Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Walikota Denpasar Jaya Negara Hadiri Upacara “Giri Pati Agung” di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu

BALIILU Tayang

:

Upacara Giri Pati Agung
GIRI PATI AGUNG: Suasana pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung, Pegat Sot, serta Caru Panca Durga Ida Bethara Tangkas yang digelar oleh Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat, Kertalangu, Kesiman, Sabtu (24/1). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung, Pegat Sot, serta Caru Panca Durga Ida Bethara Tangkas yang digelar oleh Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat, Kertalangu, Kesiman, Sabtu (24/1).

Turut hadir dalam acara itu, Penglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Umum Pratisantana Sira Arya Kanuruhan I Wayan Geredeg, perwakilan DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, serta seluruh perwakilan Pratisantana Arya Kanuruhan dari berbagai wilayah di Bali.

Rangkaian upacara dipuput oleh dua orang sulinggih Rsi Wayahan, yakni Ida Pedanda Bodoh. Upacara diawali dengan Pacanangan Ida Bethara Tangkas yang dilaksanakan di Pura Kawitan Tangkas Pagan, kemudian dilanjutkan menuju Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu. Setelah itu, rangkaian upacara dilengkapi dengan prosesi Ngulapin di Genah Pecak Kasedayan Tangkas Dimade sebagai bagian dari penyempurnaan yadnya.

Ketua Umum Pratisantana Sira Arya Kanuruhan, I Wayan Geredeg, yang didampingi Bendahara Umum Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar, Komang Nurjaya Maharta, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini memiliki tujuan utama sebagai upaya penyucian dan penetralan atas peristiwa-peristiwa masa lalu yang diyakini masih memiliki pengaruh secara niskala.

“Upacara ini bukan semata-mata karena adanya kutukan. Namun lebih sebagai bentuk yadnya untuk menetralkan segala hal yang mungkin pernah terjadi akibat salah ucap, salah tindakan, atau peristiwa masa lampau. Tujuannya agar semuanya kembali netral, baik bagi leluhur, alam semesta, maupun gumi atau dunia,” jelas I Wayan Geredeg.

Ia menambahkan, upacara ini dilaksanakan demi terciptanya keharmonisan seluruh unsur kehidupan di bumi. Bagi Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar, pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung ini merupakan yang pertama kali, sementara sebelumnya upacara serupa pernah digelar oleh Arya Wangbang Pinatih pada tahun 2015 di lokasi yang sama.

Baca Juga  Jaya Negara Terima Konjen India Shashank Vikram

Lebih lanjut dijelaskan, pemilihan Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu sebagai lokasi upacara memiliki keterkaitan erat dengan sejarah leluhur Arya Kanuruhan. Di wilayah Kertalangu ini terdapat jejak kerajaan pada masa lalu, mulai dari raja di Dalem Samplangan, Dalem Segening, hingga masa pemerintahan Arya Wangbang Pinatih dan Arya Tangkas dari Puri Agung.

“Tempat ini juga merupakan lokasi wafatnya anak raja pada masa lampau akibat kesalahpahaman dalam membaca sandi atau pesan kerajaan dari Puri Klungkung. Karena peristiwa itulah, secara niskala diyakini meninggalkan jejak yang perlu disucikan melalui upacara yadnya,” ungkapnya.

Disebutkan pula bahwa Arya Kanuruhan memiliki tiga garis keturunan utama, yakni Blangsinga, Tangkas, dan Pegatepan. Dari ketiga garis tersebut, Arya Tangkas ditugaskan menjadi raja di wilayah Kertalangu. Hal inilah yang menjadi dasar kuat pelaksanaan upacara di lokasi tersebut, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat ikatan persaudaraan seluruh Pratisantana Arya Kanuruhan se-Bali.

Kehadiran Ida Dalem Semara Putra dimaknai sebagai bentuk penyaksian secara niskala atas hubungan sejarah antara Puri Klungkung dan keturunan Tangkas. Dikisahkan bahwa pada masa lalu, anak raja yang diberikan kepada Tangkas mengalami peristiwa tragis, di mana pengorbanan tersebut dilakukan sebagai bentuk penebusan rasa bersalah sang istri raja yang saat itu tengah mengandung. Anak tersebut kemudian diberi nama Pangeran Tangkas Puri Agung Pagan, yang hingga kini menjadi bagian penting dalam sejarah dan spiritualitas keturunan Tangkas.

“Harapan kami, seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan ini dapat berjalan sesuai dengan sastra dan tattwa yadnya, tanpa kekurangan apa pun, serta membawa kebaikan bagi seluruh umat,” tutup Komang Nurjaya Maharta.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang didampingi Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung ini dapat memberikan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat, khususnya masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga  Akhiri Masa Jabatan, Konjen Jepang Katsumata Harumi Berpamitan pada Walikota Jaya Negara

“Semoga melalui pelaksanaan yadnya ini, keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa terjaga, serta memberikan kerahayuan bagi kita semua. Rahajeng rahayu,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Saksikan Prosesi “Padiksan“ di Griya Kanginan Sanur

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Festival Imlek Bersama 2574 Tahun 2023

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Dampingi Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Tinjau Proyek TPST Kertalangu

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca