Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Fraksi Golkar DPRD Bali Apresiasi Gubernur yang Sangat Konsen untuk Melindungi, Menjaga Pantai dan Sempadan Pantai

BALIILU Tayang

:

PU FRAKSI GOLKAR: Juru Bicara Fraksi Partai Golkar Agung Bagus Pratiksa Linggih, BA (Hons), pada saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap 3 buah Raperda pada Rapat Paripurna Ke-15 Masa Persidangan I DPRD Bali Tahun Sidang 2025-2026, Senin, 1 Desember 2025 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Fraksi Partai Golkar menyampaikan pandangan umum fraksi terkait 3 buah Raperda pada Rapat Paripurna Ke-15 Masa Persidangan I DPRD Bali Tahun Sidang 2025-2026, Senin, 1 Desember 2025 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali. Ketiga Raperda tersebut yakni Raperda tentang Perlindungan Pantai dan Sepadan Pantai untuk Kepentingan Upacara Adat, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal, Raperda tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Kerta Bhawana Sanjiwani, dan Raperda tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya didampingi Wakil Ketua I, Wayan Disel Astawa, Wakil Ketua Ketua III, Komang Nova Sewi Putra. Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, segenap anggota DPRD Bali, Sekda Bali Dewa Made Indra, pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi Bali, dan undangan lainnya.

Pada kesempatan rapat itu, Agung Bagus Pratiksa Linggih, BA (Hons), juru bicara Fraksi Golkar DPRD Bali memberikan apresiasi kepada Gubernur serta jajarannya yang sangat konsen untuk melindungi, menjaga pantai dan sempadan pantai yang memiliki nilai dan fungsi adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal “Sat Kerti” serta menjamin hak dan peran masyarakat dalam pengelolaan, perlindungan pantai dan sempadan pantai khususnya yang digunakan untuk kegiatan ritual keagamaan, upacara atau aktivitas adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam proses penyusunan Raperda ini, Fraksi Partai Golkar melihat beberapa yang perlu menjadi perhatian di antaranya harmonisasi judul raperda, muatan materi yang belum menyentuh inti terutama terkait perlindungan pantai dan sempadan pantai untuk kepentingan upacara adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal. “Untuk hal ini, kami Fraksi Partai Golkar menyarankan perlunya pendalaman substansi dan rumusan pasal-pasal yang lebih konkret, agar Raperda tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar dapat mengatur tata kelola, pengelolaan, perlindungan dan sempadan pantai secara efektif, memperhatikan ekosistem dan berkelanjutan,‘‘ ujar Pratiksa Linggih.

Baca Juga  Selama 2 Hari di Bali, Menteri PUPR dan Menlu RI Tinjau Kesiapan Infrastruktur G20 Didampingi Gubernur Koster

Sementara, terkait Raperda tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Kerta Bhawana Sanjiwani, Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Gubernur dalam pendirian Perumda ini adalah manifestasi konkret dari komitmen bersama seperti yang tertuang dalam visi pembangunan daerah yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru.

“Kami mengapresiasi, tetapi apakah pendirian Perumda ini hanya fokus memberikan pelayanan atau hanya mencari keuntungan?“ ucap Pratiksa Linggih seraya memohon agar diberi penjelasan.

Kemudian terkait Raperda tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Daerah No.10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dua entitas yang menyatu dalam jiwa Bali, untuk mengakselerasi sektor ekonomi kreatif secara lebih fokus, terarah dan optimal sebagai pilar ekonomi baru.

“Maka dari itu kami Fraksi Partai Golkar setuju dengan melakukan perubahan nomenlatur perangkat daerah dari Dinas Pariwisata menjadi menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,’’ ujarnya seraya menegaskan Fraksi Partai Golkar menyetujui dan sepakat ketiga Raperda yang diusulkan Gubernur untuk dilakukan pembahasan bersama lebih lanjut dan mendalam.

Selain ketiga Raperda, Fraksi Partai Golkar juga memohon tanggapan Gubernur terkait pelanggaran yang terjadi di Daya Tarik Wisata Jatiluwih Tabanan. Hal ini karena DTW Jatiluwih telah masuk UNESCO dengan predikat Warisan Budaya Dunia (WBD) sebagai subak yang dikenal dunia. Lahan basah di sana telah banyak berubah menjadi beton beratap. Keindahan subak khas Bali ini perlahan mulai mengalami kerusakan. Alih fungsi lahan masif terjadi di DTW Jatiluwih.

Fraksi Golkar juga memohon untuk menindaklanjuti Proposal Desa Adat Purwayu Desa Tribuana Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem, perihal Tempat Melasti Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur di Segara Amed yang pernah diajukan kepada Pj. Gubernur Bali tertanggal 30 Desember 2023 yang sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti. (gs/bi)

Baca Juga  Hujan Lebat Tak Halangi Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Bantu Bola untuk Ratusan Anak di Stadion Mengwi

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Dukung Bimtek Desa Antikorupsi, Gubernur Koster Tak Ingin Perbekel Tersangkut Masalah Hukum Pengelolaan APBN dan APBD

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  Selama 2 Hari di Bali, Menteri PUPR dan Menlu RI Tinjau Kesiapan Infrastruktur G20 Didampingi Gubernur Koster

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Tri Hita Karana, WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Penghijauan di Pura Sada Kuta

Published

on

By

Ketua WHDI Badung serahkan bantuan di Pura Sada
SERAHKAN BANTUAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan bantuan saat memimpin kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). Agenda bulanan ini menjadi wujud nyata pengamalan sradha bhakti serta implementasi ajaran Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan. Setelah itu, WHDI Badung menyerahkan tali kasih berupa 10 paket sembako kepada para Pemangku, melaksanakan aksi mereresik (pembersihan lingkungan pura), serta menanam 10 pohon pelindung dan upakara yang terdiri dari 3 pohon sandat, 3 pohon cempaka, dan 4 pohon pucuk untuk menjaga keasrian kawasan suci.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir secara langsung memimpin rombongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertatap muka dengan para penglingsir, pemaksan, serta pengempon Pura Sada Desa Adat Kuta.

“Kami Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kecamatan Kuta melaksanakan kegiatan sosial ini sebagai penjabaran sradha bhakti dan ajaran Tri Hita Karana. Sekaligus, kami memohon lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, dan kita semua senantiasa diberikan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta Kabupaten Badung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Kehadiran rombongan WHDI Kabupaten Badung disambut hangat oleh Petengen Ketut Loka Santi selaku perwakilan pengempon dan pemaksan Pura Sada Desa Adat Kuta. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta kepedulian yang diberikan kepada para pemangku maupun lingkungan pura.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kuta, perwakilan Gatriwara Nyonya Graha Wicaksana, Lurah Kuta Gusti Ayu Putu Erawati, Jro Mangku Gede Pura Sada Kuta I Wayan Sudra, serta jajaran pengurus WHDI Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan arisan di kawasan Pantai Jerman. (gs/bi)

Baca Juga  Guru dan Siswa SMA/SMK di Karangasem Antusias Sambut Gubernur Koster di SMKN 1 Amlapura

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Transformasi Digital, DWP Badung Bagikan Rahasia Sukses E-Reporting ke DWP Banjarbaru

Published

on

By

DWP Badung terima studi tiru DWP Banjarbaru
TERIMA KUNKER: Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antar daerah, meningkatkan tata kelola organisasi, serta berbagi pengalaman terkait program kerja dan penerapan sistem pelaporan elektronik (e-reporting). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10).

Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi praktik baik dalam hal administrasi dan transformasi digital organisasi.

Oliviana Surya Suamba menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang produktif untuk bertukar gagasan kreatif. “Kami menyambut hangat kedatangan Ibu Ketua DWP Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran. Melalui kunjungan ini, kita dapat saling belajar, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, DWP Kabupaten Badung memaparkan program kerja mereka pada tiga bidang utama, yakni Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Bidang Ekonomi berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal lewat bazar produk, Bidang Pendidikan mengelola TK binaan, sedangkan Bidang Sosial Budaya bergerak pada pelestarian budaya serta kepedulian sosial masyarakat. Pembahasan juga menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi e-reporting untuk mendukung tertib administrasi demi meningkatkan efisiensi dan transparansi program kerja organisasi.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni, yang hadir membawa 32 orang jajaran pengurus, menyatakan bahwa pengalaman yang didapat dari DWP Badung akan menjadi referensi utama untuk mengevaluasi kinerja organisasi mereka di Kalimantan Selatan.

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau ‘’Kick Off’’ Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 - 11 Tahun, 373.120 Anak di Bali Dapat Vaksinasi Sinovac

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan DWP Kabupaten Badung kepada kami. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman, khususnya dalam pengelolaan program kerja, administrasi organisasi, serta penerapan sistem e-reporting. Semoga ilmu dan praktik baik yang kami dapatkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja DWP Kota Banjarbaru. Kami berharap silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin dengan baik kedepannya,” ucapnya.

Acara kunker ini diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata, ramah tamah, serta foto bersama sebagai simbol eratnya komitmen persahabatan antardaerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca