Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud dan BNI Perpanjang Kerja Sama, Wujudkan ‘’Campus Financial Ecosystem”

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. (kiri) dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto perlihatkan dokumen perjanjian kerja sama Unud dan BNI. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com Kick Off Campus Financial Ecosystem Universitas Udayana dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman Denpasar, Jumat (25/3/2022). Dalam acara ini dilaksanakan perpanjangan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama serta penyerahan bantuan kendaraan operasional. Acara dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana serta dari pihak BNI dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan dan jajaran terkait. 

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. (Foto: Ist)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. yang dalam kesempatan ini mewakili Rektor Unud dalam sambutannya menyampaikan melalui dua acara yang dilakukan hari ini diharapkan kerja sama antara Universitas Udayana dengan Bank BNI dapat terus berlanjut, dan sesuai harapan Rektor kerja sama kedua belah pihak merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. 

Penyerahan secara simbolis bantuan kendaraan operasional dari BNI kepada Unud. (Foto: Ist)

Bagi civitas akademika sendiri tentu dalam rangka mengembangkan Unud melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dilihat dari PKS, skema kerja sama sesuai untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi karena ada skema untuk kredit pegawai, kredit penelitian, kredit kemahasiswaan, kewirausahaan maupun yang lainnya.

Wakil Rektor juga berharap mudah-mudahan bisa mendukung pelaksanaan Tri Dharma dan civitas akademika serta BNI. Di samping itu Wakil Rektor juga menyampaikan terima kasih atas bantuan kendaraan operasional kepada Unud, mudah-mudahan dapat mendukung operasional dan kinerja Unud. 

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto. (Foto: Ist)

Sementara Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menyampaikan acara ini merupakan momen yang ditunggu pihaknya dan bisa terlaksana hari ini. Harapannya banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan Universitas Udayana termasuk fleksi dan kredit untuk karyawan dan mahasiswa, termasuk bagaimana menjembatani bidang kemahasiswaan. Pihaknya siap untuk membantu pembiayaan dan pendampingan.  Kerja Sama ini diharapkan lebih bersifat komprehensif, karena menganggap sebagai campus financial. Melalui kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan value kedua belah pihak, dan merupakan kerja sama yang sangat baik karena full campus financial Ecosystem. 

Baca Juga  Guru Besar FH Unud Jadi Narasumber Seminar Kejati Bali

Setelah penandatanganan PKS ini, pihaknya akan lebih intensif untuk berkomunikasi dengan pihak Unud. Untuk itu diharapkan dukungan agar kerja sama ini berjalan dengan lancar dan diberikan kesempatan bagi Tim BNI untuk berkomunikasi dengan pihak kampus. Ini merupkan salah satu wujud transformasi dari BNI dan akan lebih intensif untuk menindaklanjuti kerja sama ini. 

Adapun kerja sama yang dijalin antara lain PKS pemberian dukungan tentang fasilitas kendaraan operasional, PKS tentang pemberdayaan UKM Mitra Binaan Unud melalui program BNI Edupreneur, PKS tentang program ekosistem keuangan perguruan tinggi yang meliputi pelaksanaan program magang mahasiswa bersertifikat, penggunaan layanan cash management, pelaksanaan program penyaluran kredit konsumer kepada pegawai, pelaksanaan program penyaluran fleksi pendidikan, pelaksanaan program penyaluran BNI fleksi penelitian proyek dan perpanjangan penerbitan kartu kredit BNI Visa-Universitas Udayana Card. 

Pihak BNI dalam kesempatan ini juga menyerahkan secara langsung bantuan kendaraan operasional berupa satu unit Mobil Sedan Camry Hybrid. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4427-Unud-dan-BNI-Perpanjang-Kerjasama-Wujudkan-Campus-Financial-Ecosystem-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bungan Desa Ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah

Perkuat Potensi Pertanian hingga Pariwisata Kelas Dunia

Loading

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung dalam rangkaian Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9).
BUNGAN DESA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung dalam rangkaian Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari hamparan perkebunan hingga deburan ombak pantai, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9).

Dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat lebih dekat potensi, kebutuhan sekaligus persoalan masyarakat, serta memastikan program pembangunan pemerintah hadir dan memberikan dampak nyata hingga tingkat desa.

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, kepala bagian di lingkungan Setda, jajaran Forkopimcam, Perbekel Lalanglinggah, Forum Perbekel Selemadeg Barat, Jro Bendesa Adat, kepala wilayah dan tokoh masyarakat.

Jejak pertama Bungan Desa ke-64 dimulai dari sektor yang lekat dengan alam dan ketekunan masyarakat, saat Bupati Sanjaya bersama jajaran mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Di lokasi tersebut, Bupati tidak hanya berdialog dengan para petani, tetapi turut meninjau dan melakukan panen madu lebah klanceng. Usai panen, Bupati Sanjaya mengapresiasi ketekunan kelompok tani sekaligus menyoroti tantangan dalam menghasilkan madu berkualitas, mulai dari cuaca, kondisi lingkungan hingga ketersediaan sumber makanan bagi lebah.

“Untuk menghasilkan satu botol madu, tantangannya luar biasa dan tidak mudah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah daerah akan terus mendukung, termasuk melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga yang menjadi sumber makanan lebah,” ungkapnya.

Bupati juga mengarahkan BRIDA, Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk melakukan riset dan pendampingan agar kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sentra madu sekaligus terintegrasi dengan potensi kampung buah.

Dari madu, langkah Bungan Desa berlanjut menuju garis pantai, tepatnya Pantai Pengasahan di Banjar Dinas Pengasahan. Di kawasan tersebut, Bupati Sanjaya berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita untuk menggali potensi wisata pantai yang telah dikenal sebagai salah satu lokasi surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati kemudian melanjutkan kunjungan ke wilayah Selabih untuk memantau infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Rangkaian lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati melihat langsung potensi sekaligus kebutuhan pembangunan yang ada di kawasan barat Tabanan.

Baca Juga  FK Unud dan Pusat Studi Anti-Aging Medicine Indonesia Gelar PIAAM XXII

Setelah menyapa potensi pertanian dan pariwisata, Bupati Sanjaya bertatap muka langsung dengan masyarakat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting sekaligus berdialog langsung melalui sesi tanya jawab bersama masyarakat. Suasana berlangsung interaktif dengan adanya hadiah yang disponsori Bank BPD Cabang Tabanan. Di lokasi yang sama, pemerintah menghadirkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, Posyandu, pelayanan kesehatan reguler, pendataan serta sosialisasi perizinan, penerimaan pelayanan pembayaran pajak retribusi secara elektronik, pelayanan disduk capil, hingga pelayanan gratis bagi pelaku usaha dan UMKM.

Di hadapan masyarakat, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Bungan Desa merupakan inovasi yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat desa. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dengan membawa langsung jajaran perangkat daerah ke desa, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan untuk mendapatkan pelayanan.

“Hari ini adalah Bupati Ngantor di Desa yang ke-64. Setelah sebelumnya kita mulai dari Desa Mundeh, Mundeh Kangin, Mundeh Kauh dan Selabih, mulai bulan September ini akan segera saya tuntaskan di seluruh desa,” tegasnya. Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan pembangunan secara menyeluruh, bertahap, terpadu dan terencana.

Pembangunan tersebut, lanjut Bupati Sanjaya, diarahkan untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan menekankan Lima program prioritas. Lalanglinggah dinilainya memiliki potensi yang lengkap, dengan karakter wilayah nyegara gunung, 10 subak yang terdiri atas tiga subak basah dan tujuh subak abian, serta kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. “Kalau lima program ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, dari hulu sampai hilir, secara holistik dengan semangat menyama braya dan gotong-royong, saya yakin Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani serta sejahtera bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya.

Baca Juga  Unud Terima Kunjungan Griffith University Australia

Potensi tersebut juga menjadi dasar Bupati Sanjaya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat Lalanglinggah. Pemerintah Kabupaten Tabanan juga terus mengorganisir potensi ekonomi seperti pengembangan madu, melalui penguatan Perusda sebagai holding yang dapat merekam dan mengembangkan produk unggulan UMKM desa. “Kita harus melihat apa yang menjadi potensi masing-masing desa, kemudian kita koordinasikan. Tiga wilayah Selemadeg dan Pupuan juga kita arahkan menjadi sentra kampung buah. Kalau potensi pertanian, peternakan dan hortikultura ini bisa kita tangkap untuk kebutuhan B2B, maka masyarakat akan ikut terdampak secara ekonomi,” terangnya.

Tak berhenti pada pengembangan ekonomi, Bupati Sanjaya turut menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur yang menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur tidak hanya berbicara tentang jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup gedung sekolah, lapangan, bale banjar, pura hingga pelinggih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, program kabupaten harus dikolaborasikan dengan program desa. “Program kabupaten kita kolaborasikan dengan program desa. Kuncinya adalah menjaga dan membangun keharmonisan, karena pembangunan harus saling bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya.

Sektor pariwisata menjadi potensi lain yang mendapat perhatian khusus, terutama karena Lalanglinggah telah memiliki daya tarik surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati Sanjaya menyebut setiap November terdapat event surfing internasional dengan tiga kategori yang dapat menjadi momentum memperkuat promosi desa. Ia bahkan mendorong agar agenda tersebut dapat dikolaborasikan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan sehingga eksposur kawasan semakin luas. Untuk itu, orang nomor satu di Tabanan tersebut meminta masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan serta stabilitas desa agar perkembangan pariwisata tetap sejalan dengan karakter masyarakat setempat.

Seiring dengan pengembangan wilayah, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menyangkut perilaku setiap individu. Sampah organik dapat dikelola melalui teba tradisional untuk mendukung kebun dan pertanian, sedangkan sampah plastik dapat diarahkan melalui TPS-3R. Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya tedun secara rutin melalui semangat gotong royong. “Kita bukan hanya memerangi sampah, tetapi juga memerangi perilaku. Sampah adalah milik kita masing-masing. Mari kita pilah dari sumbernya dan selesaikan bersama-sama melalui kolaborasi,” pesannya.

Baca Juga  36 Atlet Unud Menuju POMNAS XVIII di Kalimantan Selatan

Menutup arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Bungan Desa bukan sekadar terlaksananya kunjungan, melainkan seberapa jauh kehadiran pemerintah menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta menindaklanjuti berbagai potensi dan aspirasi yang ditemukan di lapangan, mulai dari pertanian, kesehatan, UMKM, pariwisata, infrastruktur hingga lingkungan. “Apa pun yang kita lakukan harus punya nilai terdampak. Saya harap kunjungan Bupati ke Lalanglinggah ini benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kita buka ruang kolaborasi, kita turunkan OPD terkait dan kita kerjakan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel desa Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sanjaya, Wakil Bupati beserta seluruh jajaran yang secara langsung turun melihat kondisi dan potensi desa. Ia memaparkan Desa Lalanglinggah memiliki luas sekitar 1.600 Ha dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa, terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat, dengan mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta dan pariwisata. Arnawa menilai kehadiran pemerintah kabupaten menjadi momentum bagi desa untuk memperkuat komitmen pembangunan secara bersama-sama.

“Kami ingin bergandengan tangan bersama-sama. Bapak Bupati sudah melihat langsung potensi kelompok tani dan pariwisata kami. Mari kita menjadi anak yang baik, jujur dan setia, sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat kita capai. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Pembukaan Lomba Serangkaian Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Denpasar

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar membuka rangkaian Bulan Bakti Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).
BULAN BAKTI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar saat secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

Pembukaan rangkaian kegiatan sosial dan kepemudaan ini ditandai dengan pelaksanaan aksi kemanusiaan “Gedor” (Gebyar Donor Darah) serta Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan yang melibatkan ribuan anggota dari taraf Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega se-Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, pembina, pelatih, serta pengurus Kwartir Ranting atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Bulan Bakti Pramuka ke-65 ini.

“Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, gotong-royong, pelestarian budaya, serta pengabdian tanpa batas kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam arahan khusus kepada seluruh peserta lomba dan adik-adik Pramuka, Ketua Kwarcab menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan keberanian untuk tampil, mencoba, dan memberikan usaha terbaik adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

“Di dalam Pramuka kita boleh berbeda gugus depan, berbeda kwartir ranting, berbeda sekolah, maupun berbeda kemampuan. Namun, kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka. Jangan sampai persaingan membuat kita kehilangan tali persaudaraan,” ujarnya.

Arya Wibawa juga berpesan agar anggota Pramuka bangga mengenakan seragam Pramuka. Seragam tersebut bukan sekadar pakaian biasa, melainkan simbol tanggung jawab. Setangan leher merupakan pengingat untuk terus berbuat kebaikan, sedangkan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Darma harus senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

Baca Juga  Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud Gelar Puncak Perayaan BKFKP Ke-11

Sementara Ketua Penyelenggara, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma dalam laporannya mengatakan, Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dimana sebelumnya Kwarcab Kota Denpasar telah mengawali rangkaian Bulan Bakti melalui beberapa agenda strategis seperti Tirta Yatra di Pura Agung Jagatnatha, Kebel (Gerakan Bersih-Bersih Serentak) yang Aksi kepedulian lingkungan yang dipusatkan di 4 (empat) titik lokasi dengan melibatkan kolaborasi Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka se-Kota Denpasar. Kemudian Bakti Sosial di Panti Asuhan Tunas Nation Asih.

Kegiatan Gedor (Gebyar Donor Darah) dengan aksi kemanusiaan donor darah yang menargetkan terkumpulnya 350 kantong darah untuk mendukung pasokan darah medis bagi masyarakat Kota Denpasar, dan Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan.

Adapun sebanyak 74 tim peserta dari berbagai tingkatan Pramuka turut ambil bagian dalam perlombaan yang bertempat di Selasar Lantai 1, Selasar Lantai 2, serta Lapangan Lumintang Denpasar.

Berikut adalah rincian kategori lomba yang dilaksanakan Lomba Majalah Dinding (Mading) yang diikuti 17 tim golongan Siaga SD dari seluruh Kwartir Ranting se-Kwarcab Denpasar. Kemudian, Lomba Miniatur Meja Makan yang diikuti 14 tim golongan Penggalang SD. Selanjutnya, Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) yang diikuti 13 tim golongan Penggalang Putra SMP (berlokasi di Lapangan Lumintang).

Setelah itu, ada Lomba Semapur (Semafore) Dua yang diikuti 17 tim golongan Penggalang Putri SMP. Lomba Kreasi Dekorasi Janur yang diikuti 5 tim golongan Penegak SMA, dan Lomba Membuat Cerita Pendek (Cerpen) yang diikuti 8 tim golongan Pandega dari perguruan tinggi. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi OKP Se-Kabupaten Buleleng

Published

on

By

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada Focus Group Discussion bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Kabupaten Buleleng, Kamis (31/8/2026).
FGD: Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). (Foto: bi)

Buleleng, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar edukasi kepemiluan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang merupakan pemilih pemula guna membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai demokrasi, urgensi hak pilih, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap gelaran pemilu.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan menjadi generasi yang berdaya, berkarya, dan berdampak. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta memiliki integritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi di era teknologi harus selalu diimbangi dengan etika, rasa tanggung jawab, serta kesadaran hukum.

Sesi dilanjutkan dengan arahan dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir langsung sebagai narasumber utama. Mengusung tema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”, Lidartawan memaparkan lima materi pokok yang mencakup makna demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Dalam paparannya, Lidartawan menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sesuai Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945. Ia menyoroti bahwa pada Pemilu 2024, komposisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali yang mencapai 3.269.516 pemilih didominasi oleh kelompok pemilih muda dan pemilih pemula. Oleh karena itu, kesadaran politik generasi muda menjadi kunci utama keberhasilan demokrasi.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi,” tegas Lidartawan. Ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, melainkan bertransformasi menjadi peserta aktif yang terlibat dalam setiap tahapan mulai dari memastikan diri terdaftar dalam DPT, membantu edukasi coklit, melakukan pengawasan partisipatif, hingga berani menolak politik uang di TPS.

Baca Juga  Focus Group Discussion (FGD) Pedomik Magister dan Doktor

Menghadapi tantangan era digital seperti penyebaran hoaks, disinformasi, politik uang, dan ujaran kebencian, Ketua KPU Bali mengingatkan peserta agar bijak menggunakan media sosial. Timeline mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi) sebelum menyebarkan informasi,” pesannya.

Suasana kegiatan berlangsung semakin hidup pada sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Menanggapi keraguan peserta terkait penyaluran aspirasi pemuda serta tantangan keterbatasan lapangan kerja, Ketua KPU Bali menjelaskan bahwa saluran demokrasi saat ini sangat terbuka dan dilindungi hukum. Generasi muda didorong untuk tidak sekadar bersuara dari luar, melainkan berani bergabung dengan partai politik untuk menjadi pemimpin muda yang berkualitas. Sementara itu, menjawab kekhawatiran melunturnya idealisme tokoh muda setelah duduk di legislatif, Lidartawan menekankan pentingnya keteguhan moral dan keberanian menolak segala bentuk kompromi curang, berkaca pada pengalamannya saat bertugas menjadi Ketua PPK Denpasar Barat yang tegas menolak suap serta menindak penyelewengan perolehan suara.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan jajaran pemerintah kabupaten Buleleng. Melalui sinergi bersama OKP se-Kabupaten Buleleng ini, KPU Provinsi Bali berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membentengi masyarakat dari narasi negatif, sekaligus mengawal terwujudnya pemilu yang berintegritas dan berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca