Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Resmi Kantongi SHP, Penataan Jalan Karya Makmur Ditarget Tahun Ini

Walikota Jaya Negara Sebut Komitmen Bersama Wujudkan Pengentasan Kawasan Kumuh

Loading

BALIILU Tayang

:

Jalan Karya Makmur
TERIMA SHP: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas nama Pemerintah Kota Denpasar di Kawasan Jalan Karya Makmur serangkaian acara Sosialisasi Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Pemukiman Kumuh di Kota Denpasar yang digelar di Bale Banjar Pemangkalan, Desa Ubung Kaja, Rabu (25/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar secara resmi menerima penyerahan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) PT. Karya Makmur dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di Kawasan Jalan Karya Makmur menjadi Sertifikat Hak Pakai (SHP).

Penyerahan tersebut dilaksanakan Perwakilan BPN Kota Denpasar yang diterima langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara serangkaian acara Sosialisasi Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Pemukiman Kumuh di Kota Denpasar yang digelar di Bale Banjar Pemangkalan, Desa Ubung Kaja, Rabu (25/3).

Setelah resmi mengantongi SHP, Pemkot Denpasar akan mempercepat proses penataan kawasan tersebut, utamanya penataan jalan dan drainase. Rencananya, proses pengerjaan fisik ditarget mulai dikerjakan di tahun 2026 ini. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara dan I Nyoman Gede Sumara Putra, Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam pengentasan kawasan kumuh. Hal ini dilaksanakan dengan berbagai program nyata, diantaranya perbaikan jalan, drainase, penyediaan sanitasi, air bersih hingga bantuan bedah rumah.

“Secara umum, Pemkot Denpasar terus bergerak dalam memenuhi parameter pengentasan kawasan kumuh, dan kami bersyukur di Kawasan Jalan Karya Makmur ini sudah menemui titik terang, kita target pada anggaran perubahan bisa dianggarkan untuk lanjut dikerjakan fisiknya, utamanya jalan dan drainase,” ujarnya.

Jaya Negara berharap, ke depan kawasan Jalan Karya Makmur bisa lebih tertata dan rapi. Sehingga masyarakat sekitar dapat beraktivitas dengan baik tanpa terganggu jalan rusak dan debu. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pengentasan kawasan kumuh di Kota Denpasar.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, Wakil Walikota Arya Wibawa Buka Pelatihan Pemandu Wisata Selancar

“Dan untuk perumahan masyarakat yang status lahannya masih sewa, saat ini sedang diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian PKP. Semoga dengan berbagai program dan terbosoan ini, Kota Denpasar dapat menjadi kota tanpa kawasan kumuh dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja dalam kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa pada momentum kegiatan Sosialisasi Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Pemukiman Kumuh di Kota Denpasar ini juga turut diserahkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) PT. Karya Makmur dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di Kawasan Jalan Karya Makmur menjadi Sertifikat Hak Pakai (SHP) kepada Pemerintah Kota Denpasar. Tentunya, hal ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pengentasan kawasan kumuh.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2026 ini luasan kawasan kumuh di Kota Denpasar sudah dituntaskan berdasarkan pemenuhan 7 parameter kawasan kumuh sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2018. Sehingga dapat dikatakan bahwa Kota Denpasar saat ini sudah tergolong kawasan bebas kumuh.

“Bahwa Pemerintah Kota Denpasar bersama aparatur dinas dan desa adat serta masyarakat terus bergotong-royong melaksanakan pengendalian kawasan kumuh, mulai dari pencegahan, pengurangan dan pengentasan kawasan kumuh di seluruh wilayah Kota Denpasar,” ujarnya.

Terkait penataan kawasan Jalan Karya Makmur, pihaknya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar secara administrasi dan aturan sudah dapat melaksanakan penataan. Hal ini mengingat sudah diserahkannya dua SHP atas nama Pemerintah Kota Denpasar.

“Semoga segara bisa ditangani, dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat di kawasan Jalan Karya Makmur,” ujar Cipta Sudewa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Distankan Buleleng Dampingi Pengembangan Awal Konservasi Tukik di Banyuasri

Published

on

By

tukik
PENANGKARAN TUKIK: Peninjauan Distankan Buleleng terkait pembangunan bak penangkaran tukik sebagai tempat penyelamatan sementara telur penyu yang ditemukan di kawasan pesisir Bali Utara. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Upaya pengembangan destinasi pariwisata berbasis konservasi lingkungan di kawasan Pantai Banyuasri, Kabupaten Buleleng mulai diwujudkan. Langkah awal dilakukan melalui pembangunan bak penangkaran tukik sebagai tempat penyelamatan sementara telur penyu yang ditemukan di kawasan pesisir Bali Utara.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat saat dihubungi mengatakan, Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai sepanjang 157,05 kilometer yang menjadi habitat bertelur sejumlah jenis penyu, seperti penyu sisik hijau dan penyu belimbing.

Menurutnya, kawasan pantai Bali Utara memiliki ciri khas banyak ditumbuhi tanaman katang-katang yang menjadi lokasi favorit penyu untuk bertelur. Ia menyebut, penyu sisik hijau menjadi jenis yang paling sering ditemukan bertelur di kawasan Buleleng.

“Paling banyak yang bertelur adalah penyu sisik hijau, seperti di Pantai Kerobokan, Pelabuhan Buleleng, kawasan Pantai Banyuasri, dan seputar Lovina,” ujar Melandrat.

Ia menambahkan, keberadaan penyu di kawasan pesisir perlu dijaga bersama melalui keterlibatan masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong kelompok masyarakat untuk membuat tempat penampungan sementara bagi telur penyu guna mengurangi risiko kerusakan akibat predator maupun aktivitas manusia.

“Jika penyu bertelur agar menandai tempat tersebut serta menutup dengan keranjang agar terhindar dari predator seperti anjing,” katanya.

Sementara itu, pembangunan konservasi tukik di kawasan Pantai Asri Desa Adat Banyuasri masih dilakukan secara bertahap dan tetap memerlukan koordinasi serta izin dari dinas terkait agar sesuai aturan konservasi.

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri Nyoman Sadwika mengatakan, pembangunan bak penampungan sementara dilakukan setelah beberapa waktu yang lalu ada peninjauan dari Distankan Buleleng. Saat ini relawan bersama nelayan dan masyarakat baru membangun bak sederhana sebagai langkah awal penyelamatan telur penyu.

Baca Juga  PPK di Pemkot Denpasar Wajib Bersertifikasi Keahlian PBJ

“Bak penampungan yang kami buat belum memenuhi standar konservasi, namun bak ini untuk langkah penyelamatan bagi telur-telur penyu,” ujar Sadwika.

Ia menjelaskan, setiap tahun penyu rutin bertelur di kawasan Pantai Asri. Selama ini nelayan dan masyarakat biasanya melakukan relokasi telur penyu ke lokasi penangkaran terdekat untuk menghindari kerusakan maupun ancaman predator. Kini relawan bersama nelayan dan krama desa mulai memperkuat upaya penyelamatan telur penyu secara lebih intens.

Mereka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah agar proses konservasi berjalan sesuai aturan dan mendapat pendampingan teknis.

“Kami berharap pelestarian telur penyu dan tukiknya bisa berjalan sesuai aturan dan arahan pemerintah,” katanya.

Ke depan, kawasan konservasi tukik di Banyuasri diharapkan tidak hanya menjadi pusat penyelamatan penyu, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi lingkungan di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Bank BPD Bali Tepat Usia 64

Paparkan 6 Pilar Penguatan Selaras Pembangunan Bali

Loading

Published

on

By

BPD Bali
PENGARAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster, saat memberikan pengarahan serangkaian peringatan HUT Ke-64 Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Sabtu (30/5). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kinerja Bank BPD Bali yang hingga saat ini mampu berkontribusi selaras dengan pembangunan Bali.

Memperhatikan perkembangan Bank BPD Bali, salah satunya terkait sistem yang digunakan menjadi salah satu poin yang selalu di genjot untuk selalu diperbaiki menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.

Dengan memahami data, maka tata kelola keuangan akan tersalurkan dengan optimal. Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memberikan pengarahan serangkaian peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Sabtu (30/5).

Ditambahkannya lagi, sebagai perbankan lebih baik tidak hanya berfokus mencari uang saja, tetapi bagaimana mengembangkan Bank BPD Bali.

“Menumbuhkan satu kesadaran kolektif, membangun kekuatan kolektif sehingga mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak lain di luar Bank BPD Bali menjadi salah satu sistem yang dimiliki Bank BPD Bali untuk mengepakkan sayap secara seimbang dan bersinergi,” kata Gubernur Koster.

Dalam arahannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan Bank BPD Bali harus menjadi Bank yang kuat, berdaya saing dan berkelanjutan. Selain itu juga mampu menjadi Bank yang menjadi penopang dan penggerak pembangunan Bali, sekaligus mampu menjadi Bank kebanggaan masyarakat Bali.

Selanjutnya, Gubernur Wayan Koster juga memaparkan enam (6) pilar penguatan Bank BPD Bali untuk bangun secara bertahap, diantaranya melakukan penambahan modal, agar Bank BPD itu menjadi lebih kuat adalah menambah modal inti dari 5,8 T menjadi 6 T ke atas. Sementara modal setor terus ditingkatkan oleh para pemegang saham dari posisi saat ini 3,6 T.

Selanjutnya melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan mulai dari membangun gedung baru, menambah pengurus, menambah dan meningkatkan kualitas SDM serta mengembangkan sistem berbasis teknologi digital.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Sukses Panen Bawang Merah di Subak Buaji

Melakukan rebranding salah satunya mengembangkan spirit baru yang berdasarkan atas filosofi kearifan lokal Bali. Meningkatkan kinerja internal dan eksternal, efisien dalam operasional, produksi dengan laba tinggi dan berdampak secara optimal terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat Bali. Dan mendukung pengembangan ekonomi Kerthi Bali, yakni memberikan fasilitas kredit untuk enam (6) sektor unggulan (pertanian dan peternakan, kelautan dan perikanan, industri manufaktur, sektor IKM, UMKM dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital serta sektor pariwisata. Serta Bank BPD Bali menjadi kebanggaan masyarakat Bali, diantaranya mendukung implementasi kearifan lokal sad kerthi, menjadi mainstream keuangan dan perekonomian Bali, memperkuat militansi masyarakat Bali kepada Bank BPD Bali sekaligus mewujudkan Bali Dwipa Jaya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menyampaikan akan selalu mensupport pembangunan Bali ke depan. Di periode bulan Mei 2026 tercatat aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 8,19% dengan nominal sebesar 43 T, 117 M selain itu tercatat juga pertumbuhan UMKM Bali diatas 11% jauh di atas pertumbuhan UMKM nasional yang hanya 1%.

Dengan mengangkat tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas” diharapkan kinerja seluruh anggota Bank BPD Bali dengan 17 Kantor Cabang (termasuk Kantor Cabang di Mataram) dan 38 Kantor Cabang Pembantu yang dimilikinya, mampu menjadi partner kerja yang selalu berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Bali serta mewujudkan Bali yang sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Rombongan dari NTB, Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan

Published

on

By

Putri Suastini Koster
TERIMA KUNJUNGAN: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026).

Mengawali pertemuan, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengundang Ketua Dekranasda NTB yang kebetulan tengah berada di Pulau Dewata.

“Biasanya bertemu saat menghadiri acara di Jakarta. Jadi, mumpung berada di Bali, kita bisa bertemu di sini,” ujarnya.

Pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan Ibu Putri Koster untuk berbagi pengalaman dalam memajukan sektor kerajinan yang saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ibu Putri Koster banyak bercerita mengenai tantangan yang dihadapi Bali dalam upaya melestarikan dan memajukan sektor kerajinan, khususnya tenun tradisional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah maraknya pemasaran kain tenun bermotif serupa endek yang diproduksi di Troso, Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karena selain motifnya ditiru, Bali juga menghadapi kelangkaan tenaga penenun.

“Kain produksi Troso dijual dengan harga lebih murah, sehingga semakin sedikit warga Bali yang tertarik menjadi penenun. Jika dibiarkan, perajin tenun di Bali lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang. Padahal, peminat kain endek sangat banyak,” ujar Ibu Putri Koster.

Berangkat dari kondisi tersebut, sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan, khususnya yang berkaitan dengan wastra Bali. Salah satu program yang digagasnya adalah Pameran IKM Bali Bangkit. Program yang diselenggarakan sejak masa pandemi Covid-19 itu bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas akses pasar.

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Kasus Aktif Tinggal 0,23 Persen

“Motto kami adalah produk berkualitas dengan harga pantas. Jadi, produk yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil karya penenun Bali,” imbuhnya.

Menyinggung produksi kain di Troso, Ibu Putri Koster berharap terdapat solusi yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Ini bukan kesalahan saudara-saudara kita di sana. Mari kita cari jalan tengah, misalnya menjadikan Bali sebagai super hub pemasaran kain tenun Nusantara,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dekranasda NTB menyampaikan bahwa kondisi serupa juga dialami oleh para perajin kain tenun khas daerahnya. Ia sependapat dengan Ibu Putri Koster mengenai pentingnya membangun dialog bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Selain berbagi informasi dan pengalaman, rombongan Dekranasda NTB juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca