Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terima Baleg DPR RI, Wagub Cok Ace Titip RUU Provinsi Bali Masuk Prioritas 2022

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA KUNKER: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menerima rombongan Badan Legislasi DPR RI yang berkunjung ke Bali dalam rangka Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2022, di Ruang Cempaka Kantor Badan Perencanaan Daerah (Beppeda) Provinsi Bali, Senin (4/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menerima rombongan Badan Legislasi DPR RI yang berkunjung ke Bali dalam rangka Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2022, khususnya terkait pengharmonisan regulasi energi baru dan terbarukan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Cempaka Kantor Badan Perencanaan Daerah (Beppeda) Provinsi Bali, Senin (4/10/2021), dimanfaatkan Wagub Cok Ace untuk menyampaikan aspirasi agar RUU tentang Provinsi Bali bisa masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2022.

Secara khusus, Wagub Cok Ace meminta dukungan Baleg DPR RI untuk mendorong percepatan pembahasan terhadap RUU Provinsi Bali agar masuk skala prioritas di tahun 2022. Ia berpendapat, ditetapkan RUU Bali menjadi undang-undang akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan Bali termasuk sektor pariwisata dengan berbagai komponen ikutannya. Ditambahkan olehnya, bercermin dari pengalaman menghadapi pandemi Covid-19, Bali terdampak paling parah jika dibanding daerah lain di Indonesia. “Bali mengalami kontraksi ekonomi yang cukup dalam khususnya pada sektor pariwisata,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Wagub Cok Ace, RUU tentang Provinsi Bali sangat mendesak untuk segera dibahas dan segera disahkan. 

Desakan agar RUU Provinsi Bali bisa segera dibahas juga diutarakan Ketua Komisi 3 DPRD Bali Anak Agung Adhi Ardana dan Wakil Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali Made Wena. Adhi Ardhana meyakinkan, RUU tentang Provinsi Bali tak mengandung unsur permohonan kekhususan. “RUU yang kami ajukan tak mengandung isu sensitif karena tak memohon kekhusunan, tapi melalui rancangan regulasi ini kami hanya mohon perlindungan terhadap potensi yang kami miliki,” ujarnya.

Mendukung penyampaian Wagub Cok Ace dan Adhi Ardhana, Wakil Ketua MDA Bali Made Wena menyampaikan bahwa kelompok masyarakat adat sangat berkepentingan dengan UU ini karena adat di Bali sangat spesifik.

Baca Juga  Buka Jambore Nasional, Wagub Cok Ace Ajak Komunitas Peugeot Indonesia Nikmati dan Eksplor Bali

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI  Drs. H.Ibnu Multazam selaku pimpinan rombongan menyambut baik aspirasi masyarakat Bali. Ia menginformasikan, RUU ini terus disuarakan di DPR RI oleh perwakilan dari Daerah Bali. Hanya, ia memberi pemahaman bahwa RUU ini masuk kategori kumulatif terbuka yang masih digodok di Komisi II DPR RI. Agar bisa segera dibahas di Badan Legislasi untuk lanjut ke tahap harmonisasi, masih harus ada penjelasan dan penyamaan frekuensi agar tak ada saling curiga.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI  Syamsurizal menerangkan, saat ini ada 20 rancangan RUU Provinsi yang digodok di komisinya. Ia memahami bahwa pengajuan RUU itu didasari fakta bahwa sebagian besar regulasi itu sudah tidak relevan karena dibuat pada jaman Republik Indonesia Serikat (RIS). Ia berjanji akan mempercepat pembahasan sehingga RUU Provinsi Bali juga bisa segera dibahas di Badan Legislasi. 

Untuk diketahui, Kunker Badan Legislasi DPR RI kali ini bertujuan menyebarluaskan Prolegnas 2020-2024 kepada seluruh komponen masyarakat serta penyerapan aspirasi agar diperoleh masukan dari para pemangku kepentingan yang ada (stakeholders) terhadap penyusunan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2022 dan pengharmonisasi, pembulatan dan pemantapan konsepsi atas RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan.

“Tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat juga sejak awal dapat memberikan masukan pada proses pembentukan undang-undang, sehingga pada akhirnya setiap RUU yang ditetapkan menjadi undang-undang senantiasa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujar Ibnu Multazam selaku pimpinan rombongan.

Wagub Cok Ace menegaskan komitmen Bali dalam mendukung RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Bahkan, komitmen untuk mewujudkan EBT telah ditunjukkan dalam berbagai regulasi yaitu Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali 2020-2050, Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Keputusan Gubernur Bali Nomor 123/03-M/HK/2020 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Provinsi Bali 2020-2039 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17254 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali. (gs)

Baca Juga  Buka Kongres IGES Ke-10, Wagub Cok Ace Harap Ada Strategi Baru dan Penguatan Dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Arya Wibawa Dampingi Wamenko Pangan Tinjau Bank Sampah Gema Pelita, SDN 5 Pedungan

Apresiasi Edukasi dan Pengelolaan Sampah dari Sumber

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Dampingi Wamenko Pangan Tinjau Bank Sampah Sekolah
KUNJUNGI BANK SAMPAH: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, Kamis (10/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, Kamis (10/9). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung edukasi dan praktik pengelolaan sampah dari sumber yang melibatkan siswa dan lingkungan sekolah.

Turut mendampingi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar AA Gede Wiratama.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, termasuk melalui edukasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, perubahan perilaku harus dibangun sejak dini agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Ini suatu contoh yang kita lihat. Ketika ditanyakan kepada anak-anak, sudah tersedia tebe modern dan black composter, mereka menjawab sudah. Artinya, keseriusan Bapak Walikota ini menjadi langkah besar dalam penanganan sampah,” ujar Hanif.

Lebih lanjut dijelaskan, persoalan sampah menjadi tantangan serius bagi Bali, termasuk Kota Denpasar yang merupakan salah satu destinasi pariwisata internasional. Karena itu, pengelolaan sampah dari rumah tangga, hotel, sekolah hingga fasilitas lainnya harus terus diperkuat.

Hanif juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Bali, volume sampah yang masuk ke TPA Suwung terus mengalami penurunan. Ke depan, pihaknya mendorong agar sampah organik dapat diselesaikan di sumber sehingga sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang.

“Sampah organik harus sudah diselesaikan di sumber. Ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

Selain pengelolaan dari sumber, pemerintah juga mendorong pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2027. Hanif berharap Denpasar dan Badung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan. Hanif juga berharap upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar terus diperkuat sehingga dapat mendukung pencapaian penghargaan Adipura.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Diseminasi Hasil Evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Bali

“Kami sudah menyampaikan kepada kabupaten lain untuk belajar di Denpasar. Kompleksitasnya cukup tinggi dan kehadiran wisatawan cukup banyak dibandingkan jumlah penduduknya, tetapi pelayanan wisata tetap harus berjalan tanpa mengurangi upaya mengatasi masalah sampah,” katanya.

Sementara itu, Wawali Arya Wibawa menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan sampah di Kota Denpasar. Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya memilah dan mengelola sampah.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah, terus kami perkuat,” ujar Arya Wibawa.

Ketua Bank Sampah Gema Pelita, Dede Mahandra, menjelaskan bahwa bank sampah di SDN 5 Pedungan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dan keluarga. Para siswa diajak memilah sampah dari rumah, kemudian menabung sampah anorganik di bank sampah.

“Anak-anak menabung sampah bersama keluarganya. Mereka memilah sampah dari rumah, kemudian sampah yang sudah dipilah ditabung di bank sampah,” jelasnya.

Sementara sampah organik diolah di lingkungan sekolah melalui tebe modern, komposter, lubang biopori, serta pengembangan eco enzyme. Para siswa juga dilibatkan sebagai Gema Pelita Ranger yang membantu proses penimbangan sekaligus mengedukasi teman-temannya.

Dede menambahkan, edukasi pengelolaan sampah dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan sekolah dan layanan penimbangan sampah yang dilaksanakan secara berkala.

“Kami juga melakukan edukasi setiap pagi. Pada saat purnama dan tilem, kami melaksanakan kegiatan Bank Sampah Gema Pelita,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Kader Posyandu Dalam Melaksanakan Pelayanan Posyandu 6 SPM

Published

on

By

Ayu Kristi Buka Sosialisasi Penguatan Kader Posyandu
SOSIALISASI: Sekretaris I Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Kader Posyandu Dalam Melaksanakan Pelayanan Posyandu 6 SPM di Gedung Wanita Santhi Graha, Kamis (10/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris I Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Kader Posyandu Dalam Melaksanakan Pelayanan Posyandu 6 SPM di Gedung Wanita Santhi Graha, Kamis (10/9).

Pada saat itu, hadir 100 kader yang berasal dari Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Timur, dan juga sejumlah perwakilan OPD terkait lainnya.

Sekretaris I Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan pelaksanan sosialisasi ini adalah salah satu bentuk upaya penguatan dan peningkatan pemahaman bersama tentang Pelaksanaan Layanan Posyandu 6 SPM, sebagai bentuk tindaklanjut dari Permendagri Nomor : 13 Tahun 2024.

“Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau deteksi kesehatan saja. Posyandu telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi pusat layanan dasar masyarakat. Sehingga mulai sekarang dan kedepannya peran kader tidak hanya lagi tentang deteksi pertumbuhan dan perkembangan atau memantau pelayanan kesehatan untuk siklus kehidupan,” kata Ayu Kristi.

Para kader Posyandu lanjutnya, memiliki peran yang sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pelayanan dan medeteksi kebutuhan masyarakat akan layanan 6 SPM meliputi Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, hingga Sosial.

“Kader Posyandu memiliki peran menerima pengaduan dari setiap permasalahan terkait layanan 6 SPM, kemudian kader dapat menyampaikan data yang diperoleh kepada pemerintah Desa/Kelurahan dengan tetap mendapatkan pengawasan kepala dusun/lingkungan,” ujar Ayu Kristi.

Ditambahkan Ayu Kristi, tugas layanan ini masih terkesan berat sehingga para kader masih bingung dalam penerapannya. Pada dasarnya Layanan Posyandu akan menjadi jendela pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan solusi atas permasalahan dasar yang dihadapi.

“Kami mengajak Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Tim Pembina Posyandu Kecamatan, Desa/Kelurahan sampai dengan para kader pelaksana kegiatan, untuk terus bergerak bersama mewujudkan layanan dasar di masyarakat guna tercapainya masyarakat yang sehat, berdaya dan sejahtera,” katanya lagi.

Baca Juga  Buka Kongres IGES Ke-10, Wagub Cok Ace Harap Ada Strategi Baru dan Penguatan Dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi

Harapannya masyarakat tidak lagi menemukan jarak untuk memberikan pengaduan tentang layanan dasar masyarakat, karena melalui posyandu masyarakat dapat menerima setiap aspirasi akan kebutuhan layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Melalui upaya penguatan kelembagaan dan kader pada hari ini, saya sangat berharap para kader posyandu yang dulunya adalah pahlawan kesehatan juga dapat terus mengisi diri dan meningkatkan kompetensi diri sehingga kini dapat menjalani peran sebagai pahlawan penggerak layanan dasar, “ ujar Ayu Kristi. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Antari Jaya Negara Kukuhkan Ketua TP PKK hingga Bunda Literasi, Dorong Kolaborasi untuk Masyarakat

Published

on

By

Ketua TP PKK Denpasar Lantik Pengurus PKK dan Bunda Literasi
LANTIK: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, melantik dan mengukuhkan Ketua TP PKK, Ketua TP. Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan di Kota Denpasar pada Kamis (10/9) pagi di Gedung Wanita Santhi Graha, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, melantik dan mengukuhkan Ketua TP PKK, Ketua TP. Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan di Kota Denpasar pada Kamis (10/9) pagi di Gedung Wanita Santhi Graha, Denpasar.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Kepala DPMD Kota Denpasar, Wayan Yusswara serta perwakilan OPD terkait lainnya.

Dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi yakni Ny. Ni Luh Mertajati Asih Pertama sebagai Ketua TP PKK Denpasar Barat dan Ny. Ni Wayan Sarni Ermanto sebagai Ketua TP PKK Denpasar Selatan.

Dilaksanakan pula pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Dentim yakni Ny. Ida Ayu Karang Sujani Upawana sebagai Bunda Literasi Kecamatan Denpasar Timur.

Dirangkaikan juga dengan pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi di sejumlah wilayah seperti Kelurahan Pedungan, Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Penatih dan Kelurahan Sumerta.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelantikan dan pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan maupun Ketua TP Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Denpasar merupakan jabatan secara otomatis (ex-officio).

“Ketika suami menduduki suatu jabatan seperti Camat, Lurah atau Kepala Desa otomatis istri juga akan menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan, Desa atau Kelurahan,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat peran serta perempuan dalam memajukan kesejahteraan keluarga dan anak-anak serta lingkungan sekitar.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Porsebank Bali 2022

“Pelantikan dan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian bersama. Kami berharap para Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, Bunda PAUD maupun Bunda Literasi dapat menjalankan perannya dengan penuh semangat, keikhlasan dan rasa tanggung jawab.

Keberadaan TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga, kesehatan, pendidikan anak usia dini, penguatan budaya literasi serta pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin seluruh program yang dijalankan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, kader serta seluruh unsur masyarakat,” kata Antari Jaya Negara.

Ny. Antari berharap sinergi antara TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi di seluruh wilayah Kota Denpasar semakin kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, cerdas, mandiri dan berkualitas serta memperkuat pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

“Semoga dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong, seluruh tugas dan tanggung jawab ini dapat kita jalankan dengan baik. Mari kita terus bergerak bersama untuk Denpasar yang maju, sehat, cerdas dan sejahtera,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca