Denpasar, baliilu.com – ITB STIKOM Bali mencatat rekor tertinggi dalam meraup mahasiswa baru. Tahun Akademik 2022 / 2023 ini tercatat sebanyak 1.534 mahasiswa baru (maba) dan dilantik oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar – induk ITB TIKOM Bali – Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam acara Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI bertempat di Lapangan Praja Raksaka, milik Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar Selatan.
Sebanyak 1.534 maba itu tersebar di Prodi Bisnis Digital 298 orang, Prodi Teknologi Informasi 269, Prodi Sistem Komputer 196 orang, Prodi Sistem Informasi 720 orang, Prodi Manajemen Informatika 18 orang, Program Dual Degrre International Class kerja sama dengan HELP University Kuala Lumpur 24 orang dan Program Dual Degree National Class kerja sama dengan STT Bandung 17 orang.
Dalam sambutannya, Prof. Made Bandem mengatakan dengan senang hati ITB STIKOM Bali menerima 1.543 maba. “Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anakku sekalian karena telah menentukan pilihannya sendiri. Tanpa mengabaikan perguruan tinggi lain, pilihan menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali adalah pilihan yang sangat tepat,” kata Prof. Made Bandem.
Menurut Prof. Bandem ada tiga hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat, yakni teknologi, bisnis dan kebudayaan. “Ketiga hal itulah yang nanti adik-adik pelajari ITB STIKOM Bali,” kata Bandem.
Disebutkan, teknologi adalah sekumpulan disiplin ilmu yang dirangkum menjadi satu yang bisa meningkatkan nilai kehidupan kita. Ada teknologi sederhana dan ada yang sangat teknologi advanced seperti digital dan internet saat ini. Mengutip Prof. Habbibie yang mengatakan ada tiga jenis teknologi yakni teknologi perangkat berat seperti kapal terbang, mobil dan lainnya. Teknologi perangkat lunak seperti penciptaan komputer dan program-programnya, dan perangkat otak yakni penciptaan kecerdasan buatan untuk kehidupan di masa kini dan yang akan datang. Hal kedua adalah bisnis yang akan memberikan kesejahteraan pada kehidupan masyarakat, dan yang ketiga adalah kebudayaan yang berbasis kreativitas dan inovasi.
Menyinggung peningkatan jumlah maba tahun ini, menurut mantan Rektor ISI Denpasar dan ISI Yogyakarta itu karena ITB STIKOM Bali sudah menerapkan sistem perkuliahan hybrid secara baik. “Mahasiswa bisa memilih kuliah secara daring atau datang langsung ke kampus. Selain itu juga ITB STIKOM Bali melaksanakan perkuliahan dengan magang di luar negeri, ke Taiwan, ke Korea, ke Jepang dan ke Singapura dan itu yang menjadi daya tarik masyarakat,” urai Prof. Made Bandem.
Di tempat yang sama, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, jumlah mahasiswa baru sebanyak itu karena ada perubahan paradigma masyarakat. Di era pandemi sekarang ini transformasi perubahan masyarakat ke IT sangat cepat sehingga menjadi pendorong banyak mahasiswa baru tahun ini. Ada kenaikan lebih dari 20 persen dibanding jumlah mahasiswa tahun lalu, sekitar 1.250 orang.
Pelepasan burung pada acara Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI bertempat di Lapangan Praja Raksaka, Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar Selatan. (Foto: Ist)
“Selain itu sosialisasi dan literasi yang kami lakukan ke anak-anak kita, ke sekolah-sekolah baik langsung maupun tidak langsung, baik luring maupun daring kami lakukan semaksimal mungkin sehingga ini menyebabkan kenaikan 20 persen cukup signifikan. Ini menunjukkan transformasi masyarakat ke IT sangat baik dan kami sudah ada di zaman itu dan ini menggemberikan kami semua, baik rektorat maupun pendiri ITB STIKOM Bali,” terang Dadang Hermawan.
Rekor maba sebanyak 1.534 orang tersebut mendapat apresiasi dari Pengawas Yayasan Widy Dharma Shanti Denpasar, Drs. Satrya Dharma. “Saya atas nama Yayasan memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada teman-teman di ITB STIKOM Bali. Bahwa di tahun yang sulit ini karena pandemi, ITB STIKOM Bali mencatat prestasi yang luar biasa karena saya tahun ada beberapa perguruan tinggi lain malah jeblok, jumlah mahasiswanya turun, tapi justru di ITB STIKOM Bali jumlah mahasiswanya meningkat. Jadi saya sangat salut dengan kerja keras dari ITB STIKOM Bali,” kata Satrya Dharma.
Yang menarik dari GMTI atau Opspek ala ITB STIKOM Bali ini adalah ribuan mahasiswa baru itu secara kolosal mampu mementaskan Tari Kecak. Walaupun maba itu tidak hanya anak muda Bali melainkan mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Panitia GMTI XXI ITB STIKOM Bali Gusi Bagus Arya Dwipayana menerangkan sebelum GMTI, sudah digelar kegiatan Pra-GMTI untuk latihan baris-berbaris dan pentas kolosal Tari Kecak. “Mahasiswa baru ITB STIKOM Bali tidak hanya orang Bali tetapi juga ada dari Jawa, NTT, NTB dan daerah lain di Indonesia. Setelah latihan 2 hari ternyata bisa, astungkara mereka bisa menari Kecak,” kata Gusi Bagus Aya Dwipayan memuji anak buahnya yang memukau para pejabat ITB STIKOM Bali.
GMTI XXI ITB STIKOM Bali ini akan berlangsung hingga 15 September mendatang dengan berbagai materi dari para pejabat struktural ITB STIKOM Bali tentang kehidupan kampus. (gs/bi)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)