Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tinjau Pustu Pecatu, Graha Wicaksana Ingatkan Agar Dilengkapi Fasilitas Kesehatan yang Memadai

BALIILU Tayang

:

graha wicaksana
KUNKER: Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung Nyoman Graha Wicaksana berfoto bersama usai melaksanakan kunjungan kerja ke Puskesmas Pembantu Kuta Selatan II di Pecatu, Badung, Selasa, 23 Desember 2025. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 23 Desember 2025 melaksanakan kunjungan kerja ke Puskesmas Pembantu Kuta Selatan II di Pecatu, Badung. Kunjungan tersebut untuk meninjau pembangunan fasilitas kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kuta Selatan II yang diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyarakat Badung, khususnya masyarakat Kuta Selatan.

“Jadi yang kita lihat program dari Bapak Bupati Badung bagaimana mengedepankan fasilitas kesehatan agar bisa melayani ke seluruh sendi-sendi ataupun komponen masyarakat. Dengan berdirinya Pustu di Pecatu, kami harapkan bisa menjangkau pelayanan kesehatan ke seluruh masyarakat,“ ujar Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana kepada awak media usai meninjau gedung baru Puskesmas Pembantu Kuta Selatan II tersebut.

Graha Wicaksana mengungkapkan bahwa keberadaan Pustu Pecatu ini ke depan sungguh sangat representatif. Tetapi ia mengingatkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Badung agar tidak hanya di penampilan fisik puskesmas ini kelihatan bagus. “Kami harapkan supaya di bagian fasilitas kesehatannya itu nanti bisa di-update agar dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Contoh, ruang laboratorium, posyandu dan lain sebagainya itu agar dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang bagus,’’ ujarnya.

Selain itu, Graha Wicaksana juga mengharapkan agar pihak Puskesmas mengadakan perjanjian kerja sama dengan dokter-dokter spesialis. Dengan demikian masyarakat Pecatu dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh berobat, cukup berobat dengan dokter spesialis yang ada di Puskesmas ini.

Menyinggung tentang pelayanan kesehatan yang ideal, Graha Wicaksana menyebutkan populasi penduduk yang sangat kompleks di wilayah Kuta Selatan kini tercatat di Kabupaten Badung sekitar 130.000 orang. Itu yang baru tercatat, belum lagi penduduk yang tidak tercatat, warga pendatang, turis-turis yang menginap dan lain sebagainya.

Baca Juga  Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung Terhadap Tiga Raperda

Sesuai aturan, sebut Graha, satu puskesmas itu melayani kurang lebih 30 ribu penduduk. Jika jumnlah penduduk Kuta Selatan 130 ribu lebih maka seyogianya jumlah puskesmas yang ada di Kuta Selatan berjumlah 4 buah. Sekarang baru ada 2 di Puskesmas Induk di Benoa dan Pustu Pecatu yang saat ini masih dalam finishing.

“Seyogianya harus ada 2 lagi agar pelayanan kesehatan ke masyarakat ini betul-betul terlayani dengan fasilitas kesehatan yang baik dan memadai. Itu harapan saya, apalagi Kuta Selatan ini tidak hanya penduduknya yang padat tetapi dia juga daerah penghasil buat Kabupaten Badung, karena merupakan penyumbang PAD,” tegasnya.

Melihat kompleksitas yang luar biasa di wilayah ini, Graha Wicaksana mengarahkan Puskesmas Induk dan Pembantu yang ada agar terawat dengan baik dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai.

Namun, Graha Wicaksana yang sempat meninjau Puskesmas Induk di Benoa mengungkapkan kondisinya sangat krodit dengan luas lahan 4 are dan 2 are. Ia menyebutkan dalam tanda kutip, kurang memadai untuk menjadi tempat pelayanan kesehatan. “Jadi kami dari DPRD menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Badung agar puskesmas induk itu dipindahkan ke tempat yang lebih representatif, yang lebih luas,” katanya.

Dalam perbincangannya dengan Camat Kuta Selatan, disebutkan bahwa ada rencana tukar guling antara Puskesmas Induk dengan Kantor Camat Kuta Selatan yang sekarang. Jika ini terealisasi dipastikan pelayanan kesehatan akan sangat memadai. Karena, posisinya sangat sentral, di tengah-tengah, sangat dekat dengan rumah sakit yang ada yaitu RS Bali Jimbaran dan RS Udayana.

“Kami mendorong agar pertukaran itu segera terlaksana. Kalau bisa di 2026 sudah diajukan sehingga masyarakat khususnya di Kuta Selatan bisa segera menikmati pelayanan kesehatan yang terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga  Badung Sepakati Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

Pada kunjungan kerja tersebut hadir mendampingi Camat Kuta Selatan Dr. I Ketut Gede Arta, AP, SH, M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Kepala Puskesmas Kuta Selatan I dr. I Made Sugiana, M.Kes.  (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Penjelasan Dua Raperda
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Badung Sepakati Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Fraksi PDI-P DPRD Badung Terima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung 2023 dengan Catatan

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca