Karangasem, baliilu.com – Walau sejak sore hari, Rabu (9/12), pasca pilkada serentak 2020 dilaksanakan, Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) sudah ada titik terang bakal meraih kemenangan, namun pada pukul 04.30.03 Wita, Kamis (10/12) sesuai yang dilansir KPU Bali, kemenangan sudah semakin nyata, dimana DANA-DIPA memperoleh jumlah suara 57,2 persen atau 72.584 suara.
Kemenangan fantastik dari pendatang baru yang harus berhadapan dengan incumbent bukan perkara mudah. DANA DIPA mesti terus-menerus meyakinkan masyarakatnya akan program yang bakal digelontorkan yang sangat selaras dengan visi misi Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru. Ada 5 arah program pembangunan yang salah satunya di bidang pangan, sandang, dan papan. Selain bidang pariwisata, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, serta bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya.
Dalam upaya mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang harus bisa dijalankan di seluruh Bali, termasuk Karangasem, maka selama kampanye Paslon DANA-DIPA, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster setiap Sabtu-Minggu hadir ke Karangasem bertemu dengan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan juga melalui virtual dari Kantor DPC PDIP Karangasem.
Kenapa mantan Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan 3 Periode ini begitu penuh semangat hadir menyapa warga masyarakat Karangasem, Wayan Koster menegaskan jengah terhadap Kabupaten Karangasem yang memiliki jumlah penduduk terbanyak nomor 3 dan luas wilayah nomor 3 di Bali, dengan kualitas pembangunannya yang makin mundur. Momentum pilkada ini tidak mau disia-siakan untuk melakukan perubahan. ‘’Karangasem memerlukan kepemimpinan yang kuat, dan memerlukan seorang bupati yang memiliki niat baik, tangggung jawab, dan memiliki moralitas yang baik,’’ katanya dalam satu kesempatan kampanye.
Wayan Koster pernah menyampaikan bahwa Karangasem merupakan kabupaten yang sangat sakral, memiliki potensi yang bisa meningkatkan perekonomian rakyatnya. Selain punya minuman tradisional berupa Arak Bali, juga memiliki komoditi Salak Bali yang tidak ada duanya di Bali. Karangasem kaya akan kain tenun yang unik, yakni kain Gringsing di Desa Tenganan, kain songket Sidemen, dan kain tenun Seraya. Jika dijalankan dengan baik, masyarakat Karangasem akan semakin sejahtera. Karangasem dan Bali akan semakin kuat untuk bersaing di kancah lokal, nasional, dan global.
Itulah kenapa Wayan Koster yang Gubernur Bali itu begitu berharap ada sebuah kepemimpinan baru yang mampu menyelaraskan program pembanguan dari Pusat, Provinsi hingga ke Kabupaten. Hingga support dari seorang Wayan Koster kepada calon dari PDIP ini sempat dalam sebuah debat disebutkan sebagai pertarungan seorang Koster di pilkada Karangasem.
Tapi, apa yang dilakukan Wayan Koster akhirnya berbuah manis pada pencoblosan 9 Desember. Dari rilis KPU Bali, untuk sementara DANA-DIPA menang 57, 2 persen dari lawannya yang incumbent.
Kini DANA DIPA tinggal menghitung hari untuk mewujudkan visi misi Nangun Sat Kerthi Lokal Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru. Menata kawasan Pura Agung Besakih merupakan salah satu dari program lainnya yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Karangasem. (gs)