Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tak Ada Lagi Penolakan Tempat Karantina dan PMI, Dewa Made Indra: Terimakasih kepada Masyarakat Bali

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA: Bersinergi dengan pihak keamanan cek di pintu masuk Bali.

Denpasar, baliilu.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Bali. Karena, beberapa hari terakhir sudah tidak ada lagi laporan tentang penolakan masyarakat terhadap tempat karantina, begitu juga penolakan atau pengucilan yang dilakukan terhadap para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru saja pulang dari tempat kerjanya di luar negeri.

‘’Ini satu indikasi masyarakat kita sudah semakin paham terhadap resiko dari Covid-19. Mereka sudah menunjukkan pemahaman yang semakin baik, mudah-mudahan kondisi ini terus berjalan ke depan sehingga tidak ada penolakan terhadap tempat karantina maupun PMI,’’ ujar Dewa Indra saat video conference, Senin (27/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar.

Sebagai kompensasi daripada sikap masyarakat yang semakin kondusif, Dewa Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali meminta perhatian kepada para PMI dimana pun berada, karena masyarakat Bali sudah menunjukkan sikap yang positif, maka seluruh PMI baik yang dikarantina oleh pengelola kabupaten/kota maupun karantina mandiri di rumah masing-masing harus menunjukkan sikap dan perilaku yang disiplin mengikuti karantina itu dengan sebaik-baiknya.

Dewa Indra meminta di tempat karantina PMI harus disiplin mencuci tangan, disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan juga disiplin menjaga kesehatan dan kebugaran. Itu adalah kompensasi PMI yang harus diberikan kepada masyarakat atas sikap masyarakat yang semakin kondusif ini.

‘’Menjelang berakhir mengikuti karantina, sebelum 14 hari, saya meminta terutama sekali yang melakukan karantina mandiri agar melakukan rapid test dengan jalan melapor ke puskesmas yang terdekat. Kalau puskesmas tidak menyediakan atau kekurangan rapid test, silakan menghubungi Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat. Saya pastikan rapid test tersedia dalam jumlah yang cukup di kabupaten/kota. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan rapid test,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Karena Covid-19 Sensus Penduduk Online Bali Terhenti Sementara, Dilanjutkan September 2020

Kalau puskesmas kekurangan rapid test, lanjut Dewa Indra silakan puskesmasnya meminta ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Bisa juga PMI-nya berkomunikasi ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk dilakukan rapid test. Jangan sampai tidak melakukan rapid test sebelum berakhir masa karantina. Karena ini penting untuk memastikan ketika para PMI ini berada di tengah-tengah masyarakat, maka PMI itu tidak menjadi sumber resiko yang menginfeksi orang lain.

Dewa Indra menyatakan, kedisiplinan para PMI akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap PMI itu sendiri. Karena itu sekali lagi berpesan pastikan mengikuti rapid test sebelum masa karantina berakhir.

Jika hasilnya reaktif atau positif Covid-19, pasti Dinas Kesehatan setempat akan melanjutkan melakukan tes berikutnya menggunakan metode PCR dengan mengambil sampel swabnya. Sehingga upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat bisa menjadikan pada titik yang terendah, tidak perlu lagi ada transmisi lokal.

Dewa Indra juga meminta kepada seluruh masyarakat Bali untuk tidak mudik, baik ke daerah lain demikian juga masyarakat Bali yang bertempat tinggal di luar Bali dimohon untuk menunda kepulangannya. ‘’Silakan bertahan di tempat bekerja, di kediaman, nanti setelah Covid-19 berhenti silakan kembali. Demikian juga kepada warga masyarakat Bali yang berada di Bali mohon untuk tidak mudik dulu, karena ini adalah upaya untuk terus menguatkan pencegahan penyebaran Covid-19. Jika memaksakan diri untuk mudik, saya pastikan akan mengalami kesulitan di jalan karena banyak sekali ada titik-titik pemeriksaan yang akan mengecek, maka pasti akan diminta putar balik oleh petugas yang ada di jalan. Daripada balik di tengah jalan sebaiknya tidak mudik,’’ ujar Dewa Indra. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kolaborasi Disnakertrans ESDM dan BP3MI Perkuat Perlindungan bagi PMI Buleleng

Published

on

By

Disnakertrans ESDM Buleleng
KERJA SAMA: Disnakertrans ESDM Buleleng saat menjalin kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali yang berlangsung Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berbagai upaya telah dilakukan Pemeritah Kabupaten Buleleng dalam rangka memberikan perlindungan dan pemberdayaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) Buleleng. Guna meningkatkan kembali upaya itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Buleleng telah menjalin kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali. Demikian disampaikan Kepala Disnakertrans dan ESDM Buleleng Putu Arimbawa kepada awak media, Jumat (8/5).

Putu Arimbawa mengatakan, jumlah PMI Buleleng merupakan yang terbesar di Bali dan Bali berada di urutan keenam pada skala Nasional. Terkait itu, dinilai sangat penting adanya langkah kolaborasi lintas sektoral untuk meningkatkan program perlindungan bagi PMI. Data tahun 2025 mengungkap sebanyak 2.437 warga Buleleng tercatat bekerja di luar neger. Kondisi itu terus berlanjut hingga April 2026, di mana 1.052 dari total 4.900 PMI asal Bali merupakan warga Buleleng.

Kadis Arimbawa menambahkan, perlindungan PMI Buleleng telah menjadi skala prioritas dalam aksi kolaborasinya bersama BP3MI Bali. Tidak hanya secara langsung fokus melindungi PMI, pihaknya juga akan memberikan pengawasan lebih ketat terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Buleleng, tentunya juga disertai dengan pelaksanaan sosialisasi secara massif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini tentunya untuk kepentingan perlindungan para PMI, khususnya PMI asal Kabupaten Buleleng agar terjamin terkait keamanan dan kenyamanan mereka dalam bekerja di luar negeri,” ucap Arimbawa.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali, Muhammad Iqbal mengakui, bahwasannya keberadaan LPK “nakal” cukup banyak tersebar di Bali, bahkan laporan beberapa korban penipuan calon PMI sudah masuk di BP3MI Bali. Terkait itu, pihaknya menilai sangat penting menjadikan Buleleng sebagai prioritas dalam menjalankan fungsi BP3MI Bali untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan terhadap calon PMI maupun PMI di Buleleng.

Baca Juga  Launching Kecak New Normal, Badung Komitmen Terapkan Prokes di Berbagai Sektor

Pihaknya menerangkan, beberapa program Kementerian juga akan dikolaborasikan bersama Pemkab Buleleng, seperti halnya Program Desa Migran Mas dan Kampanye Nasional Migrasi Aman. “Tidak hanya itu, informasi-informasi lainnya terkait kemananan, pelayanan perlindungan dan pemberdayaan PMI akan disebarluaskan secara terus menerus melalaui berbagai media milik Pemkab Buleleng sehingga benar-benar menyentuh seluruh masyarakat Buleleng,” ungkap Muhammad Iqbal.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh calon PMI untuk lebih cermat dalam memilih LPK maupun agensinya, dan tidak mudah tergiur tawaran instan.

“Adapun tips-tips minimum yang perlu diketahui calon PMI sebelum memutuskan berangkat; Pertama, pastikan mental, keterampilan yang relevan, dan restu keluarga sudah dikantongi. Kedua, minimal menguasai standar bahasa negara tujuan. Ketiga, pastikan agen memiliki Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP3MI) dan Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) sebagai dasar hukum legalitas. Terakhir, waspadai janji keberangkatan cepat dengan biaya yang tidak wajar atau mencurigakan,” pungkas Iqbal.

Kolaborasi ini tentunya menjadi komitmen Pemkab Buleleng dibawah kepemimpinan Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna untuk memberikan pemahaman dan menjamin perlindungan para PMI asal Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Perkuat Sinergi dengan PKK Provinsi Bali Lewat Program Berbelanja dan Berbagi di Klungkung

Published

on

By

bunda rai
PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri program TP PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program TP PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5). Kehadiran Bunda Rai bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali menjadi bentuk nyata sinergi antardaerah dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan para Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait Pemkab Klungkung, serta undangan terkait lainnya.

Dalam kegiatan pasar rakyat tersebut, TP PKK Kabupaten Klungkung menghadirkan 99 produsen pedagang UMKM yang terdiri atas 22 produsen IKM, 9 produsen pangan segar, 12 produsen olahan, dan 56 produsen kuliner. Beragam produk unggulan khas Klungkung dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat dan para tamu yang hadir.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjelaskan bahwa program Berbelanja dan Berbagi, lahir sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara TP PKK Provinsi dengan kabupaten/kota di Bali. “Awal mula program berbelanja dan berbagi ini agar para pengurus bisa sering bertemu dan bersilaturahmi sambil berkeliling Bali. Kami ingin menyapa para petani, perajin dan UMKM, sekaligus menghubungkan mereka dengan para pembeli dari kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, program tersebut tidak hanya mendorong perputaran ekonomi rakyat, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pembagian paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan itu, masing-masing kabupaten/kota membeli 10 tas belanja untuk dibagikan, sementara Kabupaten Klungkung menyediakan 20 tas belanja bagi penerima manfaat.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Masyarakat Lakukan Gerakan Bersama Disiplin Prokes

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan berupa 100 paket bantuan berisi beras, 2 krat telur, dan 1 liter minyak tandusan khas Klungkung. Bantuan tambahan juga diberikan melalui dukungan Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 botol minyak tandusan guna mendukung potensi lokal daerah. Di mana masing-masing penerima manfaat akan menerima 3 tas bantuan.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas kesempatan dan ruang yang diberikan kepada para produsen untuk menampilkan produk mereka. Kehadiran seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ini, sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten/Kota diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menjaga warisan budaya lokal, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bali.

Kehadiran Bunda Rai dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap program-program strategis TP PKK Provinsi Bali. Bersama jajaran, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya turut berpartisipasi dalam kegiatan berbelanja produk UMKM lokal sekaligus berbagi bantuan kepada 100 orang masyarakat penerima manfaat yang dihadirkan saat itu.

Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku UMKM di daerah. “Program ini sangat baik dan positif, karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami di Kabupaten Tabanan tentu mendukung penuh dan siap terus bersinergi dalam setiap program unggulan yang dilaksanakan TP PKK Provinsi Bali,” ujar Srikandi Tabanan pagi itu. (gs/bi)

Baca Juga  Karena Covid-19 Sensus Penduduk Online Bali Terhenti Sementara, Dilanjutkan September 2020

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Optimalkan Pemilahan Sampah dari Sumber, Wabup Badung Serahkan Mesin Pencacah dan Bag Komposter di Sempidi

Published

on

By

wabup badung
SERAHKAN BANTUAN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan bantuan CSR berupa mesin pencacah sampah dan bag komposter kepada masyarakat Desa Adat Sempidi di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Sempidi, Jumat (8/5). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa mesin pencacah sampah dan bag komposter kepada masyarakat Desa Adat Sempidi. Penyerahan berlangsung di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Sempidi, Jumat (8/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Badung Agus Aryawan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Wayan Narayana, Lurah Sempidi IGAK Oka Dewi Pertiwi, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana, Bendesa Adat Kwanji I Nyoman Buda Arka, serta para prajuru dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa Desa Sempidi merupakan wajah dari Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, sehingga Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap komitmen desa dalam menangani permasalahan sampah di wilayahnya.

Wabup juga mengapresiasi langkah Desa Adat Sempidi yang berinisiatif membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R serta menjalin kerja sama dengan pihak Indotek dalam pengolahan sampah. Menurutnya, terobosan tersebut sangat membantu meringankan beban pengolahan di TPST-3R Mengwitani.

Dalam kesempatan itu, Wabup menyerahkan sebanyak 1.781 unit bag komposter yang diperuntukkan bagi seluruh kepala keluarga di Desa Adat Sempidi. Selain itu, diserahkan pula satu unit mesin pencacah sampah bantuan CSR dari PT Anugrah (PT Wings). Mesin tersebut memiliki kapasitas operasional hingga delapan jam per hari, dengan kemampuan mencacah lebih dari satu ton sampah per jam, sehingga diperkirakan mampu mengolah hingga sembilan ton sampah per hari.

“Kami Pemerintah Kabupaten Badung tidak akan lepas tangan dalam penanganan sampah. Untuk jangka pendek, kami juga berencana mendatangkan tiga unit alat Refuse Derived Fuel (RDF) yang dijadwalkan tiba pada bulan Juli dan akan dioperasikan di TPST-3R Mengwi untuk mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif,” ujar Wabup.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Masyarakat Lakukan Gerakan Bersama Disiplin Prokes

Ia juga mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah secara rutin dari sumbernya, sehingga RDF yang disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal nantinya.

Sementara itu, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pihaknya menegaskan komitmen pihak desa adat bersama masyarakat untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya melalui penguatan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Kami bersama masyarakat berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam penanganan sampah, sehingga pemilahan dari sumber dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca