Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pulau Menjangan Diusulkan Jadi Kawasan Lindung Spiritual dan Ekologis

Pansus TRAP Tegaskan Pembatasan Komersialisasi

Loading

BALIILU Tayang

:

Pulau Menjangan
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali mendorong penetapan Pulau Menjangan sebagai kawasan lindung spiritual dan ekologis yang dilindungi secara ketat dari ekspansi komersial berskala besar. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pelestarian nilai spiritual Bali.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr.(c) I Made Supartha, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengelolaan Pulau Menjangan tidak boleh hanya berorientasi pada pendekatan administratif maupun ekonomi jangka pendek. Menurutnya, kawasan tersebut harus diposisikan sebagai ruang perlindungan ganda, yakni perlindungan ekologis sekaligus spiritual.

“Pulau Menjangan harus dijaga sebagai kawasan hening yang mendukung praktik spiritual, kontemplasi, dan pemurnian diri, sekaligus tetap menjadi bagian dari sistem konservasi alam,” ungkap Supartha yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali kepada media, Jumat, 10 April  2026.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak dapat hanya berperan sebagai regulator administratif, tetapi juga harus hadir sebagai penyelenggara pelayanan publik yang memperhatikan kesejahteraan batin masyarakat. Dalam konteks itu, Pansus TRAP mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten menetapkan Pulau Menjangan sebagai zona perlindungan yang membatasi aktivitas komersial berskala besar, termasuk pembangunan akomodasi wisata masif.

Menurut Supartha, setiap pemanfaatan ruang di kawasan tersebut harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, konservasi, serta penghormatan terhadap nilai spiritual. Intensitas kunjungan wisata juga perlu dikendalikan sesuai daya dukung lingkungan agar tidak merusak keseimbangan alam dan kesucian kawasan.

Pansus TRAP juga menekankan bahwa konsep perlindungan kawasan suci di Bali telah berkembang menjadi bagian dari kebijakan tata ruang modern. Radius kesucian tidak hanya melindungi bangunan pura, tetapi juga lanskap, atmosfer spiritual, hingga keheningan ritual. Pendekatan ini menempatkan negara sebagai aktor aktif dalam menjaga nilai religius masyarakat.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali: Tak Ada Toleransi di LP2B dan LSD

Dalam kerangka kosmologi Hindu Bali, Pulau Menjangan dipandang sebagai bagian dari konsep Tri Wana yang mencakup kawasan hutan sakral dengan fungsi spiritual, ekologis, dan sosial. Pansus TRAP mengusulkan Pulau Menjangan sebagai zona inti sakral dengan tingkat perlindungan tertinggi yang bebas dari eksploitasi komersial, sementara kawasan Taman Nasional Bali Barat yang mengelilinginya berfungsi sebagai zona penyangga dengan aktivitas terbatas berbasis konservasi.

“Penetapan kawasan lindung ini bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi menegaskan arah pembangunan Bali yang berimbang antara dimensi material dan non-material,” tegas Supartha.

Ia juga menilai penguatan instrumen pengendalian tata ruang menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah alih fungsi kawasan lindung yang tidak sesuai rencana. Pengawasan tata ruang harus bersifat preventif dan terintegrasi guna menjaga keberlanjutan lingkungan serta nilai spiritual Bali.

Pansus TRAP berharap kebijakan perlindungan Pulau Menjangan dapat menjadi model pengelolaan ruang berbasis keseimbangan ekologis dan spiritual, sekaligus memastikan tata ruang Bali dikelola secara berkelanjutan bagi generasi mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim Kesenian Peed Aya Duta Kota Denpasar Mantapkan Kesiapan Tampil di Pembukaan PKB 2026

Published

on

By

barong
GLADI DAN PEMBINAAN: Komunitas Sakti Manca mengkoordinir pelaksanaan Gladi dan Pembinaan yang disaksikan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Areal Taman Kota Lumintang Denpasar, Jumat (29/5) petang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Kesenian Peed Aya (Pawai) Duta Kota Denpasar memantapkan kesiapannya untuk tampil pada Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 pada 13 Juni mendatang.

Dikoordinir oleh Komunitas Sakti Manca, kesiapan tersebut tampak saat pelaksanaan Gladi dan Pembinaan yang disaksikan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama sejumlah tokoh lainnya di Areal Taman Kota Lumintang Denpasar, Jumat (29/5) petang.

Dalam kesempatan ini hadir tim Kurator PKB Provinsi Bali Tahun 2026 diantaranya Prof. Dr. I Made Bandem dan Prof. Dr. I Komang Sudirga, SSn., M.Hum yang memuji penampilan Duta Peed Aya Kota Denpasar.

Sajian Peed Aya Duta Kota Denpasar dikemas sangat megah diikuti kurang lebih 700 peserta, diawali penampilan Papan Nama dilanjutkan Busana Adat Kota Denpasar lalu secara berurutan tampil Tek-tekan, Karnaval, Bungan Jaja dan Uparengga.

Berlanjut penampilan Legong Manca yang diiringi Semara Pegulingan Sekaa Nada Acharya Kota Denpasar, Tari Barong dari Sekaa Kubu Barong Kota Denpasar dilanjutkan Tari Sang Hyang Dedari lalu Pasepan kemudian dilanjutkan garapan tematik Wayang Sapuh Leger diiringi Gender Sekaa Sabda Kencana Sakti Kota Denpasar dilanjutkan Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh yang diiringi Sekaa Baleganjur Banjar Tengah Sidakarya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memotivasi dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman yang terlibat dalam Peed Aya Duta Kota Denpasar yang tergabung dalam Komunitas Sakti Manca ini.

“Saya melihat persiapan garapan yang disajikan sudah sangat baik. Ke depan bagaimana seluruh tim menjaganya agar dapat tampil optimal di ajang sesungguhnya yakni Pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 nanti,” ungkap Jaya Negara.

Walikota Jaya Negara juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen yang terlibat, baik itu peserta (penari, penabuh) maupun orang tua peserta pawai yang senantiasa mendukung buah hatinya. “Kami juga mengingatkan seluruh peserta dan para orang tua untuk menjaga kesehatan sehingga penampilan berjalan lancar hingga pawai mendatang,” ujarnya.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Dugaan Pelanggaran Handara Golf 98 Hektare

Sementara Koordinator Peed Aya Duta Kota Denpasar, Ida Bagus Eka Harista saat ditemui menjelaskan Peed Aya Duta Kota Denpasar akan membawakan tema Tattwa Parisudha Vasudhaiva Kutumbakam atau bila dijabarkan tentang Atma Kertih yang menggambarkan Jiwa Paripurna.

Dikatakannya, Peed Aya ini melibatkan ratusan talenta seniman muda yang berasal dari berbagai elemen seperti sanggar, sekolah, sekaa teruna, serta komunitas seni lain di Kota Denpasar

“Kami merasa tertantang memberikan penampilan terbaik bagi Kota Denpasar. Penampilan yang menarik dan berkelanjutan yang masih dalam garis besar nafas Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong- royong, yang juga diimplementasikan dengan melibatkan berbagai komponen seperti sanggar, sekolah, sekaa teruna, serta komunitas seni lainnya dari berbagai jenjang usia,” katanya.

Eksistensi penampilan anak-anak ini yang tercatat paling muda berusia sekitar lima tahun sebagai wujud nyata pendidikan aktualisasi potensi generasi muda yang dilibatkan dalam garapan.

“Semoga kami dapat memberikan yang terbaik bagi Kota Denpasar pada Pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026,” ungkap Gus Eka lagi.

Koreksi yang disampaikan oleh tim kurator PKB Provinsi Bali, semuanya menjadi catatan penting bagi perbaikan tim Kota Denpasar, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk semakin menyempurnakan penampilan nantinya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Apresiasi Peran IGTKI-PGRI Dalam Dunia Pendidikan di Kota Denpasar

Published

on

By

HUT PGRI
HUT IGTKI PGRI: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 IGTKI PGRI di Kota Denpasar, yang diselenggarakan secara khidmat, di Gedung Santi Graha, Sabtu (30/5). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 IGTKI PGRI di Kota Denpasar, diselenggarakan secara khidmat, di Gedung Santi Graha, Sabtu (30/5). Acara ini juga turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang jatuh pada 2 Mei lalu.

Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yang hadir bersama Ketua PP PAUD Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran IGTKI-PGRI Kota Denpasar yang selama ini telah ikut serta secara aktif mengambil peran dalam dunia pendidikan di Kota Denpasar.

Sebagai organisasi yang menaungi para guru TK dan PAUD, lanjut Ayu Kristi keberadaan IGTKI-PGRI di Kota Denpasar, diharapkan akan dapat mengkoordinir program dan kegiatan yang berkaitan dengan edukasi pendidikan anak usia dini. Tak terkecuali edukasi seputar pengelolaan lingkungan dan pemilahan sampah.

“Dalam hal ini, peran IGTKI-PGRI juga penting dalam mengedukasi anak-anak kita dalam hal menjaga lingkungan sekitar, dengan cara mulai belajar memilah sampah sejak dini,” kata Ayu Kristi.

Pihaknya kemudian melanjutkan, di usia ke-76 tahun ini, IGTKI-PGRI diharapkan akan terus berkomitmen untuk mendukung penguatan dan kompetensi guru TK dengan cara memfasilitasi ekosistem pendidikan anak usia dini yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Sekali lagi kami ucapkan Selamat HUT Ke-76 IGTKI-PGRI. Semoga menjadi semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ayu Kristi.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kota Denpasar, Ni Nyoman Puspita Wati, mengatakan, rangkaian HUT Ke-76 IGTKI-PGRI sudah dilaksanakan sejak bulan lalu. Antara lain, kegiatan tirta yatra, bakti sosial, dan juga talk show lingkungan dan edukasi. Adapun tema peringatan HUT tahun ini adalah, “Menjadi Guru Bahagia dan Inspiratif“.

Baca Juga  Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali Bersinergi, Kawal Tata Ruang dan Perizinan Berbasis Perda Demi Jaga Bali

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar terhadap kami para guru TK di Kota Denpasar. Mudah-mudahan kedepannya, organisasi ini akan semakin baik lagi,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA di Istana Élysée

Published

on

By

Presiden Prabowo
PERTEMUAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Paris, Francis, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor prioritas.

Sebelumnya dalam pernyataan pers bersama Presiden Macron, Presiden Prabowo menyebutkan sejumlah isu strategis akan menjadi prioritas pembahasan. Termasuk diantaranya terkait pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).

“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Presiden Prabowo.

Hubungan Indonesia dan Prancis, menurut Presiden Prabowo, saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Presiden Macron dalam mendorong kemitraan yang makin erat antara kedua negara.

“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis Berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai bahwa Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu global dan kawasan. Menurut Presiden Prabowo, hubungan bilateral yang terus berkembang positif tidak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron dalam memperkuat kerja sama kedua negara.

“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik, di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Baca Juga  Tak Penuhi Harapan, Pansus TRAP DPRD Bali Usir PT Jimbaran Hijau dari Ruang Rapat

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemajuan bersama di tengah dinamika global yang terus berkembang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca