Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Layanan Pendidikan ITB STIKOM Bali Sangat Tinggi

BALIILU Tayang

:

ratniasih
Direktur Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal ITB STIKOM Bali Ni Luh Ratniasih, S.Kom., M.T. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Hasil survei Direktorat Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal ITB STIKOM Bali tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas yang dimiliki ITB STIKOM Bali dan pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa selama tiga semester terakhir menunjukkan hasil tingkat kepuasan mahasiswa terus mengalami peningkatan.

“Untuk semester Ganjil tahun akademik 2021/2022 saat ini tingkat kepuasan mahasiswa mencapai 80,38 persen,” kata Ni Luh Ratniasih, S.Kom., M.T., Direktur Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Senin, 11 Juli 2022.

Menurut Ratniasih, survei indeks kepuasan mahasiswa ini dilakukan selama tiga semester, yakni semester Ganjil 2020/2021, semester Genap 2020/2021 dan semester Ganjil 2021/2022. “Ada lima variabel yang digunakan untuk mengukur indeks kepuasan mahasiswa, yakni variabel reliability (keandalan), variabel responsiveness (daya tanggap), variabel assurance (kepastian), variabel empathy (empati), dan variabel tangible (bukti langsung),” terang Ratniasih.

Lebih jauh Ratniasih menjelaskan, pada saat melakukan survei atau semester Ganjil 2020/2021 tingkat kepuasan mahasiswa baru mencapai 74,89%, di semester Genap 2020/2021 hasil kepuasan meningkat menjadi 76,56% dan di semester Ganjil 2021/2022 kembali meningkat menjadi 80,38%.  “Angka ini masuk dalam kategori sangat puas,” tegas Ratniasih.

Lalu apa saja kategori yang membuat mahasiswa merasa puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh ITB STIKOM Bali? Ratniasih menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil pengolahan data kepuasan, lima kategori kepuasan tertinggi adalah: Kecukupan fasilitas sarana dan prasarana perkuliahan, Kesesuaian tanggapan yang diberikan oleh bagian/unit terkait terhadap keluhan, Kelayakan fasilitas sarana dan prasarana penunjang (toilet, kantin, parkir, tempat ibadah, fasilitas difabel), Kemauan dalam memberikan pelayanan dan mendengarkan keluhan, dan Kemudahan aksesibilitas sistem informasi.

Baca Juga  Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

Di tempat yang sama, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menanggapi indeks kepuasan mahasiswanya, mengatakan apa yang dirasakan oleh mahasiawa itu sudah menjadi komitmen manajemen ITB STIKOM Bali dan Yayasan Widya Dharma Shanti untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswa, baik menyangkut ketersediaan fasilitas maupun pelayanan kepada mahasiswa.

“Survei ini sesuai dengan komitmen ITB STIKOM Bali untuk meningkatkan pelayanan kepada pemangku kepentingan dalam hal ini mahasiswa, maka setiap semester Direktorat Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal selalu melakukan pengukuran indeks kepuasan mahasiswa dan hasilnya seperti itu. Kalau ada kekurangan atau keluhan di semester Ganjil, akan kami perbaiki di semester Genap dan seterusnya. Jadi, kalau mahasiswa merasa sangat puas, itulah pengakuan jujur mahasiswa saya, sekaligus sebagai pendorong bagi kami untuk terus memberikan inovasi pelayanan kepada mahasiswa,” kata Dadang Hermawan.

Menurut Dadang Hermawan, pihaknya selalu menjaga indeks kepuasan mahasiswa harus tetap tinggi sebab hal itu sangat berkorelasi dengan membludaknya peminat mahasiswa baru, yang kebanyakan karena rekomendasi para alumni dan kakak kelas mahasiswa yang sedang aktif kuliah.

“Para alumni dan mahasiswa aktif yang sudah merasakan kenyamanan di sini, pasti merekomendasi adiknya atau temannya untuk kuliah di ITB STIKOM Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Bersama Menparekraf Tanam Mangrove di Kawasan Pelabuhan Benoa

Published

on

By

Wawali
Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat melaksanakan penanaman mangrove di kawasan Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno melaksanakan penanaman pohon mangrove serangkaian kegiatan pohon kolektif gogreener yang digelar di kawasan  Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9).

Turut mendampingi kegiatan tersebut  Kepala Bank Indonesia Perwakilan  Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali  Made Teja, VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar, CEO dan Founder Jejakin, Arfan Arlanda serta undangan lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, penanaman bibit bakau atau mangrove ini merupakan bentuk keberlanjutan di dalam rencana net zero kedepannya. Di samping itu pula untuk meningkatkan eco pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata berkelanjutan bermanfaat untuk menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mendorong ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan salah satu upaya kerja sama antara pelaku sektor industri dan pemerintah,” katanya.

Dia menambahkan, konsep pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama pemerintah untuk memastikan pengembangan pariwisata secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan dan memelihara keberlangsungan ekosistem lingkungan.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi gerakan penanaman pohon mangrove tersebut. Pihaknya juga mengingatkan kepada komunitas mangrove ranger untuk merawat pohon mangove tersebut.

Disamping itu pihaknya berkomitmen terus menjaga hutan mangrove. Adapun hal yang telah dilakukan seperti bekerjasama dengan nelayan yang ada dipesisir dengan memberikan subsidi kepada nelayan untuk membersihkan mangrove.  “Ini merupakan bentuk kolaborasi kita di dalam menjaga ekosistem khususnya pohon mangrove,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja  mengungkapkan, ekosistem bakau tidak hanya dapat menyerap emisi karbon, namun juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Dua Dekade ITB STIKOM Bali Bersama Tulus

“Hutan Mangrove memiliki potensi ekowisata begitu besar yang diharapkan dapat mendorong pemulihan pariwisata Bali. Kami sangat mendukung inisiatif yang dilakukan Gojek yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara ekosistem pariwisata kita,” ujar dia.

VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar mengatakan pihaknya menyadari bahwa sektor swasta memiliki peran penting untuk mendorong industri pariwisata yang ramah lingkungan serta bertanggung jawab, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Alit Wiradana Hadiri Malam Puncak Bulan Bhakti Karang Taruna Denpasar 2022

Published

on

By

Karang Taruna
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menghadiri Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar, Minggu (25/9) malam. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar dilaksanakan pada Minggu (25/9) malam di Parkir Utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandhira didampingi Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan, Kadis Sosial Kota Denpasar, IGA Laxmy Saraswati beserta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan Karang Taruna Kota Denpasar serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna di Tahun 2022. “Ini sebagai bukti semangat kepemudaan dalam menyikapi berbagai dinamika sosial dan memperkuat karakter pemuda untuk menyongsong pembangunan terutama di Kota Denpasar,” ujar Alit Wiradana.

Sementara Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan menjelaskan serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar di tahun 2022 menggelar sejumlah kegiatan seperti Bakti sosial dan kegiatan sosial lainnya. “Kami siap mendukung program yang dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar terutama menyangkut pembentukan karakter dimana saat ini sangat penting diterapkan kepada kaum pemuda ditengah arus globalisasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya siap mendukung dan membatu Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan-kegiatan sosial di Kota Denpasar. (esa/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dandy Pramana Hostiadi, Alumni Pertama ITB STIKOM Bali Raih Doktor "Network Security" di ITS
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Cok Ace Jadi Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa - Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa – Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan materi terkait “Tantangan Pariwisata Bali Pasca-Pandemi Covid-19”.

Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan bahwa dalam membahas pariwisata, maka dirinya membagi atas 5 periode yaitu Pertama: lahirnya pariwisata Bali tahun 1902, Kedua tahun 1960 disebut fase Bali Membangun yang ditandai dengan beberapa pembangunan infrastruktur strategis seperi Bandara dan yang lainnya, Ketiga tahun 1980 pariwisata Bali ada di persimpangan jalan, akibat tingginya pariwisata di Bali, Keempat fase Sadya Kalaning Bali dari tahun 2000-2020 yang ditandai dengan Bom Bali dan Pandemi Covid-19, dan Kelima 2022 merupakan periode Bali Era Baru.

Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi; yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 Dimensi Utama: Dimensi Pertama, bisa menjaga/memelihara keseimbangan Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali); Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Menurut Wagub Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu ada Covid, ekonomi Bali sangat terpuruk. Untuk itu, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebuadayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industry kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal.

Baca Juga  Anda Mau Kerja di Jepang atau Inggris? Kuliah Dulu di ITB STIKOM Bali Ya

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu doninasi sektor pariwisata. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata. Dan  pengembangan infrastruktur pendukung. Hal tersebut dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antarwilayah. Selama ini ketimpangan antarwilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan. Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Dalam acara ITLS yang telah berlangsung sejak tanggal 26 September 2022, juga menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Selain Wagub Cok Ace juga terdapat dua narasumber lain yaitu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kepala Pusat Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Bali Bangkit kepada 40 orang penerima yang berkontribusi dalam pariwisata Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca