Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Giri Prasta Ajak Krama Desa Adat Gunung Kangin Perkuat Adat Istiadat, Agama, Tradisi dan Seni Budaya Bali

Nyoman Giri Prasta Hadiri Pujawali Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Gunung Kangin

Loading

BALIILU Tayang

:

Giri Prasta
BERFOTO BERSAMA: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta berfoto bersama krama istri usai melaksanakan persembahyangan Pujawali Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Gunung Kangin pada Kamis (Wraspati Kliwon, Merakih), 12 Juni 2025 malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Tabanan, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, mengajak Krama Desa Adat Gunung Kangin, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, untuk senantiasa menjaga tatanan adat istiadat, agama, tradisi dan seni budaya Bali.

Hal itu ditekankan Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, usai melaksanakan persembahyangan Pujawali Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Gunung Kangin pada Kamis (Wraspati Kliwon, Merakih), 12 Juni 2025 malam, bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., Camat Baturiti, serta Perbekel Desa Bangli.

Wagub Bali Nyoman Giri Prasta mengajak Krama Desa Adat Gunung Kangin (Prajuru, Pecalang, Krama Istri, dan Yowana) untuk menjaga tatanan adat istiadat, agama, tradisi, dan seni budaya Bali, agar kekuatan Bali yang dilandasi oleh budaya tidak sampai tergerus.

“Kita boleh maju dengan perkembangan teknologi, namun jangan sampai akar budaya Bali kita tergerus, karena ini merupakan warisan leluhur Bali. Apalagi Bali ini dibangun oleh orang-orang suci seperti Rsi, Dang Hyang, Mpu, dan Bhatara Lelangit, maka kita semua juga harus mempunyai pikiran yang suci dalam membangun jagat Desa Adat dengan kekuatan adat dan seni budayanya,” tegas Wagub Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung ini, sembari memberikan punia kepada Sekaa Baleganjur yang ditampilkan oleh yowana Desa Adat Gunung Kangin.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Wagub Bali Nyoman Giri Prasta meminta seluruh Krama Desa Adat Gunung Kangin masikian memperkuat adat istiadat, agama, tradisi, dan seni budaya Bali, sagilik saguluk salunglung sabayantaka, agar kita semua mendapat kerahayuan, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.

“Ring rahina pujawali mangkin, titiang nunas, Krama sareng sami mangda masikian. Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan kita berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan kita gagal,” kata Giri Prasta, yang disambut tepuk tangan (applause) dari Krama Desa Adat, sembari menyerahkan punia atas nama Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp 10 juta dan punia pribadi sebesar Rp 20 juta. Penyerahan punia juga dilakukan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga sebesar Rp 10 juta, yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Gunung Kangin.

Baca Juga  Wakil Gubernur Bali Giri Prasta Hadiri "Melaspas" Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin Bangli

Sementara itu, Bendesa Adat Gunung Kangin bersama tokoh masyarakat setempat menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang terus berkomitmen mendukung penguatan adat istiadat, agama, tradisi, dan seni budaya Bali di Desa Adat Gunung Kangin, Desa Bangli.

Hal itu dibuktikan saat menjabat sebagai Bupati Badung dengan memberikan bantuan pembangunan Pura Melanting Banjar Bangli tahun 2024 sebesar Rp 400 juta, Pura Dalem Banjar Bangli sebesar Rp 1,8 miliar, pembangunan Wantilan Banjar Adat Titigalar sebesar Rp 2,7 miliar, dan Pura Dalem Titigalar sebesar Rp 1,8 miliar. Sebelumnya, pada tahun 2023, I Nyoman Giri Prasta juga tercatat memberikan bantuan pembangunan Bale Serba Guna Desa Adat Munduk Andong sebesar Rp 300 juta dan bantuan upacara pengabenan massal sebesar Rp 150 juta.

Sedangkan Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2023 juga telah memberikan bantuan pembangunan Balai Banjar sebesar Rp 450 juta dan pembangunan jalan senilai Rp 4 miliar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Dukung Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Published

on

By

Gubernur Koster hadiri rapat penguatan tata kelola lembaga
RAPAT PENGUATAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya terhadap penguatan tata kelola Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Penggerak PKK dan Posyandu sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Dukungan tersebut disampaikan saat Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10).

Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut karena dinilai penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan koordinasi yang dilaksanakan di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya melalui peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan aktivitas ekonomi di daerah.

“Bagi kami di Bali, setiap tamu adalah rezeki. Setiap orang yang menginap di hotel tentu memberikan pemasukan bagi hotel dan turut menggerakkan perekonomian. Kegiatan seperti ini juga mendukung peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Bali,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Pemprov Bali mendukung penguatan kegiatan Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu karena ketiganya memiliki peran strategis dalam menghidupkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ketiga lembaga tersebut, Pemprov Bali telah mengalokasikan anggaran masing-masing sebesar Rp 10 miliar untuk Dekranasda, TP PKK dan TP Posyandu, dengan mengacu pada arahan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa penguatan tata kelola ketiga lembaga tersebut harus dilaksanakan secara serius dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Ini bukan kegiatan main-main, karena ada regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan dan ada mekanisme pengawasan terhadap kegiatan ketiga lembaga ini,” tegasnya.

Baca Juga  <strong>Rancang UPTD Optimalkan Prospek Ekonomis BATP</strong>

Ia juga menyampaikan bahwa TP Posyandu akan menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu, dan anak-anak, dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi keluarga.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Bernhard E. Rondonuwu, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu sangat penting karena berbagai persoalan keluarga dan masyarakat membutuhkan penanganan bersama.

Menurutnya, isu penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan dan pemberdayaan para perajin daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan.

Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan dari 178 kabupaten/kota di wilayah Indonesia bagian tengah, yang melibatkan unsur Dekranasda, TP PKK, Posyandu, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Melalui pertemuan ini, hasil koordinasi diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program dan penganggaran daerah secara konkret. Selain menyamakan persepsi mengenai mandat, kedudukan, dan hubungan kerja masing-masing lembaga, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pola kolaborasi yang terintegrasi, dengan perencanaan program yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Pertemuan di Bali ini menjadi bagian terakhir dari rangkaian tiga pertemuan penguatan tata kelola yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Hasilnya diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu bagi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika

Published

on

By

Arak Bali laku dilelang US$400 di Las Vegas
LAKU DILELANG: Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Arak Bali menembus panggung internasional. Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat.

Empat botol tersebut masing-masing berukuran 750 mililiter. Dengan kurs sekitar Rp 18.040,80 per dolar AS, nilai lelang itu setara Rp 7,22 juta. Artinya, setiap botol memiliki nilai lelang rata-rata US$100 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Yang membuat lelang ini menarik, seluruh hasilnya disumbangkan untuk kegiatan amal. Arak Bali tidak hanya diperkenalkan sebagai produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan di panggung internasional.

Bagi Rico, kesempatan berkompetisi melalui penampilan flair bartending, seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi dan keterampilan memainkan botol menjadi ruang untuk membawa nama Bali lebih jauh, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada audiens internasional.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan arak Bali ke luar negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki potensi untuk mendapat perhatian di panggung internasional. Lebih dari itu, kami bangga karena hasil lelangnya dapat disumbangkan untuk kegiatan amal,” ujar Rico di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, pengenalan produk lokal melalui kegiatan internasional dapat membuka peluang baru bagi arak Bali untuk dikenal lebih luas. Apalagi, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan keterampilan bartender, tetapi juga membawa misi sosial.

Lelang empat botol arak Bali dengan nilai total US$400 menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut. Nilai itu menunjukkan bahwa produk yang mereka bawa memperoleh perhatian dalam kegiatan amal tersebut, meski penerimaan pasar yang lebih luas tetap membutuhkan promosi dan pengembangan berkelanjutan.

Baca Juga  Masalah Air Bersih Kuta Selatan, Giri Prasta: Tuntas 2025

Arak telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Kini, melalui kreativitas dan penampilan profesional di luar negeri, produk tersebut diperkenalkan dalam konteks yang lebih luas, tanpa melepaskan identitas lokalnya.

Empat botol arak Bali itu mungkin hanya sebagian kecil dari rangkaian acara di Las Vegas. Namun, melalui lelang tersebut, nama arak Bali mendapat ruang untuk diperkenalkan di luar negeri, dengan kegiatan amal sebagai bagian dari ceritanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Perkuat Kerja Sama Bali–Swiss, Bidik Investasi Industri Inovatif hingga Pengolahan Sampah

Pererat Hubungan Bali–Swiss, Momentum 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster terima kunjungan Dubes Swiss
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Bali dan Swiss.

Kunjungan tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Bagi Bali, momentum ini tidak sekadar memperkuat hubungan antarpemerintah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wayan Koster dan Duta Besar Konstantin Obolensky membahas perkembangan positif sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penghubung penting antara Indonesia, khususnya Bali, dan Swiss.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata kunjungan sekitar 3.065 orang per bulan. Angka ini mencerminkan potensi hubungan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kerja sama yang semakin luas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Bali.

Swiss Tertarik Kembangkan Kerja Sama Industri Inovatif dan Lingkungan

Duta Besar Konstantin Obolensky menyampaikan bahwa agenda kunjungan perdananya ke Bali cukup padat. Selain melakukan kunjungan resmi ke Jayasabha, ia meninjau sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha asal Swiss, menghadiri agenda Global Etik IADEMA sehari sebelumnya, serta bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Swiss yang tinggal di Bali.

Baca Juga  Masalah Air Bersih Kuta Selatan, Giri Prasta: Tuntas 2025

Saat ini, tercatat sekitar 700 warga negara Swiss menetap dan bekerja di Bali. Keberadaan komunitas tersebut menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan masyarakat kedua pihak, sekaligus membuka ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang kolaborasi di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Duta Besar Obolensky menegaskan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan di Bali. Swiss juga menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor industri inovatif, pengolahan sampah, serta pengolahan air limbah.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bali untuk memperluas kemitraan dengan Swiss, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif yang mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama di bidang ini juga relevan dengan kebutuhan Bali untuk menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola persampahan, dan mempertahankan daya tarik pulau sebagai destinasi pariwisata dunia.

Gubernur Koster Sambut Komitmen Swiss, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan

Gubernur Wayan Koster menyambut hangat kunjungan perdana Duta Besar Konstantin Obolensky dan mengapresiasi komitmen Swiss untuk terus memperkuat hubungan serta membuka peluang kerja sama di Bali.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara Bali dan Swiss, sejalan dengan hubungan baik Indonesia dan Swiss yang telah terjalin selama puluhan tahun. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan, hubungan tersebut diharapkan tidak hanya terjaga pada tingkat diplomatik, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan konkret yang mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bali, kerja sama internasional memiliki arti penting ketika mampu mempertemukan potensi daerah dengan keunggulan mitra, termasuk dalam pengembangan industri inovatif, investasi, serta pengelolaan lingkungan. Karena itu, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas peluang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Baca Juga  Teteskan Air Mata Dihadapan Ribuan Warga, Ketut Wicana Sebut Desa Adat Kuat karena Wayan Koster

Endek Bali sebagai Simbol Persahabatan dan Promosi Produk Lokal

Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Wayan Koster menyerahkan cinderamata berupa kain tenun endek khas Bali kepada Duta Besar Konstantin Obolensky. Pemberian tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan dan persahabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat internasional.

Kain endek, dengan ragam motif dan nilai budaya yang melekat di dalamnya, merepresentasikan kreativitas serta identitas masyarakat Bali. Melalui diplomasi budaya seperti ini, hubungan bilateral diharapkan semakin dekat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal Bali untuk memperoleh perhatian dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pertemuan di Jayasabha pun menjadi penegasan bahwa hubungan Bali dan Swiss memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Berbekal persahabatan yang telah terjalin, dukungan terhadap investasi, serta peluang kolaborasi di sektor strategis, Gubernur Wayan Koster berharap kemitraan kedua pihak semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca