Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Uliyanti Camellia Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran dengan Predikat Cumlaude

Kembangkan Model Pendampingan Relawan Sebaya untuk Peningkatan Kepatuhan Terapi Ibu Hamil HIV Positif

Loading

BALIILU Tayang

:

doktor
Dr. dr. Artha Uliyanti Camellia, MHA, MPH berhasil meraih gelar doktor di FK Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Mengembangkan model pendampingan relawan sebaya untuk peningkatan kepatuhan terapi ibu hamil HIV positif, promovenda dr. Artha Uliyanti Camellia, MHA, MPH berhasil meraih gelar doktor di FK Unud melalui ujian disertasi dengan judul “Model Pendampingan oleh Relawan Sebaya Berbasis Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors dan Social Support Theory Meningkatkan Pengetahuan, Persepsi dan Kepatuhan Terapi ARV pada Ibu Hamil HIV Positif di Kota Kupang‘‘. Ujian dilaksanakan di ruang sidang Pascasarjana lt. III, Gedung Pascasarjana Denpasar, pada Jumat (23/6/2023). 

Camellia memaparkan, HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Sebanyak 38 juta orang hidup dengan HIV (ODHIV) di seluruh dunia, dan 50% adalah perempuan dimana sekitar 1,8 juta anak hidup dengan HIV dan setidaknya ada 150.000 kasus HIV baru pada anak. Setiap tahunnya di Kota Kupang sebanyak 6.154 (70%) ibu hamil dites HIV, dan sebanyak 15-18 didiagnosa HIV (prevalensi 0.28-0.3%). Namun cakupan pengobatan dan tingkat kepatuhan masih rendah (19%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pendampingan untuk meningkatkan inisiasi pengobatan dan kepatuhan minum obat yang dilakukan oleh relawan sebaya pada ibu hamil HIV. Penelitian ini mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong menggunakan pendekatan Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors dan Social Support Theory.

Rancangan penelitian ini adalah mixed methods menggunakan pendekatan sequential exploratory. Penelitian kualitatif dilakukan pada ibu hamil HIV, pendamping sebaya dan petugas kesehatan. Hasil penelitian kualitatif menjadi dasar penyusunan format pendampingan yang digunakan sebagai intervensi. Rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ARV; kesulitan dalam akses ARV dari segi jarak waktu dan biaya; kurangnya kelengkapan administrasi (KTP, KK, BPJS); stigma dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar dan petugas kesehatan; serta sulitnya prosedur dalam melakukan pengobatan di pelayanan kesehatan menjadi hambatan utama. Kebutuhan ibu hamil akan dukungan psikososial dalam mengatasi keraguan atas manfaat ARV, pentingnya dukungan sosial, adanya keinginan untuk berhenti minum obat, dan apresiasi atas keberhasilannya untuk patuh menjalani pengobatan menjadi komponen penting yang kemudian digunakan dalam penyusunan mini konseling sebagai bagian dari pendampingan yang dilakukan.

Baca Juga  Ni Wayan Mariati Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Intervensi dilakukan pada seluruh populasi ibu hamil selama bulan Juli 2022 – Februari 2023 sebanyak 9 ibu hamil dan dibandingkan dengan kontrol sebanyak 31 Ibu Hamil HIV Positif dari data tahun 2020-2021 di 11 Puskesmas di Kota Kupang (data sekunder). Pendampingan dilakukan selama 6 (enam) bulan mengikuti format yang telah disusun meliputi asesmen awal, mini konseling selama 3 kali, dan asesmen akhir untuk mengukur perubahan pengetahuan, persepsi, sikap dukungan keluarga dan kepatuhan. 

Analisis bivariat menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum obat, pengetahuan, dukungan keluarga, persepsi baik terhadap sikap pendamping, persepsi baik terhadap sikap petugas kesehatan, persepsi terhadap manfaat pengobatan, dan inisiasi pengobatan ARV pada kelompok intervensi. Analisis multivariat menunjukkan model pendampingan psikososial dan persepsi terhadap sikap pendamping memiliki efek dominan dan signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan terapi ARV. Pendampingan psikososial terstruktur 6,5 kali lebih besar meningkatkan kepatuhan terapi ARV dan persepsi terhadap sikap pendamping 4,6 kali lebih besar meningkatkan kepatuhan terapi ARV .Model pendampingan yang terstruktur dilakukan oleh relawan sebaya dan terintegrasi dalam layanan antenatal berbasis Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors dan Social Support Theory sebagai sebuah intervensi pada Ibu Hamil HIV Positif terbukti dapat meningkatkan motivasi, dukungan sosial dan penerimaan diri sehingga ibu dapat menjalani pengobatan ARV selama kehamilannya. Sesi konseling yang diintergrasikan dengan pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) ini, dapat meminimalisir loss to follow up dan memastikan ibu untuk patuh dalam melakukan pengobatan dan perawatan HIV karena terapi ARV yang berkelanjutan mampu menekan virus HIV hingga tak terdeteksi dan mencegah transmisi dari ibu ke anak.

Kebaruan penelitian (novelty) adalah tersusunnya model pendampingan yang terstruktur dan terintegrasi layanan antenatal berbasis Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors dan Social Support Theory yang dilakukan oleh relawan sebaya kepada Ibu Hamil HIV Positif untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi positif, dan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan ARV selama kehamilan. Penelitian ini juga menghasilkan pengembangan dan adaptasi teori Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors dan Social Support dengan aspirasi partisipan yang lebih komprehensif secara teoritis. 

Baca Juga  Angkat Efektivitas Promosi Pariwisata Bali, Herry Arianto Raih Gelar Doktor

Implikasi hasil penelitian ini adalah terbuktinya pentingnya model pendampingan yang terstruktur, sistematis dan terpadu dalam layanan antenatal untuk meningkatkan kepatuhan minum ARV pada Ibu Hamil HIV positif. Model ini dapat digunakan untuk mengatasi faktor penghambat dan memperkuat faktor pendorong ibu hamil HIV positif dalam mengakses dan menjalani pengobatan. Model pendampingan ini menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan di pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan efektivitas keberhasilan program pencegahan penularan penyakit dari ibu ke anak, sehingga anak tidak tertular HIV.

 Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. I Made Sudarmaja, M. Kes., dengan tim penguji : Prof. Dr. dr. Ketut Tuti Parwati Merati, Sp.PD-KPTI.,FINASIM (Promotor); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Kopromotor I); Dr. dr. Dyah Pradnya Paramita Duarsa, M.Si (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro., PA(K); Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked., MPH., Ph.D; Prof. Dr. dr. A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK(K); Prof. Dr. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes.; Dr. dr. A.A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG., Subsp.K.Fm., MARS; Dr. Luh Seri Ani, SKM., M.Kes. 

Sedangkan undangan akademik adalah : Dr. dr. Anak Agung Sawitri, MPH; Dr. dr. Luh Putu Ratna Sundari, S.Ked., M.Biomed; Dr. Ni Ketut Sutiari, SKM., M.Si; Dr. dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. 

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Artha Uliyanti Camellia, MHA, MPH., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 387 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Cumlaude. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3192-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Kembangkan-Model-Pendampingan-Relawan-Sebaya-Untuk-Peningkatan-Kepatuhan-Terapi-Ibu-Hamil-HIV-Positif.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wamendikdasmen Hadir di Tabanan, Tinjau Pembangunan dan Revitalisasi Beberapa Sekolah

Published

on

By

Wamendikdasmen
DAMPINGI WAMEN: Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan di beberapa sekolah di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat di Kabupaten Tabanan. Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan di beberapa sekolah di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6). Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, Wakapolres Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta undangan lainnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tabanan, pihaknya melaksanakan Peresmian SMP Muhammadiyah 1 Tabanan, juga meninjau pembangunan SDN 3 Sembung Gede di Mandung, Sembung Gede, Kerambitan dan resmikan revitalisasi SMP Negeri 6 Tabanan, Penandatanganan Mock Up Revitalisasi Sekolah dan Ramah Tamah di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Adat Kota Tabanan, serta mengunjungi Sekolah Rakyat Tabanan di Sentra Mahatmiya Kediri, Tabanan. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas dukungan dan pelayanan yang cepat dalam proses pengajuan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi semangat inklusivitas dari pemerintah daerah Kabupaten Tabanan. Tentu ini mencerminkan semangat keterbukaan pemerintah daerah dan kesadaran bahwa urusan pendidikan tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah pusat juga oleh pemerintah daerah,” ujar Riza.

Sementara itu, Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Dirga, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pihak terkait atas kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan karakter umat dan bangsa di Kabupaten Tabanan.

Wabup Dirga juga menegaskan bahwa kehadiran sekolah tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendukung setiap setiap upaya yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas,” imbuh Dirga.

Baca Juga  Sri Nopiyani Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud

Lebih lanjut, Wabup Dirga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Wamendikdasmen di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan akan semakin memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Diharapkan dengan turun ke lapangan agar memastikan bahwa kualitas pelayanan makin hari makin baik. Intinya bagaimana program-program Bapak Presiden, baik revitalisasi sekolah maupun MBG, bisa mengena pada sasaran dan memperbaiki ekosistem pendidikan kita, dengan memastikan infrastruktur pendidikan semakin baik, gizi anak-anak terjamin, dan kesejahteraan guru melalui program PPG.

Wamendikdasmen bersama Wakil Bupati Tabanan, dan jajaran dalam kunjungannya di Sekolah Rakyat Tabanan di Sentra Mahatmiya, bertemu dengan para siswa sekaligus meninjau ruang kelas dan laboratorium IPA. Pada kesempatan itu, diserahkan bantuan mikroskop sebagai sarana pendukung pembelajaran guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan serta peningkatan mutu layanan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Unit Lantas Polsek Kutsel, Kecelakaan di Jalan Goa Gong Diselesaikan secara Kekeluargaan

Published

on

By

kecelakaan di goa gong
RESPONS LAPORAN: Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan bergerak cepat merespons laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan roda empat di Jalan Goa Gong, Jimbaran. (Foto: Hms Polresta Dps)  

Badung, baliilu.com – Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan bergerak cepat merespons laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan roda empat di Jalan Goa Gong, Jimbaran.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan awal dengan mengamankan situasi, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan dari para pihak yang terlibat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi saat salah satu kendaraan tidak kuat menanjak sehingga bergerak mundur dan menyenggol kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

Akibat kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Insiden hanya mengakibatkan kerusakan ringan pada kendaraan yang terlibat dengan kerugian bersifat material.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis dan problem solving, petugas Unit Lantas Polsek Kuta Selatan memfasilitasi komunikasi antara kedua pengemudi. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan saling menerima hasil kesepakatan yang telah dibuat.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H.,M.H., kehadiran personel Polri di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena mampu memberikan pelayanan secara cepat, profesional, dan humanis sehingga situasi tetap aman serta kondusif tanpa menimbulkan kemacetan maupun perselisihan berkepanjangan.

Polri akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan permasalahan di jalan raya, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polsek Kuta Selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Buktikan Ubi Jalar Ungu Pengganti Estrogen, Sugiritama Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat 110, Satpolairud Polresta Denpasar Evakuasi Pemancing yang Terjebak di Rumah Apung Perairan Serangan

Published

on

By

Polresta Denpasar
EVAKUASI: Personel Satpolairud Polresta Denpasar berhasil evakuasi seorang pemancing yang terjebak di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (4/6/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kesigapan personel Satpolairud Polresta Denpasar kembali terbukti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seorang pemancing yang terjebak di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, berhasil dievakuasi dengan selamat oleh personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar pada Kamis (4/6/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Sielma Claudia Fortuna (26), warga Kabupaten Gianyar, yang saat itu sedang memancing bersama dua rekannya di rumah apung yang berada di Perairan Serangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 00.30 Wita korban bersama dua temannya berangkat menuju rumah apung menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan oleh saksi Rois Akhmadi. Saat sedang memancing, sekitar pukul 02.30 Wita, korban menggunakan cahaya lampu telepon genggam untuk menerangi permukaan laut guna melihat ikan.

Namun akibat guncangan ombak, telepon genggam milik korban terjatuh ke laut. Karena nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka tersimpan di perangkat tersebut, korban tidak dapat menghubungi pemilik jukung untuk kembali ke daratan. Dalam kondisi tersebut, korban kemudian menggunakan telepon genggam milik temannya untuk menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar guna meminta bantuan.

Mendapat laporan dari operator 110, personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar yang sedang melaksanakan piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Mengingat kondisi perairan saat itu tidak memungkinkan menggunakan kapal patroli dan demi mempercepat waktu respons, petugas memanfaatkan boat sekoci milik warga setempat untuk melakukan penyelamatan.

Dua personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar, yakni Aipda I Wayan Eka Suartama dan Bripda Ngakan Gede Agus Oka Purnama, segera menuju titik lokasi yang dikirimkan korban melalui fitur berbagi lokasi. Setelah tiba di rumah apung, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban beserta dua rekannya dan membawa mereka kembali ke tepi pantai dengan aman.

Baca Juga  Buktikan Ubi Jalar Ungu Pengganti Estrogen, Sugiritama Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. Korban dan kedua rekannya berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat serta tidak mengalami luka-luka. Setelah dievakuasi, ketiganya langsung kembali ke rumah masing-masing.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H. mengapresiasi kesigapan personel Satpolairud yang dengan cepat merespons laporan masyarakat dan berhasil melakukan evakuasi secara aman.

“Kejadian ini menunjukkan pentingnya layanan Call Center 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk meminta bantuan dalam kondisi darurat. Begitu laporan diterima, personel Satpolairud langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga korban bersama dua rekannya dapat diselamatkan dengan selamat,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan sarana komunikasi cadangan saat berada di laut.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk memastikan alat komunikasi dalam kondisi aman dan dapat digunakan sewaktu-waktu. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama 24 jam,” tambahnya.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polresta Denpasar dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan situasi darurat di wilayah perairan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca