Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Sanggama Rohani Getarkan Ardha Candra, Tradisi Tipat Bantal Pukau PKB XLVIII

BALIILU Tayang

:

Tugek Carangsari
SANGGAMA ROHANI DUTA BADUNG: Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, saat menampilkan garapan kolosal bertajuk "Sanggama Rohani" pada ajang PKB XLVIII Tahun 2026, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Jumat (3/7) malam. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, bergemuruh saat Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, menampilkan garapan kolosal bertajuk “Sanggama Rohani” pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Jumat (3/7) malam. Mengusung kekuatan tradisi dan nilai spiritual, pertunjukan ini sukses memikat ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Mengangkat kisah perjalanan Patih Kebo Iwa, garapan tersebut mengisahkan saat Raja Bumi Banten mengutus Kebo Iwa untuk merestorasi Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanannya bersama empat pengabih, Kebo Iwa mendapati masyarakat Desa Kapal tengah dilanda wabah penyakit.

Di tengah situasi tersebut, Kebo Iwa melakukan meditasi di Pura Sada hingga memperoleh pawisik atau petunjuk spiritual agar masyarakat melaksanakan ritual penyucian roh. Ritual tersebut kemudian diwujudkan melalui Tradisi Tipat Bantal yang hingga kini masih dilaksanakan setiap Sasih Purnama Kapat sebagai simbol penyucian sekaligus keharmonisan kehidupan.

Pertunjukan kolosal ini memadukan tari, dramatari, musik tradisional, serta tata artistik yang megah, sehingga mampu menghadirkan suasana sakral sekaligus spektakuler di atas panggung. Tak hanya menyuguhkan hiburan, garapan ini juga menjadi media edukasi tentang kekayaan warisan budaya Kabupaten Badung.

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengatakan penampilan tahun ini terasa sangat istimewa karena mengangkat salah satu tradisi yang masih lestari di Desa Adat Kapal, yakni Tradisi Tipat Bantal. Sebanyak kurang lebih 150 seniman terlibat dalam menyukseskan pertunjukan kolosal tersebut.

“Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan sebuah tradisi tentang Siat Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat pada kesempatan kali ini bersama sekitar 150 peserta,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Menurutnya, pemilihan tema tersebut didasari keinginan memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Kabupaten Badung kepada masyarakat luas melalui panggung PKB.

Ia menjelaskan, Tipat Bantal memiliki makna filosofis yang sangat mendalam sebagai simbol pertemuan purusa dan pradana, atau laki-laki dan perempuan, yang melahirkan kehidupan baru. Filosofi itulah yang ingin diterjemahkan dalam garapan seni yang ditampilkan.

“Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan juga mampu melahirkan karya-karya baru yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi Bali,” jelasnya.

Melalui garapan “Sanggama Rohani”, Sanggar Seni Tugek Carangsari tidak hanya menghadirkan tontonan yang memukau, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami nilai spiritual, filosofi kehidupan, serta pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai identitas budaya Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Penampilan Memukau Arja Negak Pertuni Badung

Published

on

By

pertuni badung
SAKSIKAN ARJA NEGAK: Bupati Wayan Adi Arnawa menyaksikan penampilan Arja Negak yang dibawakan oleh Pertuni Kabupaten Badung di ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Kamis (2/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memberikan apresiasi tinggi atas pementasan Arja Negak yang dibawakan oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung. Penampilan memukau tersebut disajikan sebagai Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Kamis (2/7).

Hadir mendampingi Bupati, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Badung, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta Ketua Listibiya Kabupaten Badung. Ratusan pecinta seni juga tampak memadati lokasi pertunjukan untuk memberikan dukungan.

Dalam festival seni tahunan ini, Pertuni Badung membawakan lakon berjudul “Putra Kusuma Bangsa”. Garapan ini mengangkat kisah heroik perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lewat seni, pementasan ini menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghormati jasa para pahlawan sekaligus sebagai bentuk pemuliaan roh leluhur.

Usai pertunjukan, Bupati Adi Arnawa mengaku bangga atas daya juang dan kualitas estetika yang ditunjukkan para seniman disabilitas Pertuni Badung. Ia menegaskan bahwa PKB telah bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa Pesta Kesenian Bali benar-benar menjadi wadah bagi semua kalangan, tanpa membedakan penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan harus terus kita dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh untuk menjamin kesetaraan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat dalam berkesenian.

“Penampilan Pertuni Badung sungguh luar biasa dan tidak mengecewakan. Bahkan jika mendengarkan dari kejauhan, nuansa pertunjukannya benar-benar seperti pementasan Prembon. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menghadirkan Arja Negak dengan kualitas yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Sebagai langkah konkret berkelanjutan, Pemkab Badung melalui Listibiya Kabupaten Badung akan terus mengintensifkan pembinaan, pendampingan, serta perluasan ruang pentas bagi seniman disabilitas.

Ke depan, Adi Arnawa berharap potensi seni para penyandang disabilitas tidak hanya berfokus pada Arja Negak, melainkan juga merambah cabang kesenian Bali lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat nilai inklusivitas sekaligus memperkaya keragaman pelestarian seni budaya di Pulau Dewata. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar

Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Loading

Published

on

By

gubernur koster
SAPA PENONTON: Gubernur Bali Wayan Koster menyapa penonton saat menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. Di hadapan ribuan penikmat seni, dua duta seni dari Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar menampilkan karya-karya yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas dalam bingkai seni pertunjukan Bali.

Kehadiran Gubernur Koster yang didampingi jajaran kurator PKB menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah seniman dan penonton memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sela-sela berlangsungnya pertunjukan.

Pada kesempatan itu, Duta Kabupaten Bangli yang diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, tampil bersama Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur, sebagai duta pendamping.

Penampilan pembuka Bangli menghadirkan Tari Ratu Kebasan, sebuah garapan yang mengangkat ritual sakral masyarakat Desa Songan. Karya ini menggambarkan perjalanan manusia menuju penyucian diri melalui proses spiritual yang diawali dengan gerak-gerak tenang, kemudian berkembang menjadi dinamika penuh energi ketika kekuatan suci hadir dalam prosesi kerauhan.

Melalui koreografi yang sarat simbol, tarian tersebut memperlihatkan transformasi batin manusia dalam melepaskan ego dan menyerahkan diri kepada kehendak alam semesta. Gerak spontan, lompatan, hingga hentakan yang intens membangun atmosfer magis yang menjadi ciri utama tradisi sakral tersebut.

Sementara itu, Duta Kota Denpasar membuka penampilannya dengan Tari Banda Yowana, sebuah tari kreasi yang lahir pada 1987. Karya ini mengisahkan sekelompok pemuda yang terikat dalam semangat organisasi, kebersamaan, dan persaudaraan.

Melalui komposisi gerak yang dinamis dan serempak, tarian tersebut merepresentasikan semangat generasi muda dalam membangun solidaritas sekaligus menjaga warisan estetika Tari Bangdu yang menjadi sumber inspirasi utama penciptaannya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Pada sajian pamungkas, kedua duta seni kembali menampilkan karya monumental bernuansa magis yang mendapat apresiasi meriah dari penonton.

Bangli mempersembahkan garapan Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral masyarakat Desa Songan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara pengabenan sekaligus identitas budaya desa Bali Aga tersebut.

Pertunjukan menampilkan prosesi perebutan rumput ilalang sebagai simbol penyucian yang dikemas melalui tata gerak maskulin, dinamika gong kebyar, serta ritme dramatik. Simbol perebutan “rujak” dimaknai sebagai penghancuran ego jasmani menuju pemurnian jiwa, sebelum bermuara pada sukacita sebagai lambang keikhlasan menerima kematian sebagai proses transformasi spiritual.

Adapun Duta Kota Denpasar menutup penampilannya melalui fragmentari Tamtam, yang mengangkat kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul.

Dalam cerita tersebut, Gidul bereinkarnasi menjadi pengembara suci bernama Tamtam, murid Aji Saka dari Pulau Jawa, sementara Gina bereinkarnasi menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah sayembara, namun berkembang menjadi perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha.

Melalui alur dramatik yang sarat pesan filosofis, fragmentari ini menegaskan bahwa perjalanan hidup manusia pada akhirnya merupakan proses penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.

Gubernur Koster sendiri mengapresiasi Parade Gong Kebyar Dewasa malam itu yang kembali menunjukkan bahwa Pesta Kesenian Bali tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni pertunjukan, tetapi juga wahana pelestarian nilai-nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui karya-karya kreatif berakar kuat pada tradisi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Pukau PKB 2026, Angklung Kebyar Legian Tampil Spektakuler

Published

on

By

Angklung Kebyar
PARADE ANGKLUNG KEBYAR: Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, yang merupakan Duta Badung saat tampil dalam Parade Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, sukses memukau ratusan penonton dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tampil sebagai Duta Kabupaten Badung, sanggar yang dipimpin I Made Nova Antara ini menghadirkan garapan khas Legian yang enerjik, estetis, dan sarat filosofi di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali, Rabu (1/7/2026).

Penampilan ini menjadi bukti hasil persiapan matang para seniman muda Legian. Sebelum tampil di panggung PKB 2026, mereka telah menjalani evaluasi langsung oleh Bupati Badung bersama jajaran DPRD Badung guna memastikan kualitas tabuh dan kekompakan penabuh. Dukungan tersebut terbayar lunas lewat sajian yang kuat secara musikal dan visual.

Ketua Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, I Made Nova Antara, mengaku bangga atas dedikasi seluruh anggota. Ia menegaskan bahwa konsep garapan tahun ini disesuaikan dengan tema besar PKB XLVIII.

“Tahun ini kami menampilkan 4 materi. Yang pertama adalah Tari Wiranata yang menggambarkan heroik tentang kepahlawanan. Yang kedua, Tabuh Keklentangan yang bertemakan Manuk Dewata yang merupakan sarana pengabenan. Yang ketiga, kami menampilkan tari kreasi dengan judul Luwih Linggih, yaitu sebuah perjalanan atma yang notabene diberikan tempat yang baik dan istimewa,” ujar Nova Antara.

Pementasan ditutup dengan tabuh kreasi Ugal-Agil yang mengisahkan perjalanan atma melewati Titi Ugal Agil, jembatan penuh ujian dalam kepercayaan Bali. Seluruh rangkaian karya ini dirancang untuk menguatkan tema Atma Kertih.

“Tema ini sesuai dengan tema PKB yakni Atma Kertih, yaitu memuliakan sang atma. Jadi semuanya tercermin dari setiap garapan yang kami bawakan hari ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Selama empat bulan, sebanyak 44 seniman yang seluruhnya krama Desa Adat Legian digembleng intensif demi menampilkan performa maksimal. Hasilnya, sajian tabuh kreasi tampil mencolok dengan sentuhan teatrikal pengabenan yang dramatis. Visual raksasa penguji atma, penari yang diangkat tinggi dengan kain menjuntai, hingga transformasi bokoran menjadi hiasan kepala daksina linggih menghadirkan simbol sakral yang memikat.

Gemuruh tepuk tangan penonton lokal hingga wisatawan mancanegara menutup pementasan dengan meriah. Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan berhasil menunjukkan bahwa regenerasi seniman muda di kawasan pariwisata Legian tetap kuat, autentik, dan berdaya saing tinggi di panggung PKB 2026. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca