Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TPID Buleleng Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi Melalui Mekanisasi Pertanian dan Hilirisasi Hasil Panen

BALIILU Tayang

:

TPID Buleleng
HLM: Pemkab Buleleng bersama Bank Indonesia melalui wadah TPID Buleleng menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Kantor Bupati Buleleng. (Foto: Hms BI Bali)

Buleleng, baliilu.com – Produktivitas pertanian merupakan isu strategis dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di Kabupaten Buleleng. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Bank Indonesia melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) sebagai forum strategis untuk melakukan asesmen bersama terhadap perkembangan inflasi serta memetakan risiko pengendalian inflasi ke depan. Kegiatan HLM TPID tersebut dilaksanakan pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Kantor Bupati Buleleng.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dengan narasumber utama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Butet Linda Panjaitan; Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna; Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa yang sekaligus bertindak sebagai moderator; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, termasuk Kapolres Buleleng dan Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng. HLM TPID juga dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng, Perumda Swatantra, Perumda Argha Nayottama, serta seluruh anggota TPID Buleleng.

HLM diawali dengan arahan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, untuk melanjutkan sinergi TPID Buleleng yang hingga pertengahan 2025 telah mampu menjaga inflasi tetap pada rentang sasaran. HLM dilanjutkan dengan pemaparan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang mengulas perkembangan inflasi, risiko ke depan, dan rekomendasi pengendalian inflasi. Berdasarkan data BPS Kabupaten Buleleng, pada Juni 2025 di Singaraja tercatat mengalami inflasi sebesar 0,37% secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,79% secara tahunan (year on year/yoy). Komoditas penyumbang utama inflasi bulanan meliputi cabai rawit, tomat, dan sawi hijau, sementara beras dan daging babi menyumbang inflasi tahunan. Sementara itu, terdapat downside risk berupa potensi tambahan pasokan dari panen bawang merah NTB dan Bali, percepatan distribusi MinyaKita, serta akselerasi beras SPHP.

Baca Juga  Inspektorat Buleleng Dorong Pencegahan Korupsi Lewat Penguatan Monitoring dan Koordinasi Lintas OPD

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyampaikan, bahwa capaian inflasi di Kabupaten Buleleng masih berada dalam kisaran target inflasi nasional, yaitu 2,5% ± 1%. Meskipun inflasi saat ini relatif terkendali, ke depan terdapat sejumlah risiko yang berpotensi mendorong tekanan inflasi di wilayah Buleleng. Salah satu faktor utama berasal dari kondisi alam, yaitu fenomena kemarau basah yang dapat meningkatkan risiko serangan hama dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), sehingga mengganggu produktivitas pertanian. Selain itu, tekanan inflasi juga dapat bersumber dari faktor musiman, seperti meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara pada periode liburan musim panas, yang akan mendorong permintaan terhadap bahan pangan dan barang konsumsi lainnya. Tekanan tambahan juga muncul dari kenaikan biaya pendidikan seiring dimulainya tahun ajaran baru, serta dari harga emas global yang cenderung meningkat akibat ketidakpastian geopolitik internasional.

Di sisi lain, terdapat pula tantangan struktural yang bersumber dari aspek demografi. Salah satunya adalah dominasi tenaga kerja lanjut usia dalam sektor pertanian, yang berdampak pada penurunan produktivitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya regenerasi petani sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di daerah.

Mengingat adanya tantangan pengendalian inflasi yang bersumber dari faktor alam, musiman, dan demografi, HLM TPID Buleleng menyepakati penguatan implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) akan terus dilakukan melalui operasi pasar, peningkatan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan, dan Kerjasama Antar-Daerah (KAD). Selain itu, diperlukan sinergi yang erat antar-pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Salah satu rekomendasi strategi yang dapat ditempuh adalah melalui penerapan mekanisasi pertanian serta pengembangan hilirisasi hasil panen petani. Peningkatan produktivitas ini menjadi sangat krusial, mengingat pertumbuhan jumlah penduduk ke depan diperkirakan akan melampaui laju produksi pangan.

Baca Juga  Tahun 2025, Pemkab Buleleng Prioritaskan Gelar Pelatihan dan Bursa Kerja untuk Masyarakat

Sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan sekaligus mendorong diversifikasi bahan pangan di Kabupaten Buleleng, dalam kesempatan HLM TPID tersebut, Bank Indonesia memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada tiga kelompok tani. Bentuk dukungan tersebut meliputi alat mekanisasi pertanian berupa traktor dan alat hilirisasi sorgum kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tulus Bakti; mesin transplanter kepada Subak Anyar Panglatan guna mendukung mekanisasi penanaman padi; serta drone pertanian untuk penyiraman dan pemupukan kepada Subak Blumbang dalam rangka mitigasi serangan OPT, khususnya pada musim kemarau basah seperti saat ini.

Melalui sinergi dan kolaborasi strategis ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Buleleng dapat terus meningkat secara berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan petani menuju kesejahteraan yang lebih baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Percepat Proses Seleksi P3K, Wujud Komitmen Pemkab Buleleng
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  BPKP Bali Lakukan Evaluasi DTSEN di Buleleng, Beberapa Desa akan Ditinjau

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  Peluncuran TPAKD Buleleng 2024: Mendorong Akses Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca