Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Tampil Luar Biasa, Sekaa Gong Tri Tunggal Desa Adat Tanjung Bungkak Duta Denpasar Sukses Sihir Ribuan Penonton PKB XVIII

BALIILU Tayang

:

GONG KEBYAR DEWASA DUTA DENPASAR: Sekaa Gong Tri Tunggal, Desa Adat Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur berfoto bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara usai tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa, Pesta Kesenian Bali (PKB) XVIII Tahun 2026, Minggu (5/7/2026) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal, Desa Adat Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur menyihir ribuan penonton yang memadati area Panggung Terbuka Ardha Candra, pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa, Pesta Kesenian Bali (PKB) XVIII Tahun 2026, Minggu (5/7/2026) malam.

Sekaa Gong Tri Tunggal pada malam itu, tampil dengan totalitas dan atraktif berdampingan dengan Duta Kabupaten Jembrana yang diwakili oleh Sekaa Gong Widya Taruna, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.

Hadir untuk menyaksikan pertunjukkan memukau itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster dan juga Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan juga Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Koordinator Sekaa Gong Tri Tunggal, I Kadek Bhaswara Dwitiya didampingi Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, menjelaskan, pada malam itu, Duta Kota Denpasar membawakan tiga garapan karya sekaligus.

Garapan pertama, Tabuh Lima Lelambatan Gora Kala Aci, yang merupakan karya tabuh lelambatan kreasi yang terinspirasi dari ritual persembahan suci dalam upacara karya melaspas Paryangan Kawitan I Gusti Ngurah Sentong sebagai pakar Gamelan Gambang.

Dalam garapan Tabuh Kelambatan ini, penata tabuh berupaya menuangkan ke dalam musikal konseptual dengan transformasi permainan arpeggio atau memainkan nada-nada akor gamelan gambang, yang dikomposisi apik menjadi Tabuh Lima Lelambatan yang masih menerapkan pola-pola tradisi tabuh pegongan.

Garapan kedua lanjut Kadek Bhaswara, adalah Tari Kreasi Gagak Pitru Loka yang merupakan karya tari kreasi yang meinterpretasikan keterkaitan burung Gagak sebagai transformasi atau pembawa pesan ke tempat persemayaman pitri (roh leluhur) sebelum reinkarnasi.

Baca Juga  Gubernur Koster Bangga Tingginya Anak Muda dan Usia Dini Tampil Memukau di Pesta Kesenian Bali Ke-48

Karya tari ini, menerjemahkan nilai filosofi Gagak Ora yang memiliki konsep purusa-pradana, yang tersirat dalam gending Gambang Pura Kelaci. Secara umum, karya ini memiliki makna ngelelatik (saling mengisi) bhakti karma (perbuatan dalam pengabdian hidup) sebagai bekal menuju akhirat.

Inspirasi tari sendiri lanjut Kadek Bhaswara, diimplementasikan melalui struktur karya, tabulasi awal dengan motif gerak tari yang merupakan kompilasi simbol sesuai makna ekologis kehidupan manusia, dan roh, serta burung gagak sebagai ceciren (karakteristik) di kehidupan alam, dan terakhir gagak ora pangungkab lawang swargaloka.

Garapan ketiga atau garapan terakhir, kata Kadek Bhaswara adalah Fragmentasi Tari bertajuk Ngumbara Jiwa. Karya ini sendiri adalah takeh igel yang merepresentasikan laku lampah, semita, dan nandangan dinamika pengembaraan I Gusti Ngurah Sentong atas titah Raja Sweca Linggarsapura Gelgel, untuk mencari gending gambang sebagai pengantar jiwa, di saat Raja nanti mangkat menuju alam akhirat.

Karya ini secara garis besar menarasikan Ngumbara Jiwa I Gusti Ngurah Sentong, sehingga menemukan karya gending. Gambang mistik monumental juga disebutkan Kadek Bhaswara sebagai sebuah bentuk spiritual/metafisik berskala besar serta memiliki dampak historis dalam kaitan pitra yadnya ageng di Bali.

“Seluruh persiapan tiga garapan karya ini telah kami laksanakan sejak beberapa waktu lalu. Sebagai Duta Kota Denpasar, kami ingin tampil sebaik mungkin,” ungkapnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi tinggi atas penampilan Duta Kota Denpasar ini. Seluruh garapan Sekaa Gong Tri Tunggal dinilainya sangat apik dan luar biasa.

Jaya Negara juga menyebut, penampilan para seniman Kota Denpasar ini tidak hanya sekedar pementasan seni budaya semata. Namun lebih dari itu, dedikasi mereka adalah refleksi dari usaha kuat untuk tetap menjaga kelestarian warisan budaya dan kesenian Bali.

Baca Juga  Gong Kebyar Anak-anak Kumara Dharma Duta Laksana Duta Denpasar Tampil Apik di PKB XLVI

Astungkara, penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal Desa Adat Tanjung Bungkak, Sumerta Kelod sangat luar biasa dan metaksu. Terima kasih dedikasi luar biasa para seniman Kota Denpasar,” kata Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

Sanggama Rohani Getarkan Ardha Candra, Tradisi Tipat Bantal Pukau PKB XLVIII

Published

on

By

Tugek Carangsari
SANGGAMA ROHANI DUTA BADUNG: Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, saat menampilkan garapan kolosal bertajuk "Sanggama Rohani" pada ajang PKB XLVIII Tahun 2026, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Jumat (3/7) malam. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, bergemuruh saat Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, menampilkan garapan kolosal bertajuk “Sanggama Rohani” pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Jumat (3/7) malam. Mengusung kekuatan tradisi dan nilai spiritual, pertunjukan ini sukses memikat ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Mengangkat kisah perjalanan Patih Kebo Iwa, garapan tersebut mengisahkan saat Raja Bumi Banten mengutus Kebo Iwa untuk merestorasi Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanannya bersama empat pengabih, Kebo Iwa mendapati masyarakat Desa Kapal tengah dilanda wabah penyakit.

Di tengah situasi tersebut, Kebo Iwa melakukan meditasi di Pura Sada hingga memperoleh pawisik atau petunjuk spiritual agar masyarakat melaksanakan ritual penyucian roh. Ritual tersebut kemudian diwujudkan melalui Tradisi Tipat Bantal yang hingga kini masih dilaksanakan setiap Sasih Purnama Kapat sebagai simbol penyucian sekaligus keharmonisan kehidupan.

Pertunjukan kolosal ini memadukan tari, dramatari, musik tradisional, serta tata artistik yang megah, sehingga mampu menghadirkan suasana sakral sekaligus spektakuler di atas panggung. Tak hanya menyuguhkan hiburan, garapan ini juga menjadi media edukasi tentang kekayaan warisan budaya Kabupaten Badung.

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengatakan penampilan tahun ini terasa sangat istimewa karena mengangkat salah satu tradisi yang masih lestari di Desa Adat Kapal, yakni Tradisi Tipat Bantal. Sebanyak kurang lebih 150 seniman terlibat dalam menyukseskan pertunjukan kolosal tersebut.

“Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan sebuah tradisi tentang Siat Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat pada kesempatan kali ini bersama sekitar 150 peserta,” ujarnya.

Baca Juga  Duta Denpasar Tampilkan Garapan Bertajuk Ngerebong pada Peed Aya PKB XLVII

Menurutnya, pemilihan tema tersebut didasari keinginan memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Kabupaten Badung kepada masyarakat luas melalui panggung PKB.

Ia menjelaskan, Tipat Bantal memiliki makna filosofis yang sangat mendalam sebagai simbol pertemuan purusa dan pradana, atau laki-laki dan perempuan, yang melahirkan kehidupan baru. Filosofi itulah yang ingin diterjemahkan dalam garapan seni yang ditampilkan.

“Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan juga mampu melahirkan karya-karya baru yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi Bali,” jelasnya.

Melalui garapan “Sanggama Rohani”, Sanggar Seni Tugek Carangsari tidak hanya menghadirkan tontonan yang memukau, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami nilai spiritual, filosofi kehidupan, serta pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai identitas budaya Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Penampilan Memukau Arja Negak Pertuni Badung

Published

on

By

pertuni badung
SAKSIKAN ARJA NEGAK: Bupati Wayan Adi Arnawa menyaksikan penampilan Arja Negak yang dibawakan oleh Pertuni Kabupaten Badung di ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Kamis (2/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memberikan apresiasi tinggi atas pementasan Arja Negak yang dibawakan oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung. Penampilan memukau tersebut disajikan sebagai Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Kamis (2/7).

Hadir mendampingi Bupati, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Badung, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta Ketua Listibiya Kabupaten Badung. Ratusan pecinta seni juga tampak memadati lokasi pertunjukan untuk memberikan dukungan.

Dalam festival seni tahunan ini, Pertuni Badung membawakan lakon berjudul “Putra Kusuma Bangsa”. Garapan ini mengangkat kisah heroik perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lewat seni, pementasan ini menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghormati jasa para pahlawan sekaligus sebagai bentuk pemuliaan roh leluhur.

Usai pertunjukan, Bupati Adi Arnawa mengaku bangga atas daya juang dan kualitas estetika yang ditunjukkan para seniman disabilitas Pertuni Badung. Ia menegaskan bahwa PKB telah bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa Pesta Kesenian Bali benar-benar menjadi wadah bagi semua kalangan, tanpa membedakan penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan harus terus kita dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh untuk menjamin kesetaraan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat dalam berkesenian.

“Penampilan Pertuni Badung sungguh luar biasa dan tidak mengecewakan. Bahkan jika mendengarkan dari kejauhan, nuansa pertunjukannya benar-benar seperti pementasan Prembon. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menghadirkan Arja Negak dengan kualitas yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Baca Juga  Buleleng Memikat Perhatian Lewat Penampilan “Sang Jaratkaru” pada “Peed Aya” PKB XLVIII 2026

Sebagai langkah konkret berkelanjutan, Pemkab Badung melalui Listibiya Kabupaten Badung akan terus mengintensifkan pembinaan, pendampingan, serta perluasan ruang pentas bagi seniman disabilitas.

Ke depan, Adi Arnawa berharap potensi seni para penyandang disabilitas tidak hanya berfokus pada Arja Negak, melainkan juga merambah cabang kesenian Bali lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat nilai inklusivitas sekaligus memperkaya keragaman pelestarian seni budaya di Pulau Dewata. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar

Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Loading

Published

on

By

gubernur koster
SAPA PENONTON: Gubernur Bali Wayan Koster menyapa penonton saat menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. Di hadapan ribuan penikmat seni, dua duta seni dari Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar menampilkan karya-karya yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas dalam bingkai seni pertunjukan Bali.

Kehadiran Gubernur Koster yang didampingi jajaran kurator PKB menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah seniman dan penonton memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sela-sela berlangsungnya pertunjukan.

Pada kesempatan itu, Duta Kabupaten Bangli yang diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, tampil bersama Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur, sebagai duta pendamping.

Penampilan pembuka Bangli menghadirkan Tari Ratu Kebasan, sebuah garapan yang mengangkat ritual sakral masyarakat Desa Songan. Karya ini menggambarkan perjalanan manusia menuju penyucian diri melalui proses spiritual yang diawali dengan gerak-gerak tenang, kemudian berkembang menjadi dinamika penuh energi ketika kekuatan suci hadir dalam prosesi kerauhan.

Melalui koreografi yang sarat simbol, tarian tersebut memperlihatkan transformasi batin manusia dalam melepaskan ego dan menyerahkan diri kepada kehendak alam semesta. Gerak spontan, lompatan, hingga hentakan yang intens membangun atmosfer magis yang menjadi ciri utama tradisi sakral tersebut.

Sementara itu, Duta Kota Denpasar membuka penampilannya dengan Tari Banda Yowana, sebuah tari kreasi yang lahir pada 1987. Karya ini mengisahkan sekelompok pemuda yang terikat dalam semangat organisasi, kebersamaan, dan persaudaraan.

Melalui komposisi gerak yang dinamis dan serempak, tarian tersebut merepresentasikan semangat generasi muda dalam membangun solidaritas sekaligus menjaga warisan estetika Tari Bangdu yang menjadi sumber inspirasi utama penciptaannya.

Baca Juga  ‘’Cupak Dadi Ratu’’, Garapan Sekaa Janger Hasta Komala Jadi Pertunjukan Terakhir Duta Denpasar di PKB XLVI

Pada sajian pamungkas, kedua duta seni kembali menampilkan karya monumental bernuansa magis yang mendapat apresiasi meriah dari penonton.

Bangli mempersembahkan garapan Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral masyarakat Desa Songan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara pengabenan sekaligus identitas budaya desa Bali Aga tersebut.

Pertunjukan menampilkan prosesi perebutan rumput ilalang sebagai simbol penyucian yang dikemas melalui tata gerak maskulin, dinamika gong kebyar, serta ritme dramatik. Simbol perebutan “rujak” dimaknai sebagai penghancuran ego jasmani menuju pemurnian jiwa, sebelum bermuara pada sukacita sebagai lambang keikhlasan menerima kematian sebagai proses transformasi spiritual.

Adapun Duta Kota Denpasar menutup penampilannya melalui fragmentari Tamtam, yang mengangkat kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul.

Dalam cerita tersebut, Gidul bereinkarnasi menjadi pengembara suci bernama Tamtam, murid Aji Saka dari Pulau Jawa, sementara Gina bereinkarnasi menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah sayembara, namun berkembang menjadi perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha.

Melalui alur dramatik yang sarat pesan filosofis, fragmentari ini menegaskan bahwa perjalanan hidup manusia pada akhirnya merupakan proses penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.

Gubernur Koster sendiri mengapresiasi Parade Gong Kebyar Dewasa malam itu yang kembali menunjukkan bahwa Pesta Kesenian Bali tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni pertunjukan, tetapi juga wahana pelestarian nilai-nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui karya-karya kreatif berakar kuat pada tradisi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca