner Pantai Penimbangan, Buleleng (18/1/2023).

Pasar Murah ini merupakan bentuk sinergi antara TPID dan TP2DD, dimana masyarakat akan mendapatkan potongan harga untuk membeli kebutuhan pokok penyumbang inflasi dengan melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga dan peningkatan penggunaan QRIS di Buleleng.

Kegiatan ini merupakan bagian dari High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD yang dilaksanakan di Kantor Bupati Buleleng. HLM dipimpin oleh Pj. Bupati Buleleng, dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Otoritas Jasa Keuangan, dan OPD terkait.

Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menyampaikan bahwa kegiatan HLM ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia pada Rakornas Forkopimda mengenai upaya pengendalian inflasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Dalam mengatasi inflasi, Lihadnyana menyampaikan strategi yang akan dilakukan Kabupaten Buleleng, yaitu: (1) supply chain management, (2) subsidi harga dengan transaksi keuangan digital, (3) melaksanakan operasi pasar, (4) monitoring ke distributor secara berkala, (5) kerja sama antardaerah produsen, (6) bantuan pangan, (7) subsidi transportasi, dan (8) melakukan pemantauan harga dan stok.

Dalam kaitannya dengan TP2DD, Lihadnyana menyampaikan bahwa Pemda Buleleng bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus melanjutkan dan meningkatkan upaya- upaya Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), setelah berhasil meraih penghargaan juara 1 kategori TP2DD Kabupaten terbaik regional Jawa – Bali dalam ajang perdana Championship Digitalisasi Daerah 2022. Lihadnyana juga menyampaikan bahwa dengan adanya digitalisasi yang menjamin transparansi dan akuntabilitas, akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat. Pemda Buleleng juga senantiasa melakukan penajaman strategi digitalisasi dalam rangka pengendalian inflasi.

Baca Juga  Jelang Nyepi dan Ramadan, TPID Lakukan Sinergi dari Hulu ke Hilir Kendalikan Inflasi Pangan
bi bali
Kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Buleleng yang dilaksanakan di Kantor Bupati Buleleng. (Foto: ist)

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan beberapa rekomendasi pengendalian inflasi, yaitu meningkatkan cakupan dan skala operasi pasar, kemudian meningkatkan peran perusda sebagai offtaker bahan pangan, pengendali harga dan ketersediaan pangan, mengoptimalkan lahan tidur milik pemda dan perusda untuk lahan pangan hortikultura, dan menyosialisasikan penggunaan media informasi harga pasar (televisi/running text) di pasar tradisional untuk meminimalkan assymetric information.

Selain itu, untuk memastikan keberhasilan upaya ETPD di Kabupaten Buleleng, Trisno Nugroho menyampaikan empat faktor penting yang perlu diperhatikan TP2DD Kabupaten Buleleng. Pertama adalah komitmen dukungan Kepala Daerah, kemudian kedua adalah membuat inovasi digitalisasi untuk meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD). Selanjutnya, ketiga adalah meningkatkan pemanfaatan kanal nontunai untuk pembayaran pajak dan retribusi, dan terakhir adalah mendorong keterlibatan aktif dari seluruh komponen, meliputi Pemda, Bank Indonesia, Bank BPD Bali, dan segenap lapisan masyarakat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Survei Juni 2024, Penjualan Eceran Bali Terus Tumbuh

Published

on

By

survei penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Juni 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Juni 2024 yang diprakirakan sebesar 113,4 atau meningkat 1,9% (mtm) dibandingkan bulan Mei 2024.

Hal ini menunjukkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). IPR Bali tetap dalam tren peningkatan selama 16 (enam belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub-Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 6,0% (mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 5,5% (mtm) dan Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 5,4% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas libur dan cuti bersama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Adha dan periode libur sekolah sehingga mendorong meningkatnya kegiatan pariwisata di Bali.

Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan penjualan eceran secara nasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,1% (mtm) yakni dari 228,1 pada Mei 2024 menjadi 232,8 pada Juni 2024.

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  BI Bali: Optimisme Konsumen Bali Terus Menguat
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Juni 2024 yang tercatat sebesar 140,00, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 140,08 dan tetap terjaga pada level optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang terjaga juga didorong oleh stabilitas harga, khususnya bahan makanan di tengah periode panen hortikultura pada bulan Juni. Sementara itu, IKK nasional tercatat sebesar 123,3, menurun dari bulan sebelumnya sebesar 125,2 namun masih tetap berada pada level optimis. Survei konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Keyakinan Konsumen di Bali pada Juni 2024 yang tetap optimis ditopang oleh capaian Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat dari 146,33 menjadi 148,50 (1,48% mtm). Hal ini didorong oleh komponen pembentuk IEK, terutama pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang yang tumbuh 2,33% (mtm) menjadi sebesar 154,0, dan Indeks Ekspektasi Penghasilan yang tumbuh 3,14% (mtm) menjadi sebesar 148,0.

Di sisi lain, keyakinan konsumen tertahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang melambat 1,74% mtm dari 133,83 menjadi 131,50. Hal ini disebabkan komponen pembentuk IKE yakni Indeks Penghasilan Saat Ini dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 1,78% (mtm) menjadi sebesar 138,0.

Demikian pula pada indeks konsumsi barang tahan lama dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 6,10% (mtm) menjadi 115,00. Meskipun demikian, secara umum capaian tersebut masih berada pada zona optimis. Ekspektasi konsumen yang tetap terjaga di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan investasi, meningkatnya produktivitas dan daya saing serta membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat. Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Klungkung, Selain Higienis dan Mudah juga Beri Keuntungan bagi Pedagang dan UMKM

Untuk itu, Erwin Soeriadimadja menyampaikan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali senantiasa berkoordinasi erat guna mengawal stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target 2,5%±1%. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Panen Raya di Bulan Mei Picu Bali Alami Deflasi

Published

on

By

bali deflasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Mei 2024 secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm).

Namun secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy). Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy), diikuti Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan pers mengatakan berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit. Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong oleh melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali.

‘’Penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca. Selanjutnya, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak,’’ ujar Erwin.

Sementara itu, lanjut Erwin, laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir. Pada Juni 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain kenaikan harga minyak kelapa sawit global yang berpotensi merambat ke harga minyak goreng dan bahan bakar di dalam negeri, ketidakpastian cuaca memengaruhi kesuburan tanaman, termasuk tanaman gumitir yang menjadi salah satu komponen canang sari, serta adanya konflik global yang berpotensi berpengaruh pada harga komoditas global yang dapat merambat ke harga-harga dalam negeri.

Baca Juga  Dampak Kenaikan Harga BBM Teredam oleh Penurunan Harga Hortikultura

‘’Namun, terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan inflasi lebih tinggi, diantaranya peningkatan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat dan penurunan harga jagung global sebagai bahan baku ternak, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras,’’ ujarnya.

TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K antara lain: (i) Pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan pemantauan harga terus diintensifkan, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis; (ii) Imbauan Penjabat Gubernur Bali kepada jajaran di kabupaten/kota untuk memanfaatkan lahan pemerintah provinsi untuk ditanami tanaman bahan pokok sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi; (iii) Mendorong kerja sama antardaerah dan pemberian benih unggul di beberapa kabupaten, seperti Badung dan Tabanan; serta (iv) Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

‘’Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan terjaga dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca