Badung, baliilu.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 23 Desember 2025 melaksanakan kunjungan kerja ke Puskesmas Pembantu Kuta Selatan II di Pecatu, Badung. Kunjungan tersebut untuk meninjau pembangunan fasilitas kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kuta Selatan II yang diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyarakat Badung, khususnya masyarakat Kuta Selatan.
“Jadi yang kita lihat program dari Bapak Bupati Badung bagaimana mengedepankan fasilitas kesehatan agar bisa melayani ke seluruh sendi-sendi ataupun komponen masyarakat. Dengan berdirinya Pustu di Pecatu, kami harapkan bisa menjangkau pelayanan kesehatan ke seluruh masyarakat,“ ujar Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana kepada awak media usai meninjau gedung baru Puskesmas Pembantu Kuta Selatan II tersebut.
Graha Wicaksana mengungkapkan bahwa keberadaan Pustu Pecatu ini ke depan sungguh sangat representatif. Tetapi ia mengingatkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Badung agar tidak hanya di penampilan fisik puskesmas ini kelihatan bagus. “Kami harapkan supaya di bagian fasilitas kesehatannya itu nanti bisa di-update agar dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Contoh, ruang laboratorium, posyandu dan lain sebagainya itu agar dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang bagus,’’ ujarnya.
Selain itu, Graha Wicaksana juga mengharapkan agar pihak Puskesmas mengadakan perjanjian kerja sama dengan dokter-dokter spesialis. Dengan demikian masyarakat Pecatu dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh berobat, cukup berobat dengan dokter spesialis yang ada di Puskesmas ini.
Menyinggung tentang pelayanan kesehatan yang ideal, Graha Wicaksana menyebutkan populasi penduduk yang sangat kompleks di wilayah Kuta Selatan kini tercatat di Kabupaten Badung sekitar 130.000 orang. Itu yang baru tercatat, belum lagi penduduk yang tidak tercatat, warga pendatang, turis-turis yang menginap dan lain sebagainya.
Sesuai aturan, sebut Graha, satu puskesmas itu melayani kurang lebih 30 ribu penduduk. Jika jumnlah penduduk Kuta Selatan 130 ribu lebih maka seyogianya jumlah puskesmas yang ada di Kuta Selatan berjumlah 4 buah. Sekarang baru ada 2 di Puskesmas Induk di Benoa dan Pustu Pecatu yang saat ini masih dalam finishing.
“Seyogianya harus ada 2 lagi agar pelayanan kesehatan ke masyarakat ini betul-betul terlayani dengan fasilitas kesehatan yang baik dan memadai. Itu harapan saya, apalagi Kuta Selatan ini tidak hanya penduduknya yang padat tetapi dia juga daerah penghasil buat Kabupaten Badung, karena merupakan penyumbang PAD,” tegasnya.
Melihat kompleksitas yang luar biasa di wilayah ini, Graha Wicaksana mengarahkan Puskesmas Induk dan Pembantu yang ada agar terawat dengan baik dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai.
Namun, Graha Wicaksana yang sempat meninjau Puskesmas Induk di Benoa mengungkapkan kondisinya sangat krodit dengan luas lahan 4 are dan 2 are. Ia menyebutkan dalam tanda kutip, kurang memadai untuk menjadi tempat pelayanan kesehatan. “Jadi kami dari DPRD menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Badung agar puskesmas induk itu dipindahkan ke tempat yang lebih representatif, yang lebih luas,” katanya.
Dalam perbincangannya dengan Camat Kuta Selatan, disebutkan bahwa ada rencana tukar guling antara Puskesmas Induk dengan Kantor Camat Kuta Selatan yang sekarang. Jika ini terealisasi dipastikan pelayanan kesehatan akan sangat memadai. Karena, posisinya sangat sentral, di tengah-tengah, sangat dekat dengan rumah sakit yang ada yaitu RS Bali Jimbaran dan RS Udayana.
“Kami mendorong agar pertukaran itu segera terlaksana. Kalau bisa di 2026 sudah diajukan sehingga masyarakat khususnya di Kuta Selatan bisa segera menikmati pelayanan kesehatan yang terbaik,” pungkasnya.
Pada kunjungan kerja tersebut hadir mendampingi Camat Kuta Selatan Dr. I Ketut Gede Arta, AP, SH, M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Kepala Puskesmas Kuta Selatan I dr. I Made Sugiana, M.Kes. (gs/bi)