Friday, 1 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Torehkan ‘’Best Excellent’’ Lomba Patung Salju, Gustin Terima Penghargaan dari Bupati Sanjaya

BALIILU Tayang

:

penghargaan Gustin
APRESIASI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada Putra Tabanan, I Gede Agustin Anggara Putra alias Gustin (23), yang diserahkan secara langsung, Kamis (18/1), di Ruang Rapat Bupati Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Berhasil menorehkan prestasi juara Best Excellent (juara terbaik) di perlombaan Patung Salju The 26th Harbin International Snow Sculpture Competition, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada Putra Tabanan, I Gede Agustin Anggara Putra alias Gustin (23), yang diserahkan secara langsung, Kamis (18/1), di Ruang Rapat Bupati Tabanan.

Kehadiran Gustin yang turut didampingi oleh kedua orang tuanya tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Bupati Sanjaya bersama Setda, Kepala Jajaran Pimpinan OPD terkait dan Camat Tabanan. Prestasi yang berhasil diraih oleh pemuda 23 tahun asal Kamasan, Desa Dajan Peken di kancah internasional yang berlangsung pada 6 Januari – 9 Januari 2024 di Harbin – China tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Sanjaya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sanjaya menyampaikan, selaku pimpinan nomor satu di Tabanan, pihaknya berbangga, berikan dukungan penuh serta responsif mendengar kabar kemenangan ini. Melalui Dinas terkait Pemerintah Kabupaten Tabanan mengundang dan memberikan penghargaan kepada Gustin sekaligus mendengarkan pengalamannya yang sudah mengikuti kompetisi sejak tahun 2019 silam.

“Mudah-mudahan putra Tabanan ini di dalam meraih prestasi, ide, gagasan, kegigihan dan semangat juangnya, jengahnya sebagai putra Tabanan dan putra Bali untuk mengikuti kontestasi sangat luar biasa dan bisa diketoktularkan pada generasi muda yang lain. Sehingga bisa diikuti jejaknya seperti Gede Agustin ini. Itu harapan kita, jadi tugas pemerintah adalah mendorong anak-anak muda jaman sekarang ini bagaimana mengarahkan, agar betul-betul bangga, bangga menjadi orang Tabanan, bangga menjadi orang Bali, sehingga seperti selama ini betul-betul Bali dan Tabanan diakui di kancah dunia,” ujar Sanjaya.

Dalam kompetisi tersebut, Gustin sebagai seniman muda Tabanan yang mewakili Himpunan Seniman Pecatu Bali Talent tergabung dalam Tim Indonesia 2 meraih Juara terbaik dalam kompetisi yang diikuti oleh 30 Negara dan 120 Seniman dari seluruh dunia. Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa bakat dan dedikasi dari pemuda Tabanan mampu bersaing di tingkat internasional, membuktikan kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Tabanan. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi dan dukungan penuh serta akan menjadi dorongan lebih lanjut bagi generasi muda untuk terus berkarya, mengharumkan nama baik Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Inovasi Bungan Desa, Menjawab Solusi Permasalahan Desa di Tabanan

Atas apresiasi dari Pimpinan nomor satu di Tabanan, I Gede Agustin Anggara Putra, menyampaikan kebanggaannya atas kehormatan yang diberikan kepada dirinya dan keluarga. “Bagi saya sendiri ini merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi untuk mengikuti kompetisi tersebut banyak berkorban dan harus memenuhi target latihan sebelum lomba. Tidak banyak harapan yang kami inginkan dalam perlombaan, namun alhasil mampu menjadi juara terbaik,” ujar Gustin dan sangat berterima kasih atas dukungan moril serta materiil yang diberikan Bupati Tabanan. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Sebanyak 4 Sekaa Ditetapkan sebagai Peserta Bernampilan Terbaik

Wawali Arya Wibawa: Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Momentum Pembinaan dan Pelestarian Seni di Kota Denpasar

Published

on

By

Parade Gong Kebyar denpasar
SERAHKAN PIAGAM: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan piagam penghargaan bagi peserta dan sekaa berpenampilan terbaik di ajang Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik se-Kota Denpasar tahun 2023 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Sabtu (2/12) malam. (Foto: Hms Dps)  

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Pemkot Denpasar dalam melestarikan, melindungi dan mengembangkan seni budaya Bali patut diacungi jempol. Hal ini terbukti lewat pelaksanaan Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita serta Kesenian Klasik se-Kota Denpasar yang berlangsung sukses dengan menetapkan sebanyak 4 sekaa berpenampilan terbaik pada hari ketiga sekaligus Penutupan Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik se-Kota Denpasar tahun 2023 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Sabtu (2/12) malam.

Keempat sekaa berpenampilan terbaik tersebut yakni Sekaa Gong Wanita Gita Widya Swari, Kelurahan Renon, Sekaa Gong Anak-anak Dharma Duta Laksana, Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan, Sekaa Gong Anak-anak Swara Jaya, Banjar Abian Tubuh, Kelurahan Kesiman, dan Sekaa Gong Anak-anak Wira Dharma, Desa Padangsambian Kaja.

Tak ketinggalan, setelah dua hari sebelumnya membuka secara resmi, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dan Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara kembali hadir di hari ketiga untuk menyaksikan pelaksanaan parade yang secara khusus menampilkan Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita serta menyerahkan piagam penghargaan bagi peserta dan sekaa berpenampilan terbaik.

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, penguatan seni budaya telah menjadi komitmen Pemkot Denpasar dalam pemberdayaan dan pelestarian potensi seni budaya yang ada di perkotaan.  Hal ini sesuai dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Sehingga parade ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian dari salah satu kesenian tradisional khususnya kesenian klasik dan gong kebyar yang telah berkembang di wilayah Kota Denpasar.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Apresiasi Dukungan Pemprov Bali dalam Peringatan Ke-76 Puputan Margarana

Lebih lanjut dijelaskan, pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita serta Kesenian Klasik guna memberikan pembinaan dan pengembangan sekaligus pelestarian seni. Sehingga mampu memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tekniknya serta memanfaatkan olah kreativitas dalam permainan gong kebyar serta melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya.

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini dilaksanakan pembinaan untuk disiapkan sebagai Duta Kota Denpasar kedepannya, kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri, bahkan semua peserta penampilannya luar biasa,” ujar Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang belum berhasil menjadi yang terbaik agar tidak patah semangat. Hal ini lantaran kegiatan serupa akan digelar secara berkelanjutan untuk memberikan wadah kreativitas bagi seniman muda Kota Denpasar.

“Semua sekaa luar biasa, bagi yang belum menjadi yang terbaik jangan patah semangat, harus terus belajar dan berlatih, ke depan masih bisa terus berkompetisi yang utamanya untuk melestarikan seni dan budaya Bali,” ujarnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan, dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan ini, semua sekaa peserta parade gong kebyar diberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp. 35.000.000 dan piagam penghargaan. Sedangkan khusus untuk parade kesenian klasik diberikan bantuan uang pembinaan yang besarnya dari Rp. 16.000.000 sampai dengan Rp. 21.000.000 disesuaikan dengan kuantitas sekaa. Sedangkan untuk Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita, 4 peserta penampilan terbaik berdasarkan hasil keputusan Tim Pengamat diberikan tambahan dana pembinaan berupa uang masing-masing sebesar Rp. 15.000.000 dipotong pajak. (eka/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Arya Wibawa Buka Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik 2023

Wujud Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya di Kota Denpasar

Published

on

By

Parade Gong denpasar
SERAHKAN PIAGAM: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2023 yang ditandai dengan penyerahan piagam kepada para peserta parade di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Kamis (30/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede membuka secara resmi Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2023 yang ditandai dengan penyerahan piagam kepada para peserta parade di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Kamis (30/11). Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan dalam mendukung pembinaan, pengembangan seni budaya serta menjaring seniman muda di Kota Denpasar.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Konsultan Seni Kota Denpasar serta undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa turut menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada kepada seluruh peserta Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2023.

Sejak resmi dibuka, Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2023 diawali dengan penampilan Sekaa Sabda Kencana Sakti, Desa Adat Ubung Kecamatan Denpasar Utara mebarung dengan Sekaa Yonggy Swara Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat.

Dilanjutkan dengan penampilan Sekaa Dwi Cita Karana, Denpasar Selatan mebarung dengan Sekaa Sekar Kumara, Banjar Abianangka Kaja, Denpasar Timur pada sesi kedua. Serta penampilan Sekaa Panca Yowana Kanti, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur mebarung dengan Sekaa Catur Eka Swara Sandhi, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur pada sesi ketiga.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut mengatakan penguatan seni budaya telah menjadi komitmen Pemkot Denpasar dalam pemberdayaan dan pelestarian potensi seni budaya yang ada di perkotaan.  Hal ini sesuai dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Apresiasi Dukungan Pemprov Bali dalam Peringatan Ke-76 Puputan Margarana

Dikatakan Arya Wibawa, Kesenian Klasik dan Gong Kebyar ini merupakan sebagai salah satu kesenian yang sangat digandrungi oleh masyarakat Bali dan merupakan ajang kreatif para seniman tari serta karawitan Bali khususnya di Kota Denpasar. Sehingga parade ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian dari salah satu kesenian tradisional khususnya kesenian klasik dan gong kebyar yang telah berkembang di wilayah Kota Denpasar.

“Pemberdayaan dilaksanakan mulai dari jenjang anak-anak dengan penguatan sejak dini yang nantinya diharapkan mencapai taksu atau jiwa berkesenian. Selain itu, ruang berkesenian wajib diberikan kepada para seniman untuk berekspresi. Selain itu, juga penghargaan sebagai apresiasi pemerintah kepada para seniman menjadi peran penting kelanggengan pelestarian kebudayaan di Kota Denpasar,” ujarnya.

“Kegiatan parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda, sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di jaman globalisasi ini, serta ajang ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan semua jenis sekaa sekaligus sebagai ajang untuk menyiapkan duta Kota Denpasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) di tahun mendatang,” imbuhnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purawantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan Parade Gong Kebyar dan Parade Kesenian Klasik dilaksanakan dengan system/format mebarung. Dimana, nantinya peserta parade tampil secara bergiliran dengan urutan materi yang telah disepakati.

Adapun kegiatan tahun ini diikuti 19 Sekaa dari empat kecamatan se-Kota Denpasar. Terdiri atas 5 Sekaa Gong Kebyar Anak-anak, 3 Sekaa Gong Kebyar Wanita, 11 Sekaa Kesenian Klasik. Dari seluruh penampilan ini nantinya akan ditetapkan 4 peserta terbaik. Sedangkan seluruh peserta diberi dana pembinaan sebagai wujud dukungan pemerintah atas dedikasi pelestarian budaya.

Baca Juga  Dukung Pembangunan Rakyat, Bupati Sanjaya Roadshow Hadiri Uleman di 3 Desa di Tabanan

Ditambahkan Wayan Narta, kepada semua sekaa peserta parade gong kebyar diberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp. 35.000.000,- dan piagam penghargaan. Sedangkan khusus untuk parade kesenian klasik diberikan bantuan uang pembinaan yang besarnya dari Rp. 16.000.000,- sampai dengan Rp. 21.000.000 disesuaikan dengan kuantitas sekaa.

Wayan Narta menekankan, semua pemain baik penari dan penabuh tidak diperkenankan mengikuti lebih dari satu sekaa dalam parade kali ini dan lebih mengedepankan unsur pembinaan. Adapun aspek pengamatan pada pelaksanaan parade ini meliputi ide gagasan, tema sajian, kematangan teknik penyajian, koreografi/komposisi, kreativitas, keutuhan materi, keharmonisan, tata pemanggungan, dan ekspresi penampilan.

“Untuk umur peserta Gong Kebyar Anak-anak adalah 15 tahun ke bawah atau kelas tiga SMP ke bawah. Sedangkan untuk kategori umur peserta Gong Kebyar Wanita dibebaskan menyesuaikan dengan estetika pementasan, khusus untuk Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita, nantinya 4 peserta penampilan terbaik berdasarkan hasil keputusan tim pengamat, akan diberikan tambahan dana pembinaan berupa uang masing-masing sebesar Rp. 15.000.000  dipotong pajak,” jelasnya. (eka/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Walikota Saksikan ‘’Sesolahan‘‘ Tari Gandrung Banjar Ketapian Kelod

Published

on

By

Tari Gandrung Due
TARI TELEK: Tari Telek melengkapi sesolahan Tari Gandrung di Banjar Ketapian Kelod, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Rahina Saniscara Kliwon Tumpek Wayang, Minggu (26/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyaksikan langsung sesolahan Tari Gandrung Due di Banjar Ketapian Kelod, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Rahina Saniscara Kliwon Tumpek Wayang, Minggu (26/11). Penyolahan dedari gandrung kali ini rutin dilaksanakan setahun sekali bertepatan dengan piodalan ageng di Bale Banjar Ketapian Kelod.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Srikaryawati, serta tokoh masyarakat serta krama Banjar Ketapian Kelod.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku terkesima dengan penampilan pementasan Tari Gandrung, Banjar Ketapian Kelod. Tentunya ini merupakan wahana berkelanjutan guna melestarikan seni, budaya dan tradisi sebagai warisan budaya yang adiluhung.

“Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan telah memiliki program revitalisasi warisan-warisan budaya, guna mendukung visi Pemerintah Kota Denpasar menjadikan kota berbasis budaya,” ujarnya.

“Untuk itu kita harapkan pelestarian seni budaya termasuk pelestarian Tari Gandrung di Banjar Ketapian Klod ini dapat disinergikan dengan program yang ada di dinas kebudayaan sebagai bentuk upaya pelestarian warisan budaya yang ada di Kota Denpasar,” imbuh Jaya Negara.

Sementara Kelian Banjar Ketapian Kelod, I Made Jendra mengatakan, Tari Gandrung di Banjar Ketapian Kelod ini telah ada sejak 1928, awal mulanya penari dilakukan oleh lima orang pria, namun pada jaman penjajahan Jepang penari diganti menjadi penari wanita.

Selanjutnya, pada tahun 1960 karena situasi politik, Tari Gandrung di Banjar Ketapian Kelod ini sempat tidak dipentaskan, namun pada tahun 1972 kembali dipentaskan.

“Saat ini penari sudah generasi ke-8, dalam pementasan Gandrung Ketapian ini terdiri dari tiga tari pementasan yakni Tari Surya Kanta, Tari Telek dan Tari Gandrangan. Pihaknya berharap dengan dukungan Pemerintah Kota Denpasar, tari Gandrung Ketapian ini dapat terus lestari,” ujar Made Jendra. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkab Tabanan Apresiasi Dukungan Pemprov Bali dalam Peringatan Ke-76 Puputan Margarana

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca